
“Di warkop depan hotel ini sekarang berbeda dengan jaman dulu kita pertama kesini bersama ya Wah” kata Dogel
“Sekarang jenis makananya sudah bukan nasi bungkus atau mie instan lagi , tapi sudah ada makanan beratnya heheheh”
Mereka makan malam di warkop yang sekarang lebih mirip dengan depot makanan yang menjual makanan panas atau makanan berat selain kopi dan sejenisnya.
“Pak Handoko sedang ngobrol apa itu dengan pegawai warkopnya, kok kelihatannya serius sekali Gel?”
“Paling ya tanya tanya soal hotel itu kan Wah, aku ae heran kok bisa dalam waktu yang singkat bisa jadi sebuah hotel yang indah gitu”
Sebentar kemudian pak Handoko kembali ketempat Dogel dan Blewah yang sedang makan. Gimana dengan mbok Ju, Ternyata juga ada satu piring nasi goreng yang disediakan untuk mbok Ju.
Meskipun mbok Ju hanya bisa menghirup sari dari Nasi goreng itu, tapi paling tidak mbok Ju bisa merasakan makanan yang ada disana heheheh.
“Rasane kok enakan masakanya Nak Novi ya hhihihih” kata mbok Ju yang sudah menghirup habis sari dari nasi goreng yang ada di meja
“Mosok se mbok, mosok lebih enakk buatane Novi?” tanya Dogel
“Iya, koyoke ini kurang bumbu gitu, nek buatan anak Novi kan bener-bener nendang rasanya hehehe”
“Ayo anak-anak cepat habiskan kita harus cari toko serba ada untuk membeli senter, karena nanti malam kita akan jalan-jalan sebentar heheh”
“Tadi bagaimana pak Info dari penjual ini tentang Hotel itu?” tanya Dogel
“Nanti saja nak, kita jalan saja sambil cerita, disini hawanya kurang baik untuk rasan-rasan hehehe”
Setelah menyelesaikan pembayaran dan bertanya dimana letak toko serba ada disini, akhirnya mereka berjalan menuju ke toko untuk membeli beberapa perlengkapan yang diperlukan disana.
“Hotel itu dipugar tidak lebih dari seminggu mas, dan dikerjakan 24 jam oleh orang-orang yang tidak pernah berhenti bekerja dan tidak pernah istirahat”
“Kata penjual makanan itu selama dipugar, sekeliling hotel itu ditutup dengan seng, sehingga tidak ada orang yang bisa lihat bagaimana proses pengerjaan di dalam”
“Yang pasti para pekerjanya tidak ada yang keluar dari dalam lingkup hotel, bahkan untuk membeli kopi di warkop itu saja tidak pernah” kata pak Han
“Cukup aneh juga kan mas, pegawai disana tidak pernah keluar dari area hotel, tidak pernah ke warkop untuk beli sesuatu dan kerja selama dua puluh empat jam”
“Sekarang pelirkan eh pikirkan benda apa yang bisa kerja secepat dan setangguh itu kalau bukan suruhan Rochman?” kata pak Han mengakhiri ceritanya
“Nah hanya itu saja yang dikatakan pegawai warkop kepada saya. Nah sekarang yang akan kita beli ini adalah air minum yang banyak, karena lebih baik mandi air mineral dari pada mandi dengan air yang berasal dari sana”
“Beberapa senter juga akan sangat kita perlukan, karena kemungkinan bersar kita akan ada disana lebih dari satu hari”
“Yang akan kita lihat pertama kali apa pak?” Tanya Dogel
“Kita akan ke kamar 6+, kita tidak perlu masuk secara kasar, tetapi kita hanya perlu mencari celah masuk ke dalam dan mencari sesuatu yang aneh”
“Jugaan kita harus temukan ruangan rahasia dari hotel itu, ruangan dimana orang-orang yang merupakan anak buah Rochman berkumpul dan melakukan sesuatu”
“Oh iya pak, petugas reception itu bernama Baldy pak. saya ketemu dia ketika bersama Totok kesini, tetapi sepertinya dia sudah lupa dengan saya tadi itu”
“Berarti Totok atau Rochman kan masih mempekerjakan pengikutnya selama ini, istilahnya dia mempekerjakan yang bisa memberikan makan bagi dia” kata pak Han
“Memberi makan dalam hal ini adalah memberikan jantung segar tiap hari”
“Pokoknya apa yang ada di sana kita harus lihat dan cari yang mencurigakan, tentu saja dengan bantuan mbok Ju yang nanti akan keliling disana hingga dia menemukan sesuatu yang aneh” kata pak Han lagi
Sore hari datang, mereka bertiga plus mbok sedang duduk-duduk di teras kamar yang menghadap ke jalan setapak dan taman kecil yang ada di depan mereka.
Selain taman kecil yang ada di depan kamar, juga ada bangunan utama yang ada di hadapan mereka, bangunan utama yang bercat putih indah dengan jendela-jendela kamar berjejer di bangunan utama itu.
Semakin sore lampu taman dinyalakan, sehingga menambah indah suasana disana, Beberapa anak dan orang tuanya yang tadinya bermain di halaman belakang, sekarang sudah mulai balik ke kamar masing-masing.
“Gimana mbok Ju, apakah sudah nampak setan-setan jahat yang dulu pernah ada disini?” tanya pak Han
“Sama sekali tidak ada pak, saya tidak melihat siapapun yang ber aura jahat. malahan yang ada disini itu semuanya menebarkan aura positif” jawab mbok Ju
__ADS_1
“Benar-benar hebat Rochman itu, dia membangun penginapan dengan aura positif, sehingga orang-orang akan tertarik datang kesini”
“Dan pada akhirnya akan banyak ulasan-ulasan positif tentang penginapan ini”
“Dari ulasan positif itu maka akan mendatangkan wisatawan yang akan menginap disini”
“Tetapi ada yang saya tidak paham, bagaimana dia bisa mencari korban apabila keadaan seperti ini?, bagaimana dia akan melakukan pembunuhan apabila ulasan hotel ini bagus” kata pak Han
“Tentu saja korban itu tidak disini pak” kata Blewah tiba-tiba
“Para penginap yang ada disini tentu saja meninggalkan KTP ketika sedang menginap kan”
“Mereka akan dibunuh di rumah mereka entah dibuat semacam kecelakaan atau dalam keadaan sakit”
“Bahkan bisa saja yang mati itu bukan orang yang menginap disini, melainkan saudaranya atau kerabatnya”
“Ngapain dia susah payah membunuh orang yang pernah ada disini, kenapa dia tidak melakukan pembunuhan secara acak kepada orang yang ada di mana gitu?” tanya pak Han
“Karena ada alasanya pak, dengan setelah menginap disini, mereka yang akan menjadi korban tidak akan merasa kehilangan sanak saudara atau keluarga ketika salah satu dari mereka dibunuh oleh anak buah Rochman”
“Air yang mereka gunakan untuk mandi dan yang disediakan oleh penginapan ini telah diberi sesuatu, atau mantra, sehingga yang meminumnya tidak akan merasa kehilangan sanak saudara mereka dalam waktu dekat”
“Mereka akan merasa ada keluarganya yang hilang setelah beberapa belas hari, dan itu akan mengaburkan keadaan dimana saudaranya yang hilang itu, dan pihak yang berwajib akan kesulitan melacaknya”
“Yang kedua Totok akan mencari keluarga korban yang sudah tua sekali, atau yang sudah sakit sakitan, sehingga akan mudah untuk membunuhnya”
“Disitulah Jantung korban yang menjadi target akan diambil secara ghaib, sehingga tidask nampak ada pembedahan di tubuh korban” kata Blewah
“Semakin canggih juga ya Totok memburu calon korbanya hanya berbekal alamat pada KTP saja hehehe”
“Hmm mas Blewah tau info ini dari mana?” tanya pak Tembol penasaran
“Tentu saja dari saya pak, saya Syumirah hehehe, dan saya dapat info dari penjaga yang ada di dalam kamar 6+. Mbok Ju memang tidak bisa masuk ke sana, tetapi saya bisa memanggil penjaga yang ada di sana”
“Karena mereka semua kan teman saya pak, termasuk penjaga itu kan juga teman mirah”
“Nanti tengah malam kata mereka kita jangan tidur, jangan mandi dan jangan minum dan jangan makan sarapan yang disediakan hotel ini” kata Mirah lagi
Pukul 20.00, suasana yang temaram sekitar taman Hotel memang sangat indah apalagi didukung dengan udara pegunungan yang sejuk.
Beberapa lampu taman sudah nyala sehingga keindahan taman di depan kamar dan yang ada di halaman belakan itu semakin indah.
Mereka berempat masih ada di teras untuk mengamati tingkah polah penghuni hotel yang masih saja jalan jalan di taman, tidak ada yang mengetahui apa yang tersembunyi di balik semua ini.
“Yuk kita beli makan di luar anak-anak, saya laper sekali nih” kata pak Han
“Beli makan di warkop depan atau kita jalan-jalan ke sekitar kota sana pak?” tanya Dogel
“Kita jalan-jalan saja anak-anak, sekalian nunggu waktu hingga tengah malam nanti”
“Saya yakin nanti malam kita akan kelaparan apabila kita tidak mencari makan sekarang anak-anak heheheh”
Mereka berjalan menuju ke parkiran mobil, ternyata malam ini sudah ada tambahan empat mobil daripada ketika tadi siang mereka kesini.
“Semakin banyak Nyawa yang akan melayang hanya untuk kebutuhan makan Rochman” gumam pak Han
Mobil yang dikemudikan oleh Dogel keluar dari parkiran dan menuju ke arah tengah kota.
“Mas, kita cari makanan sate saja yuk, saya kok rasanya kepingin makan sate malam ini hehehe”
“Kalau begitu kita ke arah dekat pasar saja pak, disana biasanya banyak pedagang makanan yang sedang menunggu dagangan laku”
Memang ada baiknya mereka mengisi perut dulu sebelum mereka melakukan sesuatu dengan yang ada di hotel itu, karena bisa saja mereka tidak akan sempat makan.
“Nanti malam semoga kita tidak mengalami hal yang mengerikan anak-anak, saya rasanya sudah gatal untuk melakukan explorasi di sana” kata pak Han
__ADS_1
“Iya pak, saya juga, tapi untungnya kita tidak bawa mbak bashi pak, untung saya titipkan ke Novi tadi waktu kita akan pergi. Saya ndak bisa berpikir kalau mbak Bashi ngamuk disini heheheh” kata Dogel
“Sudah hampir pukul 22.00 ini pak, lumayan juga kita disini, cukup lama juga hingga ndak terasa saya tadi habis dua porsi sate pak hihihih”kata Dogel
“Ndak papa mas, nanti kita ndak akan bisa makan lagi lho setelah kita sibuk dengan yang ada di dalam sana”
“Mungkin nanti kita butuh bantuan mbak Mirah untuk melakukan explorasi, karana kan mbak MIrah yang tau keadaan di hotel sana”
“Tenang pak, nanti akan saya bantu keliling di sana pak, mumpung teman saya masih ada di sana, jadi bisa saya mintain tolong” kata Blewah dengan suara agak perempuan.
“Ayo kita balik pak takutnya kita nanti ndak dapat tempat parkir karena hotel itu makin penuh saja pak”
“Ya sudah mas, yuk kita balik sekalin jalan-jalan ke taman belakang hehehe”
Mereka sudah sampai di depan hotel, ternyata betul Dogel, keadaan lahan parkir sudah mulai makin penuh daripada ketika mereka pergi dari hotel itu untuk makan malam.
“Wuiiih ternyata hotel ini penuh juga ya anak-anak. Berarti orang-orang yang tadi akan menginap disini itu pergi dulu untuk jalan-jalan, sehingga malam ini mereka baru kembali ke sini lagi” kata pak Han
“Itu nangkono Gel, parkir disana ae” tunjuk Blewah pada sebuah tempat kosong dekat dengan kolam ikan
Ketika mobil sudah diparkirkan, tiba-tiba pak Han berteriak kaget….
“Wuiiihh hahaha kaget saya mas, itu ada tubuh tanpa kepala yang sedang duduk di pinggir kolam ikan”
“Lho itu kan Bawok, kenapa dia ada disini, seharusnya dia kan ada di rumah Nabil sana” kata Blewah yang tiba-tiba turun dan mendatangi kawan lamanya
“Ayo kita turun juga anak-anak, ini aneh sekali kenapa Bawok ada disini”
Mereka mendatangi Bawok yang sedang duduk sendirian di pinggir kolam ikan, Blewah dan Mirah sudah terlebih dahuiu ada di depan bawok untuk mengorek info tentang keberadaan disini.
“Mas Bawok kenapa ada disini” tanya Mirah/Blewah yang kini ada disebelahnya
Tidak ada jawaban atas pertanyaan Mirah, ya memang gak ada jawaban, karena dia kan gak punya kepala sehingga tidak bisa bicara
Tetapi bewok itu bicara dengan menggunakan semacam telepati sehingga cukup dengan mbatin atau ngrasani saja sudah cukup untuk saling berkomunikasi dengan Bawok.
“Ya kan aku memang ada disini Mirah. kenapa kamu tanya seperti itu?”
“Bukanya mas Bawok ada di rumah Totok?” tanya MIrah tanpa bersuara
“Ndak Mirah, aku ada disini, setelah membantu teman kalian, itu pak Handoko itu. Kemudian saya kembali lagi ke sini”
“Mas Bawok setelah membantu kami kemudian balik ke sini lagi, atau ke rumah Totok?” tanya pak Han panasaran
“Saya kesini lagi pak, Karena aktivitas Totok masih ada disini, dan sekarang makin hebat dengan adanya hotel yang diperbarui ini” kata Bawok
“Kalau Bawok ada disini lalu yang ada di rumah Totok itu siapa mas Blewah?”
“Iya Bawok, teman kami ada dua orang yang kini ada di rumah Nabil atau Totok. Mereka disana tujuannya mencari sesuatu dengan bantuan kamu Wok”
“Ndak Miraaaaah, saya ada disini, gak kemana mana” jawab Bawok dengan kesal
“Waduh berarti mas Ngot dan mbak Indah itu dijebak dengan Bawok bikinan Totok. Pantas saja dia bisa tau cara keluar dari rumah itu dan bisa masuk kembali tanpa ada masalah sama sekali”
“Waktu itu saya kan sudah curiga pak, Karena waktu ketemu Bawok di sana….ketika saya panggil, dia tidak menoleh sama sekali” kata MIrah
“Bagaimana kita beritahu teman kita yang ada di vila anak-anak?”
“Tidak ada cara lain pak, lagipula kita belum ada rencana kesana, bahkan kita tidak tau bagaimana cara masuk ke rumah Totok itu”
“Totok biasanya tiap beberapa hari sekali kesini untuk memilih siapa saja yang akan dia jadikan korban berikutnya, biasanya dia akan melihat kamar yang terisi disini” kata Bawok
“Dia akan memilih calon keluarga korban yang di rumahnya ada orang yang sudah tua atau yang sedang sakit sakitan, sehingga dia akan mudah untuk membunuhnya”
“Atau dia akan menggunakan kemampuanya yang dicampurkan di air minum dan air untuk mandi disini sehingga keluarga korban akan tidak ingat bahwa ada keluarganya yang hilang” kata Bawok
__ADS_1