
Sore hari di rumah mbah putri Dogel, Pak Tembol, Dogel, Novi, Saeful, dan Ali, ada juga mbok Ju yang saat ini sedang pergi. menunggu waktu malam hari untuk bergerak ke Gemezzz.
“Nanti malam kita ke sana nak, tunggu keadaan jalan dan sekitarnya sepi dulu” kata pak Tembol yang wajahnya terlihat tidak bersemangat
“Ya pak, dan ada baiknya sekarang kita istirahat tidur dulu” kata Dogel
“Mbak Novi tidur dikamar depan ya, biar kami menggelar karpet di ruang tamu rumah saja” kata pak Tembol
Tidak hanya pak Tembol yang tidak bersemangat, yang lainnya pun sama saja, hanya Saeful yang kelihatanya lebih dari pada yang lainya. Karena dia sekarang ada di masjid dekat rumah.
Sambil menunggu waktu maghrib Saeful ada di masjid kecil yang hanya berjarak mungkin dua puluh langkah dari rumah.
“Mbok Ju kemana mas?” tanya Ali
“Tadi katanya mau lihat keadaan di Gemezzz” kata Dogel
“Lha gimana dia tau dimana Gemezzz itu mas? dia kan belum pernah ke sana. Saya aja juga belum pernah ke Gemezzz juga kok” jawab Ali
“Ah dia kan masuk golongan demit, masak demit kesasar sih rek hehehe, tadi sudah tak kasih ancer-ancer tempatnya” kata Dogel lagi
“Iya anak-anak, biarkan dia lihat dulu keadaan disana sebelum kita nanti malam berangkat kesana juga” sahut pak Tembol
“Berarti yang sudah pernah ke Gemezzz cuma nak Dogel saja kan”
“Iya pak, saya bersama kedua teman saya, kami pernah kerja disana, dan waktu itu Totok adalah bos saya pak”
Waktu berjalan dengan cepat hingga mereka sudah melaksanakan sholat isya di masjid dekat rumah. Malam semakin larut mereka semakin gusar karena mereka harus masuk ke hal baru.
Mereka semua menunggu mbok Ju, karena hingga jam segini mbok Ju belum juga muncul di rumah mbah Putri.
Tetapi tidak lama kemudian mbok Ju akhirnya datang juga setelah semua tidak sabar menunggu.
“Gimana mbok Ju, kok lama juga ke sananya?” tanya pak Tembol
“Wah disana mengerikan pak, berbeda dengan yang ada di waji maupun yang ada di vila putih”
“Di sana itu tempat penjagalan pak, di dalam sana ada terowongan ghaib, dan disana banyak mayat yang membusuk di dalamnya”
“Tadi saya ke sana didampingi mbah Saripah dia menunjukan saya dimana saja tempat yang mengerikan itu” kata mbok Ju
“Dalam terowongan itu ada beberapa jalur yang saya tidak berani memasukinya, karena ada jalur yang bisa mengirim kita ke waktu tertentu, juga ada jalur yang menuju ke vila putih, dan juga ada jalur yang ke Waji”
“Nah untuk pertama kesana, kalian mau ngapain, nanti akan dibantu oleh mbak Bashi, dia aka menunjukan ke mana saja lorong itu menuju, karena sekali kita masuk, maka harus menuntaskan apa yang akan kita cari di situ” kata mbok Ju
“Sebenarnya kita tidak tau apa yang akan kita lakukan disana mbok, hanya saja kita harus menghentikan atau merusak yang sudah ada disana, sehingga Rochman tidak bisa lagi berkegiatan disana” jawab pak Tembol
“Iya saya setuju itu pak, saya rasa kita harus ke lorong yang selama ini digunakan Rochman untuk melakukan niat jahatnya” tambah Ali
“Jangan kita melenceng dari rencana kita dulu, karena apabila sedikit saja kita melenceng, maka urusan kita akan semakin banyak, jadi apa yang akan kita rencanakan itu yang akan kita kerjakan anak-anak”
“Contohnya untuk malam ini kita fokus ke lorong A, ya sudah kita telusuri lorong A dulu saja, jangan ke mana-mana meskipun ada hal yang menarik untuk dilihat” kata pak Tembol
“Nah mbok Ju, untuk malam ini yang tadi mbok ju amati kita harus ke mana dulu?”
“Saya rasa jangan masuk ke lorong dulu pak, saya rasa observasi dulu dan mencari tempat yang penting dulu saja” kata mbok Ju
“Ya sudah… saya setuju dengan yang dikatakan mbok Ju, nanti malam sekitar jam 23.00 kita ke sana nak”
*****
Sementara itu di hotel Asri, pak Han dan Blewah sedang ada di kamar 5+, mereka tetap mengamati sesuatu yang sebelumnya menyusup kesana tetapi hingga kini belum juga keluar.
“Pak Han, yang kemarin masuk ke sini belum juga keluar lho pak, tetapi anehnya tidak ada penjaga hotel yang curiga” kata Blewah
“Iya nak, saya yakin yang dilihat mas Broni dan mas Blewah itu bukan makhluk gaib, tapi bisa jadi manusia yang menyusup kesini, hanya saja sampai sekarang dia belum juga muncul dari sini”
“Ataukah kita sebaiknya sembunyi dulu di dalam kamar, dan menunggu penyusup itu keluar dari tempat dia bersembunyi?”
“Malam ini kita sebaiknya ada di dalam kamar dulu saja pak, lagi pula nanti kan ada penjaga malam yang akan keliling untuk memeriksa semua sisi yang ada di sini” kata Blewah
__ADS_1
Pukul 22.30 pak Han dan Blewah masuk ke dalam kamar, tetapi mereka berdua tetap duduk di balik gorden tipis kamar yang menghadap ke luar. Sehingga mereka berdua bisa melihat aktifitas orang yang melewati kamar mereka berdua.
Pagi tadi pak Han melakukan perpanjang menginap untuk kamar 2+ dan 5+ untungnya mereka melakukan perpanjangan inap, karena hari ini tamu yang menginap di Asri bertambah lagi.
Heran juga bagaimana cara marketing Rochman hingga bisa mendatangkan begitu banyak tamu tiap harinya. Apakah mereka memasang iklan di sosial media atau apa gitu.
“Pak Han, saya kok curiga penyusup yang ada di halaman belakang itu orang yang kita kenal”
“Maksudnya bagaimana mas Blewah?”
“Barusah Mirah dapat info dari belakang dan mendapati ada orang yang sedang duduk di sekitar pompa air yang rusak”
“Lho kok berani Mirah pergi dari tubuh mas Blewah dan mencari penyusup itu, bukanya disini banyak satpam ghaib nya?”
“Hehehe Mirah tidak keluar dari tubuh saya pak, dia mendapat info dari demit yang tidak pernah tertangkap oleh satpam komplek eh satpam ghaib”
“kalau di belakang dekat dengan pompa air yang masih rusak itu ada seseorang yang sedang duduk, dan ciri-ciri orang itu sesuai dengan yang ada di Vila Putih pak”
“Dan di dalam diri orang itu ada gaib yang bersemayam. Kalau kata teman Mirah, Gaib itu menggantikan jiwa orang itu”
“Apa yang dimaksud Mirah itu Suharto anak dari Marwoto mas?”
“Iya pak, kalau dari ciri-ciri yang dikatakan oleh teman Mirah itu ya merujuk ke Suharto pak”
“Waduuuh, ngapain juga dia ada disini? takutnya dia ingin ketemu dengan Rochman mas”
“Jelas bahaya sekali mas, apabila dia bertemu dengan Rochman” kata pak Han
*****
Wildan baru turun dari kamar atas untuk mengamati sekitar wilayah Vila malam ini…
“Gimana keadaan vila nya Wildan?” tanya Dimas di ruang tengah
“Sepi Dim, ndak ada siapapun di luar sana, bahkan Suharto yang kemarin malam kamu usir pun sekarang sama sekali tidak terlihat batang hidungnya” jawab Wildan
“Hal seperti ini yang mengerikan Wildan, kita tidak tau dimana Suharto posisinya”
“Tidak ada pak Dimas, saya tadi sudah keliling wilayah sini sampai hutan seberang jalan, tetapi tidak ada tanda-tanda musuh kita”
“Dimas, sudahlah….lebih baik nikmati saja keadaan ini, kamu harus istirahat sejenak Dimas” kata Petro
“Saya tidak bisa istirahat sebelum tau dimana posisi Suharto berada, karena dia itu berbahaya, dan dia sudah bukan Suharto yang sebenarnya” kata Dimas
“Saya kembali ke atas saja Dimas, kasihan ukik kalau di atas sendirian, bisa-bisa dia ngochok hihihihi” kata WIldan
“Eh kurang ajar kamu… jangan ngochok diatas. sana ke kamar mandi sana!” hardik Dimas yang ada di tubuh GIlank
Wildan naik ke kamar atas sambil tertawa tawa. Petro, Sinank nank dan Dimas tetap ada di bawah mengamati apapun yang mencurigakan.
“Keadaan tenang ini yang bikin bingung Petro” kata Dimas
“Lho bukannya kamu juga kepingin keadaan yang tenang seperti ini daripada kita selalu mengejar sesuatu yang tidak pasti” kata Petro
“Iya Petro, tetapi keadaan ini membuat saya makin waspada, karena siapa tahu mereka sedang membuat sesuatu yang lebih berbahaya dari pada sebelumnya”
“Yah kita tunggu saja bagaimana selanjutnya Dimas, siapa tau keadaan makin aman disini, tetapi di waji atau di Mjkt makin berbahaya”
*****
“Ayo anak-anak, sudah pukul 23.00 ini… ayo kita siap-siap ke tokonya Rochman”
ajak pak Tembol kepada mereka yang sekarang sedang ngorok. bahkan Novi yang tidak pernah ngorok, untuk saat ini sangat keras saingan dengan Dogel, Saeful dan Ali.
“Woiii ayo kita berangkat anak-anak” ulang pak Tembol
Satu persatu mereka bangun, setelah beberapa menit cuci muka dan hal hal lain, akhirnya mereka siap untuk berangkat ke Gemezzz.
“Rasanya mata ini berat sekali untuk dibuka pak, Haawwmm rumah mbah Putri mas Dogel benar-benar nyaman untuk istirahat hihihi” kata Novi
__ADS_1
“Saya saja sama sekali tidak bisa memejamkan mata mbak, saya masih kepikiran apa yang akan kita hadapi di sana”
Setelah cuci muka dan aneka kegiatan kamar mandi lainya, akhirnya pukul dua puluh empat kurang seperempat mereka berangkat menuju ke toko Gemezzz.
Dogel tidak lupa membawa mbak Bashi, karena kucing hitam itu yang akan menunjukan tempat yang sekiranya berbahaya dan harus dimasuki.
“Kalian turun saja dulu, saya akan parkir mobil ini di lahan kosong sebelah toko” kata Dogel setelah mereka tiba di toko gemezzz.
Suasana di sekitar toko itu untuk jam segini memang sepi sekali, tidak ada manusia yang lewat jalan ini, hanya ada beberapa kendaraan roda dua dan empat yang melewati jalan di depan toko meskipun sangat jarang.
“Birkan mbak Bashi merasakan dulu apa yang ada di dalam sana, tunggu reaksi dia dulu rek” kata Dogel
Dogel melepas kucing hitam itu di halaman depan toko Gemezzz, mbak Bashi berjalan pelan sambil mengibaskan ekornya yang njerawut njerawut.
Ketika dia sampai di depan pintu Harmonika, tiba-tiba mbak Bashi menggeram dan berusaha mencakar-cakar pintu besi itu.
“Dia bilang di balik pintu ini ada roh jahat yang selalu ada di dalam sana. Roh jahat yang merupakan roh penasaran yang berasal dari orang-orang dibunuh di dalam terowongan” kata mbok Ju
“Eh apa kalian mencium bangkai tikus di sekitar sini mas?” tanya Novi
“Iya mbak Novi, tapi saya yakin itu bukan dari bangkai tikus, bisa saja bau itu berasal dari dalam situ “ kata Dogel
“Mbok Ju, gimana.. apakah kita bisa masuk ke dalam nanti tidak mengalami kejadiaan aneh?” tanya pak Tembol
“Untuk masuk ke dalam tidak ada apa-apa selain roh jahat yang tadi mbah Saripah bilang itu, tetapi itu bukan apa-apa” kata mbok Ju
“Dan soal bau busuk, mungkin kalian harus bisa menahannya, karena mungkin selama perjalanan kalian akan terasa bau busuk terus menerus” kata mbok Ju lagi
“Ya sudah, saya akan buka pintu ini, kita langsung masuk ke dalam ya rek?” kata Dogel
Dogel mencoba membuka pintu itu beberapa kali hingga akhirnya pintu harmonika itu terbuka.
Ketika pintu itu terbuka, yang pertama kali menyambut mereka yang akan masuk adalah bau busuk…
Bau busuk yang tadi dijelaskan oleh mbok Ju, bau yang mirip sekali dengan bau bangkai tikus, bau busuk yang luar biasa yang keluar dari dalam celah sempit antara pintu harmonika dengan ruangan kaca di dalamnya.
“Uughh hooooeeekkk!..janc****k ambune!” teriak Ali lari dari depan pintu
“lebih baik pintu ini kita biarkan terbuka saja nak, biar bau busuk yang terperangkap di dalam keluar semua” kata pak Tembol
“Hehehe itu baru bau busuk yang ada di antara dinding kaca dengan pintu harmonika, kita belum membuka pintu kaca yang itu” tunjuk Dogel
“Aneh juga ya nak Dogel, apa penduduk disini tidak pernah mencium bau busuk ini, apa penduduk disini hidungnya pada mampet semua?” kata pak Tembol yang masih menutup hidungnya
Sementara itu Ali masih muntah-muntah di pinggir got depan toko, begitu pula dengan Saeful dan Novi. pokoknya mereka bertiga lomba muntah-muntah.
“Saya juga heran pak, apa penduduk disini tidak pernah curiga dengan keadaan disini, apa mereka tidak pernah melaporkan ke ketua Rt atau bahkan lapor polisi?” kata Dogel
“Mungkin kalau siang hari kan banyak mobil lalu lalang disini nak, sehingga bau itu hilang diterpa angin, beda dengan malam hari gini kan”
“Bagaimana ini pak, apa saya harus buka pintu kaca itu. soalnya baunya pasti akan lebih busuk dari yang ini” kata Dogel
“Nanti dulu nak, mereka bertiga harus siap-siap dulu dengan bau yang lebih dahsyat lagi”
“Tapi kalau dibuka maka busuk itu akan keluar semua dan tentu saja bau di dalam akan semakin berkurang pak”
“Ya sudah nak, buka saja pintu kaca itu, kita harus paksakan saja apa yang akan terjadi hehehe, kalau tidak gitu kita tentu saja tidak pernah bisa masuk ke dalam sana nak”
Dogel tentu saja setuju dengan apa yang dikatakan pak Tembol dengan membuka pintu kaca agar bau busuknya keluar semua.
Ketika Dogel akan membuka pintu kacam tiba tiba mbok Ju melarangnya.
“Jangan dibuka… kalian akan pingsan semua”
“Lho memangnya kenapa mbok….baunya busuk ta?”
“Bukan gitu nak, karena di dalam banyak gas beracun yang berasal dari mayat-mayat yang busuk, dan gas itu bisa membuat kalian pingsan dan bisa saja kalian akan keracunan dan mati”
“Sungguh aneh yang ada disini, kenapa penduduk disini tidak melaporkan apa saja yang terjadi sini”
__ADS_1
“Gini saja nak Dogel, untuk hari ini kita batalkan saja dulu, saya ingin lihat keadaan disini pada siang hari” kata pak Tembol