
Mereka berdua berjalan mendekati orang yang memanggilnya. orang itu tinggi besar berwajah ke timur tengahan, dengan pakaian kaos dan celana jeans, sama sekali tidak nampak sebagai orang pintar atau dukun.
“Ada perlu apa dengan kami pak” tanya Blewah
“Nama saya Roziq, saya hanya mau bicara dengan kalian sebentar saja” kata orang yang bernama Roziq
“Saya mau tanya tentang vila ini, kalian kan sering lewat sini, betul tidak” tanyanya
“Iya pak, hampir tiap malam saya lewat sini untuk ke Gebang” kata Petro
“Nah, yang saya tanyakan, apakah vila ini ada penghuninya? eh maksud saya penghuni nyata atau yaah semacam hantu gitu?” tanya orang itu
“Hahahah..selama kami jalan dari desa kesini yang banyak hantunya itu rumah sebelah itu pak, dan hutan yang di atas itu” tunjuk Blewah
“Kalau vila ini tiap kami lewat sini ya gini ini, tidak ada manusia siapapun yang mau tinggal disini pak, dan saya tidak pernah lihat ada hantu satupun kecuali kuntilanak yang suka mengganggu” kata Petro
“Nah kunti itu dimana tinggalnya mas, apakah di pohon yang pojok kiri atau yang pojok kanan itu?” tanyanya sambil menyorotkan senternya ke pohon yang ada di pojokan kanan dan kiri
“Kadang disana pak, dan kadang pindah ke sana, yah ndak tentu pak, sak enake dia aja mau kemana pak” tunjuk Blewah
“Selain kunti yang ada disana, apa tidak ada yang lainya mas, mungkin sejenis jin atau apa gitu yang suka menampakan diri kepada orang yang lewat di depan vila ini mas?” tanyanya lagi
“Ehhmm tidak ada pak, yah kalau rumah yang ada di sebelah itu banyak pak, kadang suka mengganggu orang yang lewat di depan pak” jawab Petro
“Ya sudah kalau begitu, kalian boleh melanjutkan perjalanan , hati-hati di jalan mas, jalanya gelap soalnya” kata orang yang bernama Roziq itu ramah
“Maaf satu pertanyaan pak, lha yang bapak cari disini itu apa pak, disini kan tidak ada apapun pak?” tanya Petro
“Perintah bos kami hanya mencari penghuni vila ini saja, kami sudah suruh orang yang ada disana itu untuk mencari penghuni rumah ini dimanapun berada baik itu kasat mata atau tak kasat mata” jawab Roziq
“Wah menarik juga ya, saya jadi kepingin tau siapa yang ada di dalam vila ini pak, karena selama ini penduduk disini tidak pernah tau siapa yang ada di dalam vila itu. Lalu apakah teman bapak itu bisa lihat mahluk tak kasat mata?” tanya Petro
“Hahahah dia bisa mas, tadi oleh bos kami dia sudah dibuka mata batinya, makanya dia luka-luka dan pakaiannya robek juga, karena tadi waktu dibuka ternyata dia diserang dan kesurupan hingga jungkir balik oleh mahluk tak kasat mata” kata Roziq yang masih melihat apa yang sedang dilakukan oleh Kaswadi
“Sebenarnya kalian tidak boleh ada disini, tetapi ndak papalah, karena kalian berdua orang baik baik dan berasal dari daerah sini juga” lanjutnya Rosiq
…AAAAADOOOOHHH AAARRGGHH….
Tiba-tiba ada teriakan dari dalam halaman vila, teriakan Kaswadi yang mengerang kesakitan , suara itu memekakan telinga mereka.
“Ahmed, cari orang itu dan bawa kesini, saya lama-lama jengkel juga sama orang itu, cepat!” suruh Roziq kepada temannya yang bernama Ahmed
“Lebih baik kalian perigi dari sini saja mas, dari pada ada yang akan terjadi dengan kalian” kata Roziq mengusir Petro dan Blewah
Kedua orang itu menurut perintah Roziq, tetapi mereka tidak pergi dari sana, mereka tentu saja masuk ke dalam jurang dan mendekat mereka dari sisi jurang.
“Apa yang sedang terjadi Ahmed?” teriak Roziq dari sisi mobil
“Kepala dia berdarah darah Roziq, sepertinya ada yang melemparnya. Dan saya yakin ini adalah ulah manusia” teriak orang yang bernama Ahmed dari dalam halaman vila
“Bawa dia keluar, kita lihat seberapa parah lukanya, kalau tidak parah kita paksa dia masuk ke dalam lagi dan cari siapa yang membuat dia berdarah. Ada yang mulai main-main dengan kita ini” teriak Roziq
Suara langkah kaki dari dalam halaman vila terdengar tergesa-gesa, apalagi ditambah suara erangan Kaswadi yang kesakitan.
__ADS_1
“Hmm luka yang biasa, tidak dalam, hanya di permukaan saja luka ini. kamu pasti terjatuh dan menimpa batu didalam sana, tidak usah cari alasan yang dilempar batu segala lah, mana ada syetan yang bisa melempar batu!” bentak orang berwajah timur tengah
“Kembalikan dia kesana Ahmed, kita tunggu saja disini, biarkan dia mencari sendiri penghuni vila ini sesuai dengan perintah bos Nabil” kata Roziq
Suara kesakitan Kaswadi tidak membuat kedua orang berwajah timur tengah itu kasihan, malah mereka semakin tega membiarkan Kaswadi ada di dalam sana lagi, bahkan dengan nada ancaman akan menyakiti keluarga Kaswadi juga.
*****
“Percuma kita disini Gel, wong yang jadi masalah ada di dalam sana, dan jangan sampai Novi dan Saeful terkena serbuk tulang yang dibawa Kaswadi”
“Sik…sik Tro.. aku lihat ada lampu mobil yang mengarah kesini, itu liaten disana Tro” tunjuk Dogel ke arah bawah, atau arah gebang
“Wah hehehe bisa rame iki Gel, iku pasti Trimo hehehe, yakin aku iku pasti Trimo yang sudah dirasuki mboh sopo hihihi”
“Posisi kita disini juga bahaya Tro, Trimo kan kenal sana kita Gel, jadi lebih baik kita tidak muncul dulu ae, biarkan mereka dua kubu saling berbicara hihihihi”
*****
Cahaya lampu mobil semakin terang dan akhirnya parkir di belakang dua mobil yang merupakan anak buah dari Totok atau Rochman atau nabil.
Pintu mobil bagian supir terbuka, kemudian ada seseorang yang turun dari mobil dan berjalan mendekati dua mobil yang ada di depan.
“Maaf, bapak siapa ya, dan ada keperluan apa kemari?” tanya Roziq laki-laki berwajah Timur tengah
“Saya yang harusnya tanya, ada kegiatan apa di vila saya ini, dan kalian apakah sudah ijin saya untuk melakukan sesuatu disini” kata suara yang merupakan suara milik Trimo
“Kami kesini atas perintah dari bos kami yang bernama Nabil al syaitonirojim, dan vila ini bukan milik siapapun , jadi kami berhak untuk melakukan apa saja” kata suara Roziq
“Sekarang keluar kalian dari sini atau kalian akan menyesal karena bertemu dengan saya sebagai pemilik vila ini” lanjut Trimo dengan nada suara yang pelan namun meyakinkan.
Trimo yang ini bukan seperti Trimo yang kemarin-kemarin yang bisanya hanya membawa dukun murahan, Trimo yang ini datang ke vila dengan sendirian dan mengusir suruhan Nabil al syaitonirojim dengan berani
“AHMED, BAWA SINI ORANG TIDAK BERGUNA ITU, CEPAAT!” suruh Roziq kepada temannya yang bernama Ahmed. Ketika Roziq teriak, pintu mobil satunya terbuka, muncul empat orang berwajah Timur tengah yang bertubuh besar dan mengerumuni Trimo yang hanya seorang diri
Ahmed datang dengan membawa Kaswadi yang kepalanya berdarah darah, dia menaruh Kaswadi di depan Trimo. Kaswadi tidak berani melihat Trimo dia hanya menunduk untuk memohon belas kasihan Trimo.
“Oh kalian membawa kutu ini juga ternyata. Kaswadi kamu benar-benar penghianaaat!” bentak Trimo
Karena bentakan Trimo secara reflek Kaswadi melempar serbuk tulang buatan Nabil ke tubuh Trimo, serbuk tulang itu mengenai wajah Trimo.
“Bleh…bllghh… aarrrggh…apa yang kamu lempar ke saya ini penghianat!” teriak Trimo
“Maaf..maaf Trimooo maaf, saya tidak sengaja” teriak Kaswadi sambil menangis sesenggukan
“Eh maaf, kalian ini saling kenal, coba jelaskan siapa dia manusia tidak berguna!” bentak Roziq
“Hahaha, kalian akan bernasib sial apabila memberikan dia pekerjaan, dan nasib sial kalian akan datang pada saat ini juga” kata Trimo dengan santainya
Selesai Trimo berkata demikian, tiba-tiba ada kabut keluar dari celah-celah batu yang ada di bawah tanah yang sekarang mereka injak, kabut itu sedikit demi sedikit mengelilingi semua orang yang ada disana, termasuk Kaswadi yang mulai mual-mual.
keenam orang berwajah timur tengah itu diam, tidak bisa menggerakan diri mereka, hingga kabut atau asap itu masuk ke dalam tubuh mereka melalui lubang yang ada di tubuh mereka. Kabut itu masuk hingga tidak tersisa lagi kabut atau asap yang ada di sekitar sana.
“Sekarang kalian semua pergi dari sini dan pulanglah ke bos kalian yang bernama Totok itu, hehehe” kata Trimo
__ADS_1
Seketika mereka tersadar, kemudian masing-masing memasuki mobil tanpa bicara sama sekali. Dan akhirnya mereka pergi dari sana kecuali Kaswadi, Trimo membiarkan Kaswadi ada di depanya.
“Kaswadi, semua ini adalah rencanamu dan harus kamu selesaikan secepatnya, atau kamu akan tau akibatnya hahaha” kata Trimo dengan nada suara yang rendah
“Asap yang kamu hirup itu enak kan, bisa menenangkan pikiranmu Kaswadi, dan kamu akan menuruti semua perintahku tanpa perkecualian” Trimo kemudian berbalik dan berjalan menuju ke mobilnya
Trimo naik ke mobilnya dan pergi dari depan vila putih dan menyisakan Kaswadi yang berdiri mematung dengan tatapan wajah kosong.
*****
Dogel dan Petro terdiam, mereka tidak mengira kesangaran dan kesaktian Trimo setelah dirasuki Mak Nyat atau suruhannya, memang belum jelas siapa yang merasuki Trimo, karena tidak jelas waktu itu siapa yang masuk ke dalam tubuh Trimo
“T…Tro, ayo kita balik ke vila dan kita laporkan apa yang barusan kita lihat ini….”
“Troooo.. hoooeee Trooo ayo kita balik”
“I..iya Gel… aku ketenggengan liat Trimo sudah sesangar itu Gel, ayo kita balik ke vila Gel. Tapi gimana dengan Kaswadi yang ada di jalan itu, apa dibiarkan jadi patung seperti itu?”
“Sementara biar saja koyok gitu Tro, ayo kita balik saja, ngeri aku liat Trimo sesangar itu Tro”
Mereka berdua naik perlahan lahan ke atas jalan, tapi mereka tidak melewati depan Kaswadi, mereka berdua ada di belakang Kaswadi.
“Kita cari jalan lain saja Tro, jangan sampai kita lewat di depan wajah Kaswadi, takutnya mata Kaswadi adalah mata Trimo juga, apa yang dilihat Kaswadi bisa juga dilihat oleh Trimo” kata Dogel
“Iyo Gel, aku juga berpikiran sama seperti kamu, bisa saja mata Kaswadi adalah mata Trimo juga, jadi kita harus menghindar dari wajah Kaswadi. Tapi kita lewat mana iki Gel kalau Kaswadi masih ada di depan vila dan menghadap ke arah bawah?
“Kalau kita ada di rumah Supardi jelas tidak mungkin , karena tidak ada jalan kembali pulang ke vila putih, satu-satunya jalan kita ya ke bawah lewat jurang, kemudian kita naik dari tikungan dan kita melipir di sisi tebing yang ada semak belukarnya” kata Dogel
*****
“Mas, tadi dengar apa yang mereka bicarakan mas, Novi jadi takut mas, Trimo sekarang menjadi sosok yang tidak bisa diremehkan mas” kata Novi yang ada di halaman vila bersama Saeful
“Iya mbak Nov saya dengar mbak, dan suruhan-suruhan Totok seperti tidak berdaya dan mereka sepertinya tidak sadar setelah diperintah Trimo agar segera meninggalkan area vila” kata Saeful
“Novi mengira yang ada di dalam tubuh Trimo itu Mak Nyat Mani mas, sesuai yang diceritakan Dimas itu. tapi Novi kok ragu, masak sih Mak Nyat Mani mau berbuat jahat seperti itu”
“Iya mbak, saya paham, tetapi siapapun yang ada di dalam Trimo itu merupakan sosok yang tidak bisa diremehkan mbak, sosok itu benar-benar bersinergi dengan tubuh Trimo. Dan yang saya takutkan itu Trimo kan juga mempunyai salinan denah ruang bawah tanah mbak, jadi dia masuk ke tubuh Trimo karena maksud terselubung itu”
“Pikiran Novi juga seperti itu mas, sosok itu masuk ke dalam tubuh Trimo karena Trimo mempunya sesuatu yang dia inginkan . Eh mas itu gimana dengan mas Dogel dan mas Petro , mereka pasti tidak bisa balik kesini dengan adanya patung Kaswadi yang ada di tengah jalan itu”
“Sebentar mbak, saya dari tadi sudah memikirkan hal itu, saya masih mengira ngira patung itu ada disana sebagai apa. Jelas tidak mungkin Kaswadi menjadi patung disana tanpa ada sebab dan alasanya kan”
“Menurut Novi tubuh kaku Kaswadi ada disana untuk memata matai kawasan vila mas, mungkin saja mata Kaswadi sebagai kamera pengawas bagi Trimo, itu masih perkiraan Novi lho mas. Bisa saja tubuh Kaswadi disana sebagai Robot yang akan menerobos masuk ke dalam vila”
“Benar juga apa yang dikatakan mbak Novi. Gini mbak, untuk saat ini kita kan tidak tau dimana posisi mas Petro dan mas Dogel berada kan. Nah kita ambil secara acak saja, mereka berdua pasti ada di jurang depan vila dan tidak berani naik ke atas karena kalau naik ke atas harus lewat di depan Kaswadi”
“Satu satunya jalan agar mereka bisa kembali ke vila yaitu merubah posisi tubuh Kaswadi, apakah dengan lemparan batu mbak Novi bisa merubah posisi Kaswadi?”
“Tdak hanya itu mas, yang Novi takutkan dengan lemparan batu takutnya tubuh Kaswadi akan bergerak dan melakukan penyerangan dengan membabi buta”
“Itulah mbak, satu-satunya cara untuk menyelamatkan mas Petro dan mas Dogel ya hanya seperti itu mbak, tetap harus merubah posisi tubuh kaswadi. paling tidak kita rubah posisi dia ke jurang atau ke hutan di atas” kata Saeful
‘Wis gini saja mas Saeful, kita gambling saja , akan Novi lempar tubuh Kaswadi hingga terjatuh, dia mau bangun atau tidak ya itu terserah nanti yang penting teman kita harus kita selamatkan dulu”
__ADS_1