
Sinank nang tidak perlu waktu lama ke vila putih untuk melihat apa yang ada di sekitar vila putih, dia merasa tidak enak apabila meninggalkan ketiga manusia yang sedang dikejar oleh mayat Supardi yang sekarang ada di luar pagar rumah Supardi dan sedang mencoba dengan berbagai cara untuk bisa masuk.
“Yang ada disana itu adalah Nabil, seseorang yang mirip dengan Nabil, Kaswadi dan perempuan yang selalu memegang tangan Kaswadi, tapi yang aneh di depan mereka ada mas Gilank yang sedang dirasuki oleh demit yang berwajah orang barat”
“Dimas?... pasti itu Dimas!. Ada apa dan kenapa dia masuk ke tubuh Gilank?” bisik Ali
“Nanti saja kita bicarakan dengan teamnya Handoko Nak, yang penting sekarang kita bisa segera mungkin melepaskan diri dari mayat Supardi, atau kalau kalian punya ide dengan mayat itu bagaimana agar mayat itu melakukan sesuatu dengan mereka yang ada di sana” kata pak Tembol
“Saya ingin memasukan mayat itu ke dalam mobil pak, kita harus tau mobil mana yang tidak terkunci kemudian saya dan Ali masuk ke sana, kemudian kita tutup mayat itu di dalam mobil”
“Nah itu yang tadi ya tak pikir Tif aku juga punya pikiran untuk memasukan Supardi ke dalam salah satu mobil yang disana. Tapi pasti akan susah sekali karena menimbulkan suara sewaktu buka dan menutup pintu Tif” jawab Ali
“Eh nak, waktu kalian dengan nak Dogel mengubur mayat Supardi yang kata kalian menjadi berair itu, eh apakah cairan tubuh atau keringat kalian menetes ke tanah yang kalian gunakan untuk mengubur Supardi?” tanya pak Tembol
“Jelas pak, waktu itu kan panas luar biasa jadi keringat yang menetes ya banyak pak, lagi pula kan kita bolak balik ke halaman samping vila untuk ambil tanah yang digunakan untuk mengubur Supardi pak, jadi ya jelas keringat kita bercampur dengan tanah pak”
“Kalau gitu sekarang kalian buka baju kalian, pokoknya yang menempel di tubuh kalian lepas. tapi sebelumnya kalian cari tanah untuk membalur tubuh kalian hingga tubuh kalian bau tanah” kata pak Tembol
“Hmm saya paham apa yang sekarang bapak pikirkan pak. Kemudian pakaian kita akan dimasukan ke dalam salah satu mobil yang terparkir di sana itu pak” kata Tifano
“Benar nak Tifano, karena apabila Supardi memang benar-benar mengejar bau dari cairan tubuh kalian, maka dia akan mengejar pakaian kalian sementara kalian nanti harus membalur tubuh kalian dengan tanah dulu agar bau itu tersamarkan”
*****
“Dimas, ayo kita kembali ke jalan pikiran kita waktu kita ada disini, saya sekarang sudah berkali kali lebih kuat dari pada kamu, hanya saja otak saya tidak bisa memikirkan jalur yang ada di dalam ruang bawah tanah itu” kata Nabil atau Totok atau Rochman
“Kita akan kerja sama, dan nanti air itu akan kita bagi dua, kita akan jadi penguasa yang tidak bisa mati Dimas!” kata Nabil dengan suara yang agak keras
“Hehehe kamu ternyata belum sadar juga Rochman, coba lihat sekelilingmu dan lihatlah aku. sekelilingmu sudah berubah, kita tidak hidup di zaman kekuasaan, aku sekarang sudah senang bisa tinggal di kamar depan. Jadi buat apa lagi aku bersusah payah mencari sesuatu yang tidak jelas yang ada disini” kata Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank
“Aduuuh Dimas.. apa kamu ndak sadar siapa yang dulu bantu kamu, sampai sekarang pun saya akan selalu membantu kamu Dimas, ayo kita dirikan lagi kerajaanmu. Bahkan dengan kekuatanku yang sekarang jauh lebih hebat dari kamu, aku bisa buat kamu berkuasa lagi seperti dulu” kata Rochma alias Nabil
“Sudahlah kawan, lebih baik kamu seperti aku, saya hidup abadi meskipun hanya sebagai mahluk ghaib disini, dan aku pun tidak ada keinginan untuk hidup menjadi manusia dan yang katamu bisa kekal itu, aku benar-benar tidak tertarik” kata Dimas
“Kaswadi! bawa sini pacarmu itu!, biarkan Dimas lihat pacarmu cepat!” teriak Nabil kepada Kaswadi yang ada di belakang bersama Kurni yang sedang ketakutan
Kaswadi dan Kurni maju ke arah Gilank mereka berdua ketakutan ketika melihat Nabil yang wajahnya sudah berubah mengerikan karena sedang dikuasai kemarahan.
Dengan kasar Nabil menarik Kurni dari Kaswadi, kemudian didekatkan ke arah Gilank yang dirasuki Dimas.
“Lihatlah Dimas, siapa yang kubawa ini!” bentaknya kepada DImas
“Misnah…. ka..kamu M..Misnah?” kata Dimas terbata-bata
“Hahahaha, apa kamu masih menolak tawaran saya, saya selalu melakukan yang terbaik untuk kamu Dimas!” kata Nabil
Misnah eh Kurni tentu saja girap-girap ketika dia ada di depan Gilank atau Dimas, Misnah tentu saja tidak berani berkata apapun meskipun dia dalam keadaan ketakutan yang amat sangat.
*****
“Jadi malam ini rencananya adalah menjemput Dimas yang ada di dalam vila untuk diajak Nabil melakukan pencarian atau penyerangan kepada yang ada di dalam ruang bawah tanah itu” bisik Wildan
“Perempuan itu sebenarnya apanya Dimas anak-anak?” tanya pak Han
__ADS_1
“Dulu Dimas itu sangat cinta kepada yang namanya Misnah pak. Misnah itu adalah penghuni lokalisasi di daerah Gebang, dan Misnah itu dulu sempat jadi primadona bagi tamu-tamu yang kaya raya pak” jelas Novi
“Tapi apakah wajah Misnah itu sama dengan perempuan yang dibawa Kaswadi mbak Novi?
“Awalnya Novi lupa dengan wajah Misnah pak, tapi setelah Novi ingat-ingat lagi, tenyata benar pak, Kurni pacar Kaswadi itu mirip dengan Misnah pak” kata Novi
“Jangan sampai Dimas mau ikut ajakan Nabil hanya dengan iming-iming orang yang mirip dengan Misnah. Kalau sampai DImas mau ikut ajakan Nabil maka akan ada dua kekuatan besar yang menyerang vila putih anak-anak” kata pak Han
“Lho pak, bukanya Dimas itu sudah tidak punya kekuatan sama sekali pak?” tanya Wildan
“Jangan salah nak, eh kalian ingat tidak waktu kita masuk ke dalam vila, ketika saya beritahu kalian kalau di dalam vila masih ada jejak-jejak atau bekas-bekas energi yang luar biasa. Begitu juga dengan Dimas, di dalam tubuhnya masih ada energi yang luar biasa, hanya saja butuh waktu dan cara untuk memprosesnya” kata pak Han dengan berbisik
“Kekuatan itu yang sekarang berusaha digali oleh Rochman atau Nabil, karena dengan energi yang terpendam di dalam tubuh Dimas, Nabil bisa melakukan apa yang dia inginkan” kata pak Han
*****
Sementara itu Tifano dan Ali saat ini sedang melumuri seluruh tubuhnya dengan lumpur dan tanah liat yang ada di bagian dalam rumah Supardi, mereka berdua melumuri tubuh mereka hingga mereka berbau tanah saja.
Mereka juga sudah meludahi baju masing-masing sehingga bau baju itu sekarang sudah tajam oleh aroma tubuh masing masing. Baju mereka saat ini mereka tanggalkan dan mereka taruh di bagian samping rumah.
“Dimana sekarang mayat Supardi nak Nang?” tanya pak Tembol
“Dia ada di luar samping rumah ini pak, dia muter-muter terus mencari celah untuk bisa masuk ke dalam rumah ini” jawab mas Nang
“Dia berarti sekarang sedang mencari celah di samping rumah untuk bisa masuk nak, dia berarti mengejar kalian berdasarkan persamaan cairan tubuh yang ada di dalam tanah dia dan yang ada di pakaian kalian” kata pak Tembol
“Sayang disini tidak ada nak Blewah dan nak Mirah, kalau seumpama ada mereka kan mas Nang bisa fokus untuk memantau yang ada di dalam vila putih nak” kata pak Tembol
Setelah beberapa menit berlangsung, Tifano dan Ali keluar dari rumah Supardi yang bagian belakang, tubuh keduanya sudah tidak nampak kulitnya lagi, yang nampak hanya tanah liat campur lumpur yang tebal.
“Dia tetap ada di samping rumah pak, di tetap sedang berusaha mencari celah masuk ke dalam rumah ini pak”
“Ya sudah, sekarang nak Nang kawal saya untuk keluar dan mendekati mayat Supardi, apakah dia memang mengikuti orang yang sudah mengubur dia atau tidak. Jadi hanya sekedar percobaan dulu nak Nang” kata Pak Tembol
Pak Tembol keluar dari halaman rumah Supardi, dia kemudian berjalan menuju ke samping rumah, dimana kata Sinank nang disana Supardi sedang mencari celah untuk bisa masuk ke dalam rumah.
Pak Tembol berjalan ke samping rumah yang keadaanya gelap gulita, dia dipandu oleh Sinank nang yang ada di depan pak Tembol.
Beberapa meter pak Tembol jalan kemudian di depan, sekitar lima meter ada sosok yang sedang berdiri menatap pagar kayu yang mengelilingi rumah itu.
*****
“Jadi gimana Dimas, disini sudah ada Misnah yang siap menemani kamu menjadi manusia seutuhnya, apakah kamu tetap di pendirianmu untuk menjadi hantu selamanya?” tanya Nabil dengan suara yang lembut
Tiba-tiba Kurni yang sadar akan dirinya yang sedang terancam, kemudian dia berusaha berontak dan menepis tangan Nabil.
“SAYA BUKAN MISNAH! SAYA KURNI….. LEPASKAN SAYAAA!” teriak Kurni yang kemudian terlepas dari tangan Nabil dan akhirnya dia melarikan diri
‘KURNIIII JANGAN PERGIIII!” teriak Kaswadi yang akan mengejar Kurni pacarnya
“DIAM DI TEMPAT KASWADI! TIDAK USAH KAMU KEJAR PEREMPUAN ITU, BIARKAN DEMIT-DEMIT DISINI YANG AKAN MEMBAWA DIA KESINI HAHAHAH!” kata Nabil dengan suara yang berbeda dari biasanya.
Suara dia saat ini terdengar makin rendah dan kasar dan mengerikan karena suara itu terdiri dari ratusan suara orang yang menjadi satu di tubuh Nabil.
__ADS_1
“DENGAN KEKAYAAN YANG KAMU MILIKI, KAMU BISA MENCARI SERATUS PEREMPUAN SEPERTI ITU KASWADIIRRGHHHH HAHAHAHA” teriak Nabil dengan suara yang mengerikan
Kaswadi hanya bisa diam tanpa berkata apapun ketika melihat Nabil sudah berubah menjadi setan yang sesungguhnya, dengan cairan nanah dan darah yang ada di sekujur tubuhnya, bahkan wajah Nabil sudah berubah menjadi mahluk aneh
*****
“Biar saya saja yang ikuti Kurni, kalian tunggu disini saja” kata mbok Ju yang kemudian melayang mencari keberadaan Kurni yang di gelap malam ini melarikan diri dari Kaswadi akibat akan diberikan kepada Dimas sebagai hadiah
“Kita tetap disini saja anak-anak, apalagi kamu mbak Novi, kamu harus siaga untuk membuat keributan disana, karena kelihatannya Nabil kecewa dengan jawaban Dimas dan keliatanya dia akan melakukan sesuatu dengan Dimas atau mas Gilank”
“Tapi apakah Kurni memang akan dipersembahkan kepada Dimas sebagai tumbal pak?” bukanya Kurni itu akan dijadikan pasangan Dimas apagila Dimas menjadi manusia pak” tanya Wildan
“Belum tentu mas, karena melihat kebiasaan DImas, Nabil paham kalau DImas butuh Kurni untuk dibunuh sebagai tumbal karena wajah dia mirip dengan Minah, dan mungkin saja akan diambil organ dalam tubuhnya untuk dijadikan mahluk mengerikan sesuai dengan yang kalian alami di masa lalu itu mas” kata pak Handoko
“Pokoknya untuk saat ini adalah saat yang berbahaya karena nak Gilank sedang dirasuki Dimas akibat nak Gilank ada disana sedari tadi”
Gilank memang dalam bahaya karena dia sedang berhadapan dengan iblis yang sudah menampakan wujud yang sebenarnya, tetapi bahaya atau tidaknya itu hanya perkiraan pak Handoko saja!
*****
“Hahahaha apa yang mau kamu pamerkan kepadaku Rochman. memang kamu iblis yang tua, sudah ada di vila ini sebelum aku ada disana, tetapi derajatmu masih jauh dibawahku” kata Dimas yang tiba-tiba keluar dari tubuh Gilank
Gilank sempoyongan dan ambruk di depan Nabil dan dua orang yang ada disana karena Dimas sudah tidak ada di dalam dirinya
“AAARRGGHHHH AWAAAS KAMU DIMAAASS!!!!” teriak Nabil yang kemudian melemparkan bola api ke arah Dimas yang sedang melayang menuju ke vila putih
Tapi anehnya bola api sebesar bola kaki itu hanya menembus Dimas tanpa bisa menyakiti DImas sama sekali. Dimas hanya menoleh sambil tersenyum ke arah Nabil yang makin marah.
Semakin Nabil marah , nanah dan darah yang ada di tubuhnya semakin banyak dan muncrat muncrat hingga mengenai baju Kaswadi. Kaswadi yang jijik karena terkena nanah bau itu mengambil daun-daun yang ada disana untuk membersihkan nanah yang ada di bajunya.
“AKAN AKU HANCURKAN VILA INI SEKARANG JUGA AAARRRGHHH” teriak Nabil kesetanan, ya memang karena dia kan setan
*****
Sementara itu di rumah Supardi, dimana pak Tembol sedang mencoba menemui mayat Supardi yang ada di samping rumah.
Dan pada saat itu pak Tembol sedang mencoba untuk mendekati Supardi yang masih saja melihat ke arah dinding kayu rumah itu.
“Hmm ternyata mayat itu tidak mengejarku, mereka mengejar bau yang berasal dari keringat anak-anak yang ada di baju itu, keringat yang menetes di tanah ketika anak-anak sedang mengubur Supardi” gumam pak Tembol
Pak Tembol mundur perlahan lahan kembali ke tempat Tifano dan Ali berada.
“Ok anak-anak, sekarang baju kalian akan saya bawa keluar dulu, dan mas Nang coba lihat dulu keadaan di luar sana, karena saya akan ikat baju ini ke salah satu mobil yang terparkir di sana” kata pak Tembol
Sesuai dengan perintah pak Tembol, mas Nang keluar untuk melihat keadaan diluar, setelah semua dirasa aman , kemudian mas Nang kembali ke tempat pak Tembol.
Pak Tembol lari keluar rumah menuju ke mobil yang diparkir di luar bersama mas Nang yang sebelumya mengawasi pergerakan Supardi yang ada di samping rumah.
Dan benar saja, ketika pak Tembol lari keluar rumah dengan membawa pakaian dua anak kentir itu, tiba-tiba mayat Supardi yang awalnya ada di samping rumahnya kemudian berubah arah menuju ke bagian depan rumah.
Mayat Supardi yang cara berjalannya sangat pelan tapi konstan itu mengejar pak Tembol yang sekarang berusaha untuk mengikatkan dua pakaian milik Ali dan Tifano di bagian kisi kisi depan kap mesin yang ada lubangnya, tapi tidak berhasil karena kisi-kisi depan mesin itu kecil-kecil lubangnya.
“Aaah ternyata jendela samping bagian supir mobil sedan itu terbuka, ada baiknya kumasukan saja kedua pakaian ini ke dalam sana, tapi ada baiknya kulipat agak rapi saja siapa tau pakaian ini berguna” gumam pak Tembol
__ADS_1
Setelah berhasil, kemudian pak Tembol berlari kembali ke rumah Supardi, ketika pak Tembol sampai di depan pagar rumah Supardi, dia bertemu dengan mayat Supardi yang sedang berjalan menuju ke arah mobil yang diparkir.