
“Pak Han…. menurut pak Han bagaimana dengan yang namanya Bowo itu?” tanya pak Tembol dalam perjalanan menuju ke tempat depot sate yang akan mereka datangi
“Saya rasa orangnya susah untuk percaya dengan orang pak, apalagi dia seorang penegak hukum yang jalan pikirannya harus sesuai dengan logika atau sesuai dengan intuisinya”
Pak Han yang berada di belakang kemudi menjelaskan tentang pribadi dari pak Bowo yang sudah ditemui sebelumnya.
“Tapi dia cukup bisa dipercaya kok pak, hanya saja kita jangan terlalu percaya dengan dia heheheh”
“Dia juga keceplosan bahwa dia akan mendapat promosi apabila berhasil menyelesaikan kasus ini hahaha” kata pak Han
“Nah itu Han… jangan sampai kita dibodohi dan dimanfaatkan orang seperti dia” kata pak Tembol
“Iya pak Tembol, tapi suatu saat kita tetap butuh seorang penegak hukum juga untuk memperlancar urusan kita ini pak”
“Karena ranahnya selain ke ghaib juga sudah ada unsur kriminalnya” kata pak Han
*****
“Mas Ali… tempat tidurnya kok pilih yang satu bed sih mas?”
“Memangnya mas Ali sudah siap apabila tubuh mas Ali bersentuhan sama tubuh Novi hehehe?”
“Siap gak siap pokoknya aku mau tidur Nov, gak ngurus bersentuhan wis pokoke. aku pasrah heheheh”
“Masalahe disini adanya cuman ini Nov, kamar yang lainya dipakai untuk transit saja dan dibersihkan ala kadarnya heheheh”
“Iya ya mas bener juga….”
“Ya dah mas, Novi mandi dulu mas, ntar Novi pijitin mas Ali setelah Novi mandi”
*****
“Selamat sore pak Bowo… saya bawa teman saya ini…”
“Saya Tembol” kata pak Tembol sambil menyalami pak Bowo
“SIlahkan duduk pak Tembol dan pak Handoko…”
Pak Han dan pak Tembol mengambil kursi di depan pak Bowo
“Saya sudah diskusi dengan atasan saya tentang kasus aneh ini, dah syukurkah komandan saya setuju untuk menyelesaikan dengan bantuan kalian”
“Jadi bagaimana pak Bowo.. apa yang pak Bowo akan lakukan?” tanya pak Han
“Yah… saya dan komandan saya setuju saya ikut cara kalian… tapi tolong saya dijelaskan lagi apa sebenarnya misi kalian, karena cerita pak Handoko siang tadi saya rasa kurang detail”
“Pak Bowo..ini adalah pak Tembol, sebenarnya dia yang sampai mengarungi perjalanan waktu seperti yang saya ceritakan tadi siang itu, tetapi dia tidak sendirian dia bersama dengan anak-anak yang sekarang ada di Hotel Asri dan vila putih”
“Pak Tembol tolong jelaskan siapa dan bagaimana Rochman, atau Totok, atau Nabil itu hingga ada masalahnya menjadi seperti ini” kata pak Handoko
Pak Tembok menjelaskan secara singkat apa yang mereka alami di masa lalu ketika melawan DImas, dimana Rochman itu adalah anak buah Dimas dan sekarang menjadi orang yang mereka cari-cari.
“Jadi ini adalah lanjutan dari masalah jaman dulu, jaman penjajahan Belanda, dan sekarang masalah ini muncul karena kasus lain yang berkaitan dengan vila yang ada di gebang?” tanya pak Bowo
“Heheheh nampak tidak masuk akal kan pak Bowo, hehehe saya juga tidak memaksa pak Bowo untuk percaya, tetapi kalau pak Bowo ikut dengan kami, insya allah bapak akan percaya” kata pak Tembol
“Ok…anggaplah saya percaya dengan kalian, untuk langkah selanjutnya apa yang akan kita lakukan?”
“Begini pak Bowo…. tempat perkara ini dibagi menjadi tiga.. eh empat tempat yang saling berkaitan, pertama di vila putih, kedua di hotel Asri, ketiga di mjkt, dan terakhir di kota S, disana adalah tempat tinggal pemilik Hotel”
“Saya rasa untuk pertama yang akan bapak lakukan agar bapak semakin menarik dan percaya adalah tanyakan kepada anak buah sampean, apakah menemukan mobil yang terbalik di antara Mjkt dan pct?” kata pak Tembol
“Iya benar ada mobil yang terbalik dan isinya adalah patung manekin yang indah dan baju-baju bekas” jawab pak Bowo makin tertarik
“Sekarang cek semua baju itu, pasti di bagian dada ada bercak darah yang sudah mengering!”
“Sebentar akan saya hubungi rekan saya yang mengurusi mobil yang terguling itu”
Setelah beberapa lama pak Bowo berbicara dengan rekanya dengan menggunakan HT, akhirnya….
“Benar pak, di tiap baju rata-rata ada bercak darah di bagian dadanya dan semuanya sudah mengering dan tidak seberapa jelas”
“Nah mobil itu membawa pakaian orang-orang yang hilang, dan semuanya sudah mati dengan jantung yang telah diambil untuk dipersembahkan sebagai makanan Rochman!” jelas pak Tembol
“Masyaallah…. sebentar, akan saya hubungi rekan saya lagi pak” kata pak Bowo dengan antusias, seperti baru saja memecahkan sebuah teka teki yang paling sulit!
“Jangan hubungi rekan anda dulu pak, dengarkan saya dulu, agar sampeyan tau apa yang sedang terjadi” kata pak Tembol
“Saya akan jelaskan sedikit tentang hotel tu pak…..” kata pak Tembol
__ADS_1
“Jadi begini pak…. sebelum ada hotel Asri, disana juga ada yang bernama hotel Waji…”
“Waktu masih bernama hotel Waji dan ketika waktu masih beroperasi, disana juga kerap ada pembunuhan”
“Jadi sebenarnya hotel itu sudah lama mencari korban, dan rata-rata korban itu hilang tidak berbekas sama sekali”
“Dan saya rasa keluarga yang kehilangan sanak saudara itu pasti juga melaporkan juga ke polisi, hanya saja sangat sulit untuk menemukan korban, karena korban yang hilang itu memang hilang!”
“Bapak apakah punya foto-foto orang yang hilang dari beberapa keluarga yang sudah melapor ke bapak?”
“Nah coba wajah manekin itu cocokan dengan orang-orang yang hilang itu.. siapa tau ada yang cocok dengan salah satu manekin yang sudah terpisah pisah antara kepala dan tubuhnya yang ada di dalam mobil yang terguling itu”
“Sekarang baru bapak bisa hubungi rekan sampean pak” kata pak Tembol
Pak Bowo memberikan instruksi kepada rekannya yang menangani mobil yang terguling itu, dia menyuruh untuk mencocokan foto dengan kepala manekin.
“Tinggal nunggu hasil dari rekan saya pak Tembol, sekarang apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya pak Bowo
“Pak han, lebih baik pak Han kembali ke hotel saja, saya dan pak Bowo mau ke Mjkt untuk lihat toko Gemezzz pak” kata pak Tembol
“Kalau ke Mjkt menggunakan mobil saya saja pak Tembol, agar pak Han bisa pulang ke hotel” kata pak Bowo
“Tidak bisa pak Bowo, karena saya juga harus jemput teman saya satunya yang sudah terbiasa dengan keadaan toko Gemezzz…”
“Jadi lebih baik kita ke hotel Asri saja, tetapi pak Bowo parkir saja di sebelah warkop depan hotel. Tunggu saya hingga saya datang bersama teman saya di warkop”
*****
ALI POV
“Mas Ali… Novi mandi dulu ya, biar hayum mas, biar mas Ali tergila gila ama Novi” kata Novi sambil masuk kamar mandi
“Ah karepmu Nov.. mau mandi kek, gak mandi kek.. aku tetap gak ngurus hihihihi”
Aku masih mikir tentang wajah manekin yang ada di mobil itu, rasa rasanya aku tau tapi siapa ya….
Nanti pasti aku bakal ingat juga lama-lama hehehe.
Lebih baik tidur dulu sajalah sambil nunggu pak Tembol dan yang lainnya datang…
kalau misalnya pak Tembol, mas Dogel dan Saeful datang, lalu apa yang akan kita lakukan, apa yang akan mereka cari di toko yang tidak seberapa lebar itu.
Makin lama aku makin ngantuk….
Kamar ber AC ini nyaman sekali….
ALI POV END
*****
Pak Han dan pak Tembol kembali ke hotel, sedangkan pak Bowo menunggu di warkop yang sekarang sudah berubah menjadi semacam depot.
“Pak Tembol. Nanti bilang sama pak Bowo untuk siapkan anggotanya apabila diperlukan untuk penggeledahan Asri”
“Iya pak Han, nanti setelah kita telusuri apa yang ada di Gemezzz dan baru nanti kita masuk ke Asri”
Pak Han dan pak Tembol sudah ada di kamar 5+ dan 2+...
Pak Tembol mengajak Dogel dan Saeful untuk segera berangkat menuju ke mjkt….
Setelah sedikit berdiskusi, akhirnya mereka bertiga pak Tembol, Dogel mbak bashi tentunya dan Saeful berjalan keluar menuju ke warkop yang ada di depan hotel.
“Kita nanti naik mobil itu anak-anak” tunjuk pak Tembol ke sebuah mobil sedan berwarna putih yang sedang terparkir di sebelah warkop
“Kok bukan mobil polisi pak?”
“Iya nak Saeful, pak Bowo menggunakan mobil pribadinya dibanding naik mobil patroli hehehe”
“Padahal dari kecil saya kepingin naik mobil polisi pak”
“Nanti lah, kita bisa bicara dengan pak Bowo saja kalau nak Saiful kepingin naik mobil patrolinya polisi”
Mereka semakin dekat dengan mobil bercat putih dengan kaca super gelap yang sedang terparkir di sebelah warkop.
Pintu mobil terbuka, kemudian pak Bowo menghampiri mereka sambil berkenalan dengan Saeful dan Dogel.
Ketika pak Bowo menjabat tangan Dogel….
“Eh sepertinya saya kok tidak asing sama wajahmu mas…. apa kita pernah ketemu sebelumnya?” tanya pak Bowo sambil terus melihat wajah Dogel
__ADS_1
“Hehehe nama saya Agus pak, kita pernah ketemu dua kali waktu saya bapak mintai keterangan di polsek B….”
“AH IYAAAA…SAYA INGAT SEKARANG!” kata pak Bowo dengan suara keras
“Lagu band kamu yang menyebabkan beberapa orang bunuh diri dengan cara gantung diri itu!”
“Hehehe iya pak…” jawab Dogel cengengesan
“Lha sekarang ada apa kamu kok bersama pak Tembol?” kata pak Bowo sambil merangkul Dogel
“Nanti saya jelaskan sambil jalan saja pak” kata Dogel
“Eh apa kucing hitam ini ikut bersama kita mas?” tanya pak Bowo
“Iya pak.. harus ikut, kemanapun saya pergi mbak Bashi harus ikut heheheh”
Mobil berwarna putih itu mulai jalan menuju ke mjkt, Dogel pun menceritakan kenapa sampai bisa gabung dengan pak Tembol.
“Eh apakah bapak saat ini sudah bisa memecahkan masalah lagu kami?” tanya Dogel
“Belum bisa mas, kasus itu masih menggantung”
“Eh ngomong-ngomong teman kamu yang gondrong itu mana, yang makannya banyak itu mas?”
“Oh Blewah.. dia ada di hotel tadi pak, dia disana bersama pak Handoko”
“Oh gitu, berarti kalian ini full band ya?”
“Eh tidak pak, Glewo tidak ikut…dia ada di jawa tengah, sedangkan teman saya satunya yang bernama Ngot sudah meninggal”
“Dia dibunuh oleh Nabil atau Rochman atau Totok itu”
“Saya ikut berduka cita mas…..berarti sekarang kalian sudah tahu siapa yang menyebabkan matinya orang yang mendengarkan lagu kalian, dan sekarang bersama teman lainya ingin menumpas juga?”
“Pak Tembol, apakah nanti ini akan terjadi pembunuhan dengan menumpas Rochman atau Nabil atau Totok?” tanya pak Bowo
“Iya jelas pak Bowo… tapi jangan lupa pak, yang sedang bapak hadapi ini bukan manusia, dia bisa membunuh orang dengan hanya melihatnya saja” kata pak Tembol
“Jadi bapak jangan samakan pembunuhan yang dilakukan oleh manusia kepada manusia… ini berbeda pak”
“Bahkan sampai sekarang kami belum tau bagaimana cara membunuhnya!” kata pak Tembol
“Nanti lah Inshaallah pak, pintu yang ada di Gemezzz mudah-mudahan masih terbuka sehingga pak Bowo bisa tau bagaimana kejamnya setan yang sedang kita cari ini”
Ketika mereka dalam perjalanan menuju ke Mjkt, tiba-tiba ada yang memanggil pak Bowo melalui HTnya.
Ternyata mereka sedang membahas manekin yang ditemukan di dalam mobil yang dikemudikan satpam Hotel dan temanya yang terguling sebelum masuk kawasan pct.
“Ya Allah…kalian dengar tadi rekan saya bicara kan, ternyata ada satu manekin yang mempunyai kemiripan dengan salah satu foto orang hilang itu” kata pak Bowo setelah selesai bicara dengan rekanya
“Tetapi orang yang hilang berdasarkan laporan beberapa tahun lalu!” kata pak Bowo
“Nah berarti masih jaman nama hotel itu Waji pak, tetapi kita juga tidak tau, dimana orang itu hilang, karena hotel Waji sempat tutup operasi juga”
“Bisa jadi orang yang hilang itu mereka culik di suatu tempat” kata pak Tembol
“Tapi kita belum bisa menebaknya dengan pasti, bagaimana Rochman bisa mendapatkan atau bahkan menculik beberapa korban dengan begitu mudahnya” kata pak Tembol lagi
Wajah pak Bowo yang tadi nya penuh dengan tanda tanya sekarang mulai terlihat cerah. Mungkin dia merasa bahwa kasus orang hilang dan lagu dari Bluekuthuq mulai terjawab.
“Nah bagaimana pak, sekarang apakah bapak sudah mempunyai gambaran tentang siapa yang sedang kita buru itu?”
“Yang kita buru itu bukan manusia, dan tidak mempan menggunakan peluru pistol polisi sekalipun pak. Makanya sampai sekarang kami tidak tau bagaimana caranya menghabisi dia” kata pak Tembol
Pak Bowo hanya mendengarkan sambil nyetir, kelihatannya otak dia sekarang sedang berpikir sesuatu.
Mungkin dia sedang membayangkan akan menuntaskan dua kasus yang bisa membuat dirinya dipromosikan, tapi jangan senang dulu pak Bowo… dia belum tau siapa yang akan lawan….
*****
Ali sudah tertidur nyenyak, ketika Novi keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang berbalut handuk berwarna putih. dengan rambut coklatnya yang masih basah
Tubuhnya putih bersih, terlihat dari wilayah bahu hingga ke area hampir separuh dari buah dah dah nya, maklum handuk yang dipakai hanya melilit sebagian tubuhnya saja.
Sehingga area paha dan sebagian dahdahnya terlihat….dan menyembul
“Ahhh mas Ali sudah bubuk syantik……”
Novi dengan masih berbalut handuk kemudian membaringkan dirinya di sebelah Ali yang sudah tertidur nyenyak.
__ADS_1
“Mas…. mas Ali...mas…..”