
Dogel dan Blewah bersembunyi tidak jauh dari sana, mereka meninggalkan gembok dengan peniti yang masih nyangkut di lubang kuncinya.
Sementara itu petugas keamanan sekarang berjalan menuju ke arah pompa air, dia seharusnya melakukan pengecekan pompa sebelum pompa itu nyala untuk mendistribusikan air ke tiap kamar yang ada disana.
Ketika dia sudah ada di dekat pompa air dia sempat melihat gembok yang masih ada di tempatnya, tetapi dia tidak memegang gembok itu.
Dia hanya melihat dari jarak satu meter beberapa belas detik, dan kemudian setelah itu pergi dari sana, Begitu saja tanpa memeriksa lagi.
Sementara itu Dogel dan Blewah yang saat ini bersembunyi di balik bangunan kecil tempat pompa air itu berada jelas ketakutan.
Tetapi untungnya di belakang bangunan untuk pompa itu ada sebuah pohon yang lumayan rindang, dan dibalik bangunan pompa itu jarang sekali dilewati orang.
Akibatnya mereka berdua tetap aman sampai petugas keamanan itu pergi dari sana.
“Gel… dia sudah pergi apa belum?” bisik Blewah
Dogel hanya menggelengkan kepalanya saja, jelas mereka berdua tidak tau apa yang terjadi dan bagaimana keadaan disana.
Tidak ada mbok Ju, karena saat ini mbok Ju hanya sembunyi di kamar 5+, Mirah Pun tidak berani keluar dari tubuh Blewah, pokoknya mereka berdua tidak tahu apa yang sedang terjadi disana.
Tunggu info dari pak Han aja” bisik Dogel
Memang benar kata Dogel, karena yang bisa memberikan kode hanya pak Han, tetapi tadi waktu pembagian tugas, tidak dibicarakan sama sekali tentang hal ini.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya ada juga suara dari pak Han.
“Pagi yang segar ini hmmmm” kata pak Han tiba-tiba
Dogel dan Blewah mendengar kata-kata itu, tapi sayangnya mereka berdua bingung dengan kode yang diomongkan pak Han itu.. sehingga mereka berdua tetap saja menunggu di balik bukit.
“PAGI YANG SEGAR YAAAAA” pak Han mengulangi kata-katanya lagi dengan lebih keras daripada tadi
Dogel dan Blewah yang ada di balik bukit itu hanya diam dan berusaha mencerna apa yang barusan dikatakan pak Han.
Hingga beberapa menit mereka berdua masih ada di balik bangunan pompa tanpa bisa mengartikan apa yang dikatakan pak Han. HIngga kemudian….
“Eh Wah… tadi pak Han bilang pagi yang segar sampai dua kali lho. apa itu sebuah kode ya?”
“Kode itu kan untuk kita Gel, kalau kita sudah berhasil membuka gembok ini kan”
“Kalau keadaan pak Han sudah aman harusnya dia bilang…. akhirnya sembuh juga”
“Iyo Wah, jadi bingung nek kayak gini jadinya”
“Lha ya itu Gel, aku ngira dia mau kasih kita tanda bahwa keadaan sudah sejuk atau sudah aman. Gimana menurutmu?” tanya Blewah
“Ayo keluar dari sini Wah dan lanjutkan yang tadi belum selesai kita kerjakan” kata Dogel
Ketika mereka berjingkat-jingkat berjalan menuju ke arah gembok yang tadi masih terkunci…
“Aduuuuh kakiku kraaaaam” teriak pak Han dengan suara yang tidak begitu keras
Kenapa pak Han sampai teriak kakiku kram lagi, hal ini karena petugas keamanan yang tadi itu datang lagi dengan sebuah balsam, dia tadi kan janji akan mengambilkan balsem bagi pak Han yang masih terlihat kesakitan itu
“Wah… suara itu lagi , berarti kita harus balik lagi sembunyi c*k. nggateli rek, bahaya keadaan ngene iki” kata Dogel
Tanpa bicara sama sekali, mereka kembali ke tempat mereka tadi bersembunyi lagi, mereka menunggu hingga ada tanda lagi dari pak Handoko.
Sementara itu di tempat pak Handoko berada..
“Ayo saya bantu untuk kembali ke kamar saja pak” kata petugas keamanan itu
“Nanti saja pak saya usahakan bisa jalan sendiri tanpa bantuan pak, tapi terima kasih atas balsemnya pak”
Pak Handoko mengoles bagian jari-jari kakinya yang dianggap kram.
“Yang Kram itu kakinya atau jarinya pak, kok tadi yang dipegang kaki tapi yang dioles balsem malah jarinya pak?” tanya petugas keamanan itu
__ADS_1
“Bapak pernah kram atau tidak sebelumnya?” tanya pak Handoko
“Belum pernah pak”
“Nah orang Kram itu sakit sekali pak, dan tidak bisa dipegang atau digerakan sama sekali, jadi ketika tadi jari saya sedang kram, yang saya pegang adalah kaki saya” kata pak Han
“Nah ini balsemnya, dan terima kasih banyak atas perhatian dari manajemen hotel ini, saya akan berikan bintang dalam ulasan di dunia maya pak” kata pak Han
“Wah… jangan lupa bapak ketik juga apabila bapak dibantu oleh petugas keamanan ya pak” kata petugas itu
“Oh tentu saja pak, sampeyan orang baik dan pantas mendapatkan ulasan yang baik juga” kata pak Handoko
“Ya sudah kalau begitu, saya kembali ke bangunan utama saja dulu pak” kata petugas itu kemudian pergi meninggalkan pak Handoko yang masih duduk di rumput
Pak Handoko duduk diam dia tidak akan berkata pagi yang sejuk dulu, dia takut apabila ada orang yang akan datang lagi.
Sebaliknya Dogel dan Blewah menunggu ucapan pak Han, tetapi sayangnya baik Dogel maupun Blewah tidak sabar dengan keadaan yang semakin menjelang pagi.
“Kenapa pak Han belum kasih tanda juga Gel, jangan-jangan dia diajak pergi oleh penjaga malam itu”
“Ndak lah Wah, tadi kan penjaga malam itu pergi setelah kasih balsem kepada pak Han”
“Oh iya ya, ya wis kita tunggu saja hingga pak Han kasih kita tanda keadaan sudah aman”
Pak Handoko, bagaimana dan kenapa dia hingga saat ini kok belum memberikan tanda kepada Blewah dan Dogel apabila keadaan sudah aman?
Ternyata pak Handoko curiga apabila petugas keamanan itu datang lagi, karena dia tadi belum memeriksa pompa air yang akan dirusak oleh Dogel dan BLewah.
Kenapa pak Han sampai curiga bahwa orang itu akan datang lagi ke tempat itu, karena kemungkinan besar dia tadi sempat lihat adanya sesuatu yang mencurigakan di lubang kunci.
Petugas itu riwa riwi karena untuk memberikan balsem kepada pak Handoko yang tadi mengaku kakinya kram.
Seandainya pak Han nanti mengaduh lagi maka petugas keamanan itu pasti akan curiga dengan pak Han, jadi seharusnya pak Han sudah tidak ada di taman belakang itu lagi dan pindah ke dalam kamar.
Tetapi pak Han saat ini sedang bingung, dia kebingungan, di lain pihak dia harus memberi kabar kepada Dogel dan Blewah, tetapi dia tidak berani melakukannya, karena dia merasa bahwa petugas keamanan itu akan datang.
Dan akhirnya pak Han memutuskan untuk melihat apa yang terjadi dengan Blewah dan Dogel. karena hingga kini mereka belum memberi kabar bagaimana keadaan pompa air itu.
Ketika dia sudah dekat dengan rumah pompa, pak Han melihat ada sebuah peniti yang nyangkut di lubang anak kunci, segera pak Han tau bahwa keadaan bisa makin buruk apabila peniti ini tidak diambil dari lunbag anak kuncinya.
Pelan pelan pak Han mengambil peniti dari lubang anak kunci itu, ternyata berhasil, kemudian dia memanggil kedua orang itu untuk keluar dari tempat persembunyianya.
“Mas, cepat keluar dari sana, keadaan akan gawat apabila kalian masih ada disana!”
Kedua orang yang sedang bersembunyi itu keluar dari tempat persembunyianya, mereka berjalan perlahan menuju ke pak Han
“Eh pak, kami belum berhasil membuka gembok itu, bahkan peniti saya nyangkut di sana pak” kata Blewah
“Sudah… batalkan saja anak-anak. peniti sudah saya amankan, sekarang kita ke kamar saya untuk mengatur rencana baru lagi”
“Kalian papah saya segera, agar terlihat kalau kalian berdua menolong saya menuju ke kamar saya”
Tepat ketika Blewah dan Dogel memapah pak Han dan sudah ada di depan kamar nomor 6+, tiba-tiba dari arah bangunan utama muncul petugas yang tadi sempat ngobrol dengan pak Han itu.
Tetapi untuk saat ini dia tidak sendirian dia bersama dengan dua orang temanya.
Orang itu berjalan dengan langkah cepat menuju ke taman belakang, dimana disana ada pak Han yang sedang dipapah oleh Blewah dan Dogel menuju ke kamar.
“Lho mau kemana lagi pak” Tanya pak Han yang sedang dipapah oleh Blewah dan Dogel sedang berjalan ke kamar 5+
“Maaf pak, tadi apakah bapak lihat orang mencurigakan disini?” kata petugas itu
“Waduh.. dari tadi saya disana itu tidak lihat siapa -siapa kecuali dua teman saya yang keluar dari kamar karena mendengar saya kesakitan”
“Ya susah pak, kami sedang mencari orang yang berusaha merusak gembok dengan menggunakan seutas kawat”
“Wah, dari tadi saya tidak lihat … maaf pak, tidak bisa kasih info yang akurat” kata pak Han kemudian berjalan dengan dipapah Dogel dan Blewah
__ADS_1
Sesampai di kamar nomor 5+ mereka tidak buru-buru masuk ke kamar, tetapi mereka duduk-duduk di teras dahulu sambil menunggu petugas yang sedang mencari bukti bahwa ada yang berusaha merusak gembok pompa air.
Satu orang petugas dan dua orang karyawan hotel tidak lama kemudian muncul dari arah taman belakang. Mereka berjalan tanpa hasil.
“Bagaimana pak, memangnya ada apa di belakang sana pak?” tanya pak Han
“Tadi itu waktu saya sedang menolong bapak, saya lihat ada kawat di lubang kunci, tapi sekarang kawat itu sudah tidak ada disana pak”
“Kami merasa ada yang berusaha menyabotase pompa air. Karena pompa air yang dekat dengan kolam renang keadaanya rusak parah”
“Karena ada orang yang menutup saluran pengeluaran” kata orang itu lagi
“Nah tadi waktu saya membantu bapak, saya lihat juga ada sebuah potongan kawat kecil di lubang kuncinya”
“Waduuuuh saya tidak tau pak, tadi waktu kaki saya kram, saya tidak melihat siapapun disini, Eh ngomong-ngomong apakah disini tidak ada kamera cctvnya?”
“Bos kami melarang penggunaan kamera cctv, karena akan mengganggu privasi pengunjung yang ada disini. Sudah sejak lama cctv dilepas, karena kata bos kami, dia punya cara yang lebih ampuh daripada kamera cctv”
“Ohh begitu” kata pak Han dengan lega
Jelas legalah, karena awalnya pak Han dan kedua temanya tidak memperhitungkan ada nya cctv di sana itu, mereka lupa apabila biasanya hotel selalu mempunyai cctv demi keamanan hotel.
“Nah kalau tidak ada cctv, lalu bagaimana kalian memantau keadaan disini?” tanya pak Han
“Waduuuh saya tidak tau pak, pokoknya bos saya bilang kalau soal keamanan biar menjadi tanggung jawab bos kami” jawab petugas itu lagi
“Ya sudah pak, kami akan kembali, karena ternyata disana tidak ada siapapun dan benda yang mirip kawat itu sudah tidak ada, dan mungkin itu akibat saya salah lihat mungkin”
Keadaan kembali sunyi setelah tiga karyawan hotel itu kembali ke tempatnya.
“Untung tadi kalian saya jemput anak-anak, coba kalau tidak saya jemput, pasti urusan nya akan panjang” kata pak Han
“iya pak, tadi saya kurang bisa membuka gembok itu. karena gembok itu model terbaru yang agak sulit untuk dibuka paksa” kata Blewah
“Lupakan saja, kita tetap disini saja dulu, karena mereka mulai mencurigai kalau ada orang yang ingin merusak pompa air itu.
“Lalu bagaimana kita mematikan pompa air yang kedua itu pak?” tanya Dogel
“Untuk sementara ini kita diam saja disini mas, jangan melakukan sesuatu yang mencurigakan, kita duduk di teras sini saja dulu sambil melihat apa saja yang sedang mereka lakukan”
“Pak Han, kita bikin keributan saja pak, misalnya dengan cara membebaskan makhluk ghaib yang ada di kamar 6+ itu”
“Jangan mas, karena kita akan ketahuan sebagai orang yang menyebabkan kekacauan itu, padahal tujuan kita ada disini untuk mematikan pompa air, sehingga tidak ada lagi asupan makanan bagi Rochman”
“Yang artinya juga tidak ada lagi korban yang akan berjatuhan” kata pak Han
“Kita Pikir dulu apa yang akan kita kerjakan lagi anak-anak, tetapi menurut saya yang utama itu mematikan atau merusakan pompa air yang kedua itu”
“Pagi ini kita jelas tidak bisa melakukan sabotase, tetapi nanti waktu banyak orang yang sedang bersantai di taman belakang mungkin kita bisa lakukan lagi”
“Gimana caranya pak, kan pagi hingga siang nanti banyak orang yang sedang menikmati keindahan taman belakang itu”
“nanti kita pikirkan lagi caranya anak-anak, yang penting sekarang kalian berdua istirahat dulu” suruh pak Han yang masih, duduk di teras kamar
Matahari mulai nampak di halaman hotel, meskipun hari masih agak gelap. Pak Han buru-buru menuju ke halaman belakang taman yang sekarang sudah nampak gelap.
“Hmmm ternyata untuk menyalakan dan mematikan lampu taman ini menggunakan sensor waktu”
Pak Han tidak tahu jam berapa ini karena dia tidak menggunakan jam tangan. Yang pasti tepat setelah selesai adzan subuh lampu taman itu mati seluruhnya.
“Ok tandanya adalah selesai adzan subuh”
Pak Han tetap ada di teras hotel hingga ada beberapa orang karyawan yang mulai hilir mudik.
“Ternyata agak lama setelah lampu taman mati, beberapa karyawan mulai berkeliaran, jadi ada waktu untuk merusak pompa itu besok pagi!” gumamnya
Besok pagi setelah subuh rencana harus segera dilakukan, atau akan makin banyak lagi korban yang akan berjatuhan.
__ADS_1
Tapi kedua anak itu harus standby sebelum lampu taman mati jadi mereka bisa kerja ketika lampu taman sudah dimatikan seluruhnya.
Dan sudah harus selesai sebelum ada karyawan hotel yang mulai berkeliaran di sekitar sini.