MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 126 (PENDERITAAN KASWADI)


__ADS_3

“Iya pak, mungkin tadi sampean secara tidak sengaja menginjak sesuatu milik barang halus yang ada disekitar sini” kata Saeful


“Tapi biasane akan sembuh sendiri kok pak, tenang saja. Saya aja kalau lagi cari demit di hutan ya kadang ada saja badan saya yang bengkak pak. Dulu rudal saya juga pernah bengkak, tapi ndak sakit pak, setelah itu saya digilai perempuan-perempuan yang ada di lokalisasi pak. Saya jadi idola mereka” kata Saeful nyantai


“Tapi punya saya meskipun bengkak gak sakit dan gak gatal pak, malah saya jadi rebutan sana sini pak. Saya juga jadi bintang iklan ****** pak, jadi karena bengkaknya itu saya makin terkenal. Lha kalau punya bapak kan ada gatal dan sakitnya pak” jelas Saeful yang makin gilak


“Coba kalau bapak seperti saya, pasti bapak ndak mau berhenti menjadi bengkak pak, pokoknya josss kotos kotos pak. Tapi sayangnya yang tadi menyerang bapak ini tergolong yang tidak bagus ya pak, akibatnya nggilani pak, mosok ndog bisa sebesar itu pak” kata Saeful dengan santainya


“Moooo…Trimoooo, usiren arek iki, dia dari tadi itu aneh, ketoke arek iki rodok gendeng Moooo”


“Wis ta Kas, kamu nak usah aneh-aneh, wong anak ini ndak ngapa-ngapain kamu. Nek dia ngapa- ngapain  kamu , dia pasti tidak ada disini dia pasti sudah lari lah, kamu ini murni karena kelakuanmu dewe Kas. Ayo berdirio, kita balik ke rumah saja” kata Trimo yang berusaha bijaksana


“Eh siapa namamu mas, dan kamu tinggal dimana mas” tanya Trimo


“Nama saya Ipul pak Saipul yaumil pak, saya tinggal di desa Bs belakang hutan ini pak, kenapa bapak tanya nama saya pak, bapak suka sama saya?”


“Ndak…ndak gitu mas. Nggak papa mas, eh saya hanya bangga bisa kenal koyok mas gini, bahkan berani dengan orang macam yang ada di dalam vila itu” kata Trimo


“OH IYAAAAA… saya lupa, saya kan harus laporkan kalian dan orang yang ada di dalam vila itu pak” kata Saeful kemudian lari menju ke arah bawah


Saeful memang sengaja memperkeruh suasana dan membuat pikirn Trimo dan Kaswadi kebingungan, dia sekarang malah berbalik arah, dia lari-lari kembali ke arah Kaswadi dan Trimo. Dia kemudian diam di depan Trimo dan Kaswadi seolah tidak terjadi apa-apa.


“Bapak ini sakit apa, kok kuntilanya bisa membesar seperti itu” tunjuk Saeful dengan raut wajah yang biasa, tanpa ekspresi sama sekali


“Lhooo kamu kenapa kok balik ke sini, bukanya kamu tadi lari ke bawah, dan mau melapokan saya karena saya sedang mencari harta karun di sini?” tanya Trimo


“Ah malas pak, jauuuuuh…, mending saya disini aja bantuin bapak ini dari hukuman Tuhan pak, siapa tau saya dapat pahala karena memberi semangat dan membantu bapak ini. Eh ngomong-ngomong siapa nama bapak ini kalau saya boleh tau pak” kata Saeful tiba-tiba ingin berjabat tangan dengan Kaswadi yang tetap rajin menggaruk selempitanya


“Nama dia ini Kaswadi mas, memangnya masnya yakin mau bantu bapak Kaswadi ini?” tana Trimo penuh selidik


“Jelas yaaaaakin pak, Saeful pemburu pahala pak, untuk bekal masuk surga pak” kata Saeful  lagi sambil lari-lari kecil mengitari Kaswadi.


Tapi tidak hanya lari –lari kecil, dia juga menyenggol kuntila Kaswadi yang katanya gatal dan sakit, dengan sengaja Saeful membenturkan dengkulnya di kuntila Kaswadi dan telornya juga yang makin membesar


“Athooooh…., kamu sengaja ya!..., kamu sengaja tendang punya saya ini ya…aduuuuuhhh sakiit Moooo trimooo”


“Siapa juga yang dengan sengaja tendang kuntila bapak, saya ini ndak sengaja sama sekali pak” jawab Saeful tanpa merasa bersalah sama sekali.


“Sudah-sudah, mas bisa bantu saya angkat pak Kaswadi mas, kita bawa ke rumah itu mas, agar dia bisa istirahat mas” kata Trimo


“Aseeeekkk pahala lagiiii…, bantu-bantu orang sakit pahalanya besar lho pak” kata Saeful yang makin gak jelas kelakuanya


“Gimana cara gendongnya pak, masak kita bopong pak, nanti kuntila dia nusuk-nusuk ke kita lho pak hihihi”


“Sudaaaah gak usah kalian gendong saya, kamu pergi saja dari sini, kamu manusia mengerikan!” usir Kaswadi kepada Saeful


“Jangan gitu pak, dosa pak, mau kalau kuntila bapak makin membesar lagi pak…. mau?” kata Saeful


“Kalau saya pergi akan saya sumpahin bapak agar makin besar milik bapak ini. Hayo pilih mana pak, makin sakit dan makin besar atau saya ada disamping bapak membantu bapak dari sini”


“PERGIIIIIIIIIII!...., SEKARANG JUGA KAMU PERGI DARI SINIIII!” teriak Kaswadi


Disini merapakan kode bagi mbok Ju untuk melakukan permakan lebih mengerikan kepada Kaswadi. Ndak hanya celana jeans yang bisa dipermak, ternyata kuntila juga bisa. Secara kebetulan setelah kepergian mbok Ju dari tubuh Kaswadi, Kaswadi sudah tidak bidsa lagi melihat mahluk halus

__ADS_1


Mbok Ju mendekati Kaswadi, dan mulai melakukan hal yang sakit dengan kepergian Saeful.


“Sampean ingat ya pak, tiap langkahku itu adalah rasa sakitmu, karena kamu udah usir saya dari sini, rasakan mulai sekarang pak. Padahal niat saya baik pak, niat saya menolong bapak” kata Saeful yang siap untuk melangkahkan kakinya dari hadapan Kaswadi dan Trimo


Tiap Saeful melangkah, mbok Ju melakukan pijatan mengerikan di endog Kaswdi yang sudah makin besar itu, tiap Saeful melangkah pijatan itu makin keras dan makin sakit.


ATHOOOOOOHHH, JANGAN PERGIIII!!... KEMBALI KESINI KAMUUUU!” teriak Kaswadi kepada Saeful


Trimo yang merasa ada yang tidak beres dengan temannya, buru-buru dia lari menuju ke vila putih untuk meminta bantuan dukun yang dia datangkan itu.


“Trim…Trimoooo kamu mau kemana, kenapa aku mbok tinggal sendirian disini” teriak Kaswadi yang  masih telentang dengan kuntila ndangak dan semakin gatal dan sakit.


“BENTAR KAS, AKU CARI BANTUAN DULU!” balas Trimo kemudian lari menuju ke vila putih


“Nak, sekarang kamu harus pergi, karena sebentar lagi Trimo akan datang dengan dukun yang ada di vila putih, dia sudah tau kalau Kaswadi terkena ilmu sihir” bisik mbok Ju kepada Saeful


“Ya wis pak Kas, saya akan pergi dari sini, dan silahkan menikmati akibat dari bapak bebuat jahat kepada saya. Ehm istialahnya air susu dibalas dengan air korahan”


“Siapa kamu mas…. Kamu siapa…kamu bukan orang biasa!…ayo kembalikan saya mejadi normal lagi!” tapi tidak dijawab oleh Saeful, karena Saeful sudah pergi meninggalkan Kaswadi menuju ke jurang yang ada di seberang Kaswadi yang sedang terkulai sambil menggaruk garuk hingga lecet dan berdarah di area  terong ungunya.


Bagaimana dengan Trimo yang disore hari ini sudah ada di dalam halaman vila putih, apakah dia berhasil menemukan orang-orang yang akan menyembuhkan Kaswadi?


*****


“Kamu sembunyi saja di jurang ini nak Saeful, karena sekarang Trimo dan empat orang itu sedang menuju ke tempat dimana Kaswadi sedang tergolek kesakitan”kata mbok Ju


“Mbok Ju, apakah keempat dukun itu bisa melawan mbok Ju? Eh apakah kemampuan mereka berempat bisa mengalahkan mbok ju?”


“Kalau yang lainya malah kosongan saja, mereka tidak mempunyai perewangan istilahnya, hanya saja kadang ada saja demit iseng yang mau membantu dia, tapi tentu saja dengan imbalan yang tidak main-main nak heheheh” kata mbok Ju dengan terkekeh


Disini aneh juga mbok Ju ini, dia sudah tidak meludah ludah lagi. Semenjak dia berubah menjadi baik, dia sudah tidak melakukan ludah-meludah lagi seperti sebelumnya, apakah ini adalah hasil dari berubahnya dia menjad baik, sehingga dia membuang segala yang jelek jeleknya?


Tapi sebenarnya nginang itu kan bukan perbuatan jelek, hanya saja di sekitar orang yang suka nginang itu banyak ceceran ludah merah, itupun apabila orang itu tidak mempunyai wadah untuk meludah, biasaya orang yang nginang punya wadah kecil mirip dengan mangkok tapi kecil dan ada yang terbuat dari kuningan.


“Jadi mbok Ju bisa melawan mereka kan mbok, kalau gitu saya akan keluar kesana mbok” kata Saeaful


“Jangan dulu nak, biarkan mbok Ju nego ke anak kecil perewangan dukun yang bernama Broden itu. Nanti akan mbok suruh untuk tidak berbuat apa-apa kecuali semakin menambah rasa sakit Kaswadi nak, nanti ada waktunya nak Saeful muncul disana sebagai penyelamat heheheh”


“Tapi tetap kita harus lihat situasinya nak, bisa saja rencana kita berubah juga ketika ada perubahan juga pada mereka nak”


*****


Setelah beberapa saat, Trimo sudah berhasil menemukan keempat orang suruhanya, pada awalnya keempat orang itu tidak percaya apabila Trimo yang suruh mereka, tetapi setelah Trimo mengatakan ciri perempuan yang kasih uang, dan jumlah uang yang diterima, dan dos tempat uang itu dikirim. Baru mereka percaya apabila memang Trimo yang kirim uang itu.


“Sekarang kalian tidak usah tanya-tanya dulu apa tujuan kelian ada disini, yang penting sembuhkan dulu teman saya ini “ kata Trimo bersama empat orang sangar-sangar yang ada di depan Kaswadi yang sedang tergolek sambil menggaruk telo godoknya


“Orang ini kena guna-guna” kata Broden dengan suara rendah yang dimantap-mantapkan


“Tapi mmmhh tugas menyembuhkan ini beda dengan tugas yang ada di vila putih itu, karena yang ada di dalam tubuh ini mmmhh bukan main main Bro” kata Broden sambil manggut-manggut


“Ya sudah, cepat sembuhkan dulu, soal biaya akan saya kasih lah jangan khawatir. Yang penting kawan saya ini bisa sembuh seperti sedia kala” kata suara Trimo yang terdengar ketakutan


“Hmmm mbah yang ada di dalam tubuh teman kamu ini tidak mau pergi kecuali dengan satu syarat yang amat berat. Dia minta tumbal kerbau hitam besar sekarang juga” kata Broden yang sambil merem melek dia menyalakan menyan yang dia ambil dari tasnya dan kemudian dia bakar di situ.

__ADS_1


“Lalu bagaimana caranya mendapatkan kerbau hitam itu mas, sedangkan kita sekarang ada di tengah hutan” tanya Trimo


“Bisa diganti pak, kita belikan kerbau yang ada di alam ghaib saja, tadi sempat saya negosiasikan kerbau yang ada di alam ghaib sebagai pengganti kerbau yang ada di alam nyata ini” kata orang yang bernama Broden dengan mimik yang meyakinkan.


“Tapi akan saya lakukan setelah kamu lakukan pembayaran, sekarang juga pembayarannya, karena untuk saya tukar dengan mata uang ghaib” kata Broden dengan senyum jahatnya


“Berapa harus saya bayar mas, saya ada uang satu koper di mobil, apakah itu cukup untuk membeli kerbau ghaib?” tanya Trimo


Broden tidak langsung menjawab, tapi dia menoleh kepada kedua temanya, seolah sedang meminta persetujuan.


“Biar kami tanyakan dulu dengan perewangan yang ada di alam ghaib, kamu cepat ambil uang itu agar perewangan kami bias melihat jumlahnya” jawab Broden lagi


*****


“Mereka semua penipu mas, akan mbok kerjain mereka mas, bisa-bisanya minta bantuan ghaib untuk mencari kerbau hitam hihihihi” kata mbok Ju


“Gini saja nak, rencana kita mau mbok Ju rubah dulu. Nanti nak Saeful muncul saja diantara mereka. Tapi kita lihat dulu bagaimana perkembangan diatas sana”


“Hmm jadi begini nak, mbok kepingin Trimo percaya dengan kamu nak, jadi garis besarnya adalah dukun-dukun itu akan gagal total menyembuhkan Kaswadi, malah mereka juga akan menderita seperti Kaswadi nak”


“Setelah itu nak Ipul akan muncul, dan nak Ipul juga berhasil menyembuhkan dan mengusir dukun ini dari sini. Tapi kesulitanya adalah orang yang bernama Broden itu nak”


“Kenapa dengan yang namanya Broden mbok?”


“Dia bisa melihat mahluk halus nak, dia seperti kalian juga yang punya kemampuan melihat hal ghaib. Tapi sayangnya peliharaan dia hanya anak kecil yang baru mati” kata mbok Ju


“Sekarang kita dengarkan saja apa yang mereka bicarakan nak, nanti kalau sudah pada waktunya, nak Saeful muncul ke hadapan mereka”


*****


“Bagaimana Trimo, kamu setuju dengan pertukaran uang nyata dengan kerbau ghaib untuk menyelamatkan nyawa temanmu ini tidak” tanya yang bernama Broden


“Kalian ini apa mau menipuku, coba buktikan dulu apa lah yang bisa mengurangi sakitnya Kaswadi ini, apabila Kaswadi ada sedikit rasa nyaman, maka aku akan bayar kamu satu koper uang. Buktikan dulu kepada saya” kata Trimo


Wah hihihih ternyata Trimo bukan orang tolol juga, ia minta bukti apabila memang dukun itu benar-benar bisa menyembuhkan orang yang terkena keisengan mbok Juriah.


“Oh sampeyan minta bukti baik, akan saya kasih sedikit kesembuhan, siapkan saja uangnya untuk pembelian kerbau hitam. karena saya sudah janji dengan pemilik kerbaunya”


“Kalau sampai batal maka saya yang akan kena kesialan seumur hidup, dan selanjutnya akan saya kirim kesialan itu kepada sampeyan, agar kita sama-sama merasakan kesialan itu” kata Broden


“Athoooh…, Mo Trimo.., bayar saja dia, aku sudah gak tahan iki lhooo, ndogku semakin lama semakin besar chok, cepatan gak usah tanya-tanya lagi aaaahhhhhggrrr” kata Kaswadi


“Lhoo sabar Di, iya nek mereka ini bisa ngobati, seharusnya tugas mereka itu kan bukan penyembuhan, tapi cari energi yang ada di vila itu”


“Tugas yang mudah untuk sekotak uang cash untuk uang saku mereka selama menjalankan tugas yang saya berikan, kalau mereka berhasil mendapatkan energi yang aku maksud maka mereka akan aku tambahi uang lagi”


“Nah, sekarang saya perlu bukti dari kalian mas, sembuhkan teman saya ini sedikit saja, pokoknya dia bisa merasa ada perubahan. kalian akan saya bayar mahal pokoknya hehehe”


*****


Ada yang aneh disini,Trimo dan Kaswadi ini keliatanya memang menyuruh orang-orang itu kesana, ke vila putih, tetapi keliatanya tanpa sepengetahuan Supardi dan Fathoni. Sebenarnya motif apa yang sedang mereka mainkan ini.


Apakah Trimo bekerjasama dengan Supardi hanya di depanya saja, apakah dia mempunyai maksud tersembunyi dari ini semua, masih belum bisa ditebak, karena misi supardi dan Trimo ini sama, hanya saja mungkin Trimo punya misi lain yang dia harus selesaikan.

__ADS_1


__ADS_2