MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 195 ( RUANGAN BAWAH TANAH)


__ADS_3

“Wuiiih makin panas saja disini pak hehehe” kata Dogel


“Iya mas ,kita dipaksa agar menggunakan pendingin udara, lebih baik kita duduk-duduk di teras saja, tetapi lampu kamar kita matikan saja” kata pak Han


“Jangan keluar kamar, lebih baik jendela ini kita buka lagi lebih lebar agar ada angin luar yang masuk kesini” kata Blewah


“Kalau mau keluar lebih baik tunggu hingga sudah lewat tengah malam pak”


“Lha kalau misalkan ada salah satu penghuni kamar yang belum juga tidur pada jam segini gimana Mirah, apa mereka akan celaka atau gimana?”


“Kadang kan ada anak muda yang suka ngobrol di teras hingga larut malam, apa yang akan terjadi dengan mereka”


“Tentu saja tidak ada yang akan terjadi dengan mereka, bisa saja nanti ada yang menyapa mereka, dari sapaan itu juga ada sesuatu yang keluar dari mulutnya”


“Memang terdengar tidak masuk akal pak, tetapi ya itu yang sedang terjadi disini” kata Mirah


“Pokoknya sebisa mungkin sebelum tengah malam kita tidak ada diluar baik itu macam mbok Ju dan Bawok atau juga manusia”


 “Sebentar lagi lewat tengah malam, kita bisa ke pompa air yang ada di dekat kolam renang”


Ternyata ada yang agak aneh terjadi, setelah tengah malam hawa panas dan pengab yang ada di dalam kamar ini berangsur angsur berubah seperti hawa yang ada di luar. sejuk.


Suhu udara sangat berbeda antara sebelum tengah malam dan sesudah tengah malam, perbedaaan itu sangat mencolok.


Mungkin bagi yang sudah menggunakan pendingin udara jelas tidak kentara antara sebelum tengah  malam dan setelah tengah malam.


"Wuihh sekarang suhunya jadi dingin heheheh, sudah sama dengan suhu di luar ruangan. Beda dengan tadi ya pak" kata Dogel


"Nah iku Gel, makane tadi Mirah kan wis bilang kalau tunggu sampai lewat tengah malam baru  kita bisa keluar dari sini" jawab Blewah


"Iya bener juga apa yang dikatakan Mirah tadi, untungnya kita tadi tidak keburu keluar dari sini" kata pak Handoko


"Eh mbak Mirah, apakah mbok Ju dan Bawok bisa masuk ke sini?"


"Saya tidak tau pak Han, karena kalau tidak salah di depan pagar hotel ada yang jaga juga, untuk menghalau ghaib yang berusaha masuk ke dalam sini pak" kata Mirah


"Ya sudahlah,  oh iya mbak Mirah, apa mbak mirah ada teman disini yang bisa bantu kita untuk menemukan apa yang ada disini?"


"Lha dari tadi juga Mirah kan sedang komunikasi dengan teman Mirah yang ada di kamar 6+ pak"


"Dia itu juga tidak suka dengan keadaan hotel yang sekarang berubah menjadi seperti ini, sehingga mereka tidak bisa lagi bergerak kemana mana"


"Ya sudah kalau begitu mbak, sekarang kita ke pompa air atau ke pusat pengontrol listrik?"


"Kata teman Mirah lebih baik ke pompa air pak karena apabila pompa air itu rusak maka  pastinya pegawai yang ada disini akan kebingungan, karena  Totok pasti akan marah besar"


Pintu kamar 5+ dibuka pak Handoko, keadan taman hotel yang sepi dan dingin menyambut mereka yang akan menuju ke area kolam renang yang ada di pojokan  belakang Hotel.


Nanti dari sana mereka akan mencari pompa air utama yang menyalurkan air ke tiap kamar yang ada di hotel ini.


Suasana hotel yang temaram karena pemakaian lampu taman yang sengaja menggunakan watt kecil itu membuat mereka bertiga bisa berjalan dengan bebas menuju ke arah kolam renang


Sebenarnya indah sekali taman hotel ini apalagi kalau malam hari, tapi dibalik ini semua terdapat hal yang mengerikan bagi yang ada disini. Dan itu harus segera dihentikan!


Mereka berjalan dengan perlahan lahan dengan Mirah atau BLewah ada di depan mereka sebagai penuntun agar tidak terlihat oleh penjaga hotel.


Untungnya Mirah masih bisa melihat sekeliling sini ,sehingga mereka tidak perlu bersusah payah untuk pasang mata.


"Awas... sembunyi dulu... ada penjaga Hotel yang sedang patroli menuju ke  arah sini" kata Blewah tiba-tiba


Kebetulan di sebelah mereka ada semacam ruangan gelap yang mungkin biasanya digunakan sebagai kamar ganti bagi yang habis berenang.


"Siapa itu Mirah?"


"Penjaga malam pak, biasa dia mungkin habis cek keadaan pompa air pak"

__ADS_1


"Sik sebentar lagi dia akan ke arah jalan setapak yang ke arah parkiran, nanti kita bisa bebas ke pompa air" kata Blewah lagi


"Ayo jalan, penjaga malamnya udah ke arah parkiran..." kata Mirah yang ada di tubuh Blewah'


Mereka berjalan lagi menuju ke arah kolam renang yang tidak jauh lagi dari mereka berada, perlahan lahan mereka sudah ada di area kolam renang.


"Dimana letak pompa airnya Mirah?


"Disana pak. Disana kan ada semacam bangunan kecil kecil semacam gudang itu pak"


Mereka kini sudah berada di dekat pompa air....


"Wuih lumayan besar juga pompa air untuk  hotel yang tidak begitu besar dan tidak tingkat ini, pasti ada tujuan tertentu dengan penggunaan pompa air yang begitu besar itu" kata pak han


"Sekarang kita cari dulu aliran listrik yang digunakan untuk menyalakan pompa air itu, setelah itu kita cari cara untuk merusak pompa air itu anak-anak"


"Saya kira posisi dayanya ya ada di dalam bangunan itu juga pak, tetapi percuma juga kalau kita matikan daya listriknya nanti juga akan dinyalakan oleh mereka lagi" kata Dogel


"Tidak juga mas, kita harus cari katup buka tutup yang gunanya untuk menyalurkan air itu ke tangki yang ada di bawah tanah"


"Pompa itu pasti otomatis, saya yakin. Jadi apabila tangki penampung air sudah penuh, maka  pompa air itu akan mati sendiri, tetapi otomatis itu posisinya ada di bak penampungan"


"jadi untuk pertama yang akan kita lakukan adalah mencari katup buka tutupnya, nanti setelah kita matikan pompa air dengan mematikan saklar listriknya, kemudian kita tutup katup keluaranya"


"Sehingga apabila penjaga malam itu tau pompanya mati maka dia berusaha untuk menyalakan lagi pompanya"


"Karena katupnya kita tutup  maka air yang keluar itu akan kembali ke pompa, akibatnya mungkin akan jebol sambungan pipanya"


"Paham kan kalian berdua?"


"Kalau sudah sekarang kita bagi tugas agar cepat, mas Blewah dan mirah tetap awasi keadaan sekitarnya, mas Dogel cari saklar untuk mematikan listriknya, sedangkan saya akan mencari katup buka tutupnya"


“Mas Blewah, apabila keadaan bahaya bisa kasih kode dengan suara kucing”


Blewah ada di sekitar  area kamar ganti pakaian, agar mudah untuk mengawasi apabila ada yang akan datang ke area kolam renang.


Dogel sesuai dengan tugasnya untuk mencari saklar yang seharusnya berbentuk jelgekan atau bahasa susahnya itu cam starter, karena pompa air itu wattnya besar.


“Pak ini saya sudah nemu saklarnya…”


“Sekarang matikan mas, karena saya juga sudah dapat kran buka tutupnya juga”


Dogel menarik saklar itu ke bawah hingga pompa air itu akhirnya mati, kemudian pak Handoko menutup kran buka tutupnya.


“Ayo kita pergi dari sini sekarang sebelum penjaga malam tau bahwa pompa air itu sudah tidak nyala lagi, kita balik ke kamar dulu saja anak-anak”


Mereka bertiga kembali ke kamar untuk menunggu apa yang akan terjadi selanjut nya.


Mereka duduk di dalam sambil mengintip apabila ada orang yang akan menuju ke arah belakang.


Ternyata benar juga, tidak lama kemudian penjaga malam yang tadi sempat patroli ke arah belakang dengan terburu-buru menuju ke taman belakang atau daerah area kolam renang


“Itu dia pak, dia pasti sebentar lagi akan menyalakan pompa air yang tadi mati itu”


“Iya mas Dogel, dia pasti akan nyalakan tanpa melihat katup buka tutupnya terlebih dahulu”


Untuk diketahui pompa air yang digunakan adalah yang tipe silent, sehingga suaranya tidak terlalu keras, akibatnya apabila ada sesuatu tidak akan terdengar dengan jelas.


Petugas itu terlihat kembali berjalan menuju ke arah depan lagi dengan santainya, sementara saat ini pompa air bekerja dengan tekanan tinggi menekan katup buka tutup yang tadi ditutup oleh pak Han.


Akibatnya terjadi tekanan tinggi  di pipa antara keluaran air pompa dengan katup yang tertutup, dan akhirnya yang terjadi adalah pompa air tidak kuat menerima tekanan.


Sehingga ada dua pilihan pipa paralon yang pecah atau pompa nya yang akan rusak. Tapi ternyata untuk saat ini yang tidak kuat adalah pompa airnya hihihihi


“Kalian dengar ada suara seperti mesin yang terkena tekanan keras hahahah” kata pak Handoko

__ADS_1


Suara bising dari pompa air yang makin lama makin terkena tekanan hingga akhirnya beberapa komponennya rusak karena terkena air tekanan tinggi, dan akhirnya pompa air itu mati!


Keadaan tenang tenang saja untuk beberapa saat, karena setengah jam berikutnya beberapa karyawan termasuk penerima tamunya berlarian menuju ke arah belakang  hotel.


“Ada sekitar tujuh orang yang berlarian ke bagian kolam renang anak-anak, sekarang waktunya kita jalan ke dapur  mereka untuk masuk ke ruang bawah tanahnya” kata pak Handoko dengan wajah garang


Mereka bertiga mengendap endap menuju ke arah ruang utama. Untuk masuk ke dapur dan akhirnya ke lorong bawah tanah memang harus menuju ke dapur dulu.


“Nanti di dapur ada semacam lemari yang dulu berisi mayat yang sangat banyak mas, jadi kita harus siap dengan berbagai keadaan yang aneh”


“Tapi entahlah dengan keadaan yang sekarang bisa-bisa berubah dengan renovasi hotel ini”


Mereka bertiga sudah ada di depan bangunan utama, dan kebetulan pintu depan bangunan utama agak sedikit terbuka karena mungkin tadi akibat dari karyawan hotel yang berlarian ke bagian belakang.


“Ayo kita masuk, pintunya agak terbuka sedikit…”


Dengan mengendap endap mereka masuk ke bangunan utama hotel yang saat ini hanya ada beberapa lampu temaram saja. tapi untungnya tidak dalam keadaan gelap gulita.


“Ayo cepat anak-anak, saya yakin mereka semua sedang berusaha memperbaiki  pompa air yang tadi rusak itu” kata pak Handoko dengan agak berlari di lorong hotel


Ketiga orang itu akhirnya sampai di ujung lorong yang berupa pintu menuju ke arah dapur, mes karyawan dan tentu saja lemari besi yang mengerikan.


Ketika mereka hendak membukanya, tiba-tiba mbok Ju datang dengan tergesa gesa. Mbok Ju berhasil masuk setelah penjaga ghaib yang ada di depan pergi setelah   ada rame-rame di dekat kolam renang.


“Jangan buka pintu itu dulu, biar saya masuk ke sana dulu” teriak mbok Ju


“LHaaaaa mbok Ju akhirnya bisa masuk juga ya”


“iya anak-anak, tadi penjaga gaib yang ada di depan pagar itu tiba-tiba pergi, nah kesempatan mbok Ju untuk masuk ke dalam. Bawok juga masuk, tapi ndak tau kemana dia”


“Minggir dulu kalia, biar saya periksa apa yang ada di balik pintu itu” kata mbok Ju kemudian masuk ke lemari berpintu besi yang dulunya sebagai tempat untuk membekukan daging


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya mbok Ju keluar dengan wajah biasa


“Gimana mbok, ada apa didalam sana?”


“Kalian masuk sendiri saja, biar kalian tau apa yang ada di dalam itu” kata mbok Ju


Pintu besi dibuka oleh pak Han, seketika aroma karbol sabun pembersih lantai tercium.  ruangan itu tidak gelap tapi cukup terang karena ada beberapa lampu yang terpasang di atas lorong.


“Apa-apaan ini,  kenapa lorong ini jadi bersih gini, bau karbol juga” kata pak Han


“Kelihatannya semua sudah berubah disini, untuk menimbulkan positive” jawab Dogel


“Tapi tidak dengan yang ada di bawah bukit kecil itu anak-anak, saya bisa merasakan adanya energi yang berbeda dengan yang ini”


“Lebih baik saya masuk ke dalam dulu saja anak-anak, siapa tau yang ada di dalam itu memang benar-benar sudah berbeda dengan yang saya alami bersama anak-anak Sutopo


Mereka masuk ke dalam ruangan besi yang bersih hingga tercium pembersih lantai karbol, ruangan yang lantainya sekarang berupa keramik warna putih bersih yang sangat berbeda dengan ketika pak Handoko kesana sebelumnya.


“Ayo kita telusuri ruangan ini hingga di ujungnya, mbok Ju sampeyan di depan mbok” kata pak Han


Mereka bagaikan berjalan di lorong hotel yang bersih, dengan lampu pijar tiap beberapa meter, sehingga tidak ada sisi gelap di lorong ini.


“Padahal dulu ruangan ini benar-benar mengerikan, banyak mayat disini dan banyak cairan mengerikan disini” gumam pak Handoko


Mereka masih berjalan di lorong yang semakin menurun ke arah bawah konturnya.


“Kayaknya dulu ini adalah tempat genangan darah dan cairan putih mengerikan anak-anak” gumam pak Han lagi


Aroma karbol masih tercium di lantai yang licin dan bersih, setelah menurun kini mereka ada di sebuah ruangan yang agak gelap, karena cahaya lampu disini dimatikan.


di ruangan bawah ini berbentuk bujur sangkar dengan lampu hias di tengah, tetapi lampu hias itu untuk saat ini dimatikan, sehingga ruangan ini agak gelap suasananya.


“Itu ada tiga buah pintu di tiap sisi dindingnya, kita tidak tahu pintu mana yang mengarah ke tangki air yang ada di bawah bukit itu”

__ADS_1


“Mungkin mbok Ju bisa lihatkan, kemana arah ketiga pintu itu?”


__ADS_2