MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 71 (MUSUH YANG SAMA DARI MASA KE MASA)


__ADS_3

“Apa yang kamu ketahui dari ruang bawah tanah di vila ini?” tanya Mak Nyat Mani kepada Totok


“Hahaha saya banyak tau, tapi semua tergantung Mak Nyat Mani saja, mau kasih saya apa untuk mendapatkan air itu”


“Kamu bilang kepada saya bahwa kamu selalu minta sesuatu dari saya. Tapi apa yang kamu lakukan dengan penggalian yang di belakan taman itu, kamu tidak mendapatkan apapun disana kan!” bentak Mak Nyat Mani


“Hahahaha itu hanya pengalihan saya saja, agar orang-orang berdatangan kesini, dan mereka akan mengira bahwa saya melakukan penggalian dengan tanpa perhitungan hahahah, termasuk kamu Mak hahah, kamu juga terpengaruh dengan penggalian itu kan wakakakak” kata Totok tertawa


“Saya lakukan itu dengan menyuruh anak dari Kamidi, siapa tau dia dapat harta karun disini, itu juga akan berguna bagi demit-demit suruhan dukun yang diperintah olehTrimo, Demit itu akan focus ke penggalian yang dilakukan anak Kamidi wahahahah” jawab Totok


“Lalu apa kamu tau di mana letak benda yang kami cari itu? Kalau kamu bohong dengan kami, akan saya tahan kamu di neraka bumi paling dasar sendiri!” ancam Mak Nyat Mani


“Mau bukti? Besok malam kamu kesini lagi Mak Nyat. Bawa juga Soebroto hahahah” kata Totok dengan cara bicara yang sangat tidak sopan


Tidak lama kemudian mereka berdua pergi dari sisi taman, keadaan diatas menjadi sepi kembali.


“Ayo kita kembali mas Ali, saya rasa kita sudah tau dengan pasti siapa dan apa yang ada diatas itu, jadi kita bisa pikirkan apa yang akan kita lakukan mas” kata pak Handoko


Mereka berjalan kembali ke ruangan biru dengan gontai, karena mereka sudah tau dengan siapa mereka akan bermasalah.


“Pak Han, apa yang pak Han ketahui dengan orang yang diatas tadi pak?” tanya Ali di perjalanan mereka menuju ke ruangan biru.


“Yang laki-laki kekuatan hitamnya lumayan kuat, tetapi masih bisa diusir oleh Novi yang pada waktu itu mengirim kekuatan kebalikan dengan yang dimiliki oleh Totok sehingga bagi dia itu merupakan racun yang kuat” jelas pak Han


“Yang perempuan yang tadi dipanggil mak Nyat Mani, dia sebenarnya mempunyai energi putih, tetapi saya tidak tau kenapa dia ingin sekali memperoleh apa yang ada di dalam vila ini, saya masih belum tau apa yang mereka cari , karena kata-kata pak Pho masih  belum jelas mas”


“Tetapi apabila kedua kekuatan itu disatukan, maka akibatnya akan sangat mengerikan mas, jadi jangan sampai mereka berdua bisa bersatu” jelas pak Han


“Apakah ada kemungkinan mereka akan bersatu pak?” tanya Ali penasaran


“Bisa saja mas, salah stau harus mati untuk mencuri energi yang dimiliki salah satu dari mereka” jawab pak handoko


Tidak lama mereka berjalan pulang, mereka sudah sampai di ruangan biru, akhirnya mereka menceritakan apa saja yang dibicarakan Totok dan Mak Nyat Mani.


“Perasaan Novi kok jelek ya kepada Mak Nyat Mani mas, Novi merasa kalau si Totok atau Rochman itu mempunyai rencana yang buruk kepada Mak Nyat Mani mas” kata Novi


“Maksudnya gimana Novi?” tanya pak Handoko


“Yang namanya Rochman itu licik, dia selalu berhasil mengelabuhi siapa saja dengan cara menjilat dan menipu, takutnya…, takutnya dia akan mengambil energi Mak Nyat Mani, mereka berdua kan sudah bukan manusia lagi, jadi bisa kan mereka saling bunuh bunuhan pak” kata Novi

__ADS_1


“Haiyaaa masuk akal apa yang Novi bilang aaaa, bisa juga Lohman akan bunuh Mani dan ambil yang ada di dalam tubuh Mani. Jadi seolah olah dia sedang mencali halta yang ada di sini, tapi kemudian Mani dijebak Lochman dan kemudian dibunuhnya”


“kalian halus ingat Lochman punya kekuasaan di pct, jadi bisa saja dia bunuh Mani dengan calanya sendili. Ada benalnya juga apa yang tadi disampaikan Novi” kata pak Pho


“Jadi apa kita harus menolong Mak Nyat Mani?” tanya Ukik


“Ai tidak bilang kalian halus menolong Mani, tapi apabila ada yang belusaha mengambil alih kekuasaan Mani dan mengoblak ablik daelah sini, maka kalian halus melindungi lumah ini, dengan cala bagaimana?”


“Ya dengan cala matikan pusat masalahnya, disini pusat masalahnya adalah ada di Lochman. Maka cepat kalian ke sana, bikin susah Lochman sehingga dia tidak akan kesini lagi, dia akan focus melindungi daelah kekuasaanya”  kata pak Pho


“Kie Pho, kamu boleh bilang seperti itu, tapi apakah anak-anak ini mampu melakukan sendirian tanpa ada bantuan dari pihak kamu?” kata mbah Sari tiba-tiba


“Haiyaaa Saliii kamu kenapa muncul lagi muncul lagiii, kepala ai mumet Saliiiii, kalau kamu punya Ide yang lebih bagus, katakan Saliiii” kata pak Pho


“Saya akan ikut mereka di dalam tubuh Novi, untuk mengalahkan Totok bukan dengan menyerangnya, tetapi meracuni energinya dengan kebalikannya” kata mbah Sari  tegas


“Kamu Kie Pho, tetap jaga disini dengan anak yang kamu rasuki itu, agar kamu bisa mengoperasikan alatmu ntuk mengelabuhi yang akan berusaha masuk ke dalam sini” kata mbah Sari lagi


“Kalau bisa malam ini kita ke sana, karena saya yakin Totok sedang berusaha mengumpulkan tenaga untuk menjebak Mak Nyat Mani dan kemudian membunuhnya” kata mbah Sari kemudian


“Bagainana anak-anak, apa kalian siap untuk melakukan apa yang dibicarkan mbah Sari ini, karena semua tegantung pada kalian anak-anak, saya dan Saeful disini hanya membantu kalian saja” kata pak Han


“Belalti ai disini bersama Dani saja, yang lain lainya pelgi ke pct lewat lolong lahasia yang kalian belum tau tempatnya”


“Kalau hanya saya apakah cukup pak Pho, gimana kalau disini saya dibantu Ukik pak, karena Ukik kan pernah pak Pho ajarin untuk operasional disini pak” kata Dani yang protes karena dia hanya sendirian di sana


“Iya Dan aku disini saja membantu yang ada disini, sementara lainya pergi ke pct” jawab Ukik setuju dengan usul Dani


“Ali, Broni, Tifano, Novi, Wildan dan Gilank, dibantu pak Handoko dan Saeful yang akan ke sana ya pak”  kata Dani kepada pak Pho yang ada di dalam tubuhnya


“Aaaaaa..iya meleka semua yang akan kesana, kamu dan Ukik yang tinggal disini, jaga lumah ini belsama ai” kata pak Pho


Pak Pho memberitahu arah lorong yang harus mereka lalui untuk menuju ke Pct, dan nanti lorong itu kata pak Pho akan tembus ke bagian belakang hotel Waji.


Ternyata lorong atau terowongan itu ada di jurang bagian belakang vila putih, dan setelah jurang nanti akan ada terowongan yang akan menuju ke hotel Waji.


“Bearti kita nanti lewat bagian samping rumah kosong milik Supardi pak?” tanya Broni


“Iya, sebelah lumah dia ada jalan menuju ke bawah, jalan setapak batu batu yang dibikin oleh olang-olang yang membangun vila ini” kata pak Pho

__ADS_1


“Sik..sik, aku kok gak paham ya rek, jadi antara hotel Waji dan Vila putih ini saling berhubungan?” tanya Gilank yang dari tadi hanya diam saja


“Hmmmfff kenapa kamu akhilnya tanya itu juga. Haiyaaaa, susah saya jelaskanya” kata pak Pho


“Jadi begini. Dulu pemilik vila ini membangun sebuan telowongan juga yang tembusnya ke balik bukit ini, telowongan yang gunanya untuk melalikan dili dali selangan penjajah. Telowongan itu awalnya hanya belakhil di hutan saja”


“Tetapi kalena disana suasanya juga bagus, maka pemilik vila ini juga membangun sebuah hotel disana, lama lama hotel itu dijual, kemudian ai tidak tau apa yang terjadi selanjutnya dengan hotel itu”


“Tetapi jalul telowongan itu masih ada sampai sekalang, kalian tinggal ikuti sja telowongan itu, nanti akan sampai ke hotel Waji” kata pak Pho


Yah begitulah yang akan mereka lakukan, yaitu menuju ke Waji tanpa ada perencanaan terlebih dahulu, mereka nekat tanpa punya apapun untuk menyelamatkan diri dari serangan apapun disana. Mereka hanya mengandalkan pak Handoko, Saeful dan tentu saja Novi, tidak lupa mbah Sari juga ikut dengan mereka.


Malam ini mereka mulai perjalananya, mereka keluar dari pintu yang tembus dengan jurang di depan vila, kemudian dengan berjalan  kaki mereka menyusuri jurang yang ada di sebelah rumah Supardi.


Malam ini benar-benar mencekam bagi mereka yang sama sekali tidak mempunyai keahlian untuk menyelamatkan diri dari serangan demit.


“Saeful, kamu di depan ya, kamu rasakan apabila ada yang berniat jahat dengan kita” kata pak Han


Terus terang memang banyak sekali mahluk ghaib disini, tetapi mereka hanya diam dan melihat saja. Mereka tidak ada niatan untuk menyerang rombongan yang sedang berjalan menuju ke terowongan yang ada disana.


“Saya akan ada dibelakang kalian, untuk memantau apabila ada yang mengikuti kita” kata pak Handoko


“Hembok rek, aku kok koyoke inget tempat ini ya rek heheheh” kata Gilank tiba-tiba ketika mereka sudah sampai di dasar jurang


“Hehehe iki kan tempat mu skidipap fu fu fu sama demit berkuntila ndelewer yang nyamar jadi bidadari kan Lank?” kata Wildan


“Iyo, setalah itu aku mati dipangan sama bolo-bolone demit berkuntila ndelewer hihihi” jawab Gilank


“Jadi mas GIlank dulu itu matinya disini ya hihihi” tanya Novi


“Mosok mas Gilank ndak tau sih demit berkuntila itu, mosok mas Gilank bisa doyan sih mas?” tanya Novi lagi


“Yo mana tau Nov, wong dia nyamar jadi cantik dan ada di dalam istana emasnya kok hahahahha” jawab Gilank


“Hahahah pokoknya jangan sampai diulangi untuk kedua kalianya mas Gilank heheheh” jawab pak Handoko dari bagian belakang barisan


“Haduuuuh ndak lagi pak heheheh, saya ndak mau mati lagi. pokoknya saya harus hidup pak, kalau pun harus mati ya giliran yang lainya saja pak, biar ngerasakan mati dan jadi hantu kuntila pak hihihihi” sahut Gilank


“Hahahah ayo focus anak-anak, banyak doa ya, karena yang ada disini bener-bener iseng, tapi mereka hanya diam saja untuk sementara waktu ini” kata pak handoko

__ADS_1


Perjalanan mereka hanya menggunakan satu buah senter yang dipegang oleh Saeful yang berada di podidi paling depan, dia berjalan dengan tetap melafalkan dzikirnya tanpa berhenti.


__ADS_2