
Sementara si Fathoni sedang melakukan pemanggilan kepada yang bernama Nyai Cepol, si Dol Kadut yang merasuki Tompel saat ini benar benar kesakitan dan meminta agar dikeluarkan dari tubuh Tompel.
Tubuh Tompel mengejang, menggelinjang, ndelosor-ndelosor, berguling-guling di teras vila, dia kelihatanya benar-benar dalam keadaan tersikas dan kesakitan yang luar biasa.
“KEUARKAAAN AKU DARI TUBUH INI AAARRHHGGGGG!. AKU TIDAK KUAAT, ADA KEKUATAN LAIN YANG MENYIKSAKUUUU AAARRRGHHH” teriak Dol Kadut yang ada di dalam diri Tompel
“DIAAAAM DOL!... GARA-GARA KAMU TERIAK. NYAI CEPOL TIDAK MAU HADIR BERSAMA KITA CHOK!” teriak Fathoni ngamuk
“AARRGGHH SAKIITTTT, PANAASSSS.!!!!..... BUKAN TIDAK MAU HADIR GHOBLOK!... TAPI ADA KEKUATAN LAIN YANG MEMBUAT KAMI TERSIKSA SEPERTI INI ARGGH…, CEPAT KELUARKAN AKU DI TUBUH INI ATAU AKU AKAN MEMBUNUH ORANG YANG KURASUKI INI!... AARRGG!!!!” teriak Dol Kadut yang ada di dalam tubuh Tompel
“SIAPA YANG BERANI MENGGANGGUMU DOL!” teriak Fathoni dengan marah juga
“AAAARRGGHH CEPAT KELUARKAN AKU DARI SINI, KEKUATAN ITU BESAR DAN MENYIKSAKU, AKU HARUS MEMBUNUH ORANG INI AGAR AKU BISA KELUAR DARI SINIIII AARRGGHH!!!” teriak Dol Kadut
Dan yang terjadi selanjutnya adalah, tubuh Tompel mengejang hebat, dengan mata yang melotot tetapi hanya putih saja mata yang terlihat, setelah mengejang tubuh Tompel bergetar hebat dan kemudian dia lemas dengan mata yang terbuka lebar… tompel mati, dan Dol kadut sudah pergi dari tubuh Tompel.
Fathoni hanya bisa diam melihat teman satu satunya mati tergeletak tak berdaya di
sebelahnya dengan mata yang terbuka lebar sangat aneh.
“Hehehe saya kan sudah bilang kalau nanti ada yang mati lagi, kalau kalian tetep nekat melakukan ini. Saya sudah biasa melihat orang mati disini karena berburu harta yang ada disini hahahaha” kata Saeful
“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Fathoni dengan nada lemah
“Saya adalah pangeran dangdut , eh bukan…., eh saya adalah penduduk Gebang yang kerjaan saya hanya mencari demit untuk peliharaan orang macam kalian ini hahahah. Demit yang saya cari ya tergantung pesanan, mau yang sangar atau yang ecek-ecek macam yang tadi kamu panggil Dol Kadut dan Nyai Cepol hihihih” jawab Saeful
Sebenarnya Novi dan Broni akan muncul dan membebaskan Saeful, tetapi tiba tiba mereka berdua mendengar sebuah langkah kaki yang datang terburu-buru dari arah gerbang vila.
“Siapa lagi yang akan datang ini Nov, kamu dengar langkah kaki itu kan” kata Broni
“Iya mas Bron, sepertinya ada orang yang mendengar teriakan Tompel tadi itu mas. Kita sebaiknya tetap saja disini mas, jangan dulu menyelamatkan mas Saeful” kata Novi
Suara langkah kaki yang terdengar terburu-buru itu semakin dekat dengan tempat persembunyian Novi dan Broni. Mereka sempat waspada juga dengan kehadiran langkah kaki itu, tapi ternyata langkah kaki itu melewati mereka berdua.
“SIAPA KAMU…, DAN APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI!” teriak orang yang tadi datang dengan terburu- buru ke arah dukun tjabul itu
“Ternnyata itu si Suparsi mas, dia tiba-tiba datang kesini mungkin karena mendengar teriakan Tompel tadi itu mas” kata Novi
“Iya Nov, bisa jadi dia pasti akan marah kepada Fathoni. Lalu bagaimana kita bisa selamatkan Saeful Nov kalau keadaaan seperti ini?”
“Sik sabar mas, Novi juga lagi mikir mas, bagaimana keluarinnya ya mas?” kata Novi sambil memegang lengan Broni
“Ngeluarin apa Nov, aku lho gak sampai 5 menit udah keluar sendiri Nov hehehe, kalau kamu berapa menit Nov?” kata Broni sambil cengengesan
“Ih mas Broni kok gitu sih, Novi aja 30 menit baru pemanasan aja mas, mas Broni harus ke ahli terapi kejantanan mas, biar bisa keluar bareng sama Novi hihihihi”
Novi dan Boni itu mbahas yang gak penting blas, apalagi dalam situasi yang kayak gini, memang gila kedua orang itu, harusnya mereka kan mbahas gimana caranya keluarkan Saeful dari sana, bukan bagimana cara agar keluar lebih lama hehehe.
__ADS_1
“Tenang mas, nanti akan Novi kenalin sama teman Novi yang ahli terapi kejantanan mas, dia namanya Amy. Dia memang spesialis yang gitu-gituan mas, pokoknya yang keluarnya cepet bisa di sembuhin sama yang namanya Amy itu mas
“Nanti setelah terapi bisa langsung dipraktekan sama dia mas, kalau mas Broni merasa kurang lama, bisa bilang ke Amy lagi agar lebih lama keluarnya mas. jadi mas Broni bisa yakin bahwa terapinya betul—betul ada hasilnya mas”
“Cewek tulen dan cantik pasti ya Nov hehehe, namanya aja Amy. Aku sudah bisa bayangin Nov, orangnya pasti cantik dan sekshi hehehehe” bisik Broni
“Iiiih kok sekshi sih, dia itu namanya Samiaji, panggilanya Amy mas, orangnya tinggi besar brewokan tapi bersih kok, jangan khawatir mas” jawab Novi dengan merasa tiadak bersalah
“Whaaaat… tak pikir namanya Amy itu cewek yang aduhai chok, wis gak usaaah! apalagi harus praktek sama dia lagi, mau praktek pedang pedangan ta Chok!..., hiii humu chook . Bangshat juga kamu Nov asyuuu!”
“Ih mas Broni dikasih jalan keluar dari penyakitnya kok gak mau sih, ya udah, gak usah sama Novi mas hihihihi” bisik Novi lagi
Sementara itu di bagian teras vila, Supardi sudah sampai disana dengan emosi yang tertahan.
“Apa yang kamu lakukan dengan anak ini! Siapa dia, kenapa kamu ikat dia!” bentak Supardi kepada dukun metal yang sok sakti itu
“Untuk persembahan kepada demit yang minta tumbal!...” bentak Fathoni tidak mau kalah
“GHOBLOOK!.... KAMU INI PARANORMAL ATAU APA SEBENARNYA!”Bentak Supardi dengan nada yang tidak kalah kerasnya!
“Disini tdak ada demit yang meminta tumbal , kalau pun ada itu berarti dari suruhanmu saja yang mengaku sebagai demit disini dan meminta makan nyawa kepadamu! Dasar dukun palsu!” bentak Supardi
“Nah apa saya bilang, di sini tidak ada lelembut yang miminta tumbal nyawa kan” sambung Saeful
“Diamn kamu!. Kamu siapa dan apa yang kamu lakukan disini?”tanya Supardi
“Saya tinggal di gebang bawah pak, di sebelah desa Bs, tujuan saya tidak ke sini, tapi hari-hari terkentu, eh tertentu saya naik ke atas, ke hutan atas untuk cari demit untuk peliharaan, biasanya pesanan dari dukun-dukun yang ndak mau susah payah cari lelembut pak hehehe” jawab Saeful
“Dia selalu bilang kalau akan ada yang mati apabila nekat untuk mencari harta disini!” balas fathoni
“Memang , memang selalu ada yang mati apabila berusaha mencari harta itu melalui area vila ini, betul apa yang dikatakan anak itu. lihat buktinya, semua temanmu mati!. tinggal kamu yag belum mati, mungkin tidak lama lagi kamu juga akan mati seperti temanmu juga!” kata Supardi
“Kamu sudah saya tawari untuk bersama sama mencari harta itu, tapi karena keserakahanmu kamu menolak tawaranku kan. Ya sudah kalau memang harus ada yang mati ya jangan menyesal. Sekarang lepaskan anak itu!” suruh Supardi
“Kamu itu harusnya sebelum melakukan sesuatu survey lapangan dulu atau paling tidak tanya masyarakat sekitarnya bagaimana keadaan tempat yang akan kamu datangi itu” kata Supardi lagi
“Apa yang terjadi dengan temanmu itu, apakah tadi yang teriak teriak itu adalah temanmu itu?” tunjuk Supardi kepada mayat Tompel yang melotot
“Dia sudah mati, tadi saya lakukan pemanggilan arwah peliharaan saya, tapi ternyata disini ada kekuatan lain yang jauh lebih hebat dari pada yang dimiliki peliharaan saya, dan akhirnya yang mati adalah teman saya yang tadi dimasuki oleh arwah peliharaan saya itu” jelas Fathoni
“Ah saya tidak percaya dengan omongan mu. Bisa saja peliharaanmu itu memang kurang ajar kepadamu, dia minta tumbal dan yang ditumbalkan ternyata temanmu sendiri. Asal kamu tau, disini tidak ada demit yang aneh-aneh yang biasanya minta tumbal” kata Supardi
“Tetapi disini ada kekuatan yang mematikan yang bisa membuat siapa saja mati tanpa sebab yang pasti. Sebaiknya temanmu itu keluarkan dari sini dan kubur jauh dari vila ini. Karena apabila tidak, kamu yang akan mati oleh kemarahan pemilik vila ini!” kata Supardi menakut nakuti Fathoni
“Sekarang saya akan katakan kepadamu, kamu harus ikut saya dan melakukan pembuatan lorong atau saya akan membunuhmu, karena kamu sudah saya beritahu tempat dan cara saya untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah vila ini” kata supardi dengan nada yang dingin
Tidak ada pilihan untuk Fathoni yang ternyata ecek ecek itu, kini dia harus ikut apa kata Supardi atau dia akan dibunuhnya. Tapi bagaimana dengan Saeful yang sekarang sedang dalam keadaan terikat itu.
__ADS_1
“Setelah ini kamu segera pergi dari sini, dan lakukan saja pekerjaanmu sebagai pencari demit di hutan atas itu, dan jangan coba-coba masuk ke area vila ini atau kau akan mati juga, paham!” kata Supardi kepada Saeful
Ikatan Saeful dilepaskan oleh Fathoni, kemudian mereka berdua diibantu oleh Saeful mengangkat mayat Tompel yang masih dalam keadaan melotot.
Broni dan Novi masih ada di tempat mereka bersembunyi, mereka berdua tidak bergerak sama sekali ketika Supardi, Fathoni , Saeful berjalan di depan mereka sambil mengangkat tubuh Tompel yang sudah mulai kaku.
“Tunggu dulu mas Bron, biarkan mereka agk jauh dari posisi kita, yang penting Saeful sudah aman dari Fathhoni, nanti saja kita temui Saeful kalau dia sudah berjalan ke bawah” kata Novi
“Nov kalau seandainya Fathoni dan Supardi bergabung, maka akan lebih berbahaya Nov, kekuatan mereka akan berlipat ganda untuk menggalli terowongan menuju ke ruangan bawah tanah vila putih”
“Lha kan maih ada Totok mas, kita kan tidak tau bagaimana marahnya Totok apabila dia tau kalau mereka berdua kerja sama untuk mencari harta yang ada di dalam vila itu. tapi heheheh kan disini ada yang berbeda mas”
“Maksudmu gimana dengna berbeda itu Nov, aku kok gak paham maksudmu”
“Gini mas, Totok memanfaatkan Supardi untuk membobol ruang bawah tanah kan, kemudian Totok juga ada keinginan unk membunuh Mak Nyat Mani juga kan. Sekarang malah Supardi yang bergabung dengan Fathoni, berarti sekarang Totok sendirian mas”
“Tapi kan kita tidak tau bagaimana sikap Supardi ketika nanti Totok sampai dan datang kesini lagi mas, semua bisa berubah dengan cepat sekali, pokoknya kita harus selalu siap apabila ada serangan dari Totok yang mungkin nanti akan bergabung dengan Supardi dan Fathoni” lanjut Novi
“Sekarang kita bisa keluar dari sini Nov, mereka sudah jauh dari kita saat ini” kata Broni
Akhirnya karena keadaan disini sudah mulai aman, mereka berdua keluar dari taman yang dekat dengan teras, mereka kembali lagi ke tempat mereka berdua sembunyi yaitu di semak belukar yang dekat dengan tenda yang dibuat oleh Fathoni dan temanya.
“Mereka keliatanya sekarang sudah ada di sisi jurang mas, apakah mereka akan membuang mayat itu di jurang mas, iiiiih gak manusiawi sama sekali sih” biskk Novi
“Keliatanya tidak Nov, mereka sekarang keliatanya ke arah mobil yang diparkir, mungkin mereka akan membawa mayat itu jauh dari sini dan membuangnya di suatu tempat yang tidak diketahui oleh orang-orang sini”
“Ayo kita keluar dari sini mas, kita ke arah sisi jurang agar kita bisa lihat apa yang sedang mereka lakukan disana mas” ajak Novi kepada Broni
Karena langkah kaki ketiga orang yang sedang membawa mayat itu sudah tidak terdengar lagi, maka Broni dan Novi memutuskan untuk keluar dari area Vila dan menuju ke sisi jurang, mereka berencana untuk sembunyi disana sampai mereka bisa lihat kedua orang plus Saeful yang sedang bersama dengan mereka.
Sementara itu ketiga orang yang sedang menggotong mayat Tompel yang mati karena ulah dari peliharaan Fathoni sendiri itu sedang nmenuju ke tempat parkir mobil mereka..
“Teman kalian yang dua orang mati itu kamu taruh dimana?” tanya Supardi
“Ada di dalam mobil juga, saya tutupi dengan terpal yang memang ada di dalam mobil ini” jawab Fathoni
“Sekarang apa yang akan kamu lakukan dengan tiga mayat yang ada di dalam mobil ini?” tanya Supardi
“Rencana awal saya akan saya buang mobil ini di suatu tempat, agar ditemukan oleh pihak Berwajib atau penduduk setempat, agar setelah itu pihak berwajib akan mencari keluarga dari mereka yang mati ini”
“Ya sudah, rencana yang bagus itu, tetapi apa kamu tau dimana kamu akan membuang mobil ini, dan hati-hati jangan sampai ada saksi mata di tempat kamu membuang mobil ini” kata Supardi lagi
“Rencana akan saya tinggal mobil ini di daerah pinggir hutan di Pct sana, disana kan selalu sepi keadaanya, lagi pula kalau pagi kadang ada polisi yang sedang patroli di hutan sana itu, jadi tentu akan cepat ketemu mobil dan mayatnya juga” jelas Fathoni
“Ya sudah lebih baik malam ini saja kamu lakukan, karena kita punya pekerjaan untuk melanjutkan pembuatan terowongan untuk menuju ke ruang bawah tanah Vila putih itu”
Setelah mereka memasukan mayat Tompel ke dalam mobil kemudian Fathoni mengendarai mobil itu sendirian menuju ke tempat dia akan meinggalkan mobil itu di hutan yang ada di daerah Pct.
__ADS_1
Sekarang tinggal Supardi bersama Saefuk saja yang ada di lahan bekas tempat parkir mobil mereka itu.
“Sekarang kamu pulang saja mas, dan jangan coba-coba bercerita kepada siapa saja yang kamu temui tentang apa yang kamu lihat tadi ini di vila putih ini. Kalau sampai ada polisi kemari, maka kamu akan saya cari dan saya bunuh juga. Paham?” kata Supardi kepada Saeful