MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 229 (RENCANA MENCARI SUHARTO)


__ADS_3

Saking lengangnya sampai-sampai suara yang berasal dari jalan raya depan hotel terdengar sampai di bagian belakang hotel.


Di teras kamar 5+ pak Han dan pak Tembol sedang ada di teras kamar.


Sebenarnya apa yang mereka lakukan disini itu hanya menunggu saja, dan sayangnya apa yang sedang mereka tunggu itu belum muncul juga.


“Pak Han… kita sekarang sedang menunggu Rochman kan?”


“Apa pak Han yakin bahwa Rochman akan datang kesini dan bertemu dengan Suharto?”


“Saya yakin sekali pak Tembol, karena berdasarkan pada polanya. Pola itu yang membuat saya yakin”


“Hanya saja teknisnya itu yang masih gelap bagi saya” jawab pak Han


“Yah betul juga pak Han, hanya saja kita saat ini tidak tau kan dimana posisi Suharto, bukanya hotel ini hanya ada dua bangunan saja?”


“Bukan pak, sampean salah pak. di dalam ruangan bawah tanah hotel ini ada lagi kamar-kamar yang dingin dan lorong yang luar biasa bersih”


“Saya yakin Suharto pasti ada disana, karena kelihatannya kamar-kamar yang ada di bawah tanah itu adalah kamar khusus untuk tamu atau pun sesuatu yang berharga dan tentu saja khusus”


“Nanti malam kita gerak kesana dan lebih baik kita bergerak mendahului Rochman yang akan datang ke sini” kata pak Han


“Tapi apakah kita tidak memerlukan pengalihan pak?” tanya pak Tembol


“Tentu saja perlu pak… kita perlu pengalih agar semua karyawan yang berjumlah sekitar tujuh orang itu pergi semua dari area mes hotel” jawab pak Han


“Ok.. saya coba hubungi Pak Bowo, melalui ponsel Novi, akan saya jelaskan apa yang sedang terjadi disini” kata pak Han menuju ke kamar 2+


Untuk yang ada di hotel ini tentu saja hanya pak Han yang paham, karena dia bersama dengan sebagian anak-anak Sutopo pernah ada di bawah tanah.


Dan ketika itu untungnya ada Bawok yang membantu mereka keluar dari sana ketika mereka membakar benda yang mengerikan.


Dan untuk yang kedua kalinya mereka datang waktu hotel sudah dalam keadaan bagus, dan tentu saja ruangan bawah tanahnya juga sangat berbeda sekali.


Tidak lama kemudian pak Han datang dari kamar 2+..


“Bagaimana pak Han?” tanya pak Tembol”


“Ok sip pak Tembol…. nanti anak buah pak Bowo yang akan bikin pengalih perhatian, Tapi nanti pak Bowo minta ikut bersama kita ke dalam sana”

__ADS_1


“Jam berapa akan dilaksanakan pak Han?”


“Secepatnya saja pak mbol, mungkin pukul 20.00 kita harus masuk ke sana dan sembunyi disana sebelum Rochman datang”


“Karena perkiraan  saya Rochman akan datang pada antara pukul 22.00 sampai pukul 24.00 pak Tembol”


“Waduh… kalau begitu salah satu dari kita saja yang ke sana pak, atau pak Han dan pak Bowo serta beberapa anak-anak yang masuk ke sana”


“Saya akan tunggu di sini, sekalian jaga kamar ini” kata pak Tembol


“Ya memang sebaiknya begitu pak Tembol, salah satu dari kita ada yang jaga disini. Nanti saya akan ajak mas Blewah dan mas Saeful saja”


Pak Han kemudian mendatangi kamar 2+ untuk mengajak Blewah dan Saeful..


Untuk rencana mereka malam ini adalah mencari dimana keberadaan Suharto, dan apabila memungkinkan  dia akan kita tangkap dan dibikin tidak sadar oleh pak Bowo.


Hal itu tentu saja untuk menghindarkan bertemu dengan Rochman.


Tapi kan yang ada di dalam Suharto itu mbok Ginten, jadi meskipun Suharto tidak sadar kan ada Ginten yang masih bisa bertemu dengan Rochman?


Memang betul ada Ginten, tetapi mbok Ginten tentu saja tidak mudah keluar dari tubuh  Suharto, mengingat disini banyak satpam ghaibnya.


Karena apabila mbok Ju masuk dalam waktu yang lama ke dalam raga orang yang jiwanya sehat, maka dampaknya jiwa yang sehat itu akan terganggu.. istilahe loro pikir.


“Pak Han, Novi ikut juga pak, siapa tau di dalam sana ada sesuatu yang membutuhkan bantuan dari ghaib yang dibawa oleh Novi pak”


“Ya sudah mbak Novi ikut….” kata pak Han


“Berarti yang ikut bersama kita mas Blewah, mas Saeful, mbak Novi dan pak Bowo”


“Kalian bertiga siap jam 08.00 ya ketika ada keributan yang akan dilakukan oleh anak buah pak Bowo sebagai pengalihan” kata pak Han


*****


Malam hari  lima belas  menit sebelum pukul 20.00. dua anak buah pak Bowo menuju ke lahan parkir…


Mereka berdua mengambil sesuatu dari dalam bagasi mobil pak Han yang terparkir di ujung dekat dengan pintu gerbang hotel.


Kemudian dua orang itu berjalan pelan ke arah ujung pojok hotel, dimana disana ada sebuah pos tempat berjaga nya penjaga malam.

__ADS_1


Kalau pagi hingga sore hari pos itu digunakan untuk mengawasi mobil mobil yang terparkir di halaman hotel.


Pos penjagaan yang mungkin berukuran tiga kali tiga itu semi permanen dengan bawah hingga setinggi satu meter adalah terbuat dari semen.


Kemudian setelah semen satu meter, atasnya terbuat dari kayu yang disusun rapi sehingga terlihat berestetika dari pada pos yang kaku karena terbuat dari semen dan tembok saja.


Di dalam pos keamanan itu hanya ada satu buah meja kayu dan juga kursinya, serta juga sebuah televisi kuno di atas lemari kecil yang ada di pojokan.


Pada saat itu tidak ada seorangpun yang  berjaga di sana, sehingga kedua anak buah pak Bowo itu bebas menuju ke pos keamanan hotel itu.


Setelah sampai disana, salah satu orang membuka jerigen berukuran sedang yang tadi dia ambil dari mobil pak Bowo, sedangkan satu lagi agak menjauh sambil melihat sekeliling.


Jerigen itu berisi bensin….


Nah disini pasti pembaca bertanya tanya, kenapa tiba-tiba pak Bowo membawa jerigen berisi bensin yang ditaruh di bagasi mobilnya?


Apakah begini skenario ceritanya? tau tau tiba-tiba ada satu jerigen berisi bensin yang sudah siap sedia di dalam bagasi mobil heheheh. kayak sinetron saja.


Ternyata setelah ditanyakan kepada empunya… jerigen itu memang sengaja dia isi bensin dan dia teruh di bagasi mobil.


Dengan alasan… apabila beliau sedang ada tugas di daerah terpencil yang tidak ada pom bensin, maka apabila dalam keadaan kehabisan bensin dia bisa langsung isikan bensin yang ada di dalam jerigen itu.


Atau apabila dia sedang dalam pengejaran atau penyidikan yang mengharuskan dia bergerak cepat, sehingga tidak ada waktu untuk mencari pom bensin dan antri di pom bensin juga.


Apa tidak bahaya? tentu saja bahaya…


Apakah tiap hari seperti ini? tentu saja tidak, keadaan ini dia lakukan apabila ada tugas yang memerlukan mobilitas tinggi saja.


Kembali lagi kepada dua orang yang ada di pos keamanan….


Salah satu orang menuangkan bensin itu ke dalam pos keamanan, lebih tepatnya di meja kursi yang sudah nampak usang itu.


Pos keamanan itu sendiri letaknya  beberapa belas meter dari gedung utama, dan agak jauh dari parkiran.


Setelah itu orang pertama yang membawa jerigen berisi bensin segera pergi dari sana dan mengamankan jerigen yang isinya masih setengah.


Kemudian setelah orang pertama pergi dan keadaan aman, orang kedua mendekati pos penjagaan


Dengan sebatang korek api yang sudah menyala, dia bakar meja kursi di bagian dalam pos keamanan hotel.

__ADS_1


__ADS_2