MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 232 (MBOK GINTEN)


__ADS_3

Ketika pak Bowo menuju ke kamar ketiga, tiba-tiba Novi menyusul mereka berdua.


“Pak Tunggu Novi, Novi mau ikut pak” kata Novi dengan suara nyaris berbisik.


“Ada apa mbak Novi?” tanya pak Bowo


“Novi merasa nanti akan dibutuhkan di sana pak, karena Novi kenal dengan mbok Ginten yang ada dalam tubuh Suharto”


Akhirnya mereka bertiga jalan menuju ke kamar yang dituju, yaitu kamar ketiga dari empat kamar yang ada disana.


“Biar saya saja yang buka pintunya, pak Bowo siapkan senternya saja” Kata Blewah


Blewah memegang handle pintu sejenak, karena Mirah harus merasakan apa yang ada di dalam sana sebelum mereka bertiga masuk ke sana.


Blewah pelan-pelan membuka pintu kamar sedikit….


Yang pertama mereka rasakan adalah bau busuk yang keluar dari dalam kamar, Blewah belum membuka lebar pintu kamar itu karena dia merasa ada yang janggal.


“Wah bau kamar ini busuk sekali pak Bowo…. Gimana diteruskan atau tidak pak” tanya Blewah


“Buka lebih lebar saja mas, kita sudah ada disini, nanggung kalau harus mundur lagi”


“Biar Novi siaja yang lihat dulu mas Blewah, siapa tau yang ada di dalam tubuh Suharto itu akan mengenal Novi”


“Ya sudah Nop…. tapi tiati ya” kata Blewah


Novi menggantikan Blewah, dia sekarang ada di pintu kamar yang sudah terbuka sedikit.


Oleh Novi pintu kamar itu dibuka lebih lebar lagi ….


“Wah gelap dan bau busuk sekali yang ada di dalam sana pak Bowo”


“Mas Blewah… bagaimana kalau pak Bowo menyalakan senternya?”


“Ndak papa Nov…..Pak Bowo nyalakan saja senternya agar kita tau apa yang ada di dalam kamar itu, tetapi harap siapkan mental apabila melihat hal yang tidak semestinya” kata Blewah


“Karena bau busuk seperti bau bangkai ini menunjukan di dalam sana ada sesuatu yang mengerikan pak” kata Novi lagi


Sesuai dengan apa yang Novi suruh akhirnya pak Bowo menyalakan senternya sebelum mereka bertiga masuk ke dalam sana.


Cahaya senter dari tangan pak Bowo tidak langsung mengarah ke dalam kamar, pertama tama senter itu mengarah ke lantai kamar yang dekat dengan pintu kamar.


“Lantai yang dekat dengan pintu ini kotor sekali anak-anak….. ”


“Itu adalah kotoran dari tubuh manusia dan juga ada darah keringnya pak” bisik Blewah


Perlahan-lahan sinar senter itu mengarah ke  bagian dalam dari kamar itu….


Dan ternyata yang mereka lihat pertama kali adalah  potongan tubuh manusia dari pinggang hingga ke dada…


Dengan  isi perut yang terburai  termasuk isi dari usus dan lambungnya juga.

__ADS_1


“Allahuakbar….!” bisik  pak Bowo


“Bawa sini senternya pak, biar Novi saja yang menerangi bagian dalam kamar ini”


Novi mengambil alih senter yang dibawa pak Bowo,  kemudian senter itu diarahkan ke area dalam ruangan yang kotor dan berantakan.


Berbeda dengan kamar pertama yang sangat bersih layaknya hotel berbintang itu.


Yang ada di dalam kamar ini sungguh mengerikan, selain panas dan pengab, banyak bangkai, bekas darah dan belatung yang berserakan.


Setelah Novi menyinari ruangan itu untuk memindai apakah ada yang bergerak atau tidak, kemudian Novi memanggil mbok Ginten.


“Mbok Ginten….. Suharto… kamu ada dimana” panggil Novi dengan berbisik


“Perlihatkan dirimu atau kamu akan kumusnahkan….”


“Jangan remehkan Novi ya.. lihat siapa yang ada di dalam tubuh Novi ini” bisik Novi yang  mulai masuk ke dalam…


Novi masuk ke dalam diikuti oleh  pak Bowo dan Blewah,...


Perlahan lahan mereka masuk ke dalam kamar yang sangat bau.


Cahaya sinar yang berasal dari senter yang dibawa Novi menyapu ruangan yang di beberapa sisi ada potongan tubuh manusia dan bahkan ada bekas darah yang sudah mengering.


Mereka bertiga sekarang sudah ada di tengah ruangan kamar.


“Kamar ini komposisinya sama dengan kamar pertama tadi pak, hanya saja yang ada disini sangat berantakan dengan kotoran dan potongan tubuh manusia” kata Novi


Ketika Blewah berkata ada yang meringkuk di dalam kamar mandi, seketika pak Bowo mengambil senjata api yang tadinya ada di dalam sarung atau holster yang berada di dadanya, di dalam rompi yang dia kenakan.


“Jangan menembak pak…” bisik Novi


“Hanya berjaga jaga saja mbak, karena insting saya berkata yang ada di dalam itu jahat” kata pak Bowo


Novi yang berjalan paling depan dengan senter yang masih menyala sekarang menuju ke arah kamar mandi.


“Sssst, di dalam ada orang, kita harus bersiap siap dengan apapun yang terjadi” bisik Novi


Novi bersama pak Bowo dan Blewah kini tepat di depan kamar mandi yang pintunya terbuka…


Di lantai kamar mandi ini banyak sekali darah kering dan organ tubuh manusia yang berceceran.


Selain banyak anggota tubuh yang berserakan, ternyata di pojokan kamar mandi ada tubuh manusia yang sedang meringkuk.


Tubuh manusia yang sedang duduk di pojok kamar mandi itu menghadap ke tembok… tetapi Novi yakin tubuh itu adalah Suharto anak dari Mbah To atau Marwoto.


“Suharto…. mbok Ginten… saya Novi mbok” panggil Novi kepada sosok yang sedang meringkuk atau bisa saja kelihatannya sedang ketakutan


“Mbok Ginten….. apa benar mbok Ginten yang ada di dalam tubuh itu” kata Novi sekali lagi


 Tidak ada jawaban dari tubuh yang meringkuk menghadap ke tembok kamar mandi itu…

__ADS_1


Beberapa kali Novi memanggil tetapi tetap tidak ada jawaban sama sekali…


“Mbok Ginten, Novi tau di dalam tubuh Suharto itu ada mbok Ginten….”


“Apa mbok Ginten tidak mau  hidup tenang seperti yang Dimas lakukan di vila putih?”


“Semua sudah  berakhir mbok, harusnya mbok Ginten hidup tenang seperti yang dilakukan oleh DImas”


“Bukanya bersekutu dengan Rochman untuk mencari sesuatu yang pasti tidak akan bisa mbok Ginten temukan”


“Bahkan Rochman pun tidak akan bisa menemukan apa yang sedang dia cari itu mbok”


Novi terus menerus mengajak mbok Ginten bicara, dia merasa bahwa mbok Ginten pasti akan mendengar ucapannya, meskipun sama sekali tidak ada jawaban dari mbok Ginten.


“Mbok…. Suharto itu punya anak dan istri, kasihan mereka mbok,  tolong kembalikan Suharto ke keluarganya atau…..”


“Atau apa hahahaha…..” akhirnya Suharto merespon omongan Novi dengan nada yang mengerikan


“Atau .. atau mbok Ginten akan  Novi kasih hadiah hehehehe”


“Pergi kalian dari sini, saya tidak butuh kalian!” bentak Suharto dengan suara mengerikan lagi


“Kamu pikir kamu tidak butuh kami?...”


“Salah mbok Ginten… kamu sangat butuh bantuan kami. Tidak lama lagi Rochman datang, dan tentu saja dia tidak akan mau dengan adanya mbok Ginten”


“Rochman hanya butuh energi lawas dari mbok Ginten untuk menyempurnakan apa yang dia inginkan”


“Mbok Ginten ingat tidak dengan tiga mahasiswi yang pernah berdekatan dengan Mak Nyat Mani?”


“Rochman berusaha menculik mereka juga, karena di dalam tubuh mereka masih ada energi dari Mak Nyat Mani yang menempel”


“Baiklah kalau memang mbok Ginten tidak mau ikut bersama kami dengan cara baik-baik…….”


Pak Bowo masih siap siaga dengan senjata apinya, Blewah masih berdiri di sebelah pak Bowo ketika tiba-tiba Mbah Sarijemb  keluar dari tubuh Novi dan kemudian menarik Mbok Ginten agar keluar dari tubuh Suharto.


“Sekarang mbok Ginten akan kami paksa untuk keluar…..” kata Novi


Tubuh Suharto yang tadinya hanya meringkuk duduk menghadap tembok kamar mandi, sedetik kemudian bergerak gerak…


Gerakan itu mirip dengan orang yang berusaha melepaskan diri dari tarikan sesuatu…


Secara perlahan lahan gerakan Suharto yang tadinya hanya menggerakkan bahunya, sekarang mulai bergerak liar….


Dia berusaha memukul dan mendorong sesuatu yang sedang menariknya, kadang dia berteriak keras ketika  sesuatu yang sedang menariknya itu semakin beringas.


“Apa yang sedang terjadi mas Blewah, apa mas Blewah bisa lihat?” tanya pak Bowo yang masih menodongkan senjata apinya ke arah Suharto


“Yang ada di dalam tubuh Suharto itu iblis betina dari jaman dulu, dan kenal dengan Novi pak”


“Sekarang apa yang ada di dalam Novi itu sedang  berusaha menarik keluar yang namanya mbok Ginten itu” jawab Blewah

__ADS_1


__ADS_2