
“Tunggu di sana dulu sis Novi, aku akan turun ke bawah” jawab Muryati kemudian memutus hubungan telepon dengan Novi
Sekitar lima menit rombongan enam orang itu menunggu di lobby sebuah hotel yang ada di atas mall besar di sby brt.
Tidak lama kemudian pintu Lift terbuka. Muryati ditemani oleh dua orang yang sebelumnya terlihat ngobrol di café, dua orang itu ada disamping kiri dan kanan Muryati.
Wajah mereka disangar-sangarkan, seakan-akan mereka berdua adalah penjaga Muryati. Padahal dari wajahnya saja sudah bisa diterka bahwa mereka berdua itu jelas, norak, dan tidak berotak.
Tapi jelas situasi ini tidak disangka sangka dan diluar perhitungan Novi dan kawan kawan, tapi mudah-mudahan mereka tetap bisa menjalankan rencana mereka dengan baik.
“Selamat datang Noviiii” teriak Muryati dari jauh, seakan akan dialah pemilik dari hotel ini hahahah
“Muryati, ini saya bawa team Novi. Yang ini namanya mas Dani, dia sekretaris Novi yang mencatat semua pembicaran penting Novi, kemudian tiga orang itu team dekor Novi, dan satunya yang botak itu bagian umum”
Muryati memandang Dani dengan menahan tawa. Mungkin karena Dani adalah cowok jadi-jadian, kemudian Muryati memandang ketiga orang team dekor dan terakhir melihat ke si botak Gilank.
Tidak lama kemudian Muryati berbisik bisik kepada kedua orang yang ada di Kanan kirinya, keliatanya dia sedang menyuruh kedua orang itu untuk mengawasai teman nya Novi.
“Eh ini adalah James dan Bond, mereka berdua adalah pengawal aku, jadi harap maklum ya sis Novi” kata Muryati sambil memperkenalkan kedua orang berkulit hitam berhidung pesek dengan tubuh agak gempal cenderung buncit itu.
“Novi paham kok Muryati, orang sepenting kamu ini kan memang harus didampingi oleh penjaga yang berwibawa”
“Ayo kita ke atas, eh kalian bertiga yang bawa tas besar dan yang botak, kalian naik ke atas bersama dengan James dan Bond saja. Saya ndak kuat dengan bau matahari dan bau asap di baju kalian” kata Muryati
Wuiiihh bener-bener ini si Muryati hahahah. Dia sudah berani menjaga jarak dengan orang yang dibawahya hehehe, tapi tunggu saja nanti.
Muryati, Novi dan Dani si homo berada dalam satu lift. Ketika pintu lift menutup Muryati menekan angka 52, setelah itu dia menempelkan keycard pada sensor kartu yang ada di dinding lift.
Baik Dani dan Novi melihat apapun yang dilakukan Muryati, sesuai dengan apa yang direncanakan di salon, mereka harus memperhatikan dengan detail apa saja yang dilakukan oleh Muryati.
Dan ternyata mereka ini masuk di private lift untuk menuju ke lantai 52. Apakah nantinya ini merupakan masalah bagi mereka berenam atau tidak?
Lift terbuka, di depan lift sudah ada pintu untuk masuk ke dalam ruangan penthouse, Muryati kembali lagii menempelkan keycard nya untuk membuka pintu ruangan mewahnya.
__ADS_1
“Nah inilah, disinilah nanti kita akan adakan pameran sis Novi, bagaimana apakah kurang lux, atau kita ke dekat dengan kolam renang pribadi saja?” Tanya Muryati
“Jangan dikolam renang, selain udaranya basah juga bahaya dengan tas koleksi Novi, disini juga boleh kok, asal suhu udara kita buat sesuai dengan yang diperbolehkan untuk bahan tas Novi”
Tidak lama kemudian Ukik, Tifano, Broni dan Gilang yang membawa banyak box kosong tempat tas Novi dan sebuah tas yang yang berukuran besa dan dikawal oleh dua orang norak ndesit yang bernama James dan Bond sudah ada di ruangan itu.
Apa ndak ada nama lain selain James dan Bond kah, norak banget yang kasiih mereka nama itu. Coba macam pak Michael Ponidi atau Andrian Supardi kan lebih cocok.
“Ok anak-anak kita mulai seting dan dekor ruangan ini ya, dan Dani, seperti biasa kamu tulis semua yang Novi katakan ok. Pak Gilank, taruh dulu berjajar dus dus kosong itu. Kalian bertiga coba bikin dekor pada sisi ini, karena disini pencahayaanya lebih baik” Novi mulai memamerkan keahlianya
*****
Dan mulailah sandiwara yang sudah direncanakan dan diajarkan Novi kepada mereka.
“Tifanooo, jangan..jangan disitu sayaang. Kalau kamu bikin dekor disitu kan ya tidak keliahatan dari sisi kiri, karena terhalan cahaya lampu pojok yang menyilaukan” teriak Novi kepada Tifano
“Plok..plok…plok… pak Gilaaaank, Novi kan sudah pernah bilang, jangan taruh dus-dus itu berserakan kayak gitu, meskipun itu dus, tapi dia berharga sekali pak” teriak Novi kepada Gilank
Dani yang sudah belajar untuk berjalan dengan gemulai mulai menarik perhatian dua orang tolol yang bernama James dan bond itu.
Sekali lagi Novi bertepuk untuk memanggil Ukik yang sedang mengukur pojokan ruangan yang sempit.
“Heh mas Ukiiiik, jangan disana, itu tidak bisa digunakan untuk dekorasi, disana nanti kita taruh bunga saja!” teriak Novi kepada Ukik
Memang keadaan sengaja dibikin heboh oleh Mereka, agar perhatian Muryati dan kedua cecunguk itu pecah, sehingga Muryati akan iku campur tangan dan pada ahirnya dia menaruh keycard yang selalu dipegangnya itu di meja.
“Mas Broniiii please yaaaa jangan ulangi lagi kesalahan penataan seperti pada terakhir kita adakan pada pesta jamuan makan malam di hotel Shrtn yaaaaa” teriak Novi
“Eh sis, kamu nya ini ga boleh gitu dong, emang sih kamu maunya yang sempurna, tapi kalau anak buah kamu dah maksimal dan udah sesuai jangan diganti ganti dan jangan dibentakin terus sis” Muryati mulai ikut campur
Hehehe apa yang dimaui Novi akhirnya terjadi juga, Novi memang sengaja merubah-ubah posisi dekor. Misalnya nih dengan menyuruh memindah aneka furniture yang ada disana, kemudian dengan peralatan knock down yang sederhana dia meminta Tifano untuk membuat semacam dekorasi mini.
Setelah semua jadi dan setelah aneka dos itu terpampang rapi, kemudian dia menyuruh membongkarnya, dia ganti lagi dengan sudut pandang lainya, begitu berulang kali hingga Muryati mulai gerah.
__ADS_1
“Yati, coba kamu lihat, apakah yang ada di depanmu itu sudah artistik?, ndak kan” kata Novi mulai kalap
“Ka Novi udade, biarin anak-anak kerja dulu ampe selesai, ntar baru ka Novi liat hasilnya lagi” Ujar Dani dengan suara lemah lembut
“Gak bisa Daniii, yang kita pamerkan itu barang mahal, barang rare, ga bisa kita asal taruh kayak barang obralan saja, harus ada kesan artnya dan kalau dilihat dari sudut manapun akan Nampak Indah” balas Novi tidak mau kalah
“Sis Novi sabar sis” kata Muryati sambil memegang punggung dan tangan Novi, dia pun menaruh key cardnya di meja kecil yang ada di sebelahnya
“Ndak bisa gitu Yati, apa yang kita pamerkan itu adalah seni tingkat tinggi. Berbeda dengan wedding service, kita asal taruh bunga saja, pokoknya rame dan indah” kata Novi sambil mengajak Muryati menjauh dari sisi meja kecil
“Coba Yati disitu, kemudian lihat dus merk Ysl itu, apa yang akan yati lihat?” Tanya Novi sambil pelan-pelan menuju ke arah meja kecil untuk menukarkan key card
“Apa yang Yati lihat disana, pintu kamar kan? Lalu dimana segi artistiknya kalau barang mahal yang kecil itu melawan pintu kamar disana itu” kata Novi sambil tanganya dengan lincah menukar keycard yang ada di meja
Pada saat Novi menukar, Dani kebagian peran mengajak ngobrol dua penjaga yang bernama James dan Bond.
“Maaf ya mas klean berdua lihat bos saya memarahi anak buahnya, ini juga karena bos saya yang kepingin pagelaran ini terlhat perfect mas” kata Dani kepada kedua orang anak buah Muryati
“Heheheh ndak papa mbak, eh mas. Bos kayak ibu Novi itu bagus, hehehe” jawab orang yang bernama James
“Sudah…sudah...Novi rasa kalian bertiga sudah maksimal, mungkin Novi saja yang kepingin terlihat pameran ini sempurna dan wah. Eh bagaimana kalau pintu itu kita tutup menggunakan kain” Tanya Novi kepada Tifano, Ukik dan Broni
“Jangan sis, itu kamar pacar saya, ntar dia gak bisa masuk kalau seumpama dia kesini mau lihat acara kita” jawab Muryati
“Bu Novi, bagaimana kalau di sebelah sini saja bu, karena sisi ini kan berupa tembok dan tidak mengganggu sipapun yang akan lewat” kata Tifano menunjuk ke area kosong yang ada disisi paling terang
“Iya bu Novi, Ibu tidak bisa mengharapkan sebuah lokasi yang kosong dan bisa terlihat dari sudut manapun, jadi menurut saya paling bagus ya sisi ini bu” tambah Ukik
“Ya sudahlah, sekarang coba pindah ke situ dekor panggung kecil knock downya, sekalian pasang juga disana dos-dos tasnya anak-anak” perintah Novi kepada ketiga orang dekornya
Setelah sedikit bongkar pasang, akhirnya mini dekorasi untuk besok sudah rampung, termasuk penukaran keycard juga sudah rampung.
“Muryati, nanti Novi akan hubungi nomor-nomor teman sosialita Muryati, nanti akan Novi kirim undangan atas nama Muryati ya?”
__ADS_1
“Ok sip deh, dah gak sabar nunggu sampe besok nih sis Novi” kata Muryati