MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 140 (KE RUMAH TOTOK)


__ADS_3

Totok atau Nabil tidak ada satu meter dari keempat orang yang sedang diam dengan jantung yang deg deg an, tapi anehnya Totok atau Nabil itu seolah-olah tidak melihat adanya keempat orang yang sedang duduk diam di pojokan.


“Sama itu mbak , kacang gorengnya. Minta tiga bungkus” kata Totok menunjuk kacang goreng plus bawang putih goreng yang dikemas dalam plastik kecil.


“Saya juga minta tisyu/tissue itu mbak, tisyu magic itu mbak, yang warna hitam saja, sesuai dengan warna kesenangan saya” kata Totok sambil menunjuk kederetan kotak tissue magic for man yang terpajang disana, tissue magic for man dengan dua macam warna, merah dan hitam


“Tissue magic for man nya butuh berapa pak?” tanya perempuan penjaga depot rawon itu


“Tissue magic for man nya wangi apa tidak mbak, untuk wajah bagus kan itu mbak?” tanya Totok penasaran


“Tissue magic for man yang hitam lebih wangi dari pada yang merah pak. Eehmm buat wajaaaah ya, eemh bisa pak, dicoba saja nanti pak” kata penjual itu lagi dengan ragu-ragu


“Kalau gitu saya minta yang hitam saja mbak, sesuai dengan warna kesukaan saya, minta tiga dos ya mbak” kata Totok atau Nabil


Mbak penjaga depot itu mengambilkan pesanan Nabil atau Totok yang kelihatanya berkepribadian ganda itu. entah ganda campuran putra putri atau ganda putra saja untuk piala uber hihihi.


Nabil belum juga beranjak dari posisinya yang dekat Etalase toko, dia sekarang sedang meliha-lihat foto yang ada di belakang keempat orang yang diam bagaikan patung itu.


“Foto hitam putih itu apakah foto vila putih mbak? Difoto pada tahun berapa mbak?” tanya Totok yang terus menerus melihat ke arah foto tampak depan dari vila putih yang kelihatanya diambil pada jaman penjajahan Belanda”


“Hmmm di foto itu ada beberapa orang yang berpose di depan pintu pagar vila putih, siapa saja mereka mbak?” tanya Totok atau Nabil lagi


“Saya kurang tau pak, tapi yang pasti perempuan yang paling kanan itu adalah nenek saya pak” jawab perempuan itu


“Kira-kira tahun berapa mbak itu, kok nenek mbaknya masih gadis gitu ya heheheh, cantik juga neneknya mbak” kata Totok lagi


“Wah, saya tidak tau pak, foto itu sudah ada sejak jaman nenek saya disini pak” kata perempuan itu sambil duduk di belakang meja kasir


“Hhmm ya sudah mbak, bagus dan kuno juga fotonya” kata Totok sambil berjalan ke mejanya untuk menikmati tiga porsi nasi rawon yang mulai dingin


Keempat orang yang duduk di pojokan itu tetap diam, mereka menahan nafas sebisa mungkin, mereka sama sekali tidak bergerak.


Nabil atau Totok ternyata orang yang doyan makan juga, satu piring nasi rawon dia habiskan tidak lebih dari lima menit, dan dalam waktu yang singkat, ketiga porsi nasi rawon itu sudah tuntas!


“Mbak, ehhmm kalau seumpama foto itu saya beli bagaimana mbak?” tanya Nabil


“Jangan pak itu peninggalanan nenek saya pak, dia dulu sangat menyayangi foto itu pak” kata perempuan itu


“Hehehe ya sudah mbak, kebetulan saya ini adalah kolektor foto-foto tua mbak, saya koleksi tiap ada foto tua yang menarik bagi saya hehehehe” kata Totok lagi


“Ya sudah, semua ini berapa habisnya mbak?” tanya Nabil yang kemudian berdiri menuju meja kasir yang dibelakanya ada mbak penjaga depot itu.


Nabil atau Totok segera pergi dari depot itu setelah menyelesaikan pembayaran atas makanan yang dia makan dan tiga bungksus tissue magic for man itu. Dia berbelok ke arah kiri atau ke arah turun ke Gebang.


Mbak penjaga depot itu kemudian beranjak dari tempat dia duduk di belakang meja kasir, dia kemudian melihat keluar ke arah Nabil yang sedang jalan ke arah bawah.


Cukup lama juga dia ada di depan pintu untuk mengecek apakah benar-benar Nabil itu sudah pergi dari sana atau belum. Hingga setelah dirasa aman, dia kembali kedalam dan kemudian menutup pintu depot itu serta menguncinya.


“Keadaan sudah aman, kalian bisa bergerak sekarang” kata perempuan itu kepada mereka yang ada pojokan tepat dibawah foto hitam putih vila itu


“Lho mbaknya bisa melihat kami yang duduk disini, dan mbaknya bisa tau kalau kami sedang sembunyi dari orang itu?” kata pak Han


Tapi mbak penjaga depot tidak menjawab pertanyaan pak Han, dia hanya tersenyum ke arah empat orang yang sedang terheran heran dengan kelakuan mbak penjaga depot itu.


“Mbah Sari.. orang tadi itu siapa to mbah, kok auranya gelap dan aneh mbah?” kata perempunan itu kepada mbah Sari yang ada ditubuh Novi


Tetapi mbah Sari yang ada di tubuh Novi tidak menjawab pertanyaan cucunya. Malah Novi yang tertawa kerena Totok yang tadi membeli tissue magic for man itu.

__ADS_1


“Wakakakakaka mbak, sampean kok gitu sih mbak hahahahah. Mbok ya dijelaskan dulu ke Totok kegunaan tissue magic for man itu mbak hahahahah. Tadi Novi nahan ketawa setengah mati ketika Totok beli tissue itu mbak hahahah” kata Novi


“Lho mbaknya bisa lihat mbah Sari juga?” potong pak Handoko yang menggerak gerakan kakinya karena kesemutan.


“Jelas bisa pak, keluarga kami secara turun-temurun adalah penjaga kawasan sini, dan sekarang penjaga itu diwariskan kepada saya. Nama saya Harum Sari pak” kata perempuan itu kepada pak Handoko


“Oalah gitu to, jadi waktu kapan hari itu kami kesini dan mbak Novi ini kemasukan mbah Sari, njenengan tau berarti mbak?” tanya pak Han lagi


“Jelas tau pak, saya biarkan saja, karena keluarga kami mendapat kabar dari penjaga PCt dan Mjkt bahwa keadaan di segitiga Gbng, pct, dan Mjkt tidak baik. Maka dari itu kami menunggu seseorang yang sudah ditunjuk pak” kata mbak Harum sari itug.


Mereka akhirnya berkenalan dengan mbak Harus Sari, mereka tidak menyangka mbak ini adalah salah satu panjaga di Gebang.


“Eh diluar ada orang tua perempuan yang dari tadi mellihat ke arah sini, apakah dia teman kalian juga?” tanyanya


“Betul mbak Saripuspa, ..eh Harum sari, dia mbok Ju. Tapi kenapa dia tidak bisa masuk ke mari mbak?” kata Petro


“Untuk mahluk halus tidak bisa masuk kesini kecuali bersama sama dengan keluarga kami, seperti anjing itu kan bisa masuk, karena dia masuk kesini bersama mbah Sari juga kan” jelasnya.


“Eh maaf. Foto itu sebenarnya foto siapa saja mbak?” tanya Novi sambil melihat tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan


“yang ujung itu mbah Sarijemb mbah saya, sebelah mbah sarijemb itu mbah Saripah, kemudian yang laki laki itu mbah Joyo, laki-laki yang lainya saya ndak tau mbak”


“Hmmm makanya Totok kok berminat sekali dengan Foto itu, ternyata foto itu adalah para penjaga di daerah sini” kata pak Handoko


“Nah sekarang kalian mau kemana ini?” tanya perempuan cucu dari mbah Sarijemb yang bernama Harum Sari itu


“Kami mau datangi rumah orang yang tadi itu mbak, dia namanya Totok, tetapi kadang ada yang memanggilnya Rochman, atau Rockman atau Nabil, nama dia banyak mbak” kata Novi


“Kalau begitu kalian harus berhati-hati, karena saya merasa orang yang tadi itu benar-benar memiliki ilmu hitam yang lumayan tinggi, saya saja tadi berusaha mengukur seberapa dalam ilmunya, tetapi tidak bisa mbak, yang ada hanya gelap dan hitam saja” kata Harum Sari


“Eh pak, tadi Totok itu berangkat ke sby naik apa ya pak, tadi kan dia jalan kaki pak” kata Novi


“Wah ndak tau mbak, saya rasa dia pasti punya kendaraan sendiri mbak. Ndak mungkin jauh-jauh kesini dia tidak naik kendaraan apapun mbak” jawab pak Handoko


“Tadi mbok Ju ndak bisa masuk ke dalam depot rawon itu ya mbok, memangnya ada apanya mbok?” tanya Saeful


“Heheheh iya nak didepan pintu ada semacam pagar ghaib, yang tidak bisa mbok Ju tembus, pagar itu mengeluarkan sinar putih yang menyilaukan. Tadi kan setelah mbok Ju lihat dan ikuti, ternyata Totok itu awalnya tidak ada niatan ke depot itu nak”


“Tapi setelah dia melihat mobil mbak Novi, dia malah tiba-tiba masuk ke depot itu, dan yang aneh itu dia sempat marah-marah dan menangis di depan kaca mobil mbak Novi yang bisa buat ngaca itu mbak” kata mbok Ju


“Iya benar juga ya, yang kita lihat tadi itu benar-benar aneh, kenapa dia bisa marah-marah dan kemudian nangis pada dirinya sendiri seperti itu. Seolah-olah dia mempunyai dua kepribadian” kata pak Han


“Yang satu seorang bos yang bernama Nabil, satunya adalah Totok yang merupakan bawahan dari Nabil, nah disini ini yang mengerikan, apakah di balik tubuh itu ada dua arwah yang berbeda?” kata pak Han lagi


“Berarti mirip sama Blewah dong pak?” sahut Petro


“Nah bisa jadi seperti itu mas, bisa seperti mas Blewah, tapi siapa yang ada di dalam tubuh itu kita harus cari tau mas, karena susah juga melawan satu tubuh dengan dua arwah yang mungkin masing-masing mempunyai kekuatan yang hebat” jawab pak Han


“Kalian ingat tidak waktu kita membakar bakal bayi yang ada di Waji itu?. Jangan-jangan tubuh itu nanti dimasuki salah satu dari arwah yang ada di tubuh Totok itu mas” kata pak Han


Mereka bereempat kemudian diam, mereka tidak bicara sama sekali dalam perjalanan menuju ke rumah bos Nabil, mereka berempat mempunyai pemikiran yang berbeda tetang si Totok itu.


Tidak terasa mobil sudah sampai di komplek perumahan tempat Nabil tinggal, komplek perumahan mewah dan hampir seluruh rumah disini tidak manggunakan pagar. Di depan gerbang pos keamanan mobil itu berhenti.


“Selamat siang bos heheheh….” Sapa Petro kepada penjaga pintunya


“Wah ada pak Farid rek, sudah lama sampeyan ndak kesini pak, mau ke rumah pak Nabil?” tanya ptugas jaganya

__ADS_1


“Iya booossss, gimana pak Nabil ada di rumah apa gak?” tanya Petro


“Rumah itu selalu terlihat tidak ada penghuninya pak, tapi kemungkinan besar ada sih, pak Nabil ada di rumahnya kok karena tiap hari sekitar jam seginian selalu ada kurir paket kesana pak” kata penjaga pintu itu kemudian membuka portal pintunya.


“Lha kurir paketnya apa hari ini sudah masuk ke sana pak” tanya Farid atau Petro


“Belum pak Farid, mungkin sebentar lagi datang pak, bisanya jam seginian datangnya kok pak, silahkan masuk pak Farid...” kata penjaga pintu masuk itu


Mobil pun meluncur masuk ke dalam komplek perumahan yang dijaga ketat, karena penghuni disana benar-benar tidak mau diganggu oleh yang tidak berkepentingan.


Setelah beberapa belokan, akhirnya mobil berhenti di sebuah rumah besar yang berpagar. Beda dengan rumah lainya yang tidak menggunakan konsep pagar, yang satu ini jelas sekali pakai pagar.


“Ini pak rumah bos Nabil, rumah itu selalu kosong pak” tunjuk Petro pada sebuah rumah yang berpagar tinggi dengan pohon beringin besar di sisi kirinya


“Rumah ini mirip dengan yang kami datangi waktu menyelamatkan mas Nang dan Blewah pak, tapi di dunia ghaib pak” kata petro lagi.


“Rumah ini gelap sekali pak, saya tidak bisa menembus gelapnya rumah ini pak” kata mbok Ju


“Iya mbok, Saya juga tidak bisa menembus untuk melihat dalamnya rumah ini, benar-benar gelap untuk ditelusuri mbok” jawab pak Handoko


“Lebih baik kita tunggu yang akan kirim paket itu dulu saja pak, Novi rasa kita bisa tau bagaimana dan siapa yang nanti mengambil paket itu pak” ujar Novi


“Iya benar nak Novi, lebih bak kita tunggu saja hingga kurir paket itu datang, nanti kita berusaha masuk setelah penghuni rumah ini keluar dari rumah” kata pak Han


“Eh mobil saya parkir di depan sana saja pak, disebelah sana tertutup dengan semak itu ada semacam tanah kosong pak, setelah mobil kita parkir, kita  tunggu aja hingga kurir itu datang pak” kata Petro


“Atau kita cegat saja kurirnya itu, dan kita yang menyamar sebagai kurir, agar kita bisa menemui orang yang akan mengambil paket itu, gimana?” kata Saeful memberikan idenya


“Hmm ide yang bisa diterima mas Saeful, ayo kita ke sebelah sana saja, kita cegat pengantar paketnya” ajak pak Handoko ke arah sebelum rumah  Nabil.


Untungnya jalan yang ada di depan rumah Nabil itu satu arah, jadi pastinya kurir paket itu datangnya dari sebelah kiri rumah, sehingga keempat orang itu mencegat kuri pengantar itu di sebelah kiri.


“Tapi ada baiknya agar tidak mencolok, Novi dan Saeful saja yang mencegat kurir itu pak. pak Handoko dan mas Farid tunggu saja di dekat mobil sana. Eh mbok Ju, nanti tolong periksa isi paket itu apa ya mbok” kata Novi yang mulai mengatur strategi


Setelah disepakati apa yang dikatakan Novi, kemudian pak Han dan Petro kembali ke arah mobil, mereka menunggu instruksi dari Novi untuk mendekat.


*****


Lima menit berlalu tetapi kurir itu belum juga menampakan batang hidungnya, hingga sepuluh menit kemudian mereka mendengar suara motor dari kejauhan yang semakin lama semakin dekat dengan tempat mereka berdua akan mencegatnya.


“Mas Ipul, nanti Novi aja yang akan bicara sama pengirim paketnya, mas Ipul tunggu saja mas”


Tidak lama kemudian munculah sebuah motor matic dengan penumpang yang memakai jaket warna khas kurir lokal. Untungnya motor kurir itu berjalan pelan sambil tolah toleh sehingga Novi bisa dengan mudah menyetopnya.


“Maasss, stop maass” kata Novi setengah berteriak


“Ya..ada apa mbak?” tanya kurir bermotor itu menghentikan motornya


“Mas mau kirim paket ke rumah pak Nabil ya mas?” tanya Novi sambil menunjuk rumah besar yang ada pohon beringinya itu


“Iya mbak, saya mau kirim kesana, eeh ada apa ya mbak, ada yang bisa saya bantu mbak?” tanya kurir itu


“Hehehe gini mas, saya kebetulan mau bikin surprise untuk pak Nabil, saya saudaranya yang ingin memberikan kejutan kepada pak Nabil”


“Jadi biar saya saja yang kirim paketnya mas, sekalian saya pinjam jaket dan topinya, masnya bisa nunggu disana mas, disana ada ayah saya dan kakak saya” kata Novi sambil menunjuk ke tempat pak Han dan Petro sedang menunggu


“S..serius mbak, boleh mbak, karena saya selalu ketakutan kalau harus kirim paket ke rumah itu mbak, makanya tadi saya tolah-toleh mbak, siapa tau ada orang disini yang bisa bantu saya kalau saya teriak mbak” kata kurir motor itu

__ADS_1


__ADS_2