
“Bagaimana bisa ya nak Ngot dan nak Indah ketahuan Rochman ya Dimas, eh apa Rochman tadi tidak bicara tentang Bawok?”
“Ndak, dia sama sekali tidak menyebut kata Bawok”
“Gimana nak Mirah, saya takut memikirkan sesuatu tentang Bawok, karena dia tidak disebut oleh Dimas”
“Mirah dari tadi juga sedang berpikir begitu pak Tembol. Masak sih teman Mirah bawok itu berkhianat. Mirah sudah kenal bawok itu belasan tahun”
“Dia juga membenci Totok yang sudah membunuh keluarganya. Itu yang membuat Bawok tetap bersikeras membalas dendam kepada Totok” kata Mirah lagi
“Tapi memang ada yang aneh dengan dia, yang waktu itu Mirah panggil dulu itu, dia tidak menoleh sama sekali, itu yang bikin Mirah curiga bahwa dia bukan Bawok yang Mirah kenal”
“Kita tunggu Sinank nang dulu saja Tembol. Untuk masalah teman kita yang ada di rumah Nabil itu bisa kita kesampingkan dulu, yang penting itu Kaswadi yang ada di dalam vila itu yang berbahaya dan harus kita selesaikan”
Suasana hening menyelimuti yang ada di dalam vila putih, untungnya ketiga eks mahasiswa dan tiga keluarga Saritem saat ini sudah lelap dalam tidurnya.
“Kita tidak bisa menyakiti Kaswadi yang sudah menjadi benda mati itu, yang bisa kita lakukan adalah mengalihkan Kaswadi, dan caranya itu yang harus kita pikirkan”
“Karena mata Kaswadi adalah mata Totok atau Nabil, atau Rochman juga” kata pak Handoko
Sinank nang tiba-tiba masuk ke dalam vila setelah tugas pengamatan kepada Kaswadi dia lakukan .
“Kaswadi sudah tidak punya mata, bagian matanya sudah berlubang, dia juga sudah tidak memiliki otak juga, bagian tempurung kepalanya sekarang berisi cairan aneh yang berbau busuk” kata Nank
“Tidak ada organ tubuh sama sekali dalam tubuhnya, dia murni digerakan oleh mahluk ghaib yang ada di seluruh tubuhnya”
“Dan sampai saat ini Kaswadi belum juga bergerak, mungkin dia menunggu perintah dari tuannya untuk bergerak”
“Dan menurut perkiraan saya, seluruh makhluk gaib yang ada di tubuhnya itu memonitor gerakan energi yang ada di sekelilingnya, dan dikendalikan oleh Rochman”
“Nah yang bisa kita lakukan tanpa menyakitinya adalah memutar-mutar Kaswadi di sekitar hutan saja atau menyesatkan tanpa menyakitinya sama sekali”
“Hanya cara untuk menyesatkan itu bagaimana, itu yang saya belum bisa berpikir pak” jelas Sinank nang
“Begini, saya ada ide, bagaimana kalau dites dulu saja dengan adanya manusia yang ada di depanya apakah dia akan mengikuti manusia itu atau tidak. atau dengan ghaib macam kamu Nang” kata pak Han
“Karena menurut saya Kaswadi akan mengikuti energi yang terpancar dari mahluk ghaib atau nyata yang ada di dalam sini hingga dia bisa mencari jalan untuk masuk ke sini”
“Dan Jalan itu nantinya berguna bagi Rochman untuk masuk ke sini. Sebenarnya mudah saja kalau mereka akan masuk kesini, tetapi sekali lagi mereka tidak mau mencobanya” lanjut pak Han
“Apa mungkin karena energi yang luar biasa disini, sehingga mereka Rochman dan Trimo merasa ketakutan untuk masuk ke dalam sini?” tanya Ali
“Mereka merasa ada kekuatan besar disini, padahal disini tidak ada apa apanya” kata Dimas
“Nah itulah tujuan dari adanya Kaswadi disini, dia sebagai pembuka jalan bagi Rochman untuk masuk ke vila, nah maka dari itu yang kita harus lakukan adalah membuat pengalihan agar Kaswadi tidak menuju ke sini” kata Dimas lagi
“Tapi apa yang menjadi patokan Kaswadi untuk menemukan jalan ke vila? padahal kan disini penuh dengan semak belukar yang sulit untuk dilewati manusia sama sekali?” tanya Ali
“Mudah Ali, dia akan melihat energi kalian , kemudian energi kalian itu dia telusuri hingga dia menemukan jalan yang dilewati oleh energi milik kalian” kata Dimas
“Tetapi tentu saja tidak mudah, karena dia harus memilah milah ribuah energi yang ada disini kan, nah itu lah yang akan kita gunakan” jelas Dimas
“Kita gunakan beberapa orang dari kita agar dia, …mungkin ehm dua orang dari kita agar dia pahami energinya, kemudian kedua orang itu berputar-putar di sekitar vila saja” kata Dimas lagi
“Setelah Kaswadi memahami energi itu, malam harinya ajaklah dia ke Gebang bawah, ke kantor pihak yang berwajib, kalian masuk saja ke sana dan laporkan”
“Laporkan kalau kalian sedang dikejar oleh semacam zombie yang pastinya dia akan ikuti kalian juga”
“Sebenarnya hal ini sama saja dengan ketika Kaswadi mengikuti bau dari Ali dan Broni, hanya saja yang ini lebih canggih sedikit, karena dengan mengendus energinya saja”
“Bagaimana pendapat kalian dengan pemaparan saya?” tanya Dimas
“Iya itu masuk akal Dimas, tapi kita kan belum tau apa dan bagaimana cara kerjanya Kaswadi yang sekarang itu, kalau memang sesuai dengan yang kamu jelaskan tadi ya mudah sekali” kata pak Tembol
“Tetapi apabila Kaswadi yang sekarang ini bergerak atas dasar apa yang dilihatnya dan apa yang dia rasakan itu yang sulit, karena dia bergerak karena Rochman yang menggerakkannya.
“Dia akan menerobos ke dalam semak belukar hingga dia akan menemukan jalan ke dalam vila ini. Dan itu akan sulit sekali membendungnya” lanjut pak Tembol
__ADS_1
Mereka masih belum menemukan titik kesimpulan, karena memang mereka hanya berdasarkan perkiraan saja, dan sayangnya Kaswadi sampai detik ini belum juga bergerak sama sekali.
Nang yang ditugasi untuk melihat Kaswadi pun saat ini belum kembali ke dalam ruang tengah vila putih.
Lalu bagaimana dengan teman mereka yang sedang ditangkap oleh Rochman, apakah mereka tidak perlu diselamatkan?
“Dalam waktu dekat ini kita jangan sampai ke tempat Rochman untuk proses penyelamatan dua teman kita, karena memang itu maunya dia” kata pak Handoko
“Jadi untuk sementara ini kita fokus di sini saja dulu, bagaimana caranya agar Kaswadi pergi dari sini mengikuti sesuatu yang dia anggap itu adalah jalan menuju ke vila” kata pak Han
Hingga tengah malam belum ada juga informasi dari Nang, tentang kaswadi yang ada di depan vila.
“Aneh sekali, kenapa sudah beberapa jam belum juga ada pergerakan sama sekali dari Benda mati yang bernama Kaswadi itu, harusnya dia kan sudah mulai meneror kita ya hehehe” kata Broni
“Gak usah macem-macem, nek deke kesini apa awakmu gak girap girap ta Bron hehehe, Ayo kita ke sana Bron ke tempat Novi dan Saeful, siapa tau dia butuh bantuan kita hehehe” kata Wildan
“Gimana pak apa kita bisa ke tempat Novi, sekalian lihat Kaswadi yang ada di depan sana?” tanya Broni
“Lho boleh saja, tapi apa kalian sudah siap kalau tiba-tiba Kaswadi bergerak dan mengejar kalian?”
“Yo kita lari ke hutan sana pak Tembol, sekalian kita puter-puterkan di hutan sana pak hehehe”
“Ayo wis rek, aku yo melok rek” kata Ali
“Ya sudah kalau itu rencana kalian dan jangan lupa minta nak Nang untuk mengajak kalian, dan menunjukan jalan yang bisa kalian lalui di hutan sana itu” kata pak Tembol
“Temui nak Nang di depan pagar vila” lanjut pak Tembol
“Wah berarti ini ceritanya Sutopo mulai beraksi lagi ya heheheh” kata pak Tembol
“Yah sekali kali lah pak, masak kita di sini terus pak, bosen rasanya pak. sekali kali ke hutan yang ada di samping vila pak?” jawab Ali
“Ya sudah ndak papa, asal kalian harus berhati hati, karena yang kalian lihat itu bukan manusia, ada baiknya kalian nanti mencari mas Nang saja, dia ada diluar sana memperhatikan benda mati yang bernama Kaswadi
Akhirnya mereka bertiga Wildan, Broni, dan Ali menuju ke luar melalui lubang pagar tempat mereka selama ini masuk dan keluar dari vila putih.
*****
“Iyo Wil tapi kita harus cari Nank rek, nek kita kosongan koyok gini ya bahaya” jawab Broni
Mereka berjalan terus di sisi jurang hingga mereka sampai di depan atau di seberang pagar vila putih. Tetapi mereka tidak naik ke atas jalan karena suasananya yang sama sekali tidak mendukung.
“Kita tunggu disini saja hingga mas Nang datang” kata ALi
“Tapi awakmu gak penasaran sama yang disana itu ta Li, mosok kita kesini cuma ada di sisi jurang tok rek. Gini ae lho salah satu dari kita ngintip ae siapa tau benda mati yang bernama Kaswadi itu ada disana”
“Dan mas Nank mungkin juga ada disana, pokoknya kita lega dikit lah kalau tau dimana posisi musuh kita yang ada disini” timpal Wildan
*****
“APA YANG HARUS KITA LAKUKAN PAK… KASWADI MULAI BERGERAK PELAN MENUJU KE ARAH VILA” teriak Sinank nang yang mendadak muncul di ruang tengah vila putih
Di ruang tengah untuk saat ini ada pak Tembol, Pak Handoko, Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank, Tifano, mbok Ju, Petro, Dogel, Blewah, dan Ukik. Sedangkan Novi dan Saeful ada di taman vila
“Gini saja biar aku yang hadapi Kaswadi, kalian bangungkan perempuan-perempuan, dan segera masuk ke dalam kamarku, ” jawab Dimas dengan panik
“Petro dan Blewah tolong temani saya ke depan, tetapi kalian agak jauh dari posisi saya” minta Dimas yang makin kalut karena jelas Kaswadi yang bukan manusia itu akan merangsek masuk ke dalam vila dengan mudah
“Kamar saya tidak akan terdeteksi oleh Kaswadi karena kamarku banyak sekali energi yang berseliweran dari pada di ruang tengah seperti ini” lanjut Dimas yang sudah berdiri
“Nak Tifano da nak Ukik tolong bangunakan semua yang ada di kamar dan suruh pindah ke kamar Dimas….cepat nak” kata pak Tembol
“Mas Nank segera cari dimana Novi dan Saeful berada dan bilang jangan melakukan apapun dulu , biar Dimas yang akan mendatangi Kaswadi” kata Pak Han
“Mbok JU, tolong cari WIldan, Broni, dan Ali, dampingi mereka karena mereka tadi ke luar bertiga, dan tentu saja mereka dalam keadaan kosongan yang sangat berbahaya” sambung pak Han
Suasana di dalam vila mendadak ramai karena perempuan-perempuan dipindah ke kamar Dimas yang katanya tidak akan terdeteksi oleh Kaswadi
__ADS_1
“Nanti biar saya saja yang menghadapi Kaswadi, karena Rochman taunya hanya saya saja yang ada di vila ini, Petro dan Blewah cukup siap-siap saja di sekitar Kaswadi dan jangan melakukan serangan” kata Dimas
*****
“Mas, apa yang akan kita lakukan mas, ini Kaswadi sudah mulai jalan menuju ke semak belukar yang ada di depan vila “
“Lebih baik tidak melakukan apa-apa mbak Nov karena kita tidak boleh menyakiti Kaswadi kan, tapi seharusnya ada yang bisa mengalihkan dia dari sini mbak”
“Nah itu dia mas Saeful, Novi juga berpikiran seperti itu, lebih baik Kaswadi itu dialihkan saja agar dia tidak maju ke arah vila, tapi bagaimana cara mengalihkan mas?”
“Lebih baik kita tunggu info dulu saja mbak Novi, pokoknya jangan bergerak dulu sebelum ada yang menyuruh kita untuk bergerak”
*****
“Kita sudah ada di sini sekitar 10 menit rek, dan kita dalam keadaan tidak tau apa yang ada di atas sana, lebih baik salah satu dari kita lihat apa yang ada di sana” kata Wildan
“Biar aku aja yang ke sana Wil, kalian berdua diam saja disini, pokoknya kalau terjadi sesuatu dengan ku, kalian harus menarikku dari atas sana”
Ali memang benar, karena mereka tidak tau apa yang ada diatas sana, mereka tidak tau bagaimana posisi Kaswadi, dan akibatnya berbahaya bagi mereka bertiga.
Ali berjalan pelan menaiki sisi jurang menuju ke jalan depan vila, dia nekat untuk mengetahui posisi musuh mereka yang seharusnya mereka ketahui dari awal.
Berjalan pelan menuju ke atas jalan dan kemudian Ali bisa lihat bahwa di depan vila tidak ada siapapun, kosong tidak ada mas nang ataupun Kaswadi!
“Janc*k rek, di depan gak ada siapapun kita terjebak di alam terbuka rek, jelas bahaya iki rek” kata Ali yang sudah kembali ke posisi temanya yang ada di sisi jurang
“Hihihi kita buta kiri kanan depan belakang rek hihihi kita koyok hewan buruan sing siap diburu sewaktu waktu hihihi” kata Broni”
*****
Dimas berjalan pelan di halaman vila, dia punya jalan sendiri untuk menuju ke depan vila, dia bersama dengan Petro dan Blewah.
Kenapa harus Dimas sendiri yang menghadapi Kaswadi, karena Rochman hanya tau kalau yang tinggal disana hanya Dimas saja. Rochman belum bisa mendeteksi energi lain selain Dimas.
Karena vila itu penuh dengan energi yang saling berseliweran, sehingga yang Rochman tau hanya Dimas saja yang ada disana.
Dia dan kedua orang itu akan menghadapi Kaswadi sendiri, sementara itu Petro dan Blewah mereka suruh untuk sedikit menjauhi Dimas.
Sementara itu di dalam vila putih keadaanya sudah sepi, karena mereka yang ada di sana sudah masuk ke kamar Dimas.
Tetapi tidak dengan pak Han dan pak Tembol, mereka tidak ada di dalam kamar DImas, saat ini mereka berdua ada di kamar atas untuk mengamati pergerakan yang ada di depan vila.
“LIhat itu Handoko, Kaswadi sudah mulai bergerak ke semak belukar, tetapi dia tidak bisa bergerak sama sekali, karena tubuhnya tersangkut duri-duri yang tajam di semak itu”
“Betul Tembol, kalau menurut saya ada baiknya kita harus mengalihkan Kaswadi agar dia pergi dari sana, jadi dia akan pergi dari wilayah Vila menuju ke arah manapun”
“Saya kok malah punya pikiran untuk mengalihkan Kaswadi ke kantor pihak yang berwajib, sehingga dia akan ditangkap oleh mereka dan diamankan” kata pak Tembol
“Tapi bagaimana caranya, untuk mengalihkan Kaswadi itu apa yang harus kita lakukan?”
*****
“Li, sampai kapan kita ada disini, kita ini di alam terbuka dan tidak ada yang membantu kita sama sekali apabila ada sesuatu yang akan menyerang kita”
“Sabar Bron, aku yakin mereka pasti akan mencari kita entah bagaimana itu caranya. yang pasti mereka akan mengirim mbok Ju atau Nang untuk mencari kita”
“Tapi rek, selain kita yang diluar kan juga ada Novi dan Saeful rek hihihihi, mereka kan juga ada di sekitar sini , hanya saja kita tidak tau dimana mereka berada kan”kata Wildan
“Ah bisa saja mereka itu di halaman vila Wil. Aku heran Novi itu mesti kok sama Seaful yo, ojok ojok mereka itu sembunyi sambil remponan rek heheheh” lanjut Wildan
“Iyo Wil\, pikiranku ya gitu c*k\, opo maneh sekarang Novi lho tambah uayu… shu shune tambah berkembang c*k” kata Broni’
“Berkembang? maksudmu tambah besar gitu ta Bron?” tanya Wildan
“Iyo wil, aku ae mau kok nek disuruh remponan sama Novi meskipun dia itu berkuntila hihihi” kata Broni
“Lhe Bron katanya kuntila Novi sudah dioperasi?” sahut Ali
__ADS_1
“Yo sopo sing percoyo Li, bisa saja dia bohong kuntilane cuma diselempikan di sekitar shilitnya hihihih