
Apa yang terjadi ketika mereka menyalakan senternya?.
……JRUUUEEENGG.....
“AAAHHHH ADA KUNTILA RAKSASAAAA!!!.. “teriak Ukik.. Tapi bukaan lah hihihihi atau,
“AAAAHHHH ADA BIDADARA EH BIDADARI GAK PAKE BAJUUUU!!!” teriak Gilank….Tapi bo'ong juga hihihi.. atau,
“AAAAHHHHH ADA HANTU DHILDOOO MERAMBAAAT” teriak Wildan…. Tapi bo'ong juga hiiihihi
Ternyata tidak ada apapun di halaman belakang, yang ada hanya gelap sepi, bau tanah basah, dan bau tanaman dan rumput yang terpotong saja.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi di belakang hingga banyak pertanyaan di otak mereka?
Ternyata setelah sinar senter itu mereka arahkan ke belakang, hanya ada banyak gundukan tanah, gundukan tanah bekas penggalian!
“Sekarang kalian percaya dengan apa yang sedang kalian lihat kan mas. Ada orang lain yang sedang melakukan penggalian, tapi saya yakin yang mereka gali itu adalah makam hihihiih, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali tulang belulang, itu pun kalau masih ada hihihi” kata pak Han
“Lho bagaimana pak Han bisa tahu kalau yang ada di bawah tanah halaman samping ini adalah kuburan kuno?” tanya Ukik
“Lha kan saya juga baca di denah yang ada di rumah itu mas hehehe” jawab pak Han
Cahaya senter yang terang terus menerangi area yang sedang dalam penggalian, sebenarnya yang digali itu tidak luas, dan area yang digali itu dekat dengan lorong tempat mereka biasanya turun itu.
Area yang sedang digali itu mungkin hanya seluas 3x3 meter saja, tetapi jelas sekali ada yang sedang dicari oleh orang yang sedang menggali itu.
“Gimana pendapat kalian anak-anak. Apa yang sedang dicari oleh orang yang sedang menggali itu?” tanya pak Han
“Jelas mereka sedang mencari sesuatu yang berharga pak” jawab Wildan
“Nah sudah pasti itu, sekarang yang menjadi pertanyaan, siapa yang sedang gali menggali itu hehehe” kata pak Han yang memang suka membuat kalimat pertanyaan dan kemudian dia jawab sendiri
“Hehehe pak Han ini kayaknya sudah tau siapa yang ada dibalik itu ya pak?” kata Dani
“Belum tentu mas, saya kan hanya membaca dari energi yang ada disana mas, nanti kita cocokan dengan energi orang yang akan atau nanti kita temui hehehe” jelas pak Han
“Gimana, kita kesana atau kita pulang saja mas?” tanya pak Han
“Kalau ke sana apa tidak bahaya pak?” kata Wildan
__ADS_1
“kalau malam jelas kita ndak tau apa yang ada disana mas, coba kita kesini lagi besok siang setelah kalian ke bank untuk menyimpan dokumen berharga itu”
“Tapi kalau menurut saya, apa tidak lebih baik sekarang saja pak, siapa tau kita ketemu dengan orang yang melakukan penggalian ini pak?” tanya Ukik yang penasaran
“Bahaya mas, kita tidak tau sedalam apa mereka menggalinya, takutnya nanti kita terperosok ke dalamnya kan susah mas. Menurut saya, besok kita kesini lagi mas, siapa tau ketemu dengan orang gila itu, atau bisa-bisa ketemu dengan penjaga vila ini mas”
“Jadi lebih baik malam ini kita cukup sampai disini saja mas, kita lanjutkan besok pagi atau siang mas. Yang penting kita sudah mendapatkan bukti adanya kegiatan yang sedang dilakukan oleh seseorang disini mas”
“Sekarang coba kalian rasakan disini, eh di depan itu, di galian itu. Apakah kalian merasakan adanya mahluk ghaib disana?”
Belum juga ketujuh orang itu menjawab, tiba-tiba pak Han yang ternyata suka main tebak-tebakan itu menjawab pertanyaanya sendiri.
“Di sana sama sekali tidak ada mahluk ghaibnya mas. Sesuatu yang aneh sekali sedang terjadi disini, dan anehnya dalam keadaan seperti ini di sana sama sekali tidak ada mahluk ghaib” jawab pak Han
“Kalian tau tidak kenapa disana sama sekali tidak ada mahluk ghaibnya?” lagi-lagi pak Han yang suka bermain tebak-tebakan berhadiah payung itu melemparkan pertanyaan kepada anak-anak
“Saya tidak tau pak, kenapa kok ndak ada mahluk ghaibnya pak” sahut Gilank sebelum pak Han menjawab pertanyaanya sendiri
“Hmmm saya juga tidak tau mas, makanya saya tanya ke kalian, siapa tau kalian mempunyai opini sendiri mas” jawab pak Han tanpa melihat ke arah Gilank yang sedang melakukan tepok jidat sendiri
“Banyak alasan kenapa tidak ada mahluk ghaib disini anak-anak, tapi yang pasti mungkin ada hubunganya juga dengan ulah dari belasan paranormal yang disewa oleh Trimo”
Mereka jalan menuju ke ruang tamu, saat ini sekitar pukul 22.45, mereka menyudahi kunjungan mereka di vila putih. Tetapi mereka salah, ada orang yang sedang memperhatikan tingkah mereka.
Tidak ada yang menyadari kecuali pak Han, tetapi pak Han keliatanya hanya membiarkan orang yang sedang melihat mereka dari kejauhan, atau dari taman depan vila.
“Ehem, rasakan ada sesuatu disini mas, ada yang mengintai kita, tapi pura-puralah kalian tidak tau siapa yang sedang mengintai kalian itu. Karena yang sedang mengintai kalian adalah Kaswadi!” bisik pak Han sebelum keluar dari dalam vila
Mereka sekarang berjalan ditaman vila, taman yang penuh dengan rumput dan ilalang tinggi, dengan kedaan taman seperti ini akibatnya apabila ada orang yang sembunyi maka akan sulit untuk dicari, apabila dicari menggunakan mata.
Tetapi berbeda apabila yang dicari itu adalah energi yang terpancar dari orang itu, pasti akan mudah ketemu, seperti yang dilakukan oleh pak Han ini.
“Dia ada di sebelah kanan kita mas, tetapi di sebelah kiri kita juga ada energi, dan energi itu mirip dengan yang tersebar di dalam vila, jadi kemungkinan kita akan berhadapan dengan dua orang mas. Matikan senter kalian mas” kata pak Han
“Perhatikan langkah kalian, dan berhati-hati dengan kedua energi yang ada di kiri kanan kita mas, yang pertama mendekati kita, harus kita lumpuhkan mas”
Sebenarnya ada apa dengan yang ada di sana, kenapa ada Kaswadi dan orang yang belum mereka kenal disana, apakah memang yang mereka cari itu harta atau ada benda lain yang menarik perhatian mereka hehehe.
“Yang di sebelah kiri berjalan dengan cepat ke arah kita mas, siap-siap saja berpapasan dengan dia mas”
__ADS_1
Ternyata benar kata pak Han, disebelah kiri mulai terdengar suara langkah kaki orang yang sedang berlari. Suara langkah kaki itu semakin lama semakin dekat dan akhirnya.
“HAAAAAAAAA… PERGI KALIAN DARI SINIIII, ATAU KUBUNUH KALIAN!” teriak orang yang datang dari sebelah kiri dan ternyata dia adalah orang gila yang pernah mereka temui
“Itu suara orang gila yang pernah ngusir kami dari vila ini pak” kata Ukik kebingungan
“Nah benar kan perkiraan saya mas. Energi yang ada disini itu adalah energi dia” jawab pak Han
Orang gila itu berlari semakin dekat dengan mereka, semakin dekat dan dekat dengan rombongan sutopo dan pak Han. Tiba-tiba tanpa mereka sadari orang gila itu sudah ada di sebelah kiri mereka. Tiba-tiba pak han memutar tubuhnya dengan kaki kanan yang menjegal kaki orang gila itu.
….BUUUGH….
Pak Han menjegal orang gila itu, orang gila itu terjatuh dengan wajah yang menghantam tanah setelah kakinya dijegal pak Han tepat ketika dia akan menyerang mereka.
Ketujuh pemuda itu hanya bisa tercengang melihat kehebatan pak Han yang tiba-tiba melakukan penyerangan kepada orang gila itu.
Setelah orang gila itu jatuh, kemudian yang dilakukan pak Han adalah menjatuhkan diri dan memiting orang gila itu. Tapi sayangnya orang gila itu tangguh juga, dia berhasil berdiri dan akan menyerang pak han.
Ketika orang gila itu hendak memukul wajah pak Han, dengan kecepatan tinggi pak Han menotok jalan darah yang ada di leher orang itu, hingga orang gila itu tidak dapat bergerak.
Wah sangar pak Han iki, jadi mirip film IP Man ke 4 waktu Ip Man berkelahi dengan komandan angkatan laut Amerika yang benama sersan Barton itu, IP man menotok jalan darah leher lawanya, hingga lawannya tidak bisa bergerak sama sekali.
“Bungkam mulutnya dengan rerumputan ini mas, cepat!....Sebelum teman-temannya mendengar suara-suara perkelahian tadi” kata pak Han samblil tetap memiting orang gila itu
Hebat juga pak Han ini, dia memiliki ilmu bela diri, sehingga dia bisa memiting orang gila ini dan menotok jalan darah lehernya, hingga orang gila itu tidak bisa benafas dan tidak bisa bicara sama sekali hingga mereka membungkam mulutnya dengan rumput kering yang ada di taman itu.
“Kita bawa masuk ke vila lagi saja anak-anak, kita interogasi dia di dalam sana” kata pak Han sambil tetap memiting orang yang keliatanya gila itu
Mereka membawa orang gila yang hanya bisa menggerakan kakinya itu ke arah vila putih.
“Saya akan bikin dia bicara mas, saya yakin dia ini bukan orang gila, tetapi orang suruhan agar tidak ada yang berani mendekati vila ini selama proses penggalianitu belum selesai”
Kini mereka ada di ruang tamu vila. Orang gila yang berkepala botak dan mungkin berumur sekitar tiga puluh tahunan itu hanya bisa diam tanpa menggerakan tubuhnya kecuali kakinya.
Empat senter itu menerangi wajah orang yang dianggap gila oleh Supardi. Tetap dalam keadaan seperti ini dia tidak Nampak gila sama sekali.
“Segera bicara yang sebenarnya, atau otakmu kehabisan udara dan darah akibat urat lehermu saya buntu” kata pak Han dengan wajah kejam
Wah ndak ada yang ngira dibalik tubuh orang tua berwajah tionghoa ini ada sesosok kejam yang mempunyai keahlian bela diri heheheh.
__ADS_1