MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 149 (PEMBICARAAN SERIUS)


__ADS_3

Novi dan Saeful tidak tau harus berkata apa, karena yang didepan mereka seharusnya adalah musuh Novi dan teman-temannya pada zaman dahulu.


“Teman kamu ini saya pinjam sebentar raganya agar dia kembali  normal  dan tidak pingsan lagi. Pukulan Kaswadi pembantu Nabil itu sempat membuat dia koma beberapa saat, dan akhirnya diikat oleh kamu di sisi bagian yang agak menjorok itu” tunjuk Dimas pada Saeful


“Kebetulan saya lihat apa yang kamu lakukan dengan temanmu ini. sudah betul kamu selamatkan dan kamu ikat agar dia tidak lari"


"Saya juga lihat apa yang dilakukan Kaswadi kepadanya, sebuah pukulan yang sangat keras Dan berkali kali"


"Maka untuk mempertahankan nyawa temanmu ini, saya masuki dirinya sebentar- sebentar, pokoknya agar dia kembali normal"


"Tapi temanmu ini melepaskan ikatan baju yang tidak terlalu erat, dan kemudian dia lari menuju ke vila.  tapi ternyata dia masih belum stabil, karena setelah itu dia jatuh pingsan"


“Tadi saya sempat tinggal temanmu ini sebentar agar saya tau apa yang akan dilakukanya kepada Nabil atau Rochman"


"Saya perhatikan dia dari jauh, tetapi saya putuskan untuk saya masuki lagi raganya sekalian saya berbicara dengan Rochman dan temannya itu” kata Dimas


“Sekarang saya beri kalian kesempatan untuk mengumpulkan teman kalian yang ada di depan jurang itu, saya tunggu di kamar depan untuk membicarakan hal penting tentang Rochman, dan kemungkinan yang akan terjadi disini selanjutnya” kata Dimas


Setelah berbicara, Dimas kemudian melangkah masuk ke dalam vila, dia membuka pintu vila dengan pelan dan kemudian menutupnya lagi dengan pelan penuh perasaan, seolah dia sangat menyayangi vila putih ini.


“Kita harus bicara dengan teman-teman mbak, sekarang saja kita temui mereka mbak” kata Saeful


“Iya mas, buktinya Dimas tau dimana teman-teman kita sedang sembunyi kan, sudahlah lebih baik kita tau apa yang Dimas inginkan dan kita diskusikan bersama sama mas”


Mereka berdua berjalan menuju ke arah jurang yang ada di depan vila putih. mereka harus bisa meyakinkan bahwa Dimas sudah berbeda dengan ketika dia menjadi musuh anak-anak Sutopo


*****


“Kalau memang seperti itu, kenapa Nabil atau Rochman bilang kalau bayi yang saya bakar itu bakal milik Dimas atau entahlah saya bingung dengan kasus ini” kata pak Handoko


“Jadi menurut nak Saeful dan nak Novi, Dimas itu sudah berubah, sudah tidak seperti Dimas yang kita kenal sebelumnya?. Dan bahkan ada konspirasi antara Rochman dan Mak Nyat Mani? begitu” tanya pak Tembol


“Itu yang saya dengar tadi pak, waktu Dimas yang ada di dalam raga mas Gilank memukul Rochman beberapa kali hingga dia terjengkang pak” jawab Novi


Pak Tembol menoleh ke arah pak Handoko untuk meminta persetujuan dengan ajakan Dimas untuk berdiskusi di dalam kamar depan vila putih.


“Menurut saya kalau tidak dicoba mana kita tau apa yang akan terjadi disini, apalagi kata Dimas ada hubungan antara Rochman dan Mak Nyat Mani yah kalau bagi saya ayo  kita kesana “ kata pak Han


“Tapi tunggu dulu, eh tadi mbok Ju kan sedang mencari Kurni yang melarikan diri waktu dia ada di tangan Nabil, tapi hingga kini mbok Ju belum juga menampakan batang hidungnya, gimana menurut kalian?” kata pak Han


“Begini saja, saya kan masih ragu dengan kejujuran Dimas, jadi ada baiknya tidak semua ikut ke dalam vila. Takutnya…. takutnya ini merupakan jebakan untuk kita, bagaimana menurut kalian?” kata pak Tembol

__ADS_1


“Setuju sekali saya pak, ayo siapa yang menunggu di luar untuk jaga-jaga dan mencari pertolongan apabila yang ada di dalam vila itu dalam keadaan bahaya?”


“Saya saja pak Tembol, karena saya kan tidak kenal dengan Dimas, lebih baik saya sama mas Nang saja yang diluar sambil menunggu mbok Ju datang” kata Saeful


“Ya sudah, nak Saeful tunggu disini bersama nak Nang ya, dan apabila ada sesuatu yang mencurigakan segera teriak kepada kami ya nak” kata pak Tembol


Akhirnya mereka semua minus Saeful dan Nang masuk ke dalam villa putih, mereka membuka pintu depan dan menuju ke kamar depan di vila putih


“Biarkan saya saja dulu yang mendeteksi ada apa di dalam sana, kalau seumpama tidak aman kalian segera pergi dari sini” kata pak Handoko


Pak Han memegang handle pintu kamar depan, kamar yang dari jaman dulu sudah ditempati oleh Dimas untuk berbagai kegiatan anehnya, kamar yang di bagian lantai bawahnya ada beberapa ruangan yang mengerikan, yang pada zaman dulu digunakan Dimas untuk kegiatan experimennya.


Handle pintu dibuka dengan pelan, keadaan yang lebih gelap dari pada di luar karena di luar masih ada sinar bulan, sedangkan yang ada di dalam sini tidak ada sinar sama sekali.


“Heyyy, disini saja tidak usah di dalam kamar, disana tidak ada tempat duduknya. Ayo semua kita ngobrol disini saja” kata suara Gilank yang ternyata ada di ruang tengah


“Huff kaget saya, kenapa ndak bilang dari tadi waktu kami masuk ke sini sih Dimas” kata pak Handoko yang menutup pintu kamar lagi setelah dia buka sedikit


“Apa yang mau kamu katakan Dimas, dan kenapa kamu ajak kami kesini, bukanya kamu sudah tenang di kamar depan sana?” tanya pak Handoko


“Iya kita pernah ketemu sebelumnya di kamar depan itu, waktu itu kamu bawa beberapa anak-anak yang dulu merupakan musuh saya, tapi berjalanya waktu, saya merasa damai dan nyaman tanpa ada keinginan untuk melakukan tindakan seperti dulu itu”


“Bagaimana kabarmu Tembol. bagaimana waktu kamu mau kembali ke masa depan, apakah kamu mendengar omongan Mak Nyat Mani dan Soebroto kan hehehe.


“Dan selama ini juga saya juga mempelajari seluk beluk lorong yang ada di sini, meskipun saya juga belum memahaminya sampai sekarang, tapi jangan khawatir, rumah ini dan bagian bawahnya sudah serasa rumah saya sendiri, dan saya tidak rela apabila ada orang yang berusaha mengobrak abriknya”


“Pada intinya dulu saya adalah iblis, tetapi setelah mengetahui ada iblis yang lebih iblis dari saya, maka lebih baik saya menjadi malaikat saja. Itu hanya perumpamaan saja. Nah itu informasi dari saya yang sebenarnya. Terserah kalian mau percaya atau tidak, yang pasti pak Tembol sudah mendengar sendiri pembicaraan Mak Nyat, Soebroto dan Ginten”


“Ayo silahkan duduk, dan saya minta maaf karena memakai raga temanmu ini. Eh karena pukulan pembantu Rochman yang bernama Kaswadi, otak mas ini belum stabil sama sekali, kadang dia bisa limbung dan pingsan. waktu dia melepas ikatan dari teman kalian dia tiba-tiba lari”


“Secara kebetulan saya ikuti apa saja yang dilakukan Kaswadi, dan agar teman kalian ini tidak melarikan diri lebih jauh maka dia saya rasuki, tetapi tidak saya rasuki terus menerus, kadang saya lepas untuk melihat apakah dia sudah stabil atau belum, dan ternyata dia sama sekali belum stabil”


“Kembali lagi kenapa kalian saya undang ke sini. Ini berkaitan dengan vila ini dan serangan Rochman yang pasti nantinya akan minta bantuan Mak Nya Mani dan Soebroto. Tetapi kalian harus ingat, antara  Mak Nyat dan Soebroto juga ada persaingan,  jadi disini masih ada nafsu untuk menjadi berkuasa dan menjadi yang abadi” kata Dimas memulai ceritanya


“Jangan remehkan Rochman, dia bisa meniru semua ilmu yang saya pelajari waktu jaman itu, dia bisa merubah diri menjadi manusia, dia bisa menjadi pengusaha hotel Waji dan melakukan pencarian tumbal bagi dirinya disana, pada intinya dia sekarang sudah hebat, tetapi sehebat hebatnya Rochman dia masih dibawah saya”


“Selama masih diburu nafsu untuk menguasai sesuatu maka dia masih dibawah saya, karena nafsu itu adalah kelemahan tiap makhluk. Nah disini juga ada orang yang bernama Trimo juga, pasti kalian juga tau kan. dia juga bisa bahaya, tapi bahaya yang ngawur ndak terarah sama sekali”


“Dia kirim ratusan bahkan ribuan demit kesini atas bantuan ratusan dukun untuk mengusir yang ada disini termasuk saya” kata Dimas melanjutkan ceritanya


Tidak ada yang merespon omongan Dimas, mereka yang ada disana masih bingung dan belum percaya dengan yang ada di depan mereka, semua serba terbalik dan tidak pada semestinya.

__ADS_1


“Kalian tenang saja, saya tidak akan ikut kalian ke tempat persembunyian kalian yang sampai sekarang saya belum bisa menemukanya. Disini saya punya rumah sendiri yang ada di kamar depan, dan saya tidak bernafsu lagi untuk menemukan ruangan kalian” lanjut Dimas


“Yah apa yang kamu ceritakan itu ada benarnya juga Dimas. oh iya saya mau tanya, pada beberapa belas tahun lalu di gebang ada yang bernama Haris dan tinggal di sebelah vila putih, apakah itu adalah kamu?” tanya pak Tembol


“Hehehe itu buatan Rochman, tujuannya adalah mencari kotak dan dokumen yang kamu simpan itu Tembol, dia datang ke tiap rumah untuk melakukan pekerjaan gratis yang pada intinya mencari kotak itu di tiap rumah yang dia datangi”  jawab Dimas


“Lalu apa kalian tau alasan kenapa Rochman memakai wajah saya di makhluk buatanya itu hehehe, karena wajah londo lebih memikat daripada wajah pribumi, apalagi ditambah dengan sifat menolongnya yang tanpa pamrih. Penduduk disini semakin simpatik” tambah Dimas


“Itu juga trik Rochman agar apabila bakal tubuh saya yang dia bangun bertahun tahun di waji dan rencananya akan saya pakai tubuh itu selesa, maka penduduk disini sudah simpatik dengan saya, dan akan mempermudahkan rencana Rochman juga kan heheheh” kata Dimas yang ada di  dalam tubuh Gilank sambil tertawa


“Semua sudah direncanakan oleh Rochman yang pada saat itu bernama Totok, di juga yang membangun rumah di sebelah itu, termasuk kuburan Kamidi dan dokar Ponidi juga dia yang bikin. Karena pikiran dia, kalian pasti akan kembali ke sini lagi untuk mencari kotak itu” lanjut Dimas lagi


“Saya rasa cukup untuk info yang selama ini kalian tidak tau, dan informasi itu bisa kalian percaya. Sekali lagi saya tekankan, saya disini bukan karena mencari sesuatu yang sering dibicarakan oleh Mak Nyat Mani maupun Soebroto, saya  ada disini karena saya senang tinggal disini” Dimas menyudahi penjelasanya


“Baiklah Dimas, sekarang apa lagi yang ingin kamu bicarakan dengan kami selain Rochman yang akan datang lagi kemari bersama bantuan yang entah dari mana” tanya pak Tembol


“Begini teman-teman, maaf saya anggap kalian ini teman, karena kita sama-sama ingin melindungi vila ini. Jadi begini, kemungkinan besar Rochman akan meminta bantuan kepada kedua penguasa daerah sini, yaitu Mak Nyat atau Soebroto. Untuk melawan mereka jelas tidak mungkin”


“Karena mereka sudah setara dengan raja penguasa daerah, apalagi vila ini berdiri di dua daerah dua penguasa itu, nah ini yang harus kita pikirkan. Bagaimana tidak melawan mereka berdua, tetapi kita aman ada disini” kata Dimas


“Sederhana Dimas, bunuh Rochman, maka semua akan selesai. Kamu ingat tidak kalau Mak Nyat Mani atau Soebroto tidak akan mengotori tangan mereka untuk hal-hal yang seperti ini?” sahut Wildan


“Nah itu betul sekali, apa yang kamu bicarakan itu betul, memang dua penguasa itu tidak akan turun tangan mengurusi hal sepele ini , mereka lebih senang mengerahkan pasukanya.


“Tapi untuk kalian ketahui, mereka berdua itu sebenarnya juga punya keinginan untuk berkuasa penuh atas kedua wilayah, Mak Nyat ingin menguasai wilayah Soebroto, begitu pula sebaliknya”


“Tapi mereka berdua terlalu perhitungan untuk melakukan penyerangan, karena pertimbanganya adalah rakyat ghaib kedua wilayah yang sudah rukun dan damai” lanjut Dimas


“Sehingga cara yang paling baik adalah mencari air yang berasal dari negeri china itu, karena yang saya tau, air itu selain bisa menjadikan keabadian, juga bisa memberikan kekuatan yang besar. Sehingga  tidak perlu mengerahkan pasukan untuk saling membunuh salah satu penguasa itu”


“Tapi yang saya curigai itu bukan dua penguasa itu, melainkan Rochman. Dia adalah setan penjilat yang dengan omongannya para penguasa dua daerah itu percaya dengan Rochman, dan yang terjadi adalah penguasa itu akan memberikan kekuatan penuh kepada Rochman untuk menyerang kita”


“Kecurigaan saya, Rochman akan mencari air itu untuk dirinya sendiri atas bantuan kedua penguasa. Jelas kedua penguasa itu tidak akan curiga apabila Rochman bekerja untuk dua penguasa itu, dan pada akhirnya kalian pasti bisa menebak apa  yang akan terjadi” kata Dimas mengakhiri pidato panjangnya


“Jadi disini ujung pangkal permasalah itu adalah Rochman, dan apabila Rochman sudah binasa saya yakin  kedua penguasa itu tidak akan melanjutkan pencarian air itu. karena tidak ada yang paham keadaan dalam tanah ruangan itu kecuali kamu Dimas” kata pak Tembol


“Saya bukan mencurigai kamu lho ya DImas, tapi kemungkinan itu kan ada selama kamu masih punya nafsu untuk mencari sesuatu yang menurutmu menarik” kata pak Tembol


“Saya faham Tembol, saya paham karena kalian pasti akan menuduh saya akan menggantikan Rochman apabila Rochman sudah binasa, tapi itu juga kembali ke diri saya kan, apa kalian percaya dengan saya yang sekarang atau kalian masih ingat-ingat kejadian masa lalu” balas Dimas


“Sekarang kalian harus mulai memikirkan apa yang saya katakan ini, dan ingat waktu kita disini tidak lama, karena Rochman akan datang kesini lagi dengan kekuatan yang besar, karena dia ingin membalas dendam kepada yang telah membuat mati lagi anaknya”

__ADS_1


Keadaan memang mendesak, tapi mereka juga harus berpikir siapa itu Dimas dan latar belakang Dimas juga, jangan sampai hanya karena kepepet akhirnya mereka tidak bisa berpikir jernih dan melakukan dengan grusa-grusu.


__ADS_2