MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 236 (MAS TOLANI)


__ADS_3

“Kamu punya gambaran apa tentang Marwoto Petro?” tanya Dimas


“Katakanlah semua ini adalah rencana Marwoto dan Ginten pada pertama kali mereka bertemu” Petro mulai menjelaskan opininya


“Dengan kematian Marwoto, maka tidak ada alasan untuk kita menuduh Marwoto yang  menginginkan air itu”


“Dalam hal ini akhirnya Suharto yang menjadi korban, dia disusupi Ginten agar tertuduh utama adalah Suharto. Nah sampai disini apa yang saya utarakan sama dengan pemikiran Dimas kan” kata Petro


“Tetapi sayangnya Ginten juga culas, dia menginginkan lebih… dia ada kemungkinan menemui Rochman atau bisa dipanggil dengan nama Nabil bekas bos saya heheheh”


“Ginten menjual Rochman yang notabene merupakan anak dari Marwoto dan istrinya, dimana katanya pada jaman dulu itu Marwoto dan istrinya yang namanya … eehh siapa…”


“Suparmi” jawab Dimas


“Ya Suparmi….mereka berdua mendapat kekuatan ghaib dari dua penguasa daerah sini” kata Petro


“Jadi pastinya tanpa disadari oleh Suharto sendiri, dia itu pasti punya kelebihan yang dicari Rochman dong”  sampai sini Petro berhenti sebentar


“Nah menurut saya, kekuatan yang ada di dalam diri Suharto itu yang dijual Ginten kepada Rochman”


“Sehingga Ginten berusaha membawa Suharto kepada Rochman ke hotel itu, nanti di sana mungkin ada kesempatan lagi antara Ginten dengan Rochman” lanjut Petro


“Kesepakatan itu bisa jadi berupa menukar Suharto dengan apa yang diinginkan Ginten, kita kan tidak tau apa yang sebenarnya diinginkan Ginten kan Dimas?”


“Entah dia menginginkan air yang ada di vila ini atau apapun lah…”


“Dia menyetorkan Suharto pasti tidak dengan cuma-cuma hehehe”


“Saya yakin seyakin-yakinnya… Marwoto pasti mengikuti kabar-kabar Suharto. Hanya saja Marwoto tidak mau gegabah bertindak untuk mengusir Ginten yang ada di dalam tubuh Suharto” lanjut Petro


“Sekarang tentang Marwoto… kita semua tau kan kelemahan Marwoto adalah Suharto, dia akan melakukan apapun agar anaknya tidak tersakiti” kata Petro lagi


“Nah paham kan sampai disini tentang cerita saya” kata Petro dengan bangga


“Tapi akhirnya Suharto pun sekarang sudah lepas dari Ginten, dan keadaanya itu yang kita tidak tau” sought Dimas


“Sekarang lagi dalam perjalan ke rumah sakit di kota S Mas” sahut Tifano

__ADS_1


“Bagaimana, apa sebaiknya saya bilang ke Marwoto yang mungkin masih ada di depan bahwa anaknya sekarang sedang dibawa ke rumah sakit?” tanya Dimas


“Kemudian apa tujuan kita beritahu ke Marwoto bahwa anaknya sudah diselamatkan. Bukanya semua juga tidak tau kemana Suharto dibawa?” kata Wildan


“Paling tidak agar orang tuanya lega dengan keadaan anaknya itu Wil. Lebih baik memang kita  harus beritahu Marwoto dulu saja” kata Dimas


“Kemudian apabila sudah kamu beritahu keadaan Suharto, lalu apakah Marwoto akan diam saja, dan tetap tidak meminta air yang ada di sini?” tanya Petro


“Kamu pikir hanya beritahu tentang keadaan Suharto, maka Marwoto hanya tenang saja gitu. tentu saja tidak DImas…”


“Marwoto tetap akan meminta air itu, dia akan berusaha mendapatkanya dengan dua kemungkinan yang sedang saya pikirkan” kata petro mulai lagi dengan argumennya


“Pertama memang dia meminta air itu untuk anaknya….”


“Yang kedua…  apabila Marwoto itu tidak sebaik yang kita pikirkan, dia akan meminta air itu dengan alasan anaknya sakit, tetapi sebenarnya dia punya tujuan tertentu hehehe” kata Petro


*****


“Mas Ali… nanti apa yang akan kita lakukan di rumah sakit, apakah kita tetap terus menerus menjaga Suharto mas?” tanya Novi


“Kamu ingat tidak kalau Rochman atau waktu itu bernama Nabil berusaha mendekati dan menjadi pacar mbak Wina, Chandra dan siapa satunya itu hhmmm chintia..iya mbak Chintia”


“Karena Rochman yang waktu itu bernama Nabil ingin memiliki energi yang ada dalam tubuh ketiga perempuan itu” kata Ali


“Jadi apapun yang pernah bersinggungan atau pernah dekat dengan Mak Nyat Mani pasti ada sedikit energi dari Mak Nyat Mani yang terserap”


“Sedangkan Suharto… jelas jelas dia itu memiliki perpaduan energi dari Mak Nyat Mani dan Soebroto kan, pastinya dia akan menjadi incaran Rochman”


“Hmmm iya ya mas, betul juga apa yang dikatakan mas Ali ini”


“Kalian ini bicara apa mas…mbak? kok kedengaranya tentang pasien pingsan yang ada di belakang itu?” kata Driver ambulan yang  kepo


“Hehehe iya pak hehehe, yah hanya sebatas obrolan yang tidak masuk akal pak heheheh” jawab Ali kebingungan


“Tidak mas…apa yang mas tadi katakan mungkin bagi orang lain tidak masuk akal, tetapi bagi saya obrolan kalian berdua adalah obrolan yang menandakan bahaya yang sangat besar” kata diver itu lagi


“Apa lagi tadi saya  mendengar kalian sebut Mak Nyat Mani dan Soebroto… saya tau siapa mereka itu mas” kata drive itu dengan suara yang serius

__ADS_1


“B..bagaimana bapak tau Mak Nyat Mani dan Soebroto?” tanya Ali gelagapan.


“Saya sering didongengin mbah saya… waktu mbah saya belum meninggal”


“S…siapa nama mbah sampeyan pak?” tanya Ali kebingungan


“Mbah putri Sarijemb… saya adalah salah satu cucu mbah Sari jemb yang punya depot rawon di  Gebang. Sekarang depot rawon itu dijalankan oleh kakak saya”


“M..mbah Sarijemb?.... mbah Sari kenapa tidak bilang dari tadi kalau kita sedang bersama dengan keturunanya?” bsik Novi


“Bagaimana mbak. mbak tadi ngomong apa?” tanya Driver itu  menoleh ke arah Novi


“Eh..nggak mas, saya cuma bicara pada diri saya sendiri saja” jawab Novi


“Jadi mbah saya itu sering cerita tentang sejarah ghaib Gebang dan sekitarnya, terutama di wilayah vila angker yang ada di atas itu mas”


“Maksudnya vila putih ya mas.. eh ngomong-ngomong nama saya Ali, dan ini calon istri saya Novi, nama sampean siapa mas” tanya Ali


“Nama saya Tolani, bisa panggil saya mas Tol saja”


“Iya betul mas Ali, vila putih itu yang saya maksud. Kok masnya tau tentang vila putih itu, bagaimana bisa mas” tanya Tolani


“Heheheh ceritanya panjang mas Tol, nanti akan saya ceritakan ketika kita tiba saja, yang jelas pasien yang kita bawa itu ada hubunganya dengan Mak Nyat Mani dan Soebroto”


“Sehingga kita harus jaga hingga waktunya tiba mas” kata Ali


“Eh mas Tol… mbah Sarijemb  pernah cerita apa saja  tentang wilayah disana itu?” tanya Novi


“Kata mbah saya, suatu saat disana akan terjadi lagi perebutan kekuasaan ghaib yang mengakibatkan ketidak seimbangan alam apabila tidak diselesaikan dengan cepat”


“Dan nanti akan ada beberapa anak muda yang akan menyelesaikan, tetapi anak-anak muda itu butuh bantuan juga, mereka tidak bisa bekerja sendiri” kata Tol ani


**************


Mohon maaf….bab ini ceritanya masih sedikit, karena pagi ini saya sudah harus sibuk lagi.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2