MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 133 (MULAI AKSI LAGI)


__ADS_3

“Mas Nang hingga saat ini belum juga balik kesini mas Ngot, gimana mas, apa kita tunggu lagi hingga dia balik kesini?” tanya Indah


“Lha ni apa sudah lima menit apa belum Ndah?”


“Ya ndak tau mas, kita mana punya jam tangan mas hihihi” jawab Indah


“Mas Nang itu tadi suruh kita nunggu lima menit itu apa dia juga punya jam tangan?. Kalau dia ndak punya jam tangan mana tau dia sudah lima menit atau belum Ndah heheheh” kata Ngot


“Mungkin lima menitnya mas Nang itu bisa aja satu jam mas Ngot, tapi gak papa sih mas, kita jadi punya waktu berdua agak lama disini mas hehehehe” kata Indah


“Husssh gak boleh gitu Ndah, wong kita lagi ada tugas penting kok, mosok ya kita harus bergendak ria disini Ndah” jawab Ngot


“Lha terus gimana ini mas Ngot, apa kita susul Mas Nang nya disana, kali aja dia lagi ada masalah disana mas”


“Ayo wis Ndah, tapi ati-ati ya, aku ndak mau kehilangan kamu Ndah hihihihi” kata ngot yang gonderong tapi berjiwa lembut itu


“Kita masuk ke dalam sana dulu atau gimana mas Ngot, atau kita kesamping rumah itu mas. Di samping rumah itu kan ada gangnya mas, siapa tau tadi mas Nang tadi ke sana mas”


“Iki sing aku kurang seneng Ndah, karena ada kata-ata siapa tau, kita ndak tau keadaan di dalam sana, akibatnya kita pakek jurus siapa tau kan. Bahaya lho Ndah nek pakek jurus siapa tau iku Ndah” kata Ngot


“Gini aja Ndah, ada baiknya salah satu dari kita ke ruang bawah tanah dan melaporkan kalau mas Nang belum kembali dari pengamatanya di rumah Supardi. Lebih baik kamu aja yang ke ruang bawah tanah Ndah, biar aku disini saja dulu” kata Ngot


“Ndah ah mas, kita harus sama-sama mas, bukannya kita sudah janji, kalau semua harus dilakukan sama-sama, hingga kita matipun harus bersama juga mas” kata Indah


“Iyaaa Ndah, tapi ini kan kondisinya bahaya, dan merupakan permasalahan bersama-sama, bukan hanya masalah kita saja Ndah. Kalau memang masalah personal kita ya memang harus sama-sama, hidup mati kita tidak bisa dipisahkan” kata Ngot yang sedang memegang tangan kanan Indah


“Ya dah Ndah, aku juga merasa gimana gitu kalau harus pisah walaupun hanya beberapa menit saja dari kamu. Kalau gitu kita lakukan bersama-sama saja Ndah” kata ngot


Penulis berhasil mendapa info mengenai profil sosok Ngot. Ngot itu semasa hidupnya tidak pernah berdekatan dengan yang namanya perempuan, dia orang yang sok sok an cool, dengan rambut gondrongnya yang sepunggung, dan kaca mata berbingkai kotaknya dengan lensa kaca yang lumayan tebal.


Dia tidak pernah mau mendekati yang namanya perempuan. Sehari-hari hidupnya hanya ada di studio rekaman miliknya yang ada di lantai dua studio Inferno, dia hanya berkutat pada pekerjaanya sebagai pemilik studio hingga tidak ada waktu untuk bersama perempuan heheheh.


Tapi setelah dia mati dan bertemu dengan Indah, nah disinilah dia menjadi budak tjinta, mungkin dia merasa tidak ada lagi yang akan dia lakukan sebagai hantu, dan mungkin kan sudah beberapa hari ini di bersama Indah terus menerus, yah pokoknya jalaran tresno soko nggelibet lah.


Mereka berdua melayang menuju ke arah samping rumah Supardi yang meupakan jalan yang tembus ke belakang rumahnya. Mereka berdua saling bergandengan tangan dan siyap untuk mati bersama mirip romeo dah yuliet. Padahal mereka ini kan sebenarnya sudah mati heheheheh.


“Mas Ngot, kalau nantik misalnya Indah mati duluan gimana mas. Mas Ngot cari kunti atau cari hantu perempuan lagi mas?”


“Aku yo akan menyerang yang membuatmu mati Ndah dan kita nanti bisa mati bersama dengan indahnya hehehe. Eh Ndah, bukanya kita ini sebenarnya sudah mati? Kenapa tadi kita bahas soal kematian sih hihihi”


“Iya mas Ngot indah juga lupa kalau Indah ini sudah mati mas. Yuk kita ke sana mas, eh atau kita tembus ke tembok ini saja mas, siapa tau di dalam sana ada sesuatu yang mencurigakan mas” ajak Indah


Akhirnya kedua sejoli hantu itu masuk ke ruangan yang terletak di balik dinding tempat Indah dan Ngot sedang melayang mencari teman mereka mas Nang.

__ADS_1


Ketika mereka melongokkan kepalanya menembus ke ruangan, ternyata di dalam ruangan itu gelap, dan ada sebuah lobang yang mungkin berdiameter sekitar dua meteran, di sekitar lubang itu banyak tanah galian dan batu batuan yang berserakan.


“Hmm ini mungkin terowongan yang dibicarakan itu Ndah, Terowongan yang dibuat oleh Supardi yang menembus ke lorong bawah tanah” kata Ngot


“Iya benar mas, ini terowongannya, lalu apa bedannya dengan terowongan yang ada di halaman vila mas, bukannya kata anak-anak Sutopo yang disana itu juga Supardi yang gali mas” kata Indah


“Iya Ndah, kita tidak tau apa maksudnya Ndah, hanya saja kalau dipikir secara andai-andai an mungkin Supardi ini kerja sama dengan dua orang Ndah, Supardi ini curang juga istilanya, dia kerjasama dengan dua orang. Itu baru kemungkinan lho Ndah, belum tentu ada kebenaranya”


“Ya itu juga bisa jadi mas, bisa jadi dia memang serakah dan dia melakukan kerjasama dengan dua orang yang mempunyai kepentingan yang sama di vila ini, namanya juga sifat manusia mas, mana yang menguntungkan ya dia akan ambil mas heheheh”


“Eh Ndah, eh apa kita ndak masuk ke dalam sana? Apa ndak sebaiknya kita ke sana Ndah?” kata Ngot sambil melongok ke dalam terowongan yang mengarah ke bawah


Mereka berdua ini nekat, padahal Sinank nang awalnya kan sudah bilang untuk melaporkan ke teman-teman yang ada di ruangan biru apabila dia tidak kembali dalam lima menit, tapi ini sudah lebih dari lima menit dan mungkin bisa saja sudah 30 menit. Lalu apa yang harus dilakukan setelah ini?


Ketika kedua hantu itu hendak masuk ke dalam terowongan…. Tiba-tiba dari dalam terowongan melesat dengan kecepatan tinggi Sinank nang. Dia melayang dengan kecepatan tinggi dari dalam terowongan menuju ke permukaan.


“Apa yang kalian lakukan disini, ayo cepat pergi dari sini!, bahaya sekali ada disini, ayo keluar dari sini secepatnya” kata Sinank nang yang secepatnya keluar dari sana


Mereka sudah ada di halaman depan ruman Supardi yang siang ini sangat lengang, karena tidak ada satupun manusia yang ada disini. Bahkan suara burung yang biasanya berkicaupun sekarang sudah tidak memamerkan kicauanya.


“Kita kembali ke ruangan biru, di dalam terowongan itu berbahaya bagi kita mahluk halus, karena dijaga oleh ratusan demit suruhan yang entah berasal dari mana. Menurut saya, lebih baik terowongan itu ditutup saja” kata mas Nang yang melayang menuju arah ruangan biru


“Jangan-jangan mereka yang ada disana itu berasal dari hotel Waji, karena Indah bisa merasakan aura hitamnya tadi mas, pokoknya aura yang ada di Waji itu tadi sempat Indah rasakan di sana mas” kata Indah


“Ndak Ndah, saya tadi hanya sampai di tengah-tengah saja kemudian saya balik saja, dari pada saya tidak bisa keluar dari sana akibat dikepung oleh ratusan demit yang ada disana” jawab Sinank Nang


“Oh iya mbak, bukanya di jurang samping vila itu ada terowongan yang bisa tembus ke Waji dan tembus ke Mjkt? Tanya mas Nang


“Nah iya mas, apa mungkin yang ada di terowogan itu kiriman dari sana melewati terowongan yang ada di samping vila putih?. Lebih baik kita bicarakan dengan teman-teman dulu saja mas” kata Indah


Setalah apa yang ditemukan oleh Sinank Nang, Akhirnya mereka berniat untuk kembali ke vila putih, mereka akan membahas adanya terowongan yang ada disana, terowongan yang penuh dengan mahluk dari hotel Waji.


*****


“Jadi yang ada di terowongan itu sekarang adalah demit yang berasal dari Waji gitu?” tanya Mirah yang ada di dalam tubuh Blewah


“Iya mbak Mirah, tapi waktu saya lihat mereka yang ada disana itu mirip dengan yang ada di Waji, tapi saya hanya kira-kira saja, karena saya belum tau pasti yang ada disana” jawab Mas Nang


“Tapi Indah yakin kalau yang ada disana itu berasal dari Waji, karena auranya mirip sekali dengan yang ada di Waji mbak Mirah” sahut Indah


“Oh iya, katanya ada mahluk yang dari sana yang ikut dengan kalian disini, mahluk tanpa kepala yang bernama Bawok. Dimana dia sekarang?” tanya Mirah


“Nah itu mbak Mirah, semenjak kami ada disini dia tidak pernah lagi kelihatan bersama kami, waktu itu kan kita sempat diselamatkan sama Bawok, kemudian dia ikut bersama kami hingga di vila ini, tapi setelah itu dia tidak bersama kami lagi. saya sempat mbatin, apakah dia kembali lagi ke waji lagi?”

__ADS_1


“Sebenarnya kami juga sempat punya anjing siluman yang menjaga rumah mbah saya yang ada di Mjkt, tetapi dia hilang ketika saya suruh mencari keberadaan mas Nang dan Blewah” tambah Dogel


“Jadi kita seharusnya mempunyai teman beberapa mahluk ghaib yang berasal dari Waji, antara lain nak Mirah sendiri, kemudian Bawok, kemudian anjing siluman yang katanya ditaklukan oleh nak Dogel” kata pak Tembol


“Iya pak, seharusnya mereka ada disini bersama kita, apalagi Bawok itu, dia kan sempat selamatkan kami ketika kami membakar embrio mengerikan yang ada di ruangan bawah tanah hotel Waji” kata pak Handoko


“Ya sudahlah, mungkin Bawok kembali ke asalnya disana, di Waji, dia mungkin punya masalah yang hrus dia selesaikan disana. Kita sendiri disini saja yang brusaha sendiri untuk menyelesaikan yang ada disini” kata pak Handoko lagi


“Eh pak Tembol, mumpung di luar tidak ada siapa-siapa, bagaimana kalau saya ke rumah sebelah, saya penasaran dengan yang tadi diomongkan oleh mas Nang. Siapa tau Mirah kenal dengan mereka pak” kata Mirah yang ada di dalam tubuh Blewah


“Bisa saja kamu kesana Mirah, tapi tidak sendirian. Kamu bisa dengan mas Petro dan Semprul dan mungkin kamu bisa ajak mbak Novi juga yang sudah pernah ke area rumah itu, sekalian kalau memang perlu ditutup ya kita tutup saja lubang itu” kata pahk Han


“Kalau begitu Saya saja yang ikut pak, biarkan Novi dan Saeful istirahat dulu pak” kata Broni


“Ya sudah nak Blewah bersama nak Petro dan Semprul. Sama nak Broni dan nak Wildan yang badannya gede, jadi kalau mau tutup lubang itu agar cepat selesai” kata pak Tembol


“Saya akan ikut dengan mereka pak, siapa tau butuh pengamatan dulu sebelum masuk ke sana pak” kata mas Nang


Singkat cerita mereka berempat sudah ada di rumah sebelah yang memang keadaanya sepi, tidak ada siapapun dirumah sebelah, atau mungkin nanti malam mereka baru akan datang. Tapi yang pasti kempat orang plus hantu mas nang sekarang sudah ada di depan pagar.


“Kalian tunggu disini, satu menit saja, saya mau lihat keadaan di dalam sana. Eh mas Petro, tolong Semprul dibuat siaga saja, takutnya yang tadi ada di bawah tanah tidak terima apabila saya masuk ke sana lagi” kata mas Nang


“Mas nang lebih baik kita sama-sama saja, jangan buang-buang waktu mas, biar Semprul ada di depan saja, mas Nang dan saya standby di belakang Semprul sementara lainnya siap-siap dengan mencari alat untuk menutup terowongan itu” kata Petro


Akhirnya anjing yang bernama Semprul berjalan di depan mereka, anjing itu semakin pintar, dia bisa memahami dengan cepat apa yang Petro bicarakan, dia bisa langsung beraksi tanpa membuag-buang waktu.


Mereka yang manusai harus masuk lewat pintu depan agar bisa sampai ke bagian belakang rumah yang merupakan tempat adanya terowongan. Selain lewat pintu depan mereka juga bisa masuk lewat pintu belakang yang keadaanya selalu tergembok rapat.


“Bagimana kita bisa masuk ke dalam apabila pintu belakang dan pintu depan terkunci rapat jeh, sebelumnya sih Novi yang bisa buka gembok itu heheheh” kata Broni


“Untuk kali ini kita dobrak saja pintu ini, sudah saatnya kita tidak diam-diam untuk masuk kesini. Mereka saja juga tidak diam-diam masuk ke properti milik kita ini” kata Wildan


“Yo wis Wil, ndang tendangen saja pintu itu, tapi pastikan dulu di dalam tidak ada siapa-siapa Tro” kata Blewah


“Aman rek, di dalam aman. Kalian bisa dobrak pintu itu sekarang” jawab mas Nang yang juga sudah melihat apa yang ada di dalam rumah itu


Dengan dua kali tendangan oleh Wildan, pintu itu sudah terbuka lebar, maklum engsel pintu itu kan tidak terlalu kuat, mengingat rumah ini sudah lama ada disini, dan pastinya kayu dan engsel pintunya sudah keropos.


“Ayo masuk ke dalam, biarkan Semprul yang mencari aura jahat yang ada di rumah ini dulu” kta Petro yang kemudian membisikan sesuatu di telinga Semprul yang tidak kasat mata itu


“Mas, Mirah ingin ke terowongan itu, Mirah ingin tau apakah mereka yang ada disana itu benar-benar suruhan Totok yang berasal dari waji” kata Blewah


“Tapi kalau kita pikir secara logika harusnya tidak mungkin Totok menaruh bala tentaranya di sana mas Wah, Kalian lihat tidak di dalam vila kan juga ada galian, dan awalnya Supardi menggali disana bersama Totok. Jadi harusnya yang menjadi prioritas bala tentara Totok itu disana, bukan disini mas Wah” kata Broni

__ADS_1


“Kita periksa dulu yang ada disini Bron, biar aku dan Sumirah yang masuk ke sana ditemani oleh anjeng Semprul. Aku dan Sumirah yang akan masuk, kalian bertiga tunggu disini saja. Eh mas Nang, sebaiknya mas Nang ada disini saja, sekalian jaga keadaan disini mas” kata Blewah


__ADS_2