
“Ndah, jangan jauh-jauh dari aku. Rasane kok ada sesuatu yang kan keluar dari salah satu pintu atau ruangan yang ada disini. atau ini hanya perasaanku saja Ndah”
“Iya mas, Indah juga merasa ada yang akan muncul sebentar lagi lagi pula kita sekarang ada di tempat terbuka mas, lebih baik kita sembunyi di suatu tempat yang aman” kata Indah
Ngot dan Indah masih ada di sekitar kolam renang, mereka belum memutuskan apa yang akan mereka lakukan karena keadaan rumah ini yang yang dari luar terlihat luas tetapi apabila dimasuki hanya terdapat beberapa ruangan dan dua kamar plus kolam renang saja.
Bisa saja Nabil melakukan renovasi rumah sehingga terlihat luas dari luar, dan harusnya dalamnya pun luas, tetapi mungkin ada beberapa kamar atau ruangan yang dibuat tersembunyi hingga tidak ada yang akan tau ruangan apa dan dimana itu.
“Mas ada baiknya kita sembunyi di suatu tempat mas” kata Indah yang celingak celinguk
Mereka berdua ini kan setan, kenapa mereka ketakutan apabila ada yang keluar dari salah satu pintu yang ada disitu?. Karena bisa jadi yang akan keluar itu juga bangsa ghaib juga.
“Memang dari tadi aku kepingin sembunyi Ndah, tetapi disini tidak ada tempat untuk sembunyi, bahkan tempat untuk sekedar menghindari dari siapapun tidak ada Ndah”
Keadaan di sana itu bisa saja memang dibuat sedemikian rupa sehingga siapapun tidak bisa bersembunyi, karena tidak ada tempat yang bisa digunakan untuk sembunyi, baik untuk mahluk ghaib maupun bagi manusia.
“Kita ke kamar nomor dua dari depan saja Ndah, aku merasa bahwa kamar itu lebih aman daripada kamar yang lain, yang depan itu rasanya tidak ada penghuninya alias kosong, tapi kamar satunya itu ada aura positifnya, lebih baik kita kesana saja, lebih baik kita mendekati dan masuk ke kamar itu dari pada ada disini”
Mereka melayang menuju kamar nomor dua, kamar yang pintunya menghadap ke arah lemari atau kulkas untuk mendinginkan mayat. Mereka sembunyi disana hingga tidak merasa ada bahaya lagi.
“Kamar ini kosong dan kotor mas, tapi tidak gelap karena ada sesuatu yang putih disini, tapi sampai saat ini belum jelas apa yang bisa membuat ruangan ini tidak gelap” kata Indah
ketika mereka berdua ada disana, di luar kamar terdengar suara sejenis pintu yang dibuka, kemudian suara langkah kaki manusia berjalan di ruangan tengah, suara langkah kaki itu kemudian berhenti tepat di depan kamar tempat Indah dan Ngot bersembunyi”
“itu suara langkah kaki manusia Ndah, dan dia ada di depan kamar ini, semoga saja dia tidak masuk ke sini Ndah” bisik Ngot kepada Indah
Dari dalam kamar Indah dan Ngot berusaha mendengarkan suara-suara yang ada di dalam ruang tengah, setelah tadi ada suara langkah kaki, dimana langkah kaki itu berhenti tepat di depan kamar, sekarang mereka berdua mendengar suara sesuatu yang sedang dibuka.
Seperti suara pengungkit yang ditarik, kemudian terdengar lagi suara seperti besi beroda yang ditarik keluar, atau roda yang menyentuh dasaran besi jadi seperti suara bergeser halus tetapi ada suara logamnya.
“Itu suara kulkas mayat yang dibuka Ndah, dan yang tadi itu suara seperti lempengan besi yang menyerupai tempat tidur yang ada di dalam kulkas mayat yang ditarik keluar. aku hafal sekali suara itu karena waktu aku mati keluargaku beberapa kali mendatangi kamar mayat untuk melihat mayatku yang gak karuan”
Indah tidak menjawab omongan Ngot, dia hanya fokus kepada suara-suara yang berasal dari ruangan tengah itu, malah sekarang seperti ada suara memindahkan benda berat dari satu tempat ke tempat lain.
“Mas itu tadi suara apa mas, kok ada suara gedebuknya mas, seperti benda yang berat sedang dipindahkan mas”
“Tadi itu kemungkinan besar adalah mayat yang di dinginkan, dan sekarang mayat itu dipindah ke meja, hhmm disana kan ada meja besar yang terbuat dari semen kan, meja yang mungkin seukuran tubuh manusia kan Ndah. apakah dia sedang memindahkan mayat dari kulkas menuju ke meja yang ada disana?”
“Iya mas, pikiran Indah sama dengan mas Ngot, yang diluar itu sedang memindahkan mayat dari kulkas ke meja yang ada di depannya. tapi buat apa dan mayat siapa mas?” Indah bergidik memikirkan apa yang sedang terjadi di ruangan depan itu
“Ojo dipikirkan Ndah, yang penting kita tau ada kegiatan gila disini, dan kemungkinan besar mereka yang ada di ruang tengah itu sedang membedah mayat, mungkin mereka sedang mengambil organ tubuh mayat atau gimana gitu Ndah”
Tidak ada suara orang berbicara di ruang depan, yang ada hanya suara sayatan pisau dan suara benda basah yang dijatuhkan di semacam baskom, kadang ada suara seperti sedang memotong sesuatu yang keras hingga membutuhkan pukulan beberapa kali atau kadang ada suara gergaji juga.
__ADS_1
“Mas mungkin yang keras itu adalah tulang mas, mungkin persendian tulang kan ada ototnya mas, mungkin itu yang sedang dilakukan di sana mas” Kata Indah yang tetap berusaha mendengarkan apa yang ada di luar kamar itu
Cukup lama juga yang ada di depan kamar sedang melakukan sesuatu dengan yang mungkin saja mayat, tetapi yang jadi pertanyaan, siapa yang sedang melakukan itu, dan tujuannya apa dia melakukan pembedahan atau mutilasi yang kemungkinan besar mayat itu.
*****
Menjelang pagi, mereka yang tadi ada diluar vila putih masuk ke dalam vila, mereka duduk-duduk di sofa yang sudah mereka bersihkan untuk tiduran atau sekedar duduk-duduk saja.
“Apa ada kemungkinan Trimo pagi ini akan datang kesini lagi anak-anak?” tanya pak Tembol
“Kemungkinan besar iya pak, karena dia tadi kagum dengan kita pak, dan kemungkinan besar dia akan minta bantuan kami untuk masuk ke dalam vila. Maka dari itu pagi ini kita harus panggil Dogel untuk berjaga di luar vila, suruh dia pura-pura sedang mengambil rumput yang banyak di depan vila untuk ternaknya” kata Petro
“Ya sudah, cepat kalian panggil nak Dogel, suruh dia kemari dan diskusi apa yang akan kita lakukan setelah ini” kata pak Tembol
Novi dan Saeful yang mungkin dalam keadaan capek dan harus tidur kemudian pergi keluar ruangan untuk menuju pintu masuk yang ada di tempat parkir mobil seperti biasanya, mereka berdua memanggil Dogel untuk menemui pak Tembol.
“Ada apa pak, ada yang bisa saya bantu pak” Tanya Dogel setelah muncul di hadapan pak Tembol, Dimas, Petro , Blewah
Dimas dan pak Tembol menceritakan apa saja yang tadi dilakukan oleh Petro dan Blewah, kemudian pak Tembol juga mengutarakan rencana yang akan dia lakukan setelah ini, karena perkiraan mereka Trimo akan datang pagi ini.
“Bagaimana nak Dogel, bisa kan nanti jaga di depan, pokoknya bilang saja tidak ada orang yang bernama itu di sekitar sini dan kemudian bilang saja kalau ciri-ciri nak Petro dan itu adalah penjaga vila ini, mereka berdua bukan manusia, begitu saja nak Dogel, gimana?”
“Mau pak, saya akan ada disana hehehe, saya akan pura-pura mencari rumput untuk pakan ternak saya pak, tapi saya apa ndak ditemani siapapun pak, takutnya dia bawa sesuatu pak” kata Dogel yang dari jaman di rumah mbahnya itu selalu gocik/penakut
Pagi yang cerah Dogel keluar dari ruangan biru sambil membawa karung goni dan sebuah sabit atau arit. Dogel tidak sendirian, dia bersama mbok Ju yang ikut di belakang Dogel.
Dogel menuju ke arah halaman depan vila yang memang banyak ditumbuhi rumput yang lumayan tinggi , dia tidak melakukan apapun sebelum mbok Ju memperingatkan akan datang seseorang ke situ.
“Hoooaaamm sudah berapa jam kita ada disini mbok Ju, matahari sudah hampir di tengah mbok, sudah siang ini tapi kok belum ada tanda-tanda datangnya Trimo mbok”
“Sabar nak, Sebentar lagi dia akan datang kok, percaya sama mbok Ju, karena model Trimo itu tidak akan melepaskan kesempatan sekecil apapun untuk mendapatkan sesuatu yang menguntungkan bagi dia”
Lepas tengah hari ketika Dogel sedang duduk duduk di pinggir jurang bersama mbok Ju, tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara mobil yang sedang mengarah ke vila.
“Nah itu pasti Trimo nak tunggu disini dan pura-pura sibuk dengan mengambil rumput yang ada disekitar sini, mbok Ju akan pergi melihat siapa yang sedang datang kesini” kata mbok Ju yang kemudian pergi meninggalkan Dogel yang sedang memotong rumput dengan menggunakan aritnya
Sebuah mobil berwarna hitam sedang berjalan pelan dari arah bawah menuju ke tempat Dogel yang sedang sibuk dengan kegiatanya menarik rumput.
“Itu Trimo nak, kamu siap-siap saja dengan kegiatanmu nak dia tidak sendirian, dia kini bersama orang yang mbok Ju tidak pernah melihat sebelumnya nak”
Mobil berwarna hitam itu akhirnya tiba di depan vila, setelah diparkir kemudian pemiliknya mematikan mesin mobilnya.
“Selamat siang pak” sapa Trimo kepada Dogel yang sedang asik menarik rumput di seberang vila
__ADS_1
“Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu pak” kata Dogel yang berdiri di depan Trimo
“Eh bapak orang sini? apakah bapak kenal dengan anak muda yang namanya Farid dan satunya lagi eh namanaya eeeh An..Ananta iya Ananta” kata Trimo
“Saya belum pernah dengar nama itu disini pak, ciri-cirinya bagaimana, dan bapak ketemu dimana dan jam berapa bertemu dengan mereka?”
Trimo menjelaskan ciri-ciri petro dan Blewah secara detail kepada Dogel, hingga cara berbicara keduanya pun dia jelaskan juga.
“Hmm kalau yang tadi bapak jelaskan itu di desa kami ataupun disini tidak ada pak, tetapi kalau yang bapak jelaska itu setahu saya dia bukan manusia pak, dia adalah penjaga vila itu” tunjuk Dogel
“Kedua orang itu akan muncul apabila ada yang berusaha berbuat tidak baik di vila itu pak, saya kira masyarakat disini sudah tau keberadaan mereka berdua pak, tapi nama mereka bukan Farid dan Ananta”
“Mereka biasanya dipanggil dengan nama Petro dan Blewah. mereka itu saudara pak” jelas Dogel
“Memangnya kenapa bapak kok kepingin bertemu dengan mereka berdua?” tanya Dogel
“Tadi malam ketika saya ada disini dan mobil saya jatuh ke jurang itu, saya dibantu oleh kedua orang itu dari ancaman dukun dukun palsu, nah saya ingin berterima kasih kepada mereka mas” kata Trimo
“Mereka berdua jarang sekali menampakan dirinya di muka umum pak, jadi suatu keberuntungan bapak bisa bertemu dengan mereka berdua meskipun hanya sebentar pak, atau bapak bisa tunggu saja disini, siapa tau mereka berdua akan muncul lagi” jawab Dogel
“Hmmm , lalu bagaimana cara saya bisa bertemu dengan mereka sekarang?, eh apakah dengan media paranormal atau bagaimana? karena jelas tidak mungkin menunggu mereka datang, bisa-bisa mereka tidak datang kesini” kata Trimo
“Nah kebetulan saya membawa kawan saya paranormal yang paling top dari daerah saya, mungkin bisa bantu untuk memanggil mereka agar muncul” kata Trimo menunjuk seseorang yang agak aneh yang ada di sebelah Trimo
“Sampean tujuannya apa membawa paranormal segala pak, apalagi dukun sampean itu dari kota, bukan dari daerah sini, jelas ndak akan bisa pak hehehe, coba saja panggil mereka berdua pak”
“Saya bukan mau mencari mereka dan berbuat yang tidak-tidak mas, tetapi saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka berdua atas jasa mereka saya aman dari dukun yang menyerang saya” kilah Trimo
“Kalau mau terima kasih kenapa sampean bawa dukun pak, harusnya datang sendiri dengan niat dan hati yang bersih, bukan malah membawa dukun seolah-olah mau menantang penghuni vila itu”
“Dia saya bawa kesini hanya untuk berjaga jaga saja pak , takutnya dukun yang menyerang saya itu tidak terima dan berusaha mencari saya pak” jelas Trimo
“Oh.. kalau begitu sampean tunggu saja disini pak, saya akan lanjutkan mencari rumput untuk pakan ternak saya dulu” Dogel melanjutkan memotong rumput dan menarik rumput yang sudah terpotong kemudian masukkan ke karung goni yang dia bawa
Tapi ada yang aneh, orang pintar yang dibawa Trimo itu sedari tadi melihat Dogel, dia menatap tajam ke arah Dogel, sepertinya dia tahu sesuatu tentang diri Dogel. Dia menatap tajam pada kucing hitam yang yang ada di sebelah Dogel, ada kemungkinan dia tau siapa mbak Bashi itu.
*****
Suara sayatan dan potongan itu kemudian berhenti, kemudian terdengar lagi suara langkah kaki yang menuju ke suatu tempat yang mungkin letaknya agak jauh dari ruang tengah
“Mas, yang ada di depan itu sudah pergi dari sana gimana mas, apa kita lihat apa yang sedang dia kerjakan mas”
“Jangan dulu Ndah, kita tidak tahu apa yang ada di sana Ndah, bisa saja di luar sana ada sesuatu yang berbahaya bagi kita berdua”
__ADS_1
Ketika mereka berdua sedang berbicara tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan sendirinya, tetapi ketika pintu kamar itu terbuka Ngot dan Indah mendadak diselimuti sejenis kabut, mereka berdua ada di dalam kabut yang memaksa mereka untuk diam.