MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 08 ( CELAKA, APA HANYA KEBETULAN SAJA?)


__ADS_3

Beberapa hari setelah Tifano dan ketiga temanya mendatangi Novi, dan di suatu pagi menjelang siang di sebuah rumah sederhana di daerah berhawa sejuk Mlng.


Tifano bersama ibunya sedang menata ricebox pesanan sebuah perusahaan untuk makan siang. Mereka dibantu oleh dua orang tetangganya yang memang sudah biasa membantu keluarga itu apabila ada pesanan nasi box.


Keluarga Tifano memang memiliki usaha katering di kota Mlng untuk penyediaan makan siang bagi perusahaan atau perorangan yang memesan makanan.


Sebenarnya rumah Tifano itu di Mlng, tetapi dia lebih suka tinggal di rumah kakaknya yang ada di Sby, mungkin karena teman dia banyak yang di Sby dari pada di Mlng.


Dia akan pulang ke rumah orang tuanya di Mlng apabila ada pesanan nasi box karena di rumah orang tuanya  hanya ada ibunya dan seorang adik laki lakinya Tifano.


Jam segini adalah waktu sibuk sibuknya keluarga kecil itu untuk menata ricebox yang jumlahnya kadang mencapai seratus box untuk makan siang pesanan beberapa perusahaan.


“Bu, nanti biar aku aja yang antar, ibu dirumah aja, kasihan ibu kalau harus ikut aku antar nasi kotak ini”


“Kamu sendirian bisa antar ini Fano? Ndak ada yang pegangin lho nak” kata ibunya yang memang sudah terlihat letih


“Bisa bu, nanti aku ikat di jok belakang, ibu bantuin aja ikat dos yang isinya nasi bungkus ini ke jok motor adik bu” kata Tifano yang tidak ingin ibunya capek karena harus masak dan bersih bersih dapur


Untuk diketahui, di rumah sederhana itu saat ini hanya ada tiga orang yaitu Tifano, ibunya, dan adiknya yang masih SMA. Sedangkan kakak Tifano yang dua orang itu sudah berkeluarga dan tinggal kota sby.


Setelah semua beres, Tifano berangkat menuju ke sebuah kantor yang terletak di pusat kota.Tifano sebenarnya kurang sehat tubuhnya, dikarenakan hampir tiga hari ini kalau malam dia tidak bisa tidur sama sekali.


“Sebenarnya aku tidak enak badan, rasanya ngantuk pol, gimana mau sehat wong tiap malam aku ndak bisa tidur gara-gara ada yang tinggi besar di kamarku, dan yang tinggi besar  itu selalu siap mencekik aku kalau aku mulai tidur” gumam Tifano


Tifano memacu motornya dengan kecepatan rendah, karena dia membawa empat dos air mineral yang berisi nasi kotak, dia juga sadar apabila keadaan tubuh dia yang tidak fit.

__ADS_1


Jadi setelah keempat orang itu mendatangi Novi, mereka seolah lupa bahwa mereka harus segera melakukan sesuatu, nah mungkin karena kesibukan mereka atau memang mereka sudah merasa aman, akibatnya apa yang selalu mereka mimpikan tiap malam itu sekarang menjadi lebih menakutkan.


Yang sebelumnya ada didalam mimpi sekarang mulai menjadi nyata, contohnya yang terjadi dengan Tifano, sosok mengerikan yang ada di dalam mimpi itu sekarang mulai menyerang dengan cara mencekik ketika Tifano mulai tertidur, akibatnya sudah beberapa hari ini dia tidak tidur karena sosok itu selalau mendatangi dengan tangan siap mencekiknya.


Di sebuah pertigaan jalan satu arah yang tidak begitu rame, Tifano berhenti karena lampu trafik yang sedang menyala merah, dia berhenti karena dia hendak belok ke kanan, Tifano berhenti di posisi paling depan dan di pinggir trotoar kanan agar ketika hijau dia tidak di bel mobil dan kendaraan yang dibelakangnya.


Tifano benar benar ngantuk. Dia sempat memajamkan mata beberapa detik hingga tidak sadar kalau lampu sudah berubah warna menjadi hijau.


“Woooii mas wis ijo lampune!” teriak pengendara motor yang ada di belakang dan disebelahnya. Bel kendaraan yang ada dibelakangnya pun mulai menyalak bergantian.


Entah karena kaget akibat klakson beberapa kendaraan dibelakangnya plus teriakan pengendara motor ditambah dia sempat tertidur beberapa detik mengakibakan tangan kanannya reflek memutar gas motor maticnya secara spontan!....


“Gitu kejadiane rek, untung aku waktu itu nabrak trotoar di sebelah kananku, coba nek aku lurus. Yo sido nang IGD rek, nabrak toko di seberang jalan” cerita Tifano kepada beberapa teman Sutopo yang sedang menjenguk di rumah Mlng


“Tapi gini Tif, ndak cuma kamu aja yang ngalami kejadian aneh. Aku dan Ukik juga sempat hampir kecelakaan” kata Dani


“Kamu lama ndak liat grup Wa kan Tif, makane kamu ndak tau perkembangan temen-temen lainnya kan” tambah Ukik


“Iyo rek, soale sibuk sekali, ibuku banyak pesenan makanan, mangkane aku jarang liat grup wa, lagi pula kan tak pikir keadaan sudah aman rek” jawab Tifano


Jadi disini tidak hanya Tifano saja yang sempat celaka, Dani dan Ukik pun juga sempat celaka hanya saja mereka tidak mau bercerita celaka apa yang mereka alami. Lalu apakah ini adalah peringatan lagi dari sesuatu yang Ghaib, atau kah ini hanya kebetulan saja?


*****


Sementara di tempat Ali tinggal dengan keluarganya di Kota Jkt. Ada semacam perintah batin untuk menemui teman-temanya yang ada di Sby.

__ADS_1


“Kenapa beberapa hari ini aku merasa harus menemui teman-temanku, padahal tiap hari juga kita berkabar melalui grup wa, tapi perasaanku aku harus segera pulang ke Sby” gumam Ali


“Dani, dan UKik mengalami kecalakaan tunggal, begitu pula Tifano, dia juga mengalami kecelakaan tunggal di kota Mlng. Tapi kurasa itu hanya kebetulan saja lah. Buktinya Novi sampai sekarang tidak ada kabar apa apa”


“Tapi yang aku ndak paham, hampir tiap hari yang ada di dalam tubuhku ini mengatakan aku harus segera kumpul dengan mereka. Tetapi apakah hanya aku saja yang merasa seperti itu, apakah teman temanku tidak merasakan apa apa?”


Memang Ali merasakan adanya kontak batin dengan teman seperjuanganya, tetapi setiap dia buka grup Wa, tidak ada kata-kata dari temanya yang mengatakan mereka harus kumpul. Yang ada hanya gojekan ketawa ketawa, goda Novi dan sejenisnya.


“Rek, aku akan ke Sby, aku ndak kuat rek, koyoknya ada yang harus kita bicarakan “ ketik Ali pada Grup Wa


“Sama Li, aku juga merasa kita harus kumpul untuk melakukan sesuatu yang tidak kita ketahui rek” balas  Ukik


“Sama mas, kita harus segera kumpul mas, perasaan Novi makin hari rasanya makin ndak enak mas” tulis Novi


“Apakah semua ini ada hubunganya dengan ghaib yang ada di  vila itu rek” tulis Dani


“Ndak tau Dan, tetapi aku merasa bahwa ada sesuatu yang kita lupakan disana, sesatu itu sekarang memanggil kita atau bisa juga menagih kita” jawab Tifano


“Kalau yan Novi rasakan kayaknya ada sesuatu yang menendang nendang di rahim novi mas hihihih”


“Noov, koen iku tambah ayu tapi tambah gendeng c*k” balas Ukik


Ternyata tidak hanya Ukik dan Ali saja yang merasakan hal seperti itu, semua yang sudah melakukan kontrak darah merasa bahwa mereka harus kembali bersatu untuk melakukan yang belum mereka ketahui.


Termasuk juga Novi yang juga merasa bahwa ada sesuatu yang menyuruh dia untuk bertemu dengan anak anak Sutopo secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2