MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 152 (INDAH DAN NGOT)


__ADS_3

“Apa yang dikatakan Kaswadi itu sama dengan yang kita alami di alam ghaib pak. denah yang dikatakan Kaswadi hanya yang umum saja, dia tidak mengatakan yang detail tentang tempat tinggal Rochman atau dimana saja lorong yang berbahaya itu” kata Blewah setelah selesai dengan urusan nya Kaswadi


“Tadi saya juga minta alamat rumah dia pak, jadi kita bisa datang kapan saja kita mau ke rumah Kaswadi untuk menanyakan hal yang kita tidak tau” kata Blewah lagi


“Tapi tadi yang mbok suruh buang itu pakaian yang dia kenakan saja nak?” tanya pak Tembol


“Iya pak, hanya pakaian yang sedang dia kenakan saja, untuk yang ada di bawah jok mobil saya biarkan saja, karena saya masih kepingin mayat Supardi mengejar Kaswadi lagi” jawab Blewah


“Tembol, kita tidak bisa masuk kesana tanpa ada yang kita susupkan ke sana, kita perlu orang atau mahluk ghaib untuk masuk ke sana dan mempelajari jalur-jalur yang ada disana, dan itu harus orang atau ghaib yang belum pernah kesana” kata Dimas


“Indah dan Ngot, kita bisa kirim mereka ke dalam sana pak, nanti disana mereka cari saja Bawok sesuai yang diomongin Mirah pak” kata Blewah


“Iya benar, tinggal nak Indah dan nak Ngot yang belum pernah masuk ke sana , sebenarnya Juriah juga bisa kita kerahkan lho” kata pak Tembol


“Jangan … jangan Juriah, dia harus jaga di vila bersama siapa itu laki-laki yang agak kekar itu”


“Sinank nang namanya” sahut pak Tembol


“Ya anak itu, biarkan dia jaga di sekitar vila putih saja, karena di vila masih butuh pengamat untuk di sekitar sana, tapi sebentar, saya mau tanya dulu ke penjaga pohon beringin itu, bagaimana caranya masuk ke sana” kata Dimas yang bersama raga Gilank berjalan ke arah rumah Rochman


“Hehehe mereka yang ada di atas pohon itu heran saya punya raga seperti ini, mereka malah pingin pinjam raga ini untuk menjadi manusia. Ok sudah beres, besok Indah dan Ngot bisa masuk kesana atas bantuan mereka yang ada di pohon itu” kata Dimas


“Kalau begitu kita sekarang kembali ke vila saja dan kemudian persiapkan nak Indah dan nak Ngot untuk masuk ke sana” kata pak Tembol


Akhirnya setelah disepakati bersama, Indah dan Ngot yang akan masuk ke sana mereka pun kembali ke vila putih. Misi hari ini pun gagal karena tidak ada yang keluar dari rumah itu kecuali sosok aneh yang mirip dengan air itu.


*****


“Jadi untuk besok kita putuskan seperti itu” kata pak Tembol di ruang tamu vila putih. Sekarang untuk urusan pertemuan dan urusan membahas apapun dilakukan di ruang tengah, karena saat ini ada Dimas yang ada d dalam tubuh Gilank


“Kalau seumpama malam ini kita kesana bagaimana, apakah bisa? karena kalau malam disana ada beberapa aktivitas seperti yang dikatakan oleh penjaga pohon beringinya itu” kata Dimas


“Bagaimana nak petro. kalau malam nanti kesana apakah tidak dicurigai oleh penjaga pintu gerbang komplek?”


“Sebenarnya pasti banyak pertanyaan pak karena disana kalau malam itu lebih ketat, penjaga disana selalu berkeliling komplek tiap beberapa belas menit pak. Tapi ya harus dicoba pak, kalau mereka menolak kita masuk ke sana karena alasan kita kurang tepat ya susah”


“Biasanya kalau malam ada tamu yang mau ke rumah salah satu penduduk disana, satpam akan menelepon pemilik rumah dahulu, apakah mereka mau terima tamu ini atau tidak, tapi untuk kasus Nabil kan tidak pernah ada orang yang di rumah, apakah mereka akan bisa hubungi Nabil atau tidak kan ya tidak tau pak” kata petro


“Ya susah juga kalau ada di suatu komplek perumahan yang terlalu ketat seperti itu, takutnya untuk kedepannya kita tidak bisa masuk ke sana lagi pak karena sudah dicurigai akan melakukan tindakan yang tidak baik” lanjut petro


“Kalau seumpama kita antar sampai di depan gerbang, kemudian kalian kesana sendiri bagaimana?”


“Eh begini maksud saya, jadi nanti kan kita kemungkinan besar tidak bisa masuk ke dalam cluster perumahan Rochman, karena kemungkinan besar pos penjagaan menelepon Nabil tetapi tidak ada yang angkat, jadi kalian tinggal kesana saja, kan jaraknya sudah dekat” kata Dimas


“Nanti kalian bersama saya, akan saya bantu kalian masuk kesana dengan cara nego kepada penjaga yang ada di pohon beringin itu” tambah Dimas.


Indah dan Ngot akan menerima pekerjaan yang cukup berat, tapi mereka merasa senang juga, karena apa? karena mereka akan masuk ke rumah orang yang membunuh mereka berdua. baik Ngot maupun Indah mati atas perintah Nabil atau Rochman.


“Saya siap menemui orang yang membunuh saya pak, dan saya senang sekali dengan tugas ini” kata Ngot


“Ok kalau begitu, malam ini kita berangkat kesana, oh iya, kata Mirah disana ada Bawok, mungkin saja kalian bertemu dengan dia, dan mungkin juga dia akan membantu kalian disana apabila kalian dalam bahaya” kata pak Tembol


Ngot dan Indah memang diliputi dendam, sehingga mereka mau saja  berangkat menuju rumah Nabil atau Rochman, hanya saja  suatu aktivitas apabila didasari oleh rasa dendam maka akibatnya menjadi kurang baik.

__ADS_1


Malam tiba, team yang tadi pagi sekarang berangkat lagi menuju ke tempat Nabil, selama perjalanan yang menempuh waktu sekitar tiga jam itu hanya ada kesunyian di dalam mobil selain suara ngoroknya Blewah.


“Nak Petro akan alasan apa ke penjaga pintu gerbang kalau mau menemui Nabil?” tanya pak Tembol


“Kita lihat nanti saja pak, saya belum punya alasan apa yang akan saya katakan kepada mereka pak” Petro membelokan mobil menuju ke arah pintu gerbang


“Selamat siang bos,  bagaimana bos , pak Nabil apa sudah pulang? saya kesini selalu tidak pernah ketemu dia bos” kata Farid kepada penjaga pintu


“Maaf pak Farid, saya juga tidak tau kemana beliau, karena tadi barusan juga ada orang kesini mencari dia pak, tadi saya tanya namanya itu Kaswadi pak, dia yang siang tadi kesini juga pak” kata penjaga pintu


“Dia ketemu sama pak Nabil apa tidak?”


“Tidak pak Farid, saya telepon rumah pak Nabil tapi tidak ada yang angkat pak” kata petugas keamanan itu


“Ya sudah kalau begitu tolong telponkan pak Nabil, bilang saya Farid mau ketemu, siapa tau ini hari keberuntungan saya hehehe”


Selama petro bicara dengan petugas itu, Dimas, Ngot, dan Indah keluar dari mobil dan menuju ke tempat Nabil yang gelap gulita dan kelihatan tidak ada penghuninya itu.


“Tidak ada yang angkat telepon di rumah itu pak Farid, sama seperti tamu yang tadi juga, pak Nabil tidak pernah mengangkat telepon sama sekali”


“Ya sudah kalau begitu pak, saya pamit dulu pak, besok pagi saja saya kesini lagi pak” kata Farid setelah Dimas kembali ke dalam raga Gilank


“Mereka berdua sudah ada di dalam rumah Rochman, lebih baik kita tinggal saja, besok pagi kita lihat perkembangan disini karena saya bilang kepada mereka bahwa besok pagi kita kesini lagi untuk menjemput mereka berdua” kata Dimas


“Saya tidak tega meninggalkan mereka berdua disana, bukan karena saya tidak percaya dan meremehkan mereka, hanya saja mereka berdua itu sama-sama mati karena Rochman atau Nabil, takutnya mereka akan bertindak sesuai kata hati mereka” kata pak Tembol


Tidak ada yang berkomentar atas kata-kata pak Tembol, karena memang keadaannya demikian, mereka berdua memang mati karena dibunuh Nabil.


“Lalu mau ke mana lagi nak Petro, kita kan tidak punya tujuan lagi selain menunggu nak Indah dan nak Ngot ada disana untuk melihat bagaimana keadaan di rumah itu” kata pak Tembol


“Kita ke tempat abah Fuad pak?” tanya Petro


“Jangan nak, malah merepotkan beliau, beliau kan sudah membantu banyak nak, jangan kita merepotkan beliau lagi dengan masalah kita nak”


“Yah hanya sekedar silaturahmi pak, pasti abah Fuad kan juga pingin tau perkembangan kasus yang sedang kita kerjakan ini pak” kata Petro


“Siapa abah Fuad itu Tembol?” tanya Dimas


“Dia yang juga selama ini meneliti Totok atau Nabil, atau Rochman, dia yang menyelamatkan nak Blewah dan nak Nank yang terjebak dalam rumah itu di alam ghaib” jawab pak Tembol


“Kalau memang dia pernah urusan dengan Rochman, pastinya dia juga ingin tau perkembangan yang kalian lakukan Mbol. Menurut saya tidak ada salah nya untuk silaturahmi dan sekedar memberi info bagaimana perkembangan yang kalian lakukan itu” kata Dimas


“Ya sudah, ayo kita ke sana nak Petro, tapi jam segini apa abah Fuad sudah ada di rumahnya? biasanya kita kesana tengah malam kan anak-anak?”


“Dicoba saja pak, siapa tau dia ada di rumah pak, kalau beliau tidak ada ya kita balik ke Vila putih saja pak lalu besok pagi kita ke sini lagi untuk jemput Indah dan Ngot” kata Petro


Mobil diarahkan menuju ke tempat tinggal abah Fuad, singkat cerita setiba mereka di sana ternyata rumah abah Fuad dalam keadaan tertutup rapat, bisa jadi beliau sedang ada kegiatan di luar kota, atas panggilan orang yang memerlukan bantuan beliau.


“Yah bukan hari keberuntungan kita hehehe, ya sudahlah , ayo kita balik saja. Eh tapi apa tidak sebaiknya kita balik ke rumah Nabil saja? saya khawatir dengan mereka berdua” kata pak Tembol


“Tenang saja pak, pokoke kalau mereka sudah bertemu dengan Bawok, mereka akan baik baik saja disana pak” kata Mirah


Tapi apa benar mereka baik baik saja apabila bertemu dengan bawok, lebih baik kita lihat apa yang mereka lakukan disana

__ADS_1


*****


“Mas Ngot kata yang ada di atas pohon itu kita harus ke pintu depan, karena pintu depan itu jalan masuk ke rumah ini, kalau kiat tembus tembok maka akibatnya kita akan tersesat, gimana menurut mas Ngot, apa yang ada di pohon itu bisa dipercaya mas?”


“Aku juga bingung Ndah, nek misale kita masuk lewat depan, kemudian ternyata di depan ada penyambutan hehehehe gimana Ndah, kita disambut dengan kerangkeng. Lak podo ae masuk ke sarang macan Ndah”


Ngot dan Indah saat ini masih ada di halaman depan rumah Nabil yang sepi dan hanya ada satu mobil suv hitam yang diparkir dengan sembarangan saja.


“Indah bingung mas. Asal diketahui kalau tiap makhluk ghaib yang masuk sini katanya tidak bisa keluar lagi, nah yang jadi pertanyaan, apakah mereka kulonuwun masuk lewat depan atau menerobos dinding yang ada disini mas?, coba secara logika saja mas”


“Namanya aja demit pasti tidak mengenal pintu lah Ndah, pasti mereka akan masuk melalui apa saja yang ada disini, termasuk menembus tembok lah, mana ada demit yang mau susah payah masuk lewat pintu yang sesuai hehehe


“Nah ini yang baru betul mas, kita harus berpikir secara logika mahluk ghaib mas heheheh, kan kita juga bangsa demit juga mas”


“Ya sudah nek gitu,ayo kita turuti yang ada di atas pohon itu, kita masuk lewat pintu yang ada di depan saja Ndah”


“Ayo kita masuk lewat depan Ndah, tapi ya resikonya ya pastinya nanti ada penerima tamunya hanya saja resiko kita hilang karena tidak bisa keluar dari sini bisa lebih kecil lah”


Mereka berdua ada di depan pintu masuk rumah, mereka berdua ada di teras rumah yang lantainya cukup berdebu.


“Biar aku dulu yang melihat keadaan di dalam Ndah, siapa tau ada sesuatu yang bikin kaget kamu kan bahaya Ndah, apalagi kalau kamu punya riwayat sakit jantung, bisa mati kamu Ndah hehehe”


“Ngawur ae mas Ngot iki, Indah kan memang sudah mati mas, ingat mas, kita ini demit mas hihihihi, ayo dah cepat masuk ke sana mas, kelamaan kita ada diluar ini mas hehehe”


Ngot memasukan kepalanya menembus pintu depan, dia  melongok menoleh untuk melihat apa yang akan  menanti mereka berdua apabila masuk ke dalam sana.


“Ternyata didalam tidak ada apapun Ndah, dan keadaan didalam sangat dingin koyok di dalam kulkas heheheh”


“Jangan-jangan di dalam memang ada kulkas yang tebuka mas, koyok di film sponge bob itu mas, ada yang lupa menutup pintu kulkas mas, jadi ruangannya dingin semua mas hihihihi”


“Ndeh… tambah edan awakmu iki Ndah hihihi. ayo wis kita masuk ke dalam, dan jangan lupa ucapkan salam, meskipun aku iki batak Ndah, tapi untuk menghormati pemilik rumah ya  kita harus ucapkan salam Ndah”


“Salam apa mas Ngot… salam apa hayoooo…”


“Spadaaaaa… permisiiiii” teriak Ngot di depan pintu masuk rumah Nabil


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan yang gelap dan dingin mirip di dalam kulkas kalau kata Ngot tadi.


“Hmmm perabotan antik yang ada disini lumayan ngeri juga ya Ndah kalau gelap gelap gini, coba liatin itu  satu set meja kursi ukiran jaman gak karuan yang masih kelihatan bagus”


“Terus itu ada lagi yang di pojokan ada penyu raksasa yang diawerkan dan dibuat hiasan, jaman dulu hiasan penyu raksasa kan lagi ngetrend ya” kata Ngot sambil melihat-lhat apa yang ada di dalam rumah itu


“Ruang tamu ini tidak pernah dibersihkan mas, banyak debu halus yang  menempel di meja kursi itu, itu di atas ada lampu gantung yang juga ngetrend pada tahun 80an juga modelnya, tapi sayang nya tidak dirawat, banyak sarang laba-labanya” kata Indah


Mereka melayang perlahan-lahan seolah olah sedang menikmati museum dengan aneka hiasan lukisan dan benda-benda tahun 80an.


“Sebelah kiri itu kayaknya kamar deh Ndah, tapi pintunya tertutup, gimana, apa kamu ndak ada niatan untuk penasaran Ndah?”


“Lha kita ini kan sudah penasaran mas Ngot, kita ini kan hantu penasaran hihihihi”


Mereka mendekati pintu yang ada di sebelah kiri, dan diperkirakan  pintu itu mengarah ke sebuah kamar, kedua nya pun sdah siap untuk melongokan kepalanya ke dalam


“Stoop! jangan longokan kepala kita ke dalam!” kata Ngot dengan wajah serius

__ADS_1


__ADS_2