MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 91 (BERTEMU SUPARDI)


__ADS_3

“Hooooiii, kalian yang di tendaaaaa, cepat keluar! Teman kalian pingsan ini…HOOOOOIIIII!!!” teriak Saeful lebih keras lagi


Hingga beberapa kali Saeful memanggil tetapi tidak ada sahutan dari dalam, keadaan di dalam tenda pun kelihatanya tidak ada yang bergerak sama sekali.


Saeful mengambil kerikil sebesar kelereng, kemudian kerikil itu dilemparkanya ke tenda yang ada di dalam halaman vila. Tetapi tetap saja tidak ada yang keluar dari dalam tenda. Ada yang aneh di sana keliatanya


Berulang kali Saeful memanggil nama atau siapapun yang ada di dalam Tenda, tapi tetap saja tidak ada sahutan dari dalam tenda itu, hingga Saeful memutuskan untuk masuk ke area halaman vila.


“OK… aku akan masuk ke dalam sana. Kalau ada yang mati maka berkah untukku hahahah” teriak Saeful yang kemudian berjalan masuk ke dalam halaman vila


Saeful memang sengaja berkata agak lebih keras, agar Broni dan Novi mendengar apa yang dikatakan dan yang akan dilakukan Saeful. Dia kini sudah ada di dalam taman vila.


*****


“Bagaimana ini mas, apa yang harus kita lakukan” Tanya Novi


“Diam dulu disini Nov, aku takut kalau itu adalah jebakan, kita pantau dan dengarkan saja dulu bagaimana Saeful yang sekarang ada di dalam halaman vila putih” jawab Broni


Sementara itu Saeful dengan langkah pelan menuju ke tenda yang keempat orang itu pasang, dimana posisi tenda itu agak ada di tengah taman vila. Benar-benar nekat orang yang bernafa Saefu ini hehehe


“WOOOOIIII…. Dimana kalian. Apa kalian baik baik sajaaaaa!” teriak Saeful sambil jalan perlahan -lahan menuju ke arah Tenda


Kini dia makin dekat dengan tenda, tapi tetap saja tidak ada suara yang berasal dari penghuni tenda itu. Kini saeful sudah ada di depan tenda yang berbentuk segi empat dengan kondisi tertutup rapat.


“Waduuuuhh, apakah aku harus mengintip apa yang ada di dalam sana?”batin Saeful


“Ok lah kuputuskan untuk mengintip tenda itu” gumam saeful yang kemudian menyigkap pintu tenda.


“Hmmm kosong, hanya ada satu orang itu yang sedang tidur di pojokan tenda, tapi biarlah dia tidur,aku harus cari orang yang lainnya dulu” gumamnya lagi


“Tapi aku harus keluar dulu, aku harus laporan sama temanku yang ada diluar sana dulu dari pada kalau kucari sendiri, ternyata di dalam sini ada pembunuhan, malah susah juga aku” batin Saeful


Akhirnya Saeful memutuskan untuk keluar dari area taman vila, dia memutuskan untuk kembali ke tempat dia menunggu tadi, dimana disebelahnya ada teman dari paranormal itu yang masih dalam keadaan pingsan.


“Pssssstt Ful…. Siniiiii, cepat” bisik Broni dar arah jurang


Saeful berjalan menuju ke Novi dan Broni, kemudian mereka bertiga duduk di pinggir jurang. Mereka harus bergerak cepat karena ada yang aneh disekitar sini.


“Teman paranormal itu tidak ada di dalam tenda mas, yang di dalam tenda hanya orang yang sedang tidur saja” bisik Saeful


“Orang itu mati mas, bukan tidur” jawab Novi


Tidak ada suara, mereka diam memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya, apalagi di dalam tenda itu ada mayat yang harus segera dievakuasi.


“Apa yang harus kita lakukan lagi ini mas, kalau sampai penduduk sini tau kalau ada yang mati maka vila ini pasti akan di tutup untuk penyidikan pulisi” kata Saeful

__ADS_1


“Iyo bener Ful, mayat itu harus segera disingkirkan, bahaya kalau sampai ada yang tau kalau disini ada yang mati” timpal Broni


“Hmmm aku curiga di dalam situ ada orang yang berusaha mempermainkan suasana disini, apalagi dengan perginya dua orang yang harusnya ada di dalam tenda itu” jawab Broni


“Gini rek, kita disini adalah tiga orang yang buta situasi, kita tidak tau dimana musuh kita, kita tidak tau apa yang sedang berusaha mempermainkan kita dengan hilangnya dua orang yang harusnya ada di dalam tenda itu” lanjut Broni


“Jadi ada baiknya kita mundur dulu sementara ini, karena kita tidak tau siapa yang kita lawan, kecuali kita tau orang dengan ciri agak tua yang tadi mas Saeful katakan itu” kata Broni


“Untuk sementara ini ada baiknya kita kembali ke lorong saja rek gimana” Tanya Broni


“Sebentar mas, Novi kurang setuju kalau kita balik ke ruang biru, ada baiknya kita pantau di tempat kita sembunyi tadi mas, siapa tau mereka terlihat dari sana mas”Kata Novi


Akhirnya ketiga orang itu sepakat untuk masuk kembali dan sembunyi di tempt asal mereka sembunyi, karena dari sana akan terlihat suasana sekitar halaman taman vila itu, jugaan mereka harus tau kemana larinya dua orang yang tadi ada di sana itu.


“Tas tas itu, dimana kalian berdua sembunyikan?” Tanya Saeful


“Di sebelah sana mas, di deretan kita juga, hanya lebih ke arah kanan sana mas” jawab Novi


“Aku curiga kalau dua orang itu sekarang sedang bersama orang yang agak tua yang tadi kamu omongkan itu mas Ful” kata Broni


“Kita kan ndak tau siapa yang tadi di lihat mas Saeful itu. Kita tidak bisa semudah itu mencari keberadaan dia mas, karena kita ada di dalam posisi yang bahaya”


“Istilahnya kita buta kiri dan kanan, jadi lebih baik kita ada disini dulu hingga kita bisa lihat dua orang iu kembali ke tenda itu” kata Novi lagi


“Betul Nov, lebih baik kita ada disini dulu. Bahaya juga kalau kita kembali ke lorong rahasia, karena bisa saja ada orang yang membuntuti kita hingga ke lereng jurang, jadi paling aman yang tetep ada di sini dulu hingga kita bisa lihat mereka kembali ke tenda mereka” sahut Broni


Sudah hampir 30 menit mereka ada di tempat persembuyian diantara semak belukar dengan perasaan was was, hingga pada suatu saat…


*****


“Yang ditunjukan orang tadi itu apa ada gunanya untuk kita Bro?” sebuah suara dari orang yang dipanggil Thoni atau Fathoni membuyarkan lamunan tiga orang yang sedang sembunyi itu.


“Aku ndak yakin apa yang diomongkan oleh dia tadi itu, apa kamu yakin lorong yang dia tunjukan itu menuju ke tempat harta yang ada disini” kata orang satunya yang pasti bernama Matdra’i


“Tapi dia itu keliatanya jujur Bro, tadi kan hampir aku hantam kepalaknya, aku pikir dia yang curi tas kita… eee gak taunya dia mau ajak kita untuk cari harta itu bersama sama, dan dia tidak tau sama sekali tentang tas kita Bro kata Fathoni


“Malam ini memang kita tidak bisa malakukan ritual karena tas tas kita hilang, tapi paling tidak kita mendapat jalan lain untuk mendapatkan harta yang katanya ada di dalam ruang bawah tanah ini” Kata Fathoni


Kedua orang itu ternyata berasal dari halaman belakang vila, bisa jadi tadi yang mengajak mereka adalah Supardi anak dari Kaswadi yang dendam dengan anak-anak Sutopo ini.


“Lhooo mana si Tompel, kok gak ada disini. Mayat Gemblung dewekan iki, untung gak dipangan setan hehehe. Tadi kemana si Tompel Bro?” Tanya Thoni kepada Matdra’i


“Lha tadi kan dia mau samperin anak gila itu Thon, tapi kok sampek sekarang dia belum balik, jangan-jangan dia dibunuh juga koyok Gemblung, ayo kita cari Thon”


“Sik senter kita tadi dimana Mat?..oh iki ada di kantung celanaku” jawab Thoni

__ADS_1


Mereka berdua pergi ke arah pintu gerbang vila untuk mencari teman mereka yang bernama Tompel. Nah yang menjadi tanda Tanya, apakah Tompel juga akan bernasib sama dengan Gemblung?


Beberapa saat kemudian dua orang itu membopong teman mereka yang bernama gemblung menuju ke tenda, mereka berdua tertatih tatih karena yang bernama Tompel itu lumayan berat juga.


“Thon…., Tompel mati apa belum!” Tanya Matdra’I dengan panik


“Belum, dia masih benafas. Kita bawa ke rumah sakit saja Tompel sekarang, dari pada terlambat seperti si Gemblung” jawab Thoni


“Siapa sebenarnya anak gila itu, kenapa dia selalu bilang kalau diantara kita akan ada yang mati” kata Matdra’I panik


“Kalau aku lihat, dia hanya orang biasa, dia tidak memiliki ilmu seperti kita, tapi kenapa omongan dia tepat ya?” jawab Fathoni


“Tadi kenapa kita ndak Tanya ke orang yang bernama Supardi itu, kita harusnya Tanya ada sesuatu yang aneh tidak di sekitar sini, karena ancaman anak gila itu bisa menggagalkan rencana kita” kata Matdra’i


“Tadi aku mau Tanya ke orang itu, tetapi gak jadi! Aku pikir bahaya juga seandainya dia tau kalau teman kita mati, bisa-bisa dia buat laporan ke polisi” jawab Fathoni


“Tunggu disini sik, aku mau ambil mobil, kita harus ke rumah sakit terdekat” kata Matdra’I


Matdra’I kemudian pergi meninggalkan temanya bersama satu mayat dan satu orang yang pingsan, dia menuju ke tempat dia memarkirkan mobil nya di lahan kosong yang ada di samping vila.


*****


“Hehehe, mereka tidak akan bisa pergi dari sini. Roda mobil mereka tadi saya ganjal pakek batu besar mas” bisik Saeful penuh kemenangan


“Ndeh, gendeng awakmu iki Ful, lha nek gitu mereka akan terperangkap disini dong”


“Heheheh iya ya mas Bron, waduuh kenapa tadi saya ndak kepiran ya mas?”


“Gini saja, kamu kesana sekarang, lewat jalan yang tadi kita kesini, kamu sapa dia dan ajak ngomong tentang kematian yang akan menghampiri mereka, tapi sebelumnya batu besar itu kamu singkirkan dulu. Nanti kamu saya awasi dari pagar vila” suruh Broni kepada Saeful


Saeful segera pergi dari tempat persembunyian mereka. Tempat mobil itu berada kalau lewat pagar bolong akan lebih dekat dari pada lewat pintu pagar vila, makanya Saeful sekarang sudah ada di tempat mobil mereka diparkir.


Sedangkan Broni dan Novi sembunyi di lereng jurang untuk mengawasi Saeful yang sedang akan berhadapan dengan yang bernama Matdra’I  itu.


“Mas, lebih baik kita agak dekat dengan tempat mobil itu berada mas, takutnya yang datang kesana ittu bukan hanya Matdra’I, tapi juga si Fathoni mas” kata Novi


“Ayo wis Nov kita dekati mereka lagi Nov, kita jaga agar tidak terjadi apa-apa dengan Saeful” kata Broni


Akhirnya Novi dan Broni ada di lereng jurang yang ada di depan lahan parkir mobil, mereka berdua sembunyi di antara semak belukar yang tumbuh subur disana.


Secara perlahan-lahan Novi dan Broni mendengar suara langkah kaki, tapi agak lama kemudian suara langkah kaki itu diikuti suara langkah kaki lain.


Suara langkah kaki berikutnya terdengar pelan dan samar, seolah-olah suara sepasang langkah kaki yang dibelakang itu tidak ingin terdengar oleh yang ada di depanya.


 “HEEEI APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI ANAK GILA!” teriak orang yang bernama Matdra’I

__ADS_1


“Waaah haloooo bagimana kabarnya, apakah sudah ada yang mati lagi?, kalau iya, saya akan segera lapor ke polisi disaan itu” tunjuk Saeful pada jalan menurun ke arah gebang


__ADS_2