MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 51 (DIMANA DOKUMEN ITU)


__ADS_3

Pukul 02.35. mereka berdelapan sudah ada di basecamp salon Novi yang ada di daerah Sdrj. Setelah sedikit drama yang menyedihkan dengan Wempi hihihih. Drama apa yang mereka lakukan hehehe.


Jadi ketika Broni rangkul dan Broni papah dia sampai di basement, Wempi tiba-tiba dengan air mata berlinang menyatakan cintanya kepada Broni c*k wakakakak, bukannya Tifano yang sedari tadi diperhatikan oleh Wempi ya? kenapa  kok Broni hahahah.


*****


“Mas Wempi harus pulang lho ya, keadaan mas Wempi udah mabuk berat mas, kalau seandainya ketahuan sama atasan mas Wempi gimana hayo” kata Broni yang duduk di sebelahnya, di meja tempat kami inum inuman  dengan santainya


“Wempi mau pulang a... asal dianter mas. Wempi...., Wempi ndak kuat jalan sendiri dan pulang ke kontrakan mas” kata Wempi dengan kedua telapak tangannya yang menutupi wajahnya


“Lebih baik kalian antar dia pulang kak, kondisinya sudah tidak memungkin kan dia untuk pulang dan bawa mobil sendiri ke kontrakannya” kata Sigit


“Kalian tenang aja, dia gak akan melakukan yang biasa dia lakukan dengan cowok-cowok yang dia ajak mabuk kak, karena dia dalam keadaan mabuk berat kak hihihih, sekarang dia yang kena batunya hahaha” lanjut Sigit lagi


“Ya sudah lah, eh gini aja kita bawa mobil Wempi, sekalian kita antar pulang dia gimana rek” tanya Tifano


“Gimana mas Sigit, apakah ndak masalah?” tanya Ukik


“Hehehe kalau lihat tampang kalian sih, kalian ini bukan tampang kriminal kak heheheh, lebih baik begitu saja, kalian antar sekalian mobilnya juga kak. Rumah dia di daerah barat sini juga kok kak, gak jauh dari sini kok” jawab Sigit lagi


“Mas Wempi, kalau mas Wempi kami antar pulang gimana? Sekalian mobil mas Wempi kami antar ke  kontrakan mas Wempi juga” kata Broni


“Iyaa kaak, antar Wempi sampai rumah ya” rengek Wempi yang keadaanya makin payah saja.


“Ayo mas Sigit, bisa ambilkan apa pun keperluan Wempi dan sekalian kunci mobilnya mas” kata Ukik


“Hahahaha baru ini Wempi kena getahnya hahaha. Ayo dah saya antar kalian sampai ke parkiran mobil Wempi. Tapi bentar, saya cari orang dulu untuk jaga disini ya” kata SIgit kemudian menuju ke belakang


Tidak lama kemudian Sigit datang dengan temannya yang akan menggantikan dia sebentar selama mengantar kami ke parkiran untuk mengambil mobil Wempi.


“Wempi, dimana kunci mobil dan tasmu?” tanya Sigit


“Di tempat biasanya bro, thankksss ya beroooo!” jawab Wempi sambil mengacungkan jempolnya... sok sadar heheheh


Tidak lama sigit masuk ke ruangan karyawan, kemudian dia keluar lagi dengan sebuah tas slempang dan sebuah kunci mobil.


“Yuk kita ke basement, kita cari mobil Wempi yuk” ajak Sigit


Ketika mereka berjalan ke basement Tifano segera memberi kabar kepada teman-temanya yang pasti sedang menunggu di sana juga.

__ADS_1


Broni merangkulkan lengan Wempi ke pundaknya agar dia dengan mudah memapah Wempi, Tifano masih mengirim pesan singkat kepada teman-tamanya yang sedang menunggu di luar, sedangkan Ukik dan mas Sigit ngobrol tentang alamat rumah Wempi.


Ternyata sikap Broni ini disalah artikan oleh laki-laki yang sedang mabuk itu hehehe, tapi namanya juga orang mendem, mana ada orang mendem akal sehatnya jalan hahaha yang ada cuma nggeliyeng plus nafsu.


“Hmm kak” kata Wempi yang merasa nyaman dengan rangkulan Broni


“Kakak kayak gini ini apa gak ada yang marah kak?” tanya Wempi dengan keadaan yang lemah lemas


“Ya gak ada lah, masak nolong orang gini ada yang marah sih, ada-ada aja kamu ini mas” jawab Broni sambil terus merangkul dan memapah Wempi mengikuti Sigit dan Ukik yang ada di depan mereka.


“Kalok gitu boleh kan Wempi ngomong sesuatu buat kakak?” tanya Wempi yang kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Broni, tetapi sayangnya Broni belum menyadari sikap aneh Wempi ini


“Hmmm” hanya itu jawaban Broni atas pertanyaan Wempi


“Kak, kakak ini baik ama Wempi, ga da lho cowok lain yang mau nolong dan ngerangkul Wempi kayak gini, rasaya hangat kak, karena Wempi merasa kedingingan kak”


“He’eeeh” jawaban singkat dari mulut Broni


Broni tetap tidak menyadari omongan Wempi yang makin mengarah, ndak tau ada apa dengan Broni, apakah telinga dia di tulikan sehingga dia tidak ngeh atau tidak memahami apa yang dibicarakan Wempi kepadanya hihihihi.


“Kak, ....Wem...Wempi sayang ama kakak”


“APAAAAAAAA..... ?!” pekik Broni dan kemudian melepaskan rangkulanya dari tubuh Wempi


Wempi pun tersentak karena tangan Broni yang tiba-tiba melepaskanya. Dia terkeddjoooeet karena Sikap Broni yang tidak sesuai dengan harapannya.


Dan pada akhirnya Wempi dengan berlinang air mata berusaha meluluhkan hati Broni yang sekeras Badja. Selanjutnya kalian lanjutkan dan simpulkan sendiri ya hehehehe.


*****


“Apa yang harus kita lakukan lagi rek, kita cari petunjuk dari mana lagi untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan dokumen rumah rek?” tanya Ukik


“Tenang Kik, masih ada Ponsel Trimo. Orang Indonesia itu mempunyai kebiasaan menyimpan semua data-data penting maupun pesan singkat di ponselnya” jawab Ali


“Kita kan belum buka semua pesan singkat baik itu berupa SMS atau WA. Kita juga belum pilah-pilah nomor yang paling sering menghubungi atau dihubungi oleh Trimo kan” lanjut Ali lagi


“Lalu gimana dengan uang gulden dan bendelan ratusan ribu yang jumlahnya banyak gak karuan ini rek?” tanya Tifano


“Besok Novi masukan ke safe deposit box milik Novi yang di bank *** saja mas biar aman. Dan untuk biaya operasional kita, Novi ambil dari uang ratusan ribu satu bendel ini saja mas. Kalau kurang ya nanti Novi ambil lagi di save deposit box Novi mas”

__ADS_1


“Yo wis gitu ae, aku setuju. Sekarang usahakan tidur kalian rek, karena siapa tahu pagi nanti kita ada kegiatan yang menyita waktu kita kayak tadi ini” kata Wildan


“lalu gimana dengan Muryati rek heheheh, dia pasti kebingungan karena dia sudah tidak bisa masuk ke sana lagi rek” kata Gilank


“Dia tidak akan berani telpon atau Wa kamu Nov selama dia belum tau cara masuk ke sana. Atau..., atau dia tidak akan memberitahu kamu kalau dia tidak bisa masuk ke sana Nov, tetapi dia juga tidak membatalkan acara pameran tas itu” kata Ali lagi


“Maksudnya gimana Li?” tanya Tifano


“Dia bermaksud merampok Novi lah, dia tidak akan bilang ke Novi kalau acara dibatalkan karena dia tidak bisa lagi masuk ke sana. Tetapi dia akan melanjutkan acara, hanya saja dia akan melakukan aksi kejahatan kepada kamu Nov”


“Seandainya nanti dia menelpon kamu dan dia menanyakan kapan acara segera dimulai, lebih baik kamu bilang saja kalau mau lihat dekornya sekali lagi, karena kamu merasa ada yang kurang pas di sana” kata Ali


“Ok ya, masalah uang gulden dan masalah Muryati sudah bisa kita pikirkan ya. Sekarang kita lanjut ke masalah dokumen rumah. Pertama yang kita lakukan adalah meneliti ponsel Trimo” kata Ali


“Biasanya kita tidak sengaja menyalakan backup kalau ndak salah ya, dan semakin canggih ponsel maka  backup itu bisa secara otomatis dijalankan” kata Ali lagi


“Nek gak salah apa itu yang namanya cloud ya rek kalau ndak salah namanya, semacam kotak penyimpanan gitu nek ndak salah. Aku ini gaptek rek hahahaha Hpku ae ramnya cuma 1 gb kok” kata Ukik


“Iya Kik, kalau ndak salah namanya cloud atau apalah. Assh angele, pokoke gini lho, bisa tidak memunculkan lagi Wa atau foto yang sudah dihapus wis itu ae” sahut Tifano


“Ya wislah, sekarang Novi pulang dulu, mau tidur mas, badan Novi remek, capek sekali. Kalian juga istirahatlah mas, jaga kesehatan. Karena menurut Novi kasus ini akan lama mas huuuffff”


Novi pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari salon dia. Rumah dia ada di dalam komplek perumahan, sedangkan salonnya ada di pinggir jalan raya.


Tengah malam menjelang pagi ini Ali menyalakan salah satu dari kedua ponsel milik Trimo yang sedari tadi dia matikan semenjak terakhir berbicara dengan Wempi.


Banyak notifikasi Wa yang masuk, rata-rata menanyakan tentang uang Gulden yang dia jual di situs jual beli. Tetapi ada satu yang menarik perhatian Ali, yang bernama pak Totok.


Yang diberi nama pak Totok itu selain mengirim wa, dia juga berkali kali misscall ke ponsel Trimo, tetapi untungnya tadi ponsel ini dimatikan Ali.


“Aku ndak berani membuka kiriman Wa dari pak Totok, takutnya dia akan tau kalau wa ini sudah kubaca” gumam Ali


“Besok saja kubicarakan dulu dengan teman-teman bagaimana dengan yang bernama pak Totok ini, karena kelihatanya dia antusias sekali sampai misscall beberapa kali dan mengirim pesan melalui aplikasi wa berulang kali”


Kemudian ada juga yang menarik perhatian Ali. Sebuah Wa tanpa nama, hanya nomor telepon saja.


“Aneh orang ini mengirim pesan hanya dua kalimat saja ‘sudah selesai’ hanya itu saya yang dia kirim” guman Ali lagi


“Padahal Wa lainnya sebagian besar hanya menanyakan ketersediaan barang dan harga barang. Lalu nomor siapa dan apa maksudnya dengan ’sudah selesai’ itu?”  gumam Ali

__ADS_1


Dokumen belum mereka temukan, mereka sekarang akan tidur, lalu apakah mereka akan bermimpi buruk lagi, ataukah ada yang membantu melalui mimpi? Heheheh


__ADS_2