MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 185 ( KETAKUTAN SAEFUL)


__ADS_3

“Saya tau nak Novi dan nak Saeful, kalian tadi melakukan itu  tanpa kesadaran dari kalian berdua,  tetapi.. ada tetapinya ini, Kaswadi mendatangi tempat tadi kalian melakukan kegiatan yang penuh energi itu” kata pak Tembol


Akhirnya hihihi, pada akhirnya mas Nank berhasil menyadarkan dua orang yang hampir melakukan kegiatan yang lebih mengerikan, Mengerikan dalam tanda kutip hihihihi.


Mereka berdua akhirnya kembali ke vila dengan rasa malu yang amat sangat, tetapi tentu saja hal ini bukan karena keinginan mereka sendiri.


“Saya tidak mau bersama mbak Novi lagi pak, saya takut!” kata Saeful yang menjaga jarak kepada Novi


“Kenapa ful, ada apa dengan Novi kok kamu takut sama dia, jugaan tadi kan bukan kemauan kalian sendiri, tetapi kalian berdua melakukan karena sebab lain” kata Ali


“Ndak papa mas,  saya takut saja dengan mbak Novi, dia…..”


‘Dia kenapa Ful, kenapa dia, apa ada yang mengerikan dari Novi Ful? hihihihi” tanya Wildan


Sementara itu Novi senyum-senyum agak gila, entah apa yang membuatnya dia tersenyum sambil melihat ke arah Saeful.


“Jadi kesimpulan dari yang tadi kita amati, Kaswadi akan mengikuti energi yang dihasilkan oleh kegiatan dua orang yang sedang melakukan foreplay atau pemanasan sebelum adegan utama” kata pak Tembol sambil tersenyum


“Nak Nang, tadi apa yang kamu lihat ketika kamu tadi berhasil menyadarkan nak Saeful dan nak Novi?” tanya pak Tembol


“Kaswadi ada di sana pak, dia ada di sebelah mas Saeful dan mbak Novi, dia menunggu energi yang lebih besar untuk mengantarkan dia masuk ke dalam vila” jawab Nang


“Nah berarti apa yang tadi kita bicarakan itu betul kan” Kata Handoko kepada Dimas


“Menurut Dimas, apa yang dilakukan oleh Rochman itu adalah adaptasi dari ilmu hitam yang dimiliki oleh Dimas, dan dikembangkan Rochman” kata pak Tembol


“Dengan energi  yang keluar dari orang yang sedang melakukan kegiatan  itu, maka dapat digunakan untuk mengusir energi yang ada di sekitar vila ini”


“Sehingga tinggal energi kita saja yang ada disini, dan itu yang akan digunakan Rochman untuk masuk ke dalam sini” kata Dimas


“Untuk diketahui, ribuan energi yang berseliweran disini itu sangat mengganggu bagi  Rochman bahkan bisa  buat Soebroto juga. Yang mereka deteksi itu adalah riban energi yang ada disini”


“Akibatnya mereka tidak bisa mendeteksi kalian. Mereka mengira kita ini mempunyai semacam barikade ribuan energi yang menakutkan bagi mereka” kata Dimas


“Dulu saya pun demikian, saya ketakutan dengan ruang bawah tanah yang memiliki ribuan energi yang aneh” jelas DImas


“Nah rencana kami untuk menghalau Kaswadi adalah melanjutkan apa yang tadi dilakukan oleh Novi dan Saeful” kata Dimas


Dimas kemudian menoleh kepada mas Nang…


“Nang, Posisi Kaswadi sekarang ada dimana dan sedang apa dia?”


“Dia diam saja di tempat mbak Novi dan mas Saeful tadi saya temukan pak, dia keliatanya sedang mengikuti energi yang ada disana pak” jawab Si nank Nang


“Nah betul kan apa yang saya bilang tadi, Kaswadi ada disana karena energi yang dikeluarkan oleh kalian berdua itu, dan itu adalah tujuan dari Rochman”


“Entah apa yang disebarkan Rochman disana, yang pasti akibat dari itu, Kalian berdua bisa merasakan kenikmatan yang ditunggu tunggu oleh Rochman”


Novi hanya diam saja, dia pasti senang kalau disuruh oleh Dimas hehehe, tapi sebaliknya Saeful, diwajahnya ada rasa takut apabila mengulangi adegan panas yang dia lakukan bersama Novi tadi.


“Maaf pak kalau seandainya adegan panas itu tida dilakukan oleh saya bagaimana pak” tanya Saeful tiba-tiba


“Jelas tidak mungkin nak Saeful, karena energi yang kalian berdua keluarkan itu sudah setengah perjalanan hehehe, dan sudah terdeteksi oleh Kaswadi” kata pak Tembol


“Yang terpenting itu adalah tempat kalian tadi melakukan adegan panas  itu sekarang sudah kosong, tidak ada lagi energi yang berseliweran di sana lagi” tambah Dimas


“Dan memang itu yang diinginkan oleh Rochman. sehingga dia bisa masuk ke dalam  vila dengan tenang” lanjut Dimas


“Nah sekarang apa rencana kita?” tanya Ali


“Kita punya rencana untuk mengalihkan Kaswadi agar dia menjauh dari sini, buang dia ke sungai besar yang ada di hutan jurang depan sana, atau bawa dia ke kantor pihak yang berwajib” kata Dimas dengan pelan

__ADS_1


“Lalu bagaimana caranya untuk mengajak Kaswadi ke sana?” tanya Wildan


“Kaswadi itu adalah benda mati yang di dalamnya berisi mahluk ghaib yang menggerakan tubuh Kaswadi…hanya menggerakan saja, tidak untuk berpikir!”


“Jadi apabila kita pancing dia ke sungai atau ke kantor pihak yang berwajib, maka dia jelas tidak akan berpikir panjang, dia akan mengikuti energi yang ditimbulkan oleh Novi dan Saeful”


Sampai disini Dimas diam, dia menunggu jawaban dari yang lainya untuk memberikan tanggapan maupun sanggahan.


“Apa tidak ada cara lain pak, saya tidak berani pak kalau harus mengulangi apa yang tadi saya lakukan bersama mbak Novi” tiba-tiba Saeful berbicara


“Tidak ada cara lain Saeful, karena yang disebarkan oleh Rochman sudah kalian berdua rasakan, dan itu juga bisa merupakan tanda bahwa kalian berdua yang akan membantu membuka jalan bagi Rochman untuk masuk ke dalam vila”


“Ayo cepat kita harus lakukan ini secepatnya, karena sebentar lagi Kaswadi akan bergerak mencari sisa-sisa energi yang kalian pancarkan tadi”


“Mbok Ju coba cari jalan yang aman menuju ke sungai yang ada di seberang vila ini mbok” kata Dimas


“Heheheh sungai tempat kita berendam karena disuruh oleh pak Tembol palsu hihihih” jawab  Broni


“Sungai waktu kuntila gilank digigit oleh kepiting air tawar hahahaha” sahut Tifano


“Rutenya saya rasa kami masih hafal pak, mudah-mudahan di sana masih ada gubuk yang digunakan tempat tinggal Tembol palsu, mungkin nanti Novi dan Ipul bisa melakukan disana pak hihihi” kata Tifano lagi


“Iya saya yakin kalian masih hapal, tetapi kan itu sudah terjadi belasan tahun lalu , dan bisa saja disana tidak ada gubuk itu  karena kalian sudah merubah sejarah disini” kata pak Tembol asli


“Betul juga pak, saya sampai lupa pak hehehe”


“Ya sudah kalau begitu, mbok Ju tolong carikan jalur untuk menuju kesana mbok” kata pak Tembol


Anak-anak Sutopo tersenyum semua, mereka pasti membayangkan akan melihat adegan semi yang akan dilakukan oleh Saeful dan Novi.


“Pak, Berarti nanti selama perjalanan ke sana itu Novi dan Saeful melakukan adegan  panas ya pak?” tanya Broni sambil tersenyum


“Eh Dimas, kalau menurutmu enak mana kita bawa Kaswadi ke sungai atau ke kantor pihak yang berwajib?” tanya pak Han


“Kalau menurut saya sekalian  kita buang Kaswadi di sungai, istilah nya dilarung sekalian di sungai sana”


“Kalau Novi sih ndak nolak pak, tapi ndak tau dengan mas Saeful nya pak…. apa dia masih mau beradegan panas di depan kalian semua?” kata Novi tersenyum nakal


“Lho ini semua kan demi keselamatan kita bersama rek mosok sih ndak mau bantu hihihi,  atau gini saja… Saeful nanti diam aja biar si Novi saja yang aktif” kata Wildan sambil tersenyum


“Nak Saeful bisa kita bicara empat mata nak, ayo kita bicara di dapur saja nak” ajak pak Tembol ketika melihat Saeful yang tidak semangat sama sekali


Pak Tembol tau ketakutan Saeful karena dia adalah anak yang lugu , dia juga lulusan sekolah agama, dan dia sebelumnya juga kerja sebagai marbot masjid, tentu saja dia tidak akan mau melakukan seperti itu dengan kesadaran penuh.


Mereka berdua ada di bagian dapur dari vila ini, pak Tembol berusaha meyakinkan bahwa yang dilakukan Saeful nantinya itu akan menyelamatkan tidak hanya yang ada di vila ini saja.


Juga seluruh masyarakat yang ada ada di gebang dan juga yang ada di sesa Bs juga akan aman dari pengaruh jahat. Tetapi untuk saat ini cara meyakinkan agar Saeful bersedia itu yang agak sulit.


“Begini nak Saeful, saya tau apa yang ada di pikiran nak Saeful, saya pun akan menolak tugas ini apabila saya ada di posisi nak Saeful”


“Tetapi saya akan kesampingkan ego saya dan saya akan meminta ampunan kepada Tuhan karena akan melaksanakan tugas ini demi untuk keselamatan orang banyak” kata pak Tembol


“Tidak hanya keselamatan orang yang ada di vila ini, tetapi juga penduduk daerah ini. semua yang ada disini juga akan merasa aman”


“Lalu kenapa harus nak Saeful yang mengemban tugas ini nak? karena nak Saeful dan nak Novi yang telah terkena sesuatu yang disebarkan oleh Rochman. Apa sesuatu yang disebarkan oleh Rochman atau Nabi itu?”


“Itu kalau di dunia nyata mungkin sejenis obat perangsyang pembangkit ghairah, sehingga nak Saeful dan nak Novi yang terkena benda yang disebarkan oleh Rochman itu sempat melakukannya”


“Dan satu satunya jalan untuk menghindarkan Kaswadi dari sini adalah dengan cara memancingnya  menuju ke luar sana. ada dua opsi  pertama membuang ke sungai, dan yang kedua adalah membawa ke kantor pihak yang berwajib’


“Ini juga bukan untuk kepentingan kita nak, tetap untuk kepentingan semua yang ada disini kan. Sekarang sebutkan apa yang menjadi ganjalan nak Saeful?” tanya pak Tembol dengan sifat kebapakannya

__ADS_1


“Gini pak, sebenarnya saya mau saja pak, tetapi…….”


“Tetapi apa nak Saeful?” tanya pak Tembol dengan tidak sabar


“Tetapi ada yang aneh dengan mbak Novi pak”


“Saya mau saja pak beradegan panas dengan perempuan dengan tujuan demi kebaikan kita bersama pak, saya tidak akan menolaknya sama sekali pak, hanya saja…..”


“Sebutkan saja apa yang mengganjal bagi nak Saeful agar kita bisa cari solusinya bersama” pak Tembol semakin tidak sabar


“Begini pak, saya dalam keadaan sadar ketika bersama dengan mbak Novi tadi pak, pada awalnya saya menikmati apa yang mbak Novi lakukan dan saya juga hampir lupa daratan hingga….”


“Hingga dengan tidak sengaja saya memegang sesuatu yang besar dan panjang di bagian tengah pangkal paha mbak Novi pak”


“Tetapi saya tidak bilang ke mbak Novi sama sekali pak , tiba-tiba saja ghairah saya turun dan saya merasa ketakutan pak, saya takut kalau yang ada di pikiran saya itu adalah nganu pak”


“Hehehe nak Saeful mengira itu apa nak?”


“Pikiran saya sudah tidak-tidak, saya takut kalau itu adalah seperti punya kita, hanya saja bentuknya sangat besar dan panjang pak” Saeful bercerita sambil bergidik


“Hahahah tentu saja apa yang ada di pikiran nak Saeful itu salah, nak Novi tentu saja tidak punya alat khelamin seperti kita lah, dia perempuan tulen”


“Yang nak Saeful pegang itu mungkin jimat atau senjata nak novi. Dia itu kan bukan kosongan, dia mempunyai sesuatu yang membuat dia berani dan jagoan nak”


“Menurut saya itu sejenis bambu yang ada isi nya nak. Atau begini saja nak Saeful. Kita tanyakan saja ke nak Novi, agar nak Saeful puas dan tidak takut lagi”


“Ah jangan pak, saya yang tidak enak pak, kalau memang kata pak Tembol itu adalah bambu ya sudah pak, ndak papa”


“Yang penting mas Saeful bisa melakukan adegan itu agar Kaswadi bisa kita usir dari sini nak, pokoknya kita semua ini tergantung pada nak Novi dan nak Saeful, karena hanya kalian berdua yang akan diikuti oleh Kaswadi”


“Bagaimana nak Saeful, apakah sudah jelas dengan penjelasan saya, atau masih ada yang akan nak Saeful tanyakan?”


“Ada pak, eh apakah anak-anak Sutopo ada yang berpacaran dengan mbak Novi?” tanya Saeful penuh harap


“Tentu saja tidak ada, mereka sudah seperti saudara sendiri nak, kami sudah mengalami masa-masa yang menegangkan hingga kami merasa seperti saudara sendiri”


“Bagaimana nak Saeful, kalau sudah jelas sekarang gantian saya akan memanggil nak Novi untuk saya kasih petunjuk”


“Saya sudah jelas pak, dan saya mau melakukanya” jawab Saeful dengan wajah yang mulai mesyum


*****


“Nak Novi tau ndak kenapa nak Novi saya panggil kesini” tanya pak Tembol setelah tadi bersama dengan Saeful


“Ndak tau pak Tembol. Memangnya ada apa sih pak Tembol?”


“Begini nak Novi, kalian kan sedang ada tugas penting dengan cara beradegan panas hingga energi kalian keluar dengan tujuan agar Kaswadi mengikuti ke mana kalian berjalan kan”


“Iya pak, Novi rasanya sudah tidak tahan lagi untuk melakukan bersama mas Saeful lagi hihihih”


“Eeeee tapi tunggu dulu nak, tadi Saeful sempat tidak mau dekat-dekat dengan nak Novi lagi. Tau ndak apa sebabnya nak?”


“Memangnya kenapa pak? tadi saja mas Saeful sangat menjiwai lho pak, kok sekarang malah takut ya pak, memangnya ada apa ya pak?”


“Tadi waktu di semak semak apa nak Novi tidak merasa kalau nak Saeful sudah memegang khemaluan nak Novi yang kata dia luar biasa besar itu? hehehe” tanya pak Tembol dengan suara  pelan


“Ih apa-apaan sih pak Tembol ini, Novi udah gak punya kuntila pak” kata Novi tidak kalah pelannya


“Lalu kenapa nak Saeful kok tadi dia bilang memegang sebuah benda besar dan panjang yang ada di pangkal paha nak Novi? bukanya itu nganunya nak Novi yang besar itu”


“Terus terang nak, saya sangat tidak enak berbicara masalah ini. Saya benar-benar tidak enak sama sekali, tetapi semua harus diselesaikan, agar kita bisa usir Kaswadi dari depan pintu vila” kata pak Tembol dengan wajah yang gimana gitu

__ADS_1


__ADS_2