
“Rumah Nabil tidak ada yang membuka pintunya, gimana ini pak” tanya Novi
“Bobol ae pak ayo masuk ke sana, gak usah nunggu ada yang keluar dari sana, kesuwen pak” kata Blewah
“Jangan mas, kita tunggu saja hingga ada yang mengambil paket itu, saya yakin paket itu akan ada yang ambil, karena paket itu penting bagi Rochman” kata pak Tembol
“Saya lebih baik nunggu sampai ada yang ambil paket itu, karena kita tidak tau apa yang ada di dalam sana” kata Saeful
“Eh Dimas, apa kamu ndak bisa keluar dari tubuh nak Gilank, kamu ke sana lihat apa yang ada di dalam sana” kata pak Tembol
“Ndak bisa Tembol, temanmu ini masih belum stabil keadaannya, kalau saya keluar dari tubuh dia, maka dia akan pingsan. Akan saya coba dulu ya, kalau seumpama dia bisa saya tinggal barang sejenak, maka saya akan ke sana. Eh tapi salah satu dari kalian coba pegang nadinya, apakah normal atau tidak ketika saya tinggal”
Sebelum Dimas keluar dari tubuh Gilank, pak Tembol memegang nadi tangan kanan Gilank. Perlahan lahan Dimas keluar dari tubuh Gilank, seketika Gilank ambruk.
Pak Tembol memegang nadi tangan Gilank dari mulai masih ada Dimas didalamnya hingga DImas keluar dari raga Gilank, ternyata perbedaan itu banyak, nadi Gilank menurun semakin melemah.
“Masuk lagi Dimas..cepaaat!, nadi dia melemah ayo cepat masuk lagi, bisa mati dia kalau kamu tinggal!” kata pak Tembol agak ketakutan
“Nah apa saya bilang, teman kalian ini masih sangat lemah dan perlu waktu untuk bisa sembuh, saya disini hanya mendukung energi dia sehingga dia bisa recovery sendiri” kata Dimas yang masuk kembali ke tubuh Gilank
“Saya saja yang masuk ke sana pak” kata Asyumirah yang ada di dalam tubuh Blewah
“Jangan mbak Mirah, bahaya di dalam, mbak Mirah bisa tersesat di dalam sana” kata pak Tembol
“Tapi pak, disana Mirah pernah liat ada Bawok pak, Bawok juga ada di dalam sana, makanya Mirah kepingin ketemu sama Bawok pak” kata Mirah yang ada di tubuh Blewah
Akhirnya diputuskan untuk menunggu hingga ada yang mengambil paket berisi jantung itu, nanti kalau ada yang ambil paket maka kita merangsek masuk ke dalam rumah Nabil.
Menunggu itu adalah sebuah kegiatan yang membosankan, itu pun berlaku kepada mereka yang sedang menunggu hingga ada yang mengambil paket yang ada di depan rumah Nabil, tapi buah dari aktivitas menunggu itu selalu buah yang terbaik.
“Sssttt itu pagar rumah bergeser terbuka, ayo kita siap-siap untuk masuk ke dalam” bisik Saeful yang terus menatap keadaa rumah Nabil
Pintu pagar terbuka lebar, tetapi belum ada orang yang keluar dari dalam rumah itu, rumah itu hanya sepi sunyi, tidak orang yang keluar dari dalam rumah sama sekali.
lima menit… sepuluh menit pintu pagar itu masih dalam keadaan terbuka, tidak ada yang datang atau masuk ke sana, hingga hampir setengah jam kemudian ada sesuatu yang bergerak dari dalam rumah.
“Kalian lihat itu apa yang sedang bergerak, sesuatu yang berupa bayangan saja tapi nampak jelas kalau kita perhatikan secara detail” kata pak Tembol
Memang betul yang dikatakan pak Tembol, di depan pagar ada sebuah bayangan atau lebih mirip air yang menyerupai tubuh manusia dan sedang berjalan menuju ke luar.
“Itu air….air yang memadat dan menyerupai manusia, tipuan apa lagi yang sedang dilakukan Rochman” kata Dimas
Air yang menyerupai bentuk manusia itu membungkuk dan kemudian menyentuh paket yang ada di depan rumah, tetapi sayangnya air itu kurang padat sehingga tiap dia memegang paket, paket itu akan jatuh lagi, begitu berkali-kali hingga benda yang menyerupai air itu masuk lagi ke dalam rumah.
“Itu anak Rochman, dia berhasil menghidupkan anak itu lagi. Teknik yang dia gunakan menggunakan media air untuk menghidupkan anaknya. Hmmm tadi malam waktu anak dia mati, anak dia kan berubah menjadi cairan, kemudian waktu mau pulang, Rochman menyedot cairan yang ada di sekitar halaman vila” kata Dimas
“Anak itu masih terlalu lemah untuk mengambil paket yang ada di luar sana, bagaimana Dimas, apakah kita masuk kesana saja sekarang?” tanya pak Tembol
“Sebentar saya mau ke pohon beringin itu sebentar saja, titip Gilang, jaga dia agar kepalanya tegak berdiri tidak lunglai atau tidur. Saya sebentar saja ke pohon itu” Dimas pergi, Gilank pun lemas lunglai
“Tidak bisa, kita tidak bisa begitu saja masuk ke sana dan mengobak abrik apa yang ada disana, karena rumah itu mirip dengan vila putih yang banyak kamar dan lorongnya. barusan saya dapat info dari ghaib penunggu pohon beringin itu” kata dimas setelah masuk ke dalam tubuh Gilank lagi
__ADS_1
“Memang benar, apabila ada yang masuk kesana, maka dia tidak akan bisa keluar dari sana dengan selamat, mirip seperti yang ada di vila putih. Rochman benar-benar meniru vila putih untuk urusan rumah dia ini” kata pak Tembol
“Kalian ada ide apa tentang rumah Rochman?, menyesal saya sudah sangat mempercayai Rochman pada jaman dulu itu” kata Dimas
“Pak, teman saya ada disana pak, Namanya Bawok, dia hantu tanpa kepala yang menjadi korban di waji. Saya dan dia menjadi korban pembunuhan massal yang dilakukan Rochman disana pak” kata Blewah yang sedang bersama Mirah
“Apa rencanamu nak Blewah eh maaf nak Mirah?” tanya pak Tembol
“Biarkan saya masuk ke sana pak” jawab Blewah
“Tentu saja saya tidak mengijinkan nak, kamu pernah hilang di rumah itu bersama Sinank nang, apakah kamu akan hilang lagi di sana nak” kata pak Tembol
“Saya yakin teman saya Bawok ada disana dan dia punya misi sendiri pak.saya yakin dia sedang mempelajari yang ada di dalam sana” jawab Mirah meyakinkan pak Tembol
“Tidak nak, kamu jangan nekat, atau begini saja, kamu tanya dulu ke demit yang ada di pohon beringin itu apa benar disana ada temanmu bawok itu. Dan apakah kamu yakin kalau Bawok itu masih di pihak kita, bisa saja dia disini karena ditangkap Nabil waktu itu nak”
“Kalian tidak bisa tanya-tanya secara langsung kepada yang ada di pohon beringin itu ayo saya temani kalian berdua. Titip raga Gilank dulu Tembol, saya akan temani ke pohon beringin itu” kata Dimas
Mereka berdua Blewah dan Mirah bersama Dimas menuju ke pohon beringin yang banyak berisi mahluk aneh-aneh yang merupakan anak buah dari Nabil atau Rochman. Apa yang mereka bicarakan di sana keliatan berakhir dengan tidak memuaskan.
“Benar kata Dimas, kita tidak bisa masuk kesana dalam keadaan tidak memahami lorong dan ruangan yang ada disana” kata Blewah
“Waktu kita di alam ghaib untuk menyelamatkan Blewah kan sempat tau ada kolam renang, ada kamar, ada ruangan aneh, kemudian ada juga arena bersenang senang macam diskotik gitu pak, apakah sama dengan yang nyata ini pak” kata Petro
“Kalau sama saya dan Semprul kan bisa kesana pak” kata Petro
“Mungkin sama, mungkin juga berbeda nak, jadi lebih baik kita kembali saja untuk membahas apa yang akan kita lakukan lagi nak”
Kemudian terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar dan ditutup dengan kasar juga… setelah itu terdengar suara langkah kaki yang tergesa gesa menuju ke arah pintu pagar rumah Nabil
“Siapa itu yang datang anak-anak?” tanya pak Tembol
“Kalau dari suara mobilnya Novi yakin itu Kaswadi pak, Novi hafal suara mobilnya pak”
“Iya benar Tembol, dia Kaswadi, dia yang memukul kepala teman kalian ini berulang kali hingga mengalami pendarahan” kata Dimas dengan geram.
“Hehehehe saya tebak dia ke rumah Nabil karena dia sampai sekarang terteror oleh mayat Supardi yang selalu mendatanginya dimanapun dia berada nak, mungkin sekarang mayat Supardi ada di sekitar sini hehehe” kata pak Tembol
“Ndak mungkin pak, mayat Supardi pasti jalanya pelan pak, mungkin tadinya dia ada di tempat tinggal Kaswadi dan terus mengejar Kaswadi hingga dia mungkin sekarang sedang meminta bantuan Nabil untuk mengusir Supardi” kata Novi
Cukup lama kaswadi ada di depan rumah Nabil , hingga dia teriak-teriak memanggil nama Nabil, tapi Nabil tidak keluar juga dari sana. Kaswadi menggedor gedor pintu pagar hingga melempar bagian dalam rumah itu menggunakan kerikil yang ada disana.
“Teman Nabil Kaswadi… hmm saya curiga dia sudah sering masuk ke rumah itu, hmmm apakah pikiran kalian sama dengan pikiran saya?” tanya Dimas
“Kamu mas siapa namamu mas?” tanya Dimas kepada Blewah
“Panggil saya Blewah, ada apa Dim?” kata Blewah
“Gini, hmm Kaswadi kan belum pernah ketemu dengan kamu, bagaimana kalau kamu kesana dan tawarkan bantuan untuk Kaswadi, intinya sekarang Kaswadi sedang diikuti oleh mayat Supardi akibat dari pakaian eehmm siapa eh pakaian Ali yang ada di jok mobil dia”
“Nanti kalau Kaswadi sudah setuju sama kamu, kamu tanya saja apakah dia tau siapa yang tinggal disana. sudahlah seenak kamu saja Wah, pokoknya tanyakan apakah dia tau seluk beluk rumah itu. dah itu saja, ayo cepat kesana” kata DImas
__ADS_1
Blewah dengan gayanya yang nyeleneh menuju ke arah rumah Nabil, dimana disana ada Kaswadi yang sedang teriak-teriak memanggil Nabil yang belum keluar rumah juga.
“Hoiii, siapa kamu?. kenapa teriak-teriak disini?” tanya Blewah
“Apa urusanmu!, terserah saya mau teriak-teriak disini atau di manapun juga”lawan Kaswadi
“Hmmm kamu sombong sekali, padahal tidak lama lagi kamu akan mati, jadi tidak usah berlaku sombong dengan saya” jawab Blewah
Kaswadi berhenti berteriak nama Nabil, dia sekarang berbalik melihat Blewah dengan mata yang nanar dengan tubuh yang bergetar hebat.
“Apa yang kamu ketahui tentang saya, kenapa kamu bilang saya tidak lama lagi akan mati?” tanya Kaswadi
“Hahahah saya tau dari lihat wajahmu, wajahmu sedang ketakutan karena ada yang mengikuti kamu kemanapun dan dimanapun kamu berada. Hmm sekarang yang sedang mengikuti kamu ada di hhmmm tidak jauh dari sini”
“Hmmm yang ikut bersama kamu itu adalah mayat, mayat yang berjalan pelan dan mengikuti kemanapun kamu pergi, dan dia akan mengambil jantungmu hihihihi , ya sudah lah selamat menikmati hahahah” kata Blewah pura-pura berjalan menjauh
“Heei jangan pergi kamu, sini kamu!” bentak Kaswadi
“Hahaha dalam keadaan terjepit pun kamu masih sombong, seharusnya dalam keadaan seperti ini kamu harus mulai rendah diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan” jawab Blewah yang mulai jalan menjauh lagi
“Maaf mas….maaf saya sedang dalam keadaan ketakutan mas, saya butuh pertolongan karena saya dikejar oleh mayat sesuai yang kamu bicarakan tadi mas” kata Kaswadi kemudian menyusul Blewah
“Kamu kira saya tidak bisa membuang mayat yang mengikuti kamu itu, saya bisa, hanya saja saya malas melakukan untuk orang sombong macam kamu ini” kata Blewah
“Maafkan saya…. maafkan saya mas, lalu apa yang bisa saya lakukan agar masnya bisa menolong saya?” tanya Kaswadi dengan memelas
“Pertama saya butuh info siapa pemilik rumah ini, karena di dalam banyak energi hitam yang mau saya putihkan, orang yang ada di dalam ini sudah kalah sama saya sehingga dia bersembunyi di dalam dan tidak keluar lagi, karena disini ada saya”
“Kalau kamu tau bagaimana caranya masuk ke rumah ini segera kasih tau saya karena saya akan dobrak rumah itu, dan tunjukan kepada saya situasi di dalam sana” kata Blewah
“Kedua, kamu masih punya anak dan istri yang kamu tinggal di rumah, di eehhmm di daerah Pct kan, segera meminta maaf dan kembali ke istrimu setelah kamu saya bebaskan dari mayat yang mengejarmu”
“Bagaimana tawaran saya, kamu akan selamat kalau mendengarkan saya dan kamu tidak akan selamat kalau saya tinggal sekarang juga” kata Blewah
“Baik saya akan ceritakan semua yang saya tau tentang rumah ini, karena beberapa kali saya pernah masuk kesana”
Kaswadi menceritakan kepada Blewah tentang kamar, lorong, kolam renang tempat yang paling mengerikan, kulkas mayat untuk menyimpan organ tubuh manusia yang masih utuh serta beberapa lorong dan ruangan rahasia yang ada disana.
“Untuk masuk ke sana sulit karena ada penjaganya” kata Kaswadi
“Penjaga yang ada di pohon beringin kan?, sudah saya bakar mereka yang ada di pohon itu, coba kamu lihat , keadaan pohon itu sekarang kan nampak lebih indah dari pada sebelumnya kan” tipu Blewah
“I…iya lebih i… indah mas”
“Lalu sebutkan bagaimana caranya untuk masuk ke sana” kata Blewah lagi
“Masuknya ya lewat pagar ini dan lewat pintu masuk itu mas, selanjutnya yang tadi saya kasih tau itu mas” jawab Kaswadi
“Hmmm awas kalau kamu bohong, akan saya lepas mayat itu lagi. Sekarang gini, apakah kamu memakai pakaian orang lain selain milikmu, coba kamu ingat-ingat”
“I..iya mas, ini baju ini yang saya temukan di jok mobil, pakaian ini yang terlipat rapi di jok mobil saya” jawab Kaswadi
__ADS_1
“Sekarang lepaskan dan lempar pakaian itu ke dalam rumah itu” suruh Blewah