MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 142 (KASWADI ADA DI SINI)


__ADS_3

“Bagaimana mbok Ju apakah kita harus masuk ke dalam sana mbok?” Tanya Petro sambil melihat pintu pagar yang masih terbuka lebar itu


Mereka saat ini sedang bimbang antara masuk ke dalam karena pintu pagar yang sudah terbuka atau mereka hanya diam saja dan pergi dari sana. Karena apa yang ada di dalam sana tidak ada yang tahu.


“Ada baiknya kalau kita masuk kesana anak-anak, karena kita tidak pernah tau apa yang ada di dalam sana, dan tujuan kita ke sini kan memang untuk membinasakan apa yang ada di dalam sana”


“Tapi kembali lagi pak Han, bagaimana kita nanti keluar dari sana pak, karena katanya yang sudah masuk ke sana tidak akan bisa keluar lagi dari sana” kata Petro


“Tapi masa bodoh pak, selama kita tidak pernah mencoba, kita jelas tidak bisa tau apa yang ada disana, benar gak pak Han” kata Petro lagi


“Ya … kalau menurut saya semua bisa kita atasi lah, karena kita tidak kosongan masuk ke sana, bagaimana anak-anak?” Tanya pak Handoko


Pintu pagar rumah Nabil tetap terbuka tanpa ada yang masuk ke sana sama sekali, pintu itu  benar-benar sedang menunggu sesuatu yang akan masuk kesana, entah menunggu keempat orang itu atau menunggu yang lainya.


“Eh pak, kita sudah lihat pintu itu terbuka berapa menit kira-kira?” Tanya Petro


“Belum ada lima menit mas, ada apa mas?” Tanya pak Tembol


“Ada baiknya kita tunggu lebih lama lagi pak, karena kita tidak tau pintu itu menunggu kita atau mungkin sedang menunggu sesuatu yang akan masuk kesana”


Hingga beberapa saat lamanya pintu itu tetap terbuka seperti itu, pintu itu bisa saja menunggu siapapun yang akan datang, pintu itu tidak hanya menunggu mereka berempat hingga mempunyai keberanian untuk masuk ke sana.


“Tidak ada yang pintu pagar itu tunggu anak-anak selain kita berempat yang ada disini dan dalam keadaan bingung antara masuk ke sana atau pergi dari sini. Bahkan tidak ada serangan atau perlawan dari yang ada di dalam sana” kata pak Han


“Bahkan Semprul pun tidak bereaksi sama sekali dia hanya duduk dengan keadaan normal sambil menunggu perintah dari mas Petro kan” lanjut pak Handoko


“Saya merasa aneh pak, sepertinya ada yang mengundang atau menyuruh saya untuk masuk ke dalam rumah itu” kata Saeful


“Iya Pul, aku juga, di dalam perasaanku ada sesuatu yang menyuruhku untuk masuk ke dalam sana, hingga tidak bisa kutolak rasanya, seperti sesuatu yang begitu menarik yang harus kulihat disana” kata Petro


“Hati-hati anak–anak, bisa saja itu merupakan semacam panggilan jebakan untuk kalian supaya kalian mempunyai keinginan untuk masuk ke sana” kata mbok Ju


“Lalu bagaimana ini mbok, Novi juga merasakan yang sama dengan mas Ipul dan mas Petro mbok. Apakah memang kita disuruh masuk ke sanakah mbok?” Tanya Novi


“Berarti kita semua memang diundang untuk masuk ke sana, kita disuruh masuk ke suatu tempat yang kita tidak tau apa tempat itu, kalau kita manuruti apa yang mereka maui jelas kita yang tolol mas. Paham kan mas?” kata pak Han


“Karena pihak Totok bisa menilai setinggi apa dan sejuah apa yang kita miliki, kalau dia bisa menilai kita bahwa kita lebih tinggi dari dia, tidak mungkin dia mau mengundang kita dengan seperti ini kan” kata pak Handoko


“Menurut saya, kita harus pergi dari sini, ini bukan tempat kita mas, lain kali saja kita kesininya” ujar pak Handoko lagi


Tetapi tidak bagi Petro, mungkin Petro merasa dia sekarang mempunyai anjeng yang sangar, sehingga dia tidak semudah itu untuk diajak kembali ke vila putih.


“Mereka ini menantang kita pak, buktinya pintu pagar mereka buka sedemikian lebar pak” kata Petro dengan berapi api


“Memang betul mas Petro, tapi kita juga harus hati-hati, karena kita tidak tau siapa yang ada di dalam itu. Seandainya saya atau mbok Ju bisa mendeteksi apa yang ada didalam itu pasti enak mas, kita tidak usah menebak nebak seperti ini” jawab pak Handoko

__ADS_1


“Sudahlah menurut saya kita balik saja ke vila putih, dan kita pikirkan lagi bagaimana caranya mengetahui apa yang ada di dalam sana itu mas. Eh mbak Novi bisa berhubungan dengan mbah Sari apa ndak. Mungkin mbah Sari bisa mendeteksi yang di dalam itu apa, sebelum kita masuk ke sana mbak”


“Novi sampai sekarang tidak tau bagaimana cara menghubungi atau bicara dengan mbah Sarijemb pak, yang bisa hanya mbah Sarijemb yang menghubungi Novi seperti waktu kita ada di depot rawon itu pak” jawab Novi


“Ya sudah, lebih baik kita mundur saja anak-anak, kita cari cara masuk ke dalam sana dulu, sebelum kita nekat dan berakhir dalam kesusahan, ayo kita kembali yuk” kata pak Handoko yang kemudian berjalan balik menuju ke arah mobil


Apa yang dikatakan pak Han itu ada benarnya, lebih baik tau dulu apa yang ada di dalam situ sebelum masuk ke sana karena sekali lagi baik mbok Ju atau pak Handoko sama-sama tidak bisa mendeteksi apa yang ada di dalam sana. Takutnya itu adalah perangkap bagi mereka.


Ketika mereka berempat kembali ke mobil, tiba-tiba ada suara mobil dari arah kiri rumah Nabil. Sontak keempat orang itu mencari tempat sembunyi di sekitar sana.


Suara mobil itu makin dekat dengan rumah Nabil, hingga suara mobil yang datang itu berhenti di depan rumah Nabil, dan kemudian secara perlahan lahan mobil itu terdengar seperti sedang parkir di sekitar rumah Nabil.


“Apa kalian bisa lihat siapa yang datang itu nak?”


“Ndak bisa pak terhalang sama belokan ini pak, yang pasti yang disana itu parkirnya di luar pak, karena Novi tidak mendengar suara pintu pagar yang tertutup pak”


Betul juga kata Novi, tidak terdengar suara pintu pagar yang ditutup, jadi kesimpulanya yang datang itu bukan penghuni rumah itu alias  yang datang itu hanya tamu heheheh.


“Ternyata mungkin bukan kita yang disuruh masuk ke dalam rumah itu anak-anak, pemilik rumah itu sedang menunggu kerabatnya atau sedang menunggu tamu”


Mbok Ju yang dari tadi ada di sekitar depan rumah Nabil ketika mendengar suara mobil, tetapi setelah mesin mobil itu dimatikan, mbok Ju kembali ke tempat persembunyian keempat orang yang sedang penasaran berat tentang siapa yang datang ke rumah Nabil pada siang hari ini.


“Yang datang adalah Kaswadi dan seorang perempuan, tanpa Trimo!.. aneh sekali!” kata mbok Ju


“Siapa perempuan yang bersama Kaswadi itu mbok?” Tanya Novi


“Setelah keluar dari mobil, mereka berdua langsung masuk ke rumah Nabil, sepertinya mereka sudah biasa masuk ke sana itu, jadi mereka tidak canggung layaknya orang yang baru pertama kali masuk atau bertamu ke rumah orang” kata mbok Ju lagi


“Hmm dan saya yakin, Trimo tidak tau adanya konspirasi ini. Kaswadi benar-benar seorang penjilat yang berasal dari buruh bangunan, dan sekarang sudah bisa naik mobil bersama perempuan yang pasti bukan istrinya” gumam Novi


“Trimo sepertinya harus tau keadaan ini anak-anak heheheh, tapi bagaimana cara cari Trimo ya?”


“Dia pasti nanti juga ada di vila putih pak, kita tunggu saja dia di vila putih, dia pasti akan kesana karena dia masih punya kepentingan disana kan pak heheheh” kata Petro


“Ya sudah, ayo kita kembali anak-anak, saya sudah tidak bisa berpikir lagi siapa musuh sebenarnya di dalam masalah kita ini anak-anak” kata pak Handoko


“Sebentar pak, Novi penasaran dengan Kaswadi pak, apa sebaiknya kita kesana juga pak?”


“Jangan nak Novi, rasa penasaranmu itu bisa membahayakanmu nak. Lebih baik kita segera pergi dari sini saja nak. Semakin penasaran, semakin akal sehat kita tidak bisa berpikir secara logis nak. Ayo kita pergi dari sini saja”


Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk pergi dari area rumah Nabil, yang pasti untuk menuju ke sana itu harus dipikirkan dengan matang, karena kemungkinan besar kekuatan yang ada di rumah itu mempunyai hubungan entah dengan Waji atau dengan vila putih.


Hanya saja kalau mereka tidak segera bertindak otomatis akan semakin banyak korban yang berjatuhan, jadi mereka harus secepatnya berpikir dan mencari informasi dari mana paket kiriman organ dalam manusia itu dikirim.


Perjalanan pulang menuju ke vila putih tidak ada yang menarik sama sekali, mereka yang ada di dalam mobil hanya bisa diam, mereka berada dalam pikiranya masing masing. Pikiran tentang kenapa ada Kaswadi di kediaman Nabil  dan kenapa juga ada perempuan yang mungkin merupakan pacar kaswadi.

__ADS_1


“Semua ini pasti saling berkaitan, maksud saya berkaitan dengan dengan keadaan yang tidak baik. Kaswadi yang awalnya bersama Trimo sekarang ada di rumah Nabil atau Totok, sedangkan Nabil sendiri saat ini cukup aneh, karena ada dua kepribadian di dalam tubuhnya” gumam pak Han mencairkan suasana yang sepi


“Iya pak, Saya sampai belum bisa menganalisa pak, apakah memang Kaswadi sudah berkhianat dengan Trimo, bahkan dia kesini menggunakan mobil yang cukup mahal dan bersama seorang peremuan juga pak” kata Petro


“Lebih baik kita pikirkan bersama-sama di vila putih saja anak-anak, karena kepala saya mendadak pusing kalau harus menganalisa tentang apa yang terjadi disana tadi. Pokoknya untuk saat ini intinya adalah Kaswadi ada di rumah Nabil, dan Nabil itu adalah Totok, tetapi di dalam tubuh Totok itu ada Nabil dan Totok hihihihi jankreeek”


“Sabar pak Han, sabar… kita nanti beli nasi bungkus dulu saja pak, sekalian makan-makan di vila putih bersama yang lainya. Mbok Ju, makan apa nanti mbok, mbok Ju kepingin hisap sarinya apa mbok?, ojok minta menyan, dupo atau kembang lho mbok hihihih” kata Novi


Keempat orang plus mbok Ju akhirnya tiba di vila putih setelah memarkirkan mobil mereka di masjid seperti biasanya, mereka menggunakan beberapa ojek agar cepat sampai di vila putih.


“Stop disana saja pak, kita jalan kaki saja dari sini” kata pak Handoko kepada driver ojek yang mereka tumpangi


Mereka tidak lupa juga untuk masuk ke dalam ruangan biru melalui pintu yang terdapat di cekungan area yang bisasanya digunakan untuk memarkir mobil.


*****


“Wuiiihh ..jadi seperti itu yang kalian alami tadi, bener-bener mengejutkan dan tidak disangka-sangka” kata pak Tembol setelah mendengarkan cerita dari pak Han dan Novi.


“Sudah-sudah, nanti saja kita lanjutkan ceritanya, sekarang kita makan dulu saja” kata pak Handoko kemudian menyuruh Novi untuk membagikan nasi berikut bungusan es teh manis yang menyegarkan


Untuk diketahui, sampah-sampah yang ada disana baik itu bekas bungkus makanan atau kaleng-kaleng bekas makanan kalengan mereka kumpulkan dan ada kemudian mereka buang ke sebuah area untuk tempat pembuangan sampah yang letaknya di luar ruangan biru.


Sampah-sampah itu kemudian ditimbun didalam tanah agar terurai dengan tanah, meskipun untuk plastic dan kaleng akan terurai dalam jangka waktu yang sangat lama.


“Sekarang apa yang harus kita lakukan dengan keadaan yang mirip dengan partai politik sewaktu akan ada pilpres ini pak?” Tanya Wildan


“Yah tidak ada yang bisa dilakukan selain pengintaian, kita harus adakan pengintaian di semua lini, dari rumah Nabil, rumah Trimo yang kita tidak tau dimana itu, dan bisa saja Muryati pacar Trimo”jawab pak Han


“Tapi yang penting adalah kita harus bisa tau apa yang ada di dalam rumah Nabil itu, mungkin mas Nang bisa menyusup ke sana atau gimana gitu sebelum kita mendobrak masuk ke sana?” kata  pak Tembol


“Menurut saya, keadaan dan denah disana itu tidak beda dengan yang ada di alam ghaib pak , pasti sama dengan yang pernah kita datangi itu pak. Ada kolam renang anehnya, ada pendingin mayatnya dan mungkin ada juga tempat semacam diskotiknya pak heheheh” kata Sinank nang


“Iya mas Nang, bisa juga seperti itu denah rumahnya, tetapi yang jadi masalah itu bagaiamana kita bisa masuk ke dalamnya dengan aman?” Tanya pak Tembol


“Kalau mau masuk ya harus seperti Kaswadi, hanya saja apa alasan Kaswadi ada disana itu yang perlu kita ketahui dulu.


“Ada lagi yang harus kita cari teman-teman. Kita harus cari sipengirim paket jantung yang berlumuran darah itu, karena untuk mendapatkan jantung yang masih berdetak dan segar itu kan pasti ada pembunuhan dan ada korbanya kan” kata pak Han


“Dan saya yakin sipengirim  itu tidak jauh dari sini, sehingga darah dan jantung yang dikirim itu masih segara sekali keadaanya.  Bagaimana, apa kalian punya ide untuk mendapakan info mengenai sipengirim itu?”


“Paling mudah ya baca saja yang tertera di paket itu pak, kan pasti ada nama dan alamat sipengirim pak”jawab Tifano


“Bearti besok pagi kita adakan pengintaian lagi disana anak-anak, sekalian kita cegat kurir yang akan kirim paket untuk Nabil” kata Pak Han


“Eh begini saja, sebagian malakukan pengintaian disana dan sebagian adakan pengintaian di sekitar vila putih, siapa tau Trimo akan muncul bersama Kaswadi. Mungkin nanti mas Saeful bisa datangi mereka untuk diajak olah pikiran mas, jangan lupa mbok Ju yang melindugi mas Saeful”

__ADS_1


“Semantara yang akan ke rumah Nabil adalah saya, mas Petro, mas Nank, mas WIldan, dan mas Tifano. Pokoknya kita harus all out lah, semampu kita untuk mendapat informasi yang akurat”


__ADS_2