MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 11 ( BAPAK SUDAH MENINGGAL )


__ADS_3

Assalamualaikum....Permisiii....” teriak Novi dari pagar


“Alaikumsalaaam....”


“Siapa ya, mau cari siapa mbak” kata seorang laki-laki berperawakan tinggi hitam dan sedikit gempal tubuhnya


“Eh maaf mas, eh kalau boleh tau eh ini rumah siapa ya mas” tanya Dani yang ada disebelah Novi


“Yang tinggal disini saya mbak, mas. Nama saya Supardi, eh kalian cari siapa ya?”


“Maaf mas, kalau  andong atau dokar ini milik siapa ya mas, apakah pak Kamidi atau pak Ponidi?” tanya Dani spontan tanpa tedeng aling-aling


Kenapa mereka langsung tanya dokar itu milik siapa, karena anak-anak itu tau dokar itu, mereka tau dokar itu dan merasa pernah naik diatas dokar itu, tetapi mereka lupa dokar itu milik siapa.


“Dokar itu milik bapak saya mas, bapak saya namanya Ponidi, beliau sudah meninggal sekitar lima belas tahun lalu. Hanya saja pesan bapak, dokar itu harus tetap ada disana dan tidak boleh dipindah pindah”


“Kata bapak saya dokar itu sebagai tanda hehehe, tapi saya tidak tau sebagai tanda apa. Eh maaf kalian kok bisa tau nama bapak saya, padahal saya ndak pernah lihat kalian di sekitar sini” Tanya Supardi anak dari pak Ponidi


“Eh ya, eeee..., saya eeee saya pernah diceritakan eee orang tua saya yang pernah ke daerah ini mas” jawab Dani


“Maaf mas, mas tau siapa pemilik vila sebelah itu mas” tanya Novi


“Kalau pemiliknya saya tidak tau, tetapi kalau orang gila yang ngakunya sebagai pemilik vila ini dan selalu tinggal di dalamnya saya tau hehehe” jawab Supardi sambil garuk garuk kepalanya.


“Jangan-jangan pak Tembol itu rek” bisik Wildan kepada Tifano


‘Ciri-ciri orangnya bagaimana mas? Apakah orangnya itu kepalanya botak?” tanya Gilank yang dari tadi hanya menyimak saja”


“Nah itu dia cirinya mas, kok masnya bisa tau sih” kata Supardi terheran heran


“Hehehe asal nebak ae kok mas, saya kan godrong, saya tebak aja kalau orang yang tinggal disana itu gundul heheheh” jawab Gilank


Kedelapan remaja itu merasa sudah semakin mendekat pada tujuan mereka, mereka pun sudah makin dekat dengan pak Tembol yang disangka orang gila, tapi bagiamana cara mereka untuk bisa menemui orang gila yang mengaku pemilik dari vila putih ini?


“Gimana cara ketemu sama orang gila itu mas, apakah sampean bisa panggilkan dia mas” tanya Wildan


“Hehehe orang itu aneh mas, dia sangat jarang keluar rumah, tidak pernah belanja makanan, tidak mempunyai teman dan tidak melakukan pekerjaan apa-apa, tetapi dia sehat, saya sampai heran , orang itu makan apa disana”

__ADS_1


“Kami kepingin ketemu sama dia, tapi bagaimana caranya mas” tanya Ukik


“Coba saja kalian masuk ke sana dan ketuk pintunya, siapa tau dia bukakan pintu mas, terus terang kalau saya sih tidak pernah berhubungan sama dia mas, dia orangnya aneh dan suka bicara sendiri”


“Dan satu lagi mas, dia tau-tau bisa muncul dihalaman vila itu, tapi sedetik kemudian dia sudah tidak ada disana. Tapi kemudian dia sudah ada di jalan depan vila, pokoknya dia kayak orang yang sedang ngilmu”


Kesimpulan yang bisa diambil disini, berarti pak Tembol sudah jadi orang gila, tetapi kalau dari keterangan anak pak Ponidi yang bernama Supardi, orang gila itu tidak pernah belanja makanan tetapi dia nampak sehat. Nah berarti dia tinggal di bungker rumah itu!


“Ya sudah mas Supardi , terima kasih atas infonya, lain kali kami akan kesini lagi mas” kata Novi sambil mengajak kami untuk kembali


“Yuk kita balik aja mas Ali, percuma juga kita tanya-tanya sama dia, tetapi  Novi pingin kesini malam-malam mas, Novi pingin masuk melalui pintu yang ada di lereng jurang depan vila”


“Gimana, siapa yang setuju rencana Novi, nanti sekalian kita bercinta rame-rame di hutan hihihihi”


“Yanchoook! Gak wis Nov, aku tunggu kamu di salon aja sama temen-temen bancimu hihihih” kata Gilank


“Emangnya mas Gilank mau ditusuk dari belakang, rasanya sakit lho mas kayak lagunya  MULAN JAMEELA  yang judulnya SAKIT MINTA AMPUN yang liriknya gini mas


Jangan lagi kamu menusuk diriku dari belakang


Karena rasanya itu sakit bukan main


Sakit minta ampun


Aku tahu dari dulu kamu


Aku tahu dari dulu kamu


Mendambakannya setengah mati


Janganlah lakukan itu


Jangan lakukan dari belakangku


Janganlah kamu kan tahu


Kamu tahu itu berbahaya

__ADS_1


Jangan lagi kamu menusuk diriku dari belakang


Karena rasanya itu sakit bukan main


Sakit minta ampun


“Kayak itu liriknya mas hihihihiih” setelah Novi menyanyikan bait lagu milik MULAN JAMEELA  itu


“Mosok itu lagune Mulan Nov, lirike kok ngeri gitu rek hihiihi” kata Tifano


“Eh rek, ini kan udah menjelang sore, apa ndak lebih baik kita nunggu dimana gitu, jadi nanti setelah isya kita kesini lagi, aku penasaran dengan oang gila yang dikatakan anak pak Ponidi tadi rek” kata Ali


“Iya wis mas Ali, Novi setuju kalau kita istirahat dimana gitu sambil kalian semua Novi enakin hihihihi”


“Nov, tak pikir kita lama ndak ketemu ini kamu sudah sembuh, tibake kamu tambah parah c*k” sahut Broni


“Mas Bron inget ndak waktu kita di kamar berdua, waktu itu kita kan hampir saja kayak lagunya Mulan Jameela itu mas hihihih”


Mereka bercanda selama perjalanan ke Prgn dan Trts sambil nunggu malam tiba, mereka tidak memikirkan apa yang akan mereka lakukan nanti setelah malam tiba di dekat vila, mereka juga tidak akan menyadari apabila mungkin nanti ada sesuatu  yang akan menimpa mereka.


Ke sembilan orang itu memang berangkat dari sby tanpa mempunyai tujuan sama sekali, mereka berangkat hanya berbekal sesuatu yang memanggil mereka untuk ke gebang, tanpa mereka tau apa yang memanggil mereka ke gebang itu.


Saat maghrib tiba mereka mampir ke sebuah masjid di daerah Prgn yang berhawa dingin, mereka menjalankan ibadah maghrib, kecuali si blonde Novi.


“Mas, Novi kok makin merasa aneh ya mas? Sepertinya ada sesuatu yang menyuruh Novi untuk segera pergi ke vila putih mas”


“Sama Nov, aku juga gitu”jawab Ali singkat


“Bahkan mungkin teman kita lainya juga pasti merasa seperti itu juga mas, ndak hanya kita aja. Cuma yang Novi heran, sebenarnya ada apa disana?”


“Kalau hanya masalah surat bukti kepemilikan rumah kan sudah terkubur dengan aman, lalu apa lagi yang menyebabkan kita dipaksa untuk datang kesini lagi” lanjut Ali


“Bener mas Ali, kita dipaksa untuk datang ke sini, dan Novi merasa ada pemaksaan dengan unsur ancaman. Berarti ada sesuatu yang penting yang harus segera dibetulkan mas”


“Atau apa tidak sebaiknya kita ke desa Br mas, kita lihat suasana disana dulu, karena untuk vila ini kan kita sudah tau keadaanya, sedangkan untuk kedua desa Br dan Bs kita belum tau mas”


“Iya sih Nov, bener kamu , kita kesana dulu saja Nov”

__ADS_1


Kedelapan orang saat ini ada di kawasan wisata Trts, mereka menikmati makanan pinggir jalan sambil melihat banyaknya orang yang sedang lalu lalang di sekitar wilayah pasar Trts.


Tetapi ada benarnya juga apa yang tadi disampaikan Novi, memang mereka harus lihat keadaan desa Br dan Bs, tempat proyek besar yang kata Kaswadi akan dibangun sebuah resort.


__ADS_2