
"Mau kemana Lu pada?." Tanya 3 pria itu bersamaan.
"Mau kemana?." Tanya Abhi pada Rafka, Abdiel.
"Mau beli bubur ayam." Jawab Rafka.
"Gua mau beli soto ayam." Ucap Abdiel.
"Lu? Mau kemana?." Tanya Rafka pada Abhi.
"Beli bubur ayam." Jujur Abhi.
"Ayo bareng." Ajak Rafka.
Mereka berangkat bersama karena memang tempat jualan 2 makanan itu sama.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
'Huufffh.' 3 pria itu berjalan kaki menuju ke tempat penjual 2 makanan itu dengan berjalan kaki.
"Pagi ini Gua pengen bolos sekolah." Kata Rafka.
"Gua juga." Timpal Abdiel dan Abhi bersamaan.
Tiba-tiba dari belakang 2 orang datang dengan cara mengaget kan.
"Hoyaaa!!." Kejut 2 orang tersebut.
"Allahu akbar!." Seru 3 pria itu.
"Hahahaha, gitu aja kaget." Celutuk Bang Rafa.
"Sialan Lo berdua yak, untung kita ber tiga ngga punya penyakit jantung." Sungut Rafka.
"Hehehe... maaf dah maaf, kalian mau kemana? Kok ngga ngajak kita berdua?." Tanya Bang Idan.
"Beli soto ayam/bubur ayam." Kompak Rafka, Abdiel, dan Abhi berucap tapi berbeda jawaban.
"Siapa minta? Istri kalian?." Tanya Bang Rafa.
"Ya siapa lagi kalo bukan mereka?." Jawab Abhi.
"Kalian berdua ngapain nyusul?." Tanya Abdiel.
"Ngikutin kalian, Raina, Tika bosen sarapan nasi mulu kata nya, dia pengen yang beda, jadi kita inisiatif mau beli bubur ayam." Jelas Bang Rafa.
Rafka, Abdiel, dan Abhi mengangguk kan kepala paham.
"Eh Gua denger tadi dari kamar kalian bertiga ada yang muntah-muntah, siapa yang muntah? Kalian atau istri kalian?." Tanya Bang Rafa.
"Istri." Singkat Rafka, Abdiel, dan Abhi.
"Ngga usah sekolah aja dulu." Nasihat Bang Rafa.
"Si Za ngga mau, kata nya ujian udah bentar lagi, bisa ketinggalan pelajaran nanti, gitu." Jelas Rafka.
"Ya alasan Akifa juga gitu." Kata Abdiel.
__ADS_1
"Alfi ngga mau, alasan nya juga sama, takut ketinggalan pelajaran kata nya." Cetus Abhi sambil menoleh ke arah Bang Rafa.
"Iya juga sih, ujian udah hampir depan mata, kalo libur bisa-bisa banyak ketinggalan pelajaran dan info-info penting ujian entar kalian." Bang Idan berbicara.
Sekitar 10 menit berjalan mereka sudah sampai di tempat penjual Bubur ayam dan Soto ayam.
"Bang Bubur ayam nya 4." Pesan Rafka pada sang penjual.
"Siiap, mohon di tunggu, duduk dulu Mas-mas nya." Bang penjual Bubur mempersilah kan.
"Iya Bang." Jawab Rafka.
"Abang Soto, saya soto nya soto nya satu yak." Pesan Abdiel.
"Siap di tunggu, silah kan duduk." Kata sang penjual.
Dirumah Rafka Zarine.
"Anak-anak?! Ayo sarapan!." Panggil Bunda sedikit berteriak.
"Iya Bun." Sahut Zarine.
Dari arah kamar Zarine, Alfi, Akifa, Tika, Kak Rain sudah siap.
Jam di dinding masih menunjuk kan pukul 05.45 pagi.
"Loh?! Ini suami kalian mana?." Tanya Bunda heran karena para wanita ini keluar tanpa keberadaan suami nya.
"Rafka keluar Bun, tadi Za minta di beli in bubur ayam, Za lagi pengen makan itu." Jelas Zarine.
"Kalo Abdiel lagi beli in Akifa soto ayam Te." Jawab Akifa.
"Kalo kalian bertiga?." Tanya Bunda menunjuk Alfi, Kak Rain, dan Tika.
"Lagi beli bubur ayam juga Bun." Kompak ke tiga nya.
"Terus ini entar yang makan makanan yang udah Bunda buat siapa?." Tanya Bunda lesu.
"Biar nanti para cowok nya yang makan Bun." Jawab entang Kak Raina.
"Assallammu'allaikum! Yang bubur nya dateng nih!." Seru Rafka.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Para perempuan yang ada di meja makan.
Para pria menghampiri mereka di meja makan.
"Makasih bubur nya Yang." Ucap Zarine.
"Sama-sama." Balas Rafka.
"Dah sana kalian para laki-laki ke kamar siap-siap kerja sama sekolah, cepet." Suruh Bunda.
"Siap laksanakan Bunda, kita semua permisi ke kamar Bun." Pamit Zarin mewakili lain nya.
Bunda hanya tersenyum dan memgangguk.
Di dalam kamar, Rafka memilih mandi lagi karena dia bau keringat abis jalan.
Sebelum mandi tadi, seperti kemarin-kemarin Zarine melarang Rafka mandi, kata nya badan Rafka tetep wangi meski ber keringat.
Tapi setelah mendapat bujuk kan manis dari sang suami, Zarine pun memberi ijin Rafka mandi😂.
Pukul 06.00 pagi 5 pasangan keluar kamar bersamaan dengan pakaian yang rapi dan sudah wangi.
Mereka duduk di kursi meja makan dan memakan sarapan yang sudah di sediakan oleh ART dan Bunda.
Untuk para 5 wanita, mereka tidak makan masakan Bunda.
"Kalian ngga laper kalo makan itu doang?." Tanya Bunda pada 5 wanita itu.
"Nanti kan bisa makan di sana Bun." Jawab Zarine.
"Huuffffhh, ya sudah terserah deh, tapi makan siang usaha kan nasi, kasian Baby nya ngga dapet nutrisi nanti." Kata Bunda.
__ADS_1
"Iya Bun nanti kita makan dengan benar deh." Kata Zarine.
Selesai sarapan mereka semua berangkat ke tujuan nya masing-masing setelah berpamitan pada Bunda.
7 serangkai kembali mengendarai satu mobil, yang kali ini menggunakan mobil Abhi, dan tentu saja sang empu mobil yang menyetir.
Sampai di sekolah.
Mereka langsung ke kelas.
"Assallammu'allaikum." Salam 6 serangkai setelah memasuki kelas yang hanya ada beberapa orang di dalam nya, Tika juga sudah masuk ke dalam kelas nya.
"Wa'allaikum sallam." Jawab mereka yang di dalam kelas.
6 orang ini masuk kelas dan duduk di bangku masing-masing.
Tak lama mereka masuk, bel tanda pelajaran akan di mulai pun di mulai.
Semua murid masuk ke kelas masing-masing dan mengikuti pelajaran dengan serius dan khitmat.
"Ini saya bagi kan kisi-kisi ujian, kaya nya sebagian akan ambil dari soal ujian kamarin, tapi ngga tau juga sih, kalian pelajari semua soal itu dulu dari mapel saya." Panjang lebar Guru menjelas kan di depan.
Pelajaran kali ini di isi oleh Bu Diyah selaku guru pengajar mapel Biologi.
"Tanggal ujian nya kapan sih Bu?." Tanya Abdiel.
"Awal April in syaa allah." Jawab beliau.
"Lumayan lama juga yak." Gumam Alex yang duduk di depan Abdiel sebelah Banu.
"Lo mau nya kapan?." Sugut Abdiel.
"Minggu depan aja lebih cepat lebih baik biar kita juga cepet lulus." Dengan muka sok polos nya Alex menjawab.
"Huuu... bilang lebih cepat lebih baik, giliran di ngadepin soal nanti bilang nya 'ya allah kenapa waktu ujian nya cepet banget!', hahhh." Jengah Akifa mnejawab omongan Alex.
"Hahaha." Tawa lain nya terdengar pelan.
"Sudah! Diam! pelajari itu semua, pelajaran saya sudah selesai, kita lanjut minggu depan, saya permisi dulu, assallammu'allaikum." Bu Diyah pergi.
"Wa'allaikum sallam." Jawab seluruh siswa se kelas.
Setelah kepergian Bu Diyah bel istirahat berbunyi nyaring.
-
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
Maaf kalo garing😢🙏
Maaf typo di mana-mana🙏😢
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Hari ini 1000 kata dulu, Author lagi ngga mood nulis dan lagi ngga dapet Ilham juga, maaf yak🙏☺.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran😢.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.