
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
Melihat Rafka dan lain nya masuk beberapa orang berbisik menggunjing 5 pria calon Ayah itu.
'Itu pasti Nona Zarine dan teman-teman nya hamil dulu an deh maka nya nikah nya di sembunyi in.' Kata salah satu karyawan di sana.
'Tapi kalo memang benar, kenapa ngga lahir-lahir anak nya?.' Salah satu karyawan bertanya.
Dan saat akan di jawab lagi, suara Rafka menyahut.
"Kalian saya gaji di sini untuk bekerja atau untuk bergosip?!." Dingin Rafka berucap.
Suasana lobby mendadak hening tak ada suara.
"Jangan bergosip! Kembali bekerja!." Tegas Rafka berucap.
Dan kontan saja para karyawan kembali ke pekerjaan nya masing-masing.
Sampai di ruang rapat kantor Rafka.
"Assallammu'allaikum." Salam Rafka juga lain nya.
"Wa'allaikum sallam." Jawab orang di dalam.
"Kenapa muka kamu muram gitu Raf?." Tanya Papa Rafka heran.
"Gara-gara karyawan nya Om." Balas Bang Rafa.
"Udah lah, toh tuduhan itu kan ngga bener." Papa Rafka menenang kan Rafka yang kini sudah duduk di sebelah nya.
"Ya tetep aja, Aku ngga suka." Dingin Rafka berucap.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Wuh sabar Pak, sabar, orang sabar itu di sayang istri loh, hahaha... ." Abdiel menghibur dengan di iringi tawa keras nya sampai memenuhi ruang rapat.
"Diem aja deh Lu jangan berisik!." Seru Rafka sewot.
"Em... tunggu dulu, ini kita mau ke jumpa pers pake baju gini an?." Tanya Bang Rafa sambil meneliti pakaian nya sendiri dan pakaian yang lain nya juga.
"Astaghfirullah." Semua orang beristighfar kemudian kompak menepuk jidat nya pelan.
__ADS_1
"Kalian berlima?." Panggil Papi Alfi pada 5 Asisten yang berdiri di dekat mereka.
"Iya Tuan? Ada yang bisa kami bantu?." Tanya Asisten nya Rafka.
"Tolong kalian ke rumah Rafka Zarine, bilang kalo kita butuh setelan jas." Tegas Papa Rafka meminta tolong.
"Pergi satu orang saja, jangan semua." Peringat Abhi juga.
"Baik Tuan, Saya permisi dulu assallammu'allaikum." Pamit Asisten Rafka.
"Wa'allaikum sallam." Jawab semua orang kompak.
Di rumah Rafka Zarine.
"Tunggu deh." Kata Akifa berbicara.
"Apa Fa?." Tanya Zarine.
"Kaya ada yang ganjal sama kepergian mereka." Ujar Akifa dengan meletak kan ke dua tangan nya di pinggang.
"Ganjal gimana?." Tanya Mami Alfi.
"Masa mereka jumpa pers pake kaos oblong sama celena pendek sih? Mereka kan bakal di sorot media." Cetus Akifa.
"Astaghfirullah, iya yah, ya udah kita pulang dulu buat pergi ambil jas, mereka ngga akan mau beli, jadi pasti salah satu Asisten akan meminta nya dari kita." Kata Mama Rafka.
Semua perempuan nya pulang ke rumah masing-masing, untuk mengambil stelan jas.
Tiba-tiba... .
'Ting tong ting tong... .' Bel rumah Rafka Zarine berbunyi nyaring.
Bunda berdiri dari duduk nya di ruang santai kemudian mepangkah menuju pintu untuk membuka nya.
'Ceklek.' Pintu terbuka.
"Wa'allaikum sallam." Balas Bunda, beliau sudah menebak kedatangan Asisten Rafka dalam pikiran nya, tapi beliau ingin sang Asisten berbicara terlebih dahulu.
"Maaf Nyonya mengganggu, kedata-." Ucapan Asisten Rafka terpotong karena di sela oleh Bunda.
"Di suruh ambil jas yah?." Sela Bunda tepat sasaran.
"Iya Nyonya benar." Jawab Asisten Rafka itu.
"Kamu masuk dulu deh, mereka masih menyiap kan di rumah masing-masing, bentar lagi juga pasti datang." Ujar Bunda mempersilah kan orang kepercayaan menantu nya masuk rumah.
Sang Asisten haanya mengangguk kan kepala meng iya kan, kemudian dia mengikuti langkah Bunda masuk ke dalam rumah.
Asisten Rafka itu duduk di sofa ruang tamu menunggu para Ibu-ibu.
ART Zarine dateng membawa nampan berisi kan segelas es teh dan satu piring camilan lalu meletak kan nya di depan Asisten Rafka.
Bunda menemani Asisten Rafka berbincang agar tak sendiri an di ruang tamu yang luas ini.
Beberapa menit kemudian, para Ibu-ibu dateng membawa setelan jas yang bahkan belum di minta oleh Asisten nya Rafka.
"Ouh, kamu Asisten nya Rafka kan?." Tanya Bunda menunjuk ke arah depan Bunda tempat Asisten nya Rafka duduk.
"Iya Nyonya, saya di utus Tuan besar untuk meminta dan mengambil kan setelan jas." Jelas orang kepercayaan Rafka detail.
"Ya udah nih, awas jangan sampe lecek apa lagi kotor!." Peringat Mama Rafka tegas.
"Iya Nyonya." Jawab sang Asisten paham.
"Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya Besar, Nona Muda, terima kasih, assallammu'allaikum." Pamit Sang Asisten sopan.
"Wa'allaikum sallam, hati-hati bawa barang nya!." Jawab semua orang, di selingi nasihat oleh Zarine.
__ADS_1
Tanoa menjawab lagi, Asisten nya Rafka itu pergi dari kediaman Rafka Zarine kembali ke kantor untuk memberikan setelan jas itu.
Pikiran Asisten nya Rafka 'Apa sebelum nya Tuan Muda dan Tuan Besar sudah menghubungi istri nya masing-masing? Tapi perasaan tadi baik Tuan Besar dan Tuan muda tak membawa ponsel, lalu tau dari mana Nyonya Besar dan Nona Muda kalau suami mereka butuh setelan jas? Apa sekuat itu naluri seorang istri? Hahhh aku jadi ingin menenikah.' Begitu lah pemikiran panjang Asisten nya Rafka itu.
Di kantor.
"Apa kalian bawa handphone?." Tanya Papi Alfi.
Rafka dan lain nya mencari benda pipih persegi panjang itu.
"Engga." Jawab semua nya kompak setelah tak menemu kan benda itu.
"Kenapa memang nya Pi?." Tanya Abhi.
"Mau hubungi Mami mu." Jawab Papi singkat.
"Kenapa? Ada apa?." Tanya Abdiel kepo.
"Kangen suara nya." Datar Papi Alfi menjawab.
"Adoyyy bucin nya Oom udah ngalah-ngalahin kita yang muda-muda yah, kita baru beberapa menit di sini Om, udah kangen aja." Cetus Abdiel sambil menggeleng-geleng kan kepala nya tak percaya dengan perkataan Papi Alfi.
5 menit kemudian, Asisten nya Rafka masuk ruang rapat sambil memawa setelan jas.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1