
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Udah ngambek kali, udah lah biarin aja, kalo ngga di tegesin gini, mereka bakal minta lebih dari keliling, bisa-bisa mereka minta renang lagi di kolam hotel ini, ngga ada kaya gitu." Sewot Rafka berucap.
"Dasar para pria possesive, mereka tuh ngga asik! Males ah," Akifa ngomel-ngomel dengan suara agak keras.
"Iya! Padahal cuma keliling loh, ngga minta renang juga." Kesal Tika ikut menyahut.
"Huuuuh... udah lah terima aja, mereka pasti takut kalian kecapek an, kalian kan dalam kondisi berbadan dua,;jadi wajar kalo mereka possesive." Shita menenang kan para wanita di sebelah kanan kiri nya ini.
"Ck! Emang kamu ngga bosen di perlakukan possesive gitu?." Tanya Tika pada Shita.
"Menurut ku mereka possesive tuh tanda sayang sama kita, bayangin aja kalo mereka cuek ngga peduli, nakutin kalo gitu." Kata Shita yang ada benarnya.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Iya sih, Shita bener, kalo mereka cuek kita juga yang bakal susah, hiks! Tapi aku ngga kuat tau sama possesive nya mereka tuh! Keterlaluan tau ngga!." Seru Akifa yang masih saja menggerutu.
"Udah sabar, nama nya juga suami sayang istri, udah terima aja, susah tau cari spesies kaya mereka, langkah, limited!." Seru Shita kembali menenang kan.
"Spesies? Emang mereka hewan sampe di sama-sama in gitu? Hahahaha... ." Tawa Akifa pecah mendengar celotehan Shita.
"Ya terus apa dong? Sama aja kan." Cuek Shita sambil mengedik kan bahu nya acuh.
Di belakang para wanita.
"Ini mereka ngga ngerasa kalo kita ada di belakang merek kah?." Tanya Rendra berbisik pada para pria di samping kanan kiri nya.
"Ngga tau deh, bingung sendiri Gua sama mereka, ghibah kok di depan orang nya, keras lagi suara nya, kok yah masih ada umat yang kaya mereka, hahahaha... ." Tawa Bang Rafa pelan.
"Dih! Bang? Lu napa?." Tanya Abdiel heran.
__ADS_1
"Udah diem!." Seru Bang Rafa menghenti kan obrolan nya dengan para pria lain nya.
"Biar Gua yang tegur, biar mereka sadar." Cetus Rafka yang di amgguki oleh lain nya.
"Girl's? Ghibah nya jangan keras-keras dong suara nya... kita yang kalian ghibahin kedengeran tau!." Tegur Rafka sambil mengeras kan suara nya.
Kompak Zarine dan lain nya menoleh ke arah belakang.
Cengiran kuda para wanita tampil kan dengan tangan membentuk jari tangan nya menjadi huruf V.
"Jangan cengengesan kalian." Ketus Abhi pada para wanita.
"Ya ampun... ya udah sih ngga usah marah-marah, ngga usah ngambek-ngambek nanti cepet tua." Cetus Alfi menasihati Abhi sang suami tercinta.
"Lagian nih yah, yang di bilang Shita bener, kalo seandai nya kita cuek sama kalian, itu malah bahaya, kalian mau kita diem, ngga peduli, tau-tau gugat cerai terus nikah lagi, mau? Atau yang paling parah kita nikah lagi tanpa sepengetahuan kalian." Terang Bang Idan yang membuat para wanita berhenti berjalan dan menatap mereka intens.
Mata mereka tersirat kesedihan di sana.
"Kalian beneran mau lakuin itu semua?." Tanya Tika dengan mata sendu.
Para pria saling menatap satu sama lain.
Kemudian menepuk dahi nya pelan.
"Ya engga lah Yang! Kan aku bilang S-E-A-N-D-A-I-N-Y-A." Bang Idan menekan huruf di setiap kata nya.
"Kalian tau seandai nya kan?." Tanya Bang Rafa memasti kan.
"Jangan berandai-andai! Ngga baik!." Dingin Alfi berucap.
"Ya biar kalian paham aja kalo sifat possesive kita tuh ada alasan nya, apa lagi dengan kalian yang lagi berbadan dua gini, ya wajar dan memang sudah seharus nya kita possesive!." Kata Abdiel tegas dan datar.
Mereka semua pun masuk kamar untuk beristirahat.
Di kamar Rafka Zarine.
"Yang? Aku males tau di kamar mulu, ayo lah jalan-jalan." Zarine merengek bak anak kecil pada Rafka sang suami tercinta nya itu.
"Mau kemana? Mau apa?." Tanya Rafka yang sedang berbaring di ranjang dengan memejam kan mata nya pura-pura tidur.
"Yang?." Panggil Zarine.
Rafka tak menyahut masih pura-pura tidur, dia berniat menjahili.
"Yang?." Rengek Zarine dengan menelusup kan wajah nya di ketiak Rafka.
"Hmmm... kamu wangi." Puji Zarine yang masih dengan jelas di dengar Rafka.
Sampai... .
"Bauahahahaha... Yang? Udah Yang geli tau." Rafka berusaha menghenti kan aksi sang istri yang mengunyel-unyel kan wajah nya di ketiak Rafka.
"Kamu wangi tau Yang." Cetus Zarine dengan masih melancar kan aksi nya.
"Udah yah, aku geli, kita tidur sambil peluk kan aja yah, kamu dapet anget nya, aku juga dapet anget juga." Celutuk Rafka yang langsung tangan nya memeluk tubuh mungil Zarine.
Dengan sekali rengkuhan, Zarine sudah ada di dalam peluk kan Rafka.
__ADS_1
"Peluk nya biasa aja ih, panas tau!." Seru Zarine sedikit menjauh dari Rafka, bahkan dia mendorong sang suami agar sedikit menjauh dari nya.
Perut Zarine yang membuncit itu membuat nya tak nyaman bila di peluk erat.
Dan penolak kan itu membuat Rafka sering kesal bahkan berdecak.
Tapi dia bersyukur, setidak nya dia tak di suruh tidur di sofa.
"Yang? Makan es krim enak nih." Kode Zarine pada sang suami.
"Ngga ada! Udah kita tidur aja, jangan kebanyak kan makan es, ngga baik, kamu lupa kalo 2 hari yang lalu kamu makan es krima banyak banget? Bahkan sampe habis 3 bungkus, ngga udah jangan minta es lagi." Tegas Rafka menolak permintaan Zarine yang ingin makan es krim.
Zarine cemberut karena pemintaan nya tak di indahkan oleh Radfa.
Dia kemudian memilih berbalik membelakangi Rafka berniat ngambek pada suaminya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
B E R S A M B U N G . . .
Lanjut besok ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.