Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus sembilan


__ADS_3

"Kita ke bagian kanan aja yuk, capek tau jajahin yang kiri, ngga ketemu-ketemu kamar nya." Ajak Zarine sambil berbalik hendak ke arah kanan.


Lantai dua rumah Sari ini memang di bagi 2 bagian.


4 wanita ini sedang menjelajah di bagian kiri, dan sekarang sudah ke bagian kanan.


"Kenapa tadi ngga tanya Tante sih kita?." Jengkel Tika.


"Kita terlalu antusias tadi sampe lupa nanya in, beliau juga terlalu asik ngobrol tadi sampe ngasih kita tanda hanya pintu terbuka." Jelas Zarine.


Sampai mereka di pintu kamar yang sedikit terbuka dan bisa di bilang pintu kamar itu terletak agak jauh dari pandangan.


Dari jauh kelihatan nya pintu kamar itu tertutup, jadi tidak terlalu terlihat.


"Kita tadi kaya nya udah liat pintu ini deh dari tangga." Kata Tika.


"Dari jauh kelihatan tertutup, jadi kita kaya di boongin gitu yak, hahaha." Zarine berbicara sambil tertawa.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Zarine di ikuti oleh 3 wanita lain nya mengetuk pintu kamar yang sedikit terbuka itu.


'Tok... tok... tok... .' Ketuk kan dilakukan oleh Zarine secara perlahan.


Meski pintu terbuka tapi tetap saja tidak sopan bukan kalau nyelonong masuk.


Seseorang membuka pintu lebar-lebar.


"Mari silah kan masuk, pengantin nya sudah hampir siap." Ajak seseorang itu.


'Seperti nya Ibu-ibu ini yang merias Sari.' Batin 4 wanita kompak walau tanpa kerja sama.


Zarine dan lain nya tersenyum mengangguk kan kepala, lalu masuk ke dalam kamar.


"Assallammu'allaiku!." Salam mereka bersamaan.


"Wa'allaikum sallam." Jawab semua orang yang ada di kamar Sari.


"Hei!! Kalian kemana aja? Aku lama nunggu in kalian tau!." Sungut Sari sambil mengerucut kan bibir nya kesal.


"Udah jangan di maju-maju in gitu bibir nya, kaya bebek aja." Cetus Tika menggoda.


"Au ah." Rajuk Sari dengan melipat ke dua tanyan nya di depan dada.


"Hahahaha." Tawa semua orang di kamar Sari terdengar pelan.


"Utututu... pengantin ngga boleh ngambek kan gitu dong... kalo ngambek entar cowok nya batal nikah loh." Zarine menakut-nakuti.


"Jangan gitu dong... aku ngga mau batal." Manja Sari pada 4 wanita.


Para perias Sari yang melihat adegan itu tersenyum hangat.


"Mbak Sari, kami pergi dulu yah, semua sudah beres, tinggal nunggu in pengantin lelaki ny aja." Pamit Perias itu.


"Iya, terima kasih ya Bu." Ucap tulus Sari.


"Sama-sama, kita pergi dulu, assallammu'allaikum." Salam perias yang di ikuti oleh rekan-rekan nya.


"Wa'allaikum sallam." Jawab Sari, Zarine, Tika, Alfi, Akifa bersamaan.


Setelah perias keluar ruangan, 5 wanita itu berpelukan bahagia.


"Sari!! Selamat yah." Ucap Zarine bersemangat.


"Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawaddah, warahma, aamiin." Doa Akifa.


"Aamiin." Sahut lain nya.


"Ijab Qobul nya udah mulai belum?." Tanya Sari penasaran.


"Boro-boro mulai, pengantin cowok nya aja belum dateng Sar." Kata Alfi.


"Aaahhh jangan buru-buru Sar, nyantai aja lagi, Kak Roy bakal nikahin kamu kok, sabar aja, tunggu waktu, ini juga masih pukul 7 pagi, mungkin Kak Roy masih ada di perjalanan ORE ke sini." Jelas Tika menenang kan Sari.


Bisa di lihat oleh Tika, Zarine, Akifa, dan Alf, bahwa Saei tengah gugup sekarang ini.


"Tenang." Kata Alfi sambil mengusap-usap punggung Sari pelan, Zarine mengusap tangan Sari yang bertautan saling meremas, dan Akifa juga Tika mengusap pundak Sari menenang kan.


"Aku gugup banget." Curhat Sari dengan wajah yang begitu kental menampil kan raut ke gugupan.


"Wajar sih, kita juga pas mau nikah juga kaya kamu." Cetus Tika memberi tahu.


"Masa sih?." Tanya tak percaya Sari.


"Iya, tapi kita ber 4 pinter nyembunyi in perasaan, jadi kelihatan nya kita tenang-tenang aja, padahal dalam hati udah kaya diskotik, hahaha." Ujar Alfi sambil di iringi tawa pelan nya.


"Yang kalian gugupin itu apa sih?." Tanya Sari kepo.


"Takut salah penyebutan nama, itu sih yang paling mendominasi." Jelas Zarine.


"Bener banget tuh, terus yang ke dua, kalo udah selesai Ijab Qobul dan duduk di sebelah suami, kita itu harus ngapain? Itu yang bikin aku gugup nya ngga ke tulungan." Kata Tika yang di angguki oleh Akifa, Alfi, juga Zarine.


"Kalo kamu? Apa yang kamu gugupin?." Tanya Zarine.


"Sama kaya yang kalian sebutin tadi." Jawab singkat Sari.


"Kamu harus percaya sama Kak Roy, dia pasti ngga akan salah sebut nama." Yakin Alfi menenag kan.


"Masa sebut nama orang yang di cintai bisa salah sih?, in syaa allah itu ngga akan terjadi." Celutuk Akifa dengan di akhiri senyuman manis.


"Iya aku percaya sama dia, ouh iya! Kalian acara resepsi nya dateng kan?." Tanya Sari harap-harap cemas.


4 wanita yang di tanyai Sari itu saling melempar pandang.


"Kita liat nanti aja ya Sar, kita ber tiga ngga bisa janji." Jawab Akifa lesu.


"Pas mau ke sini aja kita bertiga harus debat dulu sama suami." Curhat Alfi.


"Iya, mereka sempet menolak mau dateng ke sini, alasan nya takut kita ke capek an." Terang Akifa.


Sari tersenyum mendengar keluhan sahabat nya itu, tunggu?! Sahabat? Boleh kah Sari mengklaim bahwa sekarang mereka sahabat? Tapi seperti nya Zarine, Akifa, Alfi tak kan marah jika Sari menganggap bahwa mereka bersahabat.


"Wajar lah suami kalian kaya gitu, kalian kan dalam kondisi hamil muda, jadi harus di jaga ketat, jangan banyak-banyak beraktivitas, apa lagi yang berat-berat, ke capek an juga ngga baik sama kesehatan kalian dan juga Baby." Ceramah Sari panjang.


"Aaahhh Sari ngga seru, masa di curhatin kita di ceramahi." Keluh Akifa.


"Aku kan cuma ngomongin apa yang ada dalam hati, emang aku salah yah?." Polos Sari bertanya.


"Engga sih, cuma bosen aja gitu, tiap pagi dan malem kita bertiga udah dapet siraman rohani kaya gitu dari suami-suami kita, sekali-kali lah dukung kita." Akifa memasang wajah memelas.


"Hahaha mereka capek di possesive in, maka nya minta dukungan." Beri tahu Tika pada Sari.


Sari hanya terkekeh pelan mendengar info yang Tika beri kan.


"Kamu belum tau aja gimana Bang Idan kalo possesive, bisa-bisa kamu kuwalahan, liat aja." Akifa berbicara seperti menakut-nakuti Tika.


"Jangan nakut-nakuti dong." Cetus Tika dengan melipat bibir nya.


'Hahahaha.' Tawa menggemah si seluruh kamar Sari.

__ADS_1


"Eh?! Ini udah pukul 07.15 pagi, ayo liat apa pengantin pria nya udah dateng apa belum." Ajak Tika.


Zarine, Tika, Akifa, Alfi berebut melihat keluar jendela kamar Sari yang menghadap ke arah gerbang luar, jadi di sana sangat jelas terlihat siapa saja yang datang.


"Mobil nya udah ada di halaman, berarti Kak Roy udah sampe." Jelas Tika.


"Mana?! Mana?! Aku juga mau lihat!." Seru Sari yang ingin melihat ke arah jendela juga, tapi buru-buru di tahan oleh Zarine dan lain nya.


"Aku juga mau lihat, mobil nya aja deh." Bujuk Sari sambil wajah memelas nya.


"Ngga boleh! Mau mobil nya kek kereta kuda nya kek, tetep ngga boleh, nanti aja pas di bawah ketemu langsung sama dia." Kata Akifa menjelas kan.


Di tengah kesibukan mereka yang asik mengobrol, tiba-tiba ada suara orang mengaji yang sangat merdu.


"Ini... suara nya... ." Perkataan Alfi menggantung di udara.


"Kak Roy." Sebut Sari pelan, seperti bergumam, tapi masih bisa di dengar oleh Zarine, serta 3 wanita lain nya yang ada di sebelah Zarine.


"Aduduhh hafal banget sih suara calon suami." Goda Akifa yang di tanggapi tawa Zarine, Akifa, Alfi.


Sedang kan Sari? Jangan tanya bagaimana reaksi nya, pipi jufa wajah cantik nya bersemu merah bak kepiting rebus.


"Uhuyyy, cieee Sari." Goda Zarine.


"Udah ah jangan goda in aku mulu." Kata Sari malu.


"Ok ok kita diem deh." Cetus Tika.


Tiba-tiba, seseorang muncul di pintu dengan wajah cantik nya yang sudah sedikit keriput.


"Anak-anak? Ijab Qobul akan di laksanakan bentar lagi, bentar lagi kalian akan turun." Beri tahu Mama Sari.


Yaa yang ada di depan pintu adalah Mama Sari.


"Anak Mama cantik banget." Puji Mama Sari sambil melangkah mendekat ke arah Sari.


Tangan Mama Sari menangkup ke dua pipi Sari, mencium kening nya lama lalu memandang wajah cantik nan ayu Sari.


"Kebaya nya sangat pas dan cocok di pakai sama kamu." Puji Mama lagi.


"Mama yang pilihin, pasti lah cocok sama Sari." Kata Sari lembut.


Sari memakai kebaya putih gading, dengan kepala yang di balut kerudung, dan tidak banyak hiasan-hiasan di sana, hanya mahkota kecil, Sari tak mau memilih baju yang ribet, karena bagi nya akan menyusab kan orang lain, terutama diri nya sendiri.


Zarine dan 3 wanita lain nya diam berdiri bersebelahan, menatap interaksi antara Ibu dengan anak ini begitu akrab, penuh cinta dan juga kasih sayang yang besar.


"Mama masih ngga nyangka kamu bakal nikah Nak." Ujar Mama Sari menatap sendu anak semata wayang nya ini.


Lalu Mama memeluk Sari sangat erat, beliau menitih kan air mata, bukan kesedihan, melain kan kebahagiaan yang begitu besar.


"Sering-sering kunjungi Mama sama Papa ya sayang." Pinta Mama Sari.


"Iya, in syaa allah Ma, Sari sama Roy bakal sering-sering kunjungi Mama sama Papa di sini." Jawab Sari.


Mama Sari masih memeluk Sari erat, beliau mengusap setitik air mata nya sebelum melepas pelukan agar Sari tak merasa sedih juga, ini hari bahagia nya, Mama nya tidak mau melihat ada air mata jatuh dari mata cantik Sari.


"Sari minta maaf yah Ma, belum bisa jadi anak yang baik buat Mama, bisa nya malu-malu in Mama sama Papa dan bikin Mama kecewa." Permohonan maaf yang Sari ucap kan terdnegar tulus dari hati nya.


Dia juga menitih kan air mata agar Mama nya tak ikut sedih.


"Itu masa lalu, Mama sama Papa udah maafin Sari, asal Sari harus janji ngga bakal nglakuin hal konyol kaya dulu lagi." Mama memberi wanti-wanti.


"Iya Ma, Sari ngga akan ngelakuin hal konyol kaya dulu lagi, cukup kemarin aja, sekarang Sari mau berubah." Sari menegas kan perkataan nya untuk diri nya sendiri.


"Aku juga minta maaf sama kalian sekali lagi, maafin aku yang di masa lalu ya." Sari mengucap kan kata Maaf untuk Zarine dan 3 teman lain nya.


"Kita udah maafin kamu jauh-jauh hari, ngga ada guna nya dendam kan? Cuma buat sakit hati yang ada." Ujar Zarine menjelas kan dan di angguki Tika, Akifa, Alfi sambil tersenyum manis.


Lama mereka berbicang, kemudian mereka mendengar suara pengucapan Ijab dan Qobul yang di lakukan oleh Ayah Sari yang di tuntun oleh pak kyai.


Roy mengucap kan Qobul dengan sakali tarik kan nafas.


Lalu terdengar saksi berucap kata 'Sah!!' secara kompak (maaf ngga Author jelas kan proses Ijab Qobul nya, ribet😂 #AuthorGesrek).


"Ayo turun, semua orang pasti udah nunggu in pengantin cewek nya, apa lagi suami kamu, pasti lagi nunggu in sambil dag dig dug serr ini jantung nya." Goda Mama pada Sari.


"Aaahhh Mama apa an sih." Jerit Sari pelan.


"Hahahaha malu-malu kucing nih cerita nya." Akifa ikut menggoda.


Kemudian mereka keluar kamar, dengan Sari diapit oleh Zarine dan Tika.


Mama Sari, Akifa, dan Alfi berjalan mengikuti dari belakang.


"Bini Lo dateng tuh." Abdiel menggoda Roy yang tengah duduk di membelakangi tangga dimana Sari turun.


Abdiel, Rafka, Abhi kebetulan duduk di dekat Roy.


"Diem Lu lagi gugup ini Gua." Bisik Roy pelan.


"Lo bisa gugup juga ternyata? Wah wah memang bener-bener makhluk hidup Lu yak, salut Gua." Ledek Abdiel.


Rafka dan Abhi menahan tawa mendengar pertengkaran kecil antara Roy vs Abdiel.


Abdiel mengejek Roy seperti itu karena yang dia tau Roy adalah orang yang hampir tak pernah menampil kan sikap nya, dia biasa nya hanya memasang wajah kaku bak kenebo kering.


Sari duduk di sebelah Roy.


Bapak penghulu membaca kan doa-doa, setelah itu pemasangan cincin.


"Sekarang silah kan istri mencium punggung tangan suami, dan suami mencium kening istri." Instruksi Bapak Penghulu.


2 suami istri yang baru saja menikah itu melakukan apa yang di instruksi kan pada mereka.


Kemudian acara selanjut nya melakukan sungkeman.


Orang tua Sari menangis haru dalaam sesi acara ini, dan karena Roy tidak memiliki siapa pun sebagai wali, dia pun melakukan sungkem hanya pada orang tua sari.


Setelah sungkeman, semua orang menikmati hidangan yang telah di sedia kan.


Saat ini pengantin pergi entah kemana.


Dan ternyata mereka sedang ada di balkon jendela agak jauh dari keramaian.


Terlihat Roy srdang melamun dan Sari ada di belakang nya.


"Yang?." Panggil Sari.


"... ." Roy tak menjawab.


'Roy kenapa sih? Apa dia nyesel karena udah nikah sama aku?.' Batin Sari bertanya-tanya.


'Grep!.' Sari menubruk kan tubuh nya di punggung lebar dan kekar milik Roy.


"Ada apa Yang?." Terkejut Roy saat menerima pelukan itu.


"Kamu yang ada apa? Apa kamu menyesal telah memilih dan menikahi aku?." Tanya Sari spontan tanpa filter.


"Kamu ngomong apa sih?! Kita baru sah beberapa jam yang lalu ya, jangan buat pertengkaran karena masalah kecil!." Tegas Roy berbicara sambil membalik kan tubuh Sari.


Kemudian mereka berpeluk kan erat.


"Kamu ada apa? Kenapa diem aja? Kenapa melamun?." Tanya beruntun Sari dengan suara bergetar ingin menangis.


"Jangan nangia! Aku minta maaf udah bikin kamu khawatir bahkan mikir yang engga-engga, maafin aku." Ucap Roy tulus sambil mengusap punggung sang istri.


"Kamu kenapa?." Tanya sekali lagi Sari pada Roy.


Roy melepas peluk kan dan menatap Sari tepat mata nya.


"Jawab Yang, jangan bikin aku penasaran dan khawatir." Desak Sari.


"Aku... aku... aku kangen Mama Papa." Ungkap jujur Roy sambil menunduk sedih.


Sari tersenyum menatap Roy lembut.

__ADS_1


"Aku pikir kamu nyesel nikah sama aku, sampe-sampe sedih gitu." Cetus Sari se enak jidat nya.


"Jangan ngomong asal! Aku ngga suka kamu ngomong kaya gitu!." Roy berbicara tegas dengan alis nya yang hampir menyatu.


"Hehehe... iya-iya maaf." Ucap Sari cengengesan.


"Aku maafin, dan jangan ulangi lagi, atau aku akan benar-benar marah." Peringat Roy serius.


Sari mengangguk kan kepala nya cepat.


"Ouh iya untuk kamu yang lagi kangen sama Mama Papa, doa in aja biar beliau tenang di alam sana, jangan di bawa sedih nanti Mama Papa juga ikut sedih tau." Panjang Sari menjelas kan.


Roy diam mendengar kan.


"Besok in syaa allah kita ke makam Mama Papa lagi deh." Ajak Sari.


"Kita baru kemarin dari sana." Kata Roy memberi tahu.


"Emang kenapa kalo sering ke sana? Ngga boleh?." Tanya Sari.


"Rencana nya besok aku mau istirahat di rumah sama kamu." Ujar Roy mengatakan nya dengan nada manja.


"Kita ke makam ngga bakal habis waktu 1 jam Yang, cuma beberapa menit doang, sisa nya kita bakal tidur di rumah, aku temenin kamu sepuas nya." Titah Sari terperinci.


"Ok! Aku setuju, siap-siap aja kamu ngga bisa jalan, jangan kan jalan, buat berdiri aja kamu ngga bakal bisa, aku bikin kamu lumpuh besok habis pulang dari makam." Ancam Roy menakuti Sari.


Yang di ancam menelan ludah susah, mata nya mengerjap-ngerjap lucu dan itu membuat Roy sangat gemas.


"Hahaha." Tawa Roy pecah.


"Ngga usah tegang gitu Yang, aku bercanda." Kata Roy.


"Kamu kalo becanda jangan keterlaluan dong! Aku udah takut tau!." Sungut Sari sambil memekul pundak Roy pelan.


"Maaf... maaf... habis nya jailin kamu tuh seru tau." Cetus Roy.


Tiba-tiba... .


"Ehem... ehem... waduh duh duh duh duh... yang udah sah, mojok aja terus sampe sukses." Seseorang menganggu kemesraan Roy dan Sari.


"Apa an sih Lo Diel." Jengkel Sari.


"Cieeee... ." Goda Zarine dan lain nya.


Sari yang sudah tak mampu menahan malu, dia menenggelam kan wajah nya di dada bidang Roy.


Dengan jelas pria yang bergelar suami Sari beberapa jam yang lalu itu melihat rona merah bak kepiting rebus di pipi istri tercinta nya ini.


"Udah! Stop ganggu in istri Gua, ada apa sih kalian ke sini?." Tanya Roy ingin tahu.


"Ya enah aja, masa acara nikahan tapi pengantin nya ngga ada? Kita takut kalian berdua di culik." Cetus Abhi dengan muka tanpa ekspresi nya.


"Bener tuh kata suami Gua." Sambar Alfi membenar kan.


"Udah ayo kita ke para tamu di sana, jangan mojok mulu Lu pada." Ajak Rafka pada 2 sejoli ini.


Mereka berjalan secara berpisah, para perempuan mendahului.


Sisa para lelaki di belakang.


"Hei Roy?! Huts!." Panggil Abdiek secara bisik-bisik.


"Apa an?." Tanya Roy sambil berbisik juga.


"Lo nanti kalo main pelan-pelan aja jangan buru-buru." Nasihat tak bermutu dari Abdiel terlontar.


Untung tak ada Bang Idan dan Bang Rafa, jika mereka berdua ada, pasti Abdiel sudah mendapat jitak kan bertubi-tubi di kepala nya.


"Lo bisa ngga sih kasih saran yang faedah dikit, jangan malam pertama mulu pikiran Li Diel!." Sungut Rafka jengkel pada pikiran Abdiel.


"Tau nih! Lo bakal jadi Bapak anak satu, masih aja tuh pikiran mesum." Cetus Abhi menimpali.


"Apa sih? Gua kan cuma nasihatin dia, ilmu tuh asal Lo tau aja Roy." Bela Abdiel pada diri nya sendiri.


Perdebatan terjadi di antara Rafka, Abdiel, dan Abhi.


Sedang kan Roy? Dia hanya diam mencerna ucapan 3 pria muda di depan nya ini.


Mereka sampai berhenti di tengah jalan karena perdebatan tak bermutu itu.


"Menurut kalian gimana rasa nya?." Tanga Roy tiba-tiba tanoa sadar.


Dia sambil melamun menanya kan hal konyol itu.


"Maksud Lu apa an Roy?!." Kompak Rafka, Abhi, dan Abdiel bertanya balik.


"Ya itu... gimana menurut kalian rasa nya?." Tanga Roy lagi.


"Dasar Roy gila! Lo ketularan si Abdiel, ikut mesum, jijay Gua denger nya njir!." Umpat Abhi sedikit keras di depan wajah Roy.


Roy yang sadar pun langsung mengusap wajah nya secara kasar.


"Astagfirullah hal adzim!!." Seru Roy.


"Halah sok sok Lu Bhi ngomong jijay-jijay, Lo pasti juga punya sifat mesum itu kan, udah deh akui aja." Kata Abdiel sambil menyikut lengan Abhi pelan dan menaik turun kan alis nya memasang wajah jail.


"Gua mesum juga sama bini Gua sendiri, ngga ada ceita nya Gua mesum sama temen, ihhhhh." Abhi bergidik jijik, sambil berjalan menjauh dari Abdiel.


"Deket ama Lu bisa-bisa ikutan gesrek Gua." Kata Roy, dia juga ikut menjauh dari Abdiel.


"Ihhhh." Rafka sudah berlari menjauh dari Abdiel.


"Jahat Lu pada! Awas kalian yak!." Seru Abdiel yang ikut berlari menyusul 3 kawan nya yang lain.


Acara terlaksana dengan lancar dan baik.


Semua orang menikmati suasana kekeluargaan dari acara pernikahan Sari dan Roy.


Nanti sore pukul 15.00 ba'da ashar, resepsi di lakukan di aula hotel milik Roy.


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


__ADS_2