
1 minggu sudah berlalu, kejadian teror itu masih saja sering datang.
Rafka Zarine tidak boleh kembali ka apart mereka sampai keadaan tenang, kalau bisa peneror tertangkap.
7 hari lagi pernikahan Abdiel, Akifa dan Abhi, Alfi akan digelar.
Hari ini peneror itu mengirim barang serupa lagi.
Tapi kali ini jatuh ketangan Bang Rafa.
Hari ini Bang Rafa pulang untuk menghadiri pernikahan Abdiel Akifa dan Abhi Alfi.
"Sudah berapa kali nerima paket kaya gini?." Tanya Bang Rafa pada adik iparnya Rafka.
Posisi Bang Rafa dan Rafka sekarang sednag duduk diruang keluarga kediaman Fathan.
"1 minggu an ini." Jawab Rafka.
"An**ng!, tapi yang nerima bukan Zarine langsung kan?." Tanya Bang Rafa lagi.
"Pertama dapet teror, Zarine sendiri yang buka, dan dia langsung-."
"Ngga usah diperjelas, Gua udah tau." Potong Bang Rafa.
"Kurang kerjaan orang yang neror Zarine." Kata Bang Rafa.
"Gua berpikir, Zarine diteror orang yang lumayan deket sama dia." Kata Rafka menyampaikan pemikirannya.
"Lumayan deket?." Beo Bang Rafa.
"Emmm, apa dulu waktu di Surabaya dia deket sama seseorang mungkin?." Tanya Rafka.
"Ada sih, namanya Rendy, dia tetangga sebelah kanan rumah dulu, tapi semenjak Zarine pindah ke Jakarta, Rendy ikut ngilang." Jelas Bang Rafa.
"Apa si Rendy itu tau kalo Zarine phobia darah?." Tanya Rafka.
Bang Rafa berpikir sejenak.
"Ya, dia orang luar pertama yang tau kalo Zarine phobia itu." Kata Bang Rafa.
"Bisa jadi dia yang meneror istri Gua Bang." Kata Rafka dengan muka sedikit marah.
"Kita selidiki dulu, kalo asal nuduh entar jatohnya fitnah." Kata Bang Rafa.
Papa Rafka duduk datang dari arah tangga dan ikut duduk diruang keluarga.
"Raf? Kapan sampenya kamu ke Jakarta?." Tanya Papa Rafka.
"Pa, kalo manggil Bang Rafa jangan 'Raf' juga dong, aku jadi GR ini, berasa kepanggil." Protes Rafka.
"Hahaha, iya deng lupa kalo kamu juga namanya ada 'Raf' nya😂." Tawa Papa Rafka.
"Tadi subuh nyampenya Om." Jawab Bang Rafa setelah Papa Rafka berhenti tertawa.
"Idan kapan pulang Om?." Tanya Bang Rafa.
"Entahlah, tadi pas Papa telfon katanya liat jadwal kantor deh, kalo ngga bentrok dia bakal dateng." Jawab Papa Rafka.
"Tunggu deh Bang, ini ada yang aneh, Lo sama Bang Idan sama-sama CEO kan? Tapi Lo kok banyak waktu senggangnya sih?." Tanya Rafka heran.
"Hehehe, kerjaan kantor udah Gua alihkan ke asisten sama sekretaris Gua." Cengir Bang Rafa tanpa dosa.
"Wih enak banget kamu Bang Rafa." Sindir Papa Rafka berniata bercanda.
"Ahahaha, enak apanya Om, yang ada 2 orang itu selalu minta naik gaji setiap bulan, ngga pernah aku kasih sih, tapi kalo bonus pasti ada setiap mereka berdua ngerjain tugas aku." Terang Bang Rafa.
Papa melihat kotak kado dimeja didepannya.
'Hufhh.' Papa Rafka menghela nafas kasar.
"Masih belum kelar masalah teror itu?." Tanya Papa Rafka.
"Belum Pa, kita masih nyari pelakunya." Balas Rafka.
Dari arah tangga Zarine menyapa.
"Bang Rafa? Kapan sampe?." Tanya Zarine.
Buru-buru 3 orang lelaki ditempat menyembunyikan kotak kado itu agar Zarine tak melihatnya.
"Tadi pagi subuh Abang udah ada dirumah Bunda Dek." Jawab Bang Rafa.
"Ouh ok, emmmm, Abang, Rafka, sama Papa mau minum apa? Biar Za bikinin." Kata Zarine.
"Teh aja deh Yang." Kata Rafka.
__ADS_1
Zarine mengangguk lalu berlalu kedapur.
"Alhamdulillah." Lega Bang Rafa, Rafka, dan Papa.
"Udah kamu buang sana itu Raf, bahaya kalo sampe Zarine tau." Suruh Papa.
Rafka mengangguk lalu berdiri dari duduk dan melangkah kedepan rumah.
Dia memasukkan teror itu kekarung, menjadikannya satu dengan teror kado yang lain.
"Siapa sebenernya kalian?." Tanya Rafka sendiri.
"Orang lah masa hantu." Jawan seseorang dari belakang Rafka.
"Dasar gila Lo Diel." Seru Rafka terkejut.
"Hehehe sorry Raf." Kekeh Abdiel.
"Ngapain Lo kesini?." Tanya Rafka dengan berjalan masuk kedalam rumah.
Sedangkan Abdiel mengikuti Rafka dari belakang.
"Gua ada kabar penting buat Lo." Kata Abdiel yang sudah mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Rafka.
"Kabar apa an?." Tanya Rafka penasaran.
"Kita bicarain sama 6 keluarga aja tanpa adanya Zarine, kalo bisa malam ini." Jawab Abdiel.
"Apa peneror itu udah ketemu?." Tanya Rafka.
"Iya, tapi kita harus berunding dulu." Jelas Abdiel.
"Oklah kalo gitu, Gua usahain ngomong sama Mama Papa nanti." Kata Rafka.
"Yok masuk dulu." Ajak Rafka.
"Gua ngga bisa lama-lama, Gua kesini cuma mau kasih tau Lo kabar itu doang, Gua cabut dulu, assalammu'allaikum." Pamit Abdiel.
"Wa'allaikum sallam." Balas Rafka.
Rafka masuk kedalam rumah dan kembali duduk diruang keluarga.
Dimeja sudah ada teh dan camilan yang tadi diberikan oleh Zarine.
"Zarine kemana Pa?." Tanya Rafka.
"Rafka ada info tadi dari Abdiel." Beritahu Rafka.
"Apa?." Kali ini Bang Rafa angkat bicara.
"Nanti malam aja kita omongin sama keluarga lainnya, Papa tolong hubungi keluarga lainnya." Pinta Rafka.
"Kumpul jam berapa?." Tanya Papa.
"Ba'da isya'." Jawab Rafka.
Setelah pembicaraan berat itu, Zarine datang dengan Mama Rafka ikut duduk diruang keluarga membicarakan hal receh dan remeh temeh.
Malam hari ba'da isya' 6 keluarga berkumpul diruang keluarga kediaman Fathan.
Rafka belum hadir ditempat lantaran masih menemani istrinya tidur.
"Good night my wife." Ucap Rafka setelah mendengar dengkuran halus dari Zarine.
Rafka turun dari ranjang dengan perlahan.
Kemudian dia menutup pintu kamar dengan perlahan.
Sebelum melangkah menuju tangga, Rafka melihat jam yang terpasang didinding.
'Setengah sembilan malam.' Dalam hati Rafka.
Rafka melangkah menuruni tangga satu persatu lalu setelah sampai diruang keluarga rumahnya, dia duduk disebelah Papanya.
"Udah tidur?." Tanya Akifa.
"Ya." Jawab singkat Rafka.
"Ok tanpa buang waktu lagi, mari kita bicarakan teror itu." Kata Abdiel.
Semuanya memperhatikan Abdiel.
"Setelah beberapa hari ini aku ikutin si Medusa-."
"Ngomong yang jelas ogeb, Gua kagak paham." Potong Bang Rafa.
__ADS_1
"Ok, setelah 1 minggu ini aku ikutin Sari sebagai tersangka awal... ternyata bener, dia pelakunya." Jelas Abdiel memberitau.
"Kecurigaan Gua bener." Kata Rafka.
"Dia ngga sendiri kan?." Tanya Abhi.
"Ada satu lagi yang bantuin Sari, dia cowok umurnya lumayan diatas Bang Rafa, setelah Gua selidiki, asal dia dari... Surabaya." Terang Abdiel lagi.
"Rendy." Sebut Ayah Zarine.
"Apa kamu liat orangnya Diel?." Tanya Ayah Zarine.
"Iya Om, dia itu perawakannya gak terlalu besar tapi tegap, terus-."
"Apa dia pakai topi warna hitam yang ditengah topinya ada tulisan huruf R berwarna putih?." Tanya Ayah Zarine.
"Iya Om." Jawab Abdiel.
"Tapi topi kaya gitu bukanya banyak dijual ditoko-toko? Jadi bisa jadi-."
"Ayah ngga mungkin salah, apa gambar topinya seperti ini?." Sambil menunjukkan gambar topi dari ponsel Ayah.
"Iya bener Om, gambarnya persis sama yang dipake ama dia." Jawan Abdiel membenarkan.
"Rendy, cowok gila." Umpat Bang Rafa.
"Emang Zarine punya salah apa sampe si Rendy itu dendam?." Tanya Alfi.
"Dia dulu tetangga kita, Bunda pernah mergokin dia ungkap rasa cintanya ke Zarine, tapi Za-nya nolak karena udah anggap Nak Rendy kakaknya, saat itu usia Zarine baru 16 tahun dan Rendy 5 tahun diatasnya." Terang Bunda panjang lebar.
"Bisa disimpulkan sih kalo si Rendy sakita hati." Kata Abhi berpendapat.
"Banci banget ngga bisa dapetin malah ngincar nyawanya." Sinis Rafka.
"Kalo topi itu? Gimana Om bisa tau?." Tanya Abdiel.
"Zarine yang ngasih topi itu ke Rendy waktu ulang tahun Rendy yang ke-19, dan Ayah yang mengantar Zarine membeli topi itu." Kata Ayah Zarine.
"Rafka? Kamu sama istri kamu udah ngga aman." Kata Mama Rafka.
"Sebaiknya kalian tinggal dirumah ini aja ngga usah pulang ke apart, apa kalian setuju Adib, Ezzah?." Tanya Papa Rafka.
"Ya kita setuju, kalo disini lebih leluasa ngawasinnya, di apart cuma kalian berdua ngga yakin aman, yang ada kita semua khawatirin kalian." Kata Bunda yang diangguki semuanya.
'Huffh.' "Rafka omongin dulu deh sama Zarine." Jawab Rafka.
"Zarine bakal setuju, dia kan istri sholihah, pasti nurut sama permintaan suaminya." Goda Mami Alfi.
Rafka hanya diam tak menjawab sepatah kata pun.
Melihat keterdiaman Rafka semuanya tertawa pelan.
"Kita fokus lagi sama Zarine." Ucap Bang Rafa dengan muka mulai serius lagi.
"Gimana rencana kita selanjutnya?." Tanya Abdiel.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
...Bersambung......
...Like & Komennya ditunggu ya..😍...
...Jangan lupa mampir dinovel baruku......
__ADS_1
...Klik profilku aja😚...
...Salam sayang dari ViCa😋...