
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
Dengan bersenandung kecil, gadis itu tampak sangat senang dengan kegiatan nya ini.
"Tumben banget yah aku hari ini banyak senyum? Semoga ngga akan ada hal buruk yang terjadi nanti, Aamiin." Doa Rain dengan tersenyum.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Begitu lah Rain, selalu saja mengait-ngait kan sikap nya dari hari ke hari dengan hal tak masuk akal, seperti saat ini contoh nya, dasar Rain, pikiran nya aneh dan tak dapat di tebak.
Pukul 13.30 dzuhur.
Ba'da dzuhur semua siswa SMA Merdeka sedang berada di kantin. Biasa nya mereka hanya di beri waktu 30 menitan, tapi ini sudah lebih dengan waktu itu.
"Eh? Tumben yah kita istirahat nya lebih? Ini udah 40 menit loh, seharus nya 10 menit yang lalu kita udah masuk ke kelas." Cetus Kristal sambil menatap jam tangan di tangan kiri nya.
"Udah biarin aja malah seneng aku kalo lama kaya gini, harap-harap sampe pukul 15.30 ba'da ashar kaya gini." Doa dari Pamungkas sang pria yang sedang jatuh cinta dengan gadis 5 tahun dari nya.
"Doa kamu itu muluh Tarjo, lain nya ngapa." Dengus Angkasa sambil memutar bola mata nya malas.
"Eh? Ngomong-ngomong... Duo ulat bulu itu ke mana yah?." Tanya Pamungkas tak menghirau kan omongan Angkasa. Kepala nya tengok kanan dan kiri.
"Kenapa nyari mereka? Jatuh cinta ama salah satu nya?." Tanya Angkasa sinis di lengkapi senyum evil nya.
"Dih! Ngga gitu... aku kan cuma tanya, biasa nya kan di mana ada Damar ama Albhi, di sana pasti ada Duo ulat bulu." Kata Pamungkas menjelas kan maksud nya mencari Duo ulat bulu.
"Dia ngga akan pernah nyamperin kalian lagi, atau berani jahilin Wulan ama Kristal, udah percaya aja sama aku ngapa! Aku ngga bakal kibulin kalian! Suer dah." Ujar Angkasa dengan menunjuk kan wajah serius nya dan membentuk jari nya menjadi huruf V.
"Bang Angkasa ngga ngancem 2 makhluk luar angkasa itu kan?." Tanya Wulan penuh selidik.
"Haik!." Angkasa menegang mendengar perkataan curiga dari adik sepupu nya ini.
__ADS_1
Angkasa menatap satu persatu sahabat-sahabat nya dengan tatapan sok polos nya.
"Kamu ancem apa mereka?." Tanya Kristal sengit.
"Aku ngga ngancem apa-apa!." Sanggah Angkasa berbohong tentu saja.
5 orang di hadapan nya tak percaya sama sekali, mereka kompak memicing kan mata nya tajam.
'Huuffhhh.' Helaan nafas pasrah terdengar dari Angkasa.
"Ck! Ok ok karena 5 vs 1 ngga akan menang, jadi aku ngaku aja, iya aku ancem dia." Ungkap Angkasa.
"Ngancem apa?." Tanya 5 orang sahabat Angkasa ini dengan kompak dan sedikit keras.
"Buset! Ngagetin aja dah kalian." Pekik Angkasa.
"Ck! Cepet jawab!." Desak Pamungkas.
"Aku ngancem, kalo mereka berdua masih gangguin kalian berdua apa lagi sampe 2 baby girl kita, aku bakal turun tangan ancurin mereka." Jelas Angkasa cepat dan panjang.
Wulan dan Kristal melongo mengdengar nya, sedang kan para pria memasang wajah datar nya.
Keheningan melanda suasana di meja kantin pojok tempat 6 serangkai ini duduk.
"Alhamdulillah!." Ucap syukur Wulan dan Kristal bersamaan sambil mengusap wajah nya pelan.
"Kok ngga dari kemarin aja sih di gitu in, jadi kita ngga usah susah-susah adu mulut unfaedah, buang tenaga aja!." Kata Kristal dengan binar senang di mata nya tercetak dengan jelas.
"Hah bener tuh, tau gitu hari-hari yang lalu aja kita ancem biar ngga macem-macem." Sahut Wulan, raut bahagia juga terpancar di wajah Wulan.
"Kalian ngga marah aku ngancem gitu?." Tanya Angkasa hati-hati.
"Ngapain marah? Seneng malah! Mereka akhir nya ngga ganggu kita, muak tau di ganggu mulu." Kesal Wulan dengan alis nak Angry Bird.
Albhi terkekeh melihat ekspresi lucu gadis mungil nya ini.
"Apa? Kenapa ketawa?." Tanya Wulan sambil melotot kan mata nya tajam.
"Alis nya jangan di gitu in, makin gemes tau liat nya." Ujar Albhi sambil mengusap ke dua alis Wulan dengan lembut, memisah kan alis Wulan yang hampir menyatu.
"Haduh! Udah jangan mesra-mesra mulu!." Jengkel Kristal dengan bibir manyun nya.
"Ck! Iri aja kamu!." Cetus Albhi menjawab.
Sedang asik bercengkrama tiba-tiba... .
'Cek satu dua tiga di coba! Ehem! Assallammu'allaikum anak-anak dan selamat siang! Di beritahu kan karena para dewan guru sedang rapat semua murid di pulang dan belajar di rumah, sekali lagi, di beritahu kan kepada seluruh murid SMA Merdeka, kalian bisa pulang dan belajar di rumah sekarang!.' Pengeras suara yang tersebar di seluruh penjuru SMA Merdeka menggemah dengan suara Pak Kanto guru BK SMA Merdeka.
Sorak sorai satu kantin terdengar heboh mengisi gendang telinga 6 serangkai.
'Ouh ya anak-anak! Kalo mau pulang langsung pulang! Jangan main masih pake seragam! Ya sudah saya akhiri, wassallammu'allaikum.' Suara Pak Kanto pun hilang bersamaan dengan jawaban salam seluruh siswa siswi SMA Merdeka.
Semua murid berhamburan keluar kantin menuju ke kelas untuk mengambil tas dan meluncur pulang.
Di meja pojok kantin.
__ADS_1
"Asik! Yes!!." Seru Pamungkas senang.
"Nape?." Tanya Albhi heran.
"Ayo kita ke Cafe Rainbow, siapa tau dia ada di sana!." Ajak Pamungkas dengan semangat 45.
Melihat semangat menggelora milik Pamungkas, Angkasa berniat menjahili nya.
"Kalo tiba-tiba ternyata gadis itu manggung nya malem gimana?." Tanya Angkasa dan benar saja semangat Pamungkas meredup, pandangan yang sedari tadi penuh binar kini penuh dengan kesedihan akibat perkataan Angkasa.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.