
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏🙏.
******************************
-
-
"Denger ngga tadi kata Sandra? Yang bilang 'Lo lupa dengan segala yang udah kita lewati bersama?' kaya ada yang janggal aja gitu." Jelas Tika.
"Udah ah jangan mikir macem-macem, siapa tau yang di maksud Sandra tuh kenangan tentang mereka jalan bareng, makan bareng-." Belum selesai Zarine menjabar kan maksud nya, suami Akifa menyela nya.
"Dan berkeringat bareng." Sahut Abdiel.
"Huts!." Seru Akifa yang reflek membekap mulut Abdiel.
"Dasar suami kagak ada akhlak!." Umpat Akifa.
"Eh? Apa? Aku kan cuma nambahin aja Yang." Bela Abdiel.
"Adoh... hari yang Gua pikir hari tenang, eh sekarang malah sebalik nya, ada aja masalah." Keluh Alfi yang sedari tadi tak berkomentar, hanya diam mendengar kan.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Sabar... Al... lagian kita di sekolah ngga akan sampe sore, mungkin setengah 11 an kita bakal pulang." Hibur Tika pada sahabat nya ini.
Sampai di lantai kelas 12 Tika tak masuk ke dalam kelas nya sendiri, malah ikut masuk bareng 6 serangkai.
Kita ke atab sekolah, 2 remaja laki-laki dan perempuan sedang berdiri saling mengadap ke arah barat menatap bangunan gedung sekolah.
"Aku ngga mau putus dari kamu." Ucap Sandra pada Pras.
"Kita harus putus." Datar Pras berucap.
"Lo ngga inget semua hal yang udah kita lewatin? Kita susah seneng bareng, dan tanpa aku ada salah, kamu malah minta putus, hati nurani kamu dimana si Pras?!." Seru Sandra marah.
"... ." Pras hanya diam tak bersuara.
Sesaat kondisi hening di sana.
"Apa masalah kita sebener nya? Kamu ngga bisa bertahan sama 1 cewek? Bohong kalo kamu bilang kamu udah bosen, hubungan kita fine-fine aja, apa aku yang kurang di mata kamu?." Tanya Sandra lembut.
"Aku sampe bully junior, dan anggakatan sendiri yang paling parah kena skors 1 bulan cuna demi kamu, mungkin kamu risih yah sama kelakuan aku? Gini deh, kamu aku bebasin sama cewek mana pun, aku ngga bakal ganggu, tapi aku minta kita jangan putus." Sambung Sandra dengan sangat panjang.
Posisi mereka saat ini, Sandra berurai air mata dengan menatap Pras, sedang kan Pras sendiri, dia menyilang kan tangan di depan dada dengan pandangan lurus ke arah gedung.
Melihat Pras yang sedari tadi diam tak berpendapat Sandra menghapus air mata nya kasar dan kembali berucap.
"Kalo mau kamu, kita putus, kalo emang putus bisa membuat kamu bahagia... ." Sandra menjeda ucapan nya.
Tenggorok kan Sandra seperti kemasuk kan batu, dia sulit mengucap kan kata selanjut nya, perasaan tak rela juga ada di hati Sandra.
Tanpa melihat ke arah Pras alias dengan menunduk kan kepala, Sandra melanjut kan kata-kata nya.
"Ok, meski aku dalam hati aku ngga rela, dan ngga ikhlas, tapi demi kamu, aku akan belajar buat 2 hal itu, kita pu-." Ucapan Sandra terhenti.
"Maafin aku, aku juga sebener nya sayang banget sama kamu." Ucap Pras tulus dengan memeluk erat Sandra.
Mendengar kalimat Pras yang menyentuh hati, Sandra membalas peluk kan pria nya yang hampir hilang itu.
"Terus masalah nya sebener nya apa?." Tanya Sandra lagi.
Pras melepas peluk kan nya dan menatap Sandra dengan menangkup ke dua pipi Sandra kemudian Pras menempel kan kening nya di kening Sandra.
Nafas mereka salinh beradu. Mata mereka juga saling terpejam, menghayati setiap peristiwa yang mereka lalui sekarang.
__ADS_1
Pras menjauh kan kening nya dan menatap Sandra lagi, bibir nya mendekat ke arah kening Sandra dan... .
'Cup.' Sedikit lama mereka melakukan kegiatan itu.
"Ayo kita duduk dulu di sana, setelah itu baru aku jelasin segala nya." Ajak Pras dengan lembut.
Sandra mengangguk, lalu mereka berdua pergi ke tempat duduk yang ada di sana.
"Aku mau jujur sama kamu." Ucap Pras.
"Apa?." Tanya Sandra.
"Kamu cewek pertama yang bisa bikin jantung aku deg-deg an." Ungkap Pras serius.
"Tapi kamu sering baperin anak-anak lain, terus pacaran lagi." Sungut Sandra cemburu.
"Kamu cewek pertama yang bisa bikin aku jatuh cinta, bisa di bilang kamu cinta pertama aku, untuk mereka yang aku baperin, aku cuma main, serius deh." Kata Pras panjang.
"Alasan kamu minta putus apa?." Sandra mengalih kan topik pembicaraan.
"Aku... berpikir... kalo kamu bisa dapetin yang lebih dari pada aku." Jawab Pras dengan spontan.
"Lebih dari kamu?." Beo Sandra.
Pras mengangguk mantab.
"Kamu tau Gibran?." Tanya Pras.
"Hmmm... kenapa sama dia?." Tanya balik Sandra.
"Aku insecure sama dia." Jawab Pras.
"Kamu beranggapan dia terbaik dan kamu engga gitu?." Tebak Sandra yang di angguki Pras dengan wajah datar nya.
"Kamu pasti denger dia suka sama aku, iya kan?." Tanya Sandra yang lagi-lagi di angguki oleh Pras.
"Di itu sama bejad nya kaya kamu tau sebener nya, bahkan parah." Cetus Sandra.
"Masa sih? Dia kaya cowok pendiem deh." Sahut Pras tak percaya.
"Sahabat aku pernah ama dia, bukan sahabat sekolah di sini, tapi sahabat aku yang sekarang ada di Bali, dia di 'gitu' in Gibran secara paksa untung ngga sampe hamil." Cerita Sandra.
"Astaghfirullah, parahan dia yak ternyata." Ujar Pras.
"Pendiam itu cuma tameng nya aja." Ungkap Sandra.
"Kita ngga akan putus." Tegas Pras berucap.
"Untung aja 7 serangkai itu sadarin kita, biar aku nanti yang ngucapin terima kasih sama mereka." Ucap Sandra.
"Tunggu! Yang masalah kamu bully junior, Rida kah yang kamu bully?." Tanya Pras di tengah peluk kan nya.
"Ya aku bully dia, tapi tenang aja aku udah minta maaf kok sama dia." Jawab Sandra dengan senyuman tulus yang dapat di rasa kan oleh Pras tanpa saling pandang sekali pun.
'Tring... ring... ring... .' Bel tanda upacara di mulai telah berbunyi.
"Ayo ke lapangan." Ajak Pras yang menggandeng tangan Sandra.
"Aku malu tau mau ke lapangan." Ucap Sandra dengan menunduk kan kepala nya.
"Hahaha... kalo kamu di hujat, diem aja lah, kalo udah ngelunjak baru serang balik." Kata Pras.
"Hm... ok lah kuy ke lapangan." Balas Sandra.
2 sejoli yang sangat bahagia itu berjalan meninggal kan atab sekolah dengan bergandengan tangan mesra.
Saat berjalan ke arah lapangan untuk mengikuti upacara semua mata menatap ke arah Sandra Pras.
"Hei? Bukan nya tadi pagi mereka bentrok kan yah di lapangan basket?." Ujar salah satu siswi membicara kan 2 sejoli itu.
"Iya tadi Kak Pras juga kaya mau putus sama Kak Sandra." Bisik lain nya menimpali.
"Si Sandra mohon-mohon kali biar di batalin." Sahut lain nya.
"Tapi lihat deh, mereka mesra." Puji siswi yang seperti nya junior.
"Sebener nya mereka serasi kok, cocok banget, klop banget." Imbuh salah satu dari mereka yang juga meng ghibahi Sandra Pras.
Segala bisik-bisik mulai dari yang pelan sampai yang terang-terangan dapat di dengar jelas oleh Pras dan Sandra, tapi mereka don't care dan malah asik bercanda.
Di bangku depan ruang UKS, 7 serangkai melihat 2 sejoli itu.
"Wah... mereka nurut sama kita, uhhhh kalo aja mereka pasangan halal, baper ndiri aku pasti." Puji Tika dengan senyuman nya yang ikut mengembang.
__ADS_1
"Widih kalo mereka halal, Gua mau hadir walau ngga di undang." Antusias Abdiel.
"Dih?! Ngga tau malu! Nanti di usir loh ama yang punya acara." Sahut Akifa dengan mendongak kan kepala nya ke arah Abdiel sang suami tercinta nya ini.
"Mau ngapain kamu ke sana Diel?." Tanga Zarine.
"Mau liat seorang playboy cap kadal ngucapin Ijab Qobul." Jawab singkat Abdiel.
"Hem... Gua juga penasaran jadi nya." Imbuh Alfi dengan mengangguk angguk kan kepala nya.
"Gau kira dulu tuh si Pras pendiem, kalem, tenang, dingin-dingin es batu, dan setia ama satu cewek, eh tau nya... ya allah... banyak banget dulu temen sekelas suka ama dia lantaran wajah nya yang ganteng sama sifat nya yang dingin itu." Panjang Akifa bercerita.
"Tapi pas dapet beberapa bulan ada di sekolah ini, sifat asli nya keluar, angkatan tahun lalu ada juga loh yang kecantol ama tuh bocah, tapi yah gitu deh, berakhir dengan tangisan sang cewek." Sambung Akifa sambil mengingat masa lalu.
"Kalo satu kelas pernah suka sama dia... berarti kamu juga pernah suka dong?." Tanya Zarine iseng.
"Ahahaha... pertanyaan yang bagus Za." Gugup Akifa berucap.
Abdiel sudah menatap Akifa tak suka, dan Akifa menyadari sinyal bahaya segera menjawab.
"Sempet sih... ." Jawab Akifa dengan menjeda ucapan nya, dia melirik sang suami tercinta nya kemudian tertawa lirih.
"Sempet baper ama gombalan nya yang menggetar kan hati itu, tapi itu kan dulu, baper ku cuma sementara, habis itu aku ngga ada perasaan sama sekali ke dia." Lanjut Akifa menjelas kan.
"Terus siapa sekarang yang ada di hati kamu?." Tanya Zarine memancing.
"Pasti suami nya lah Za." Sahut Abdiel percaya diri.
"Dih?! Percaya diri banget sih suami aku." Ejek Akifa dengan tertawa pelan.
"Terserah." Acuh Abdiel merajuk.
"Cieee ngambek." Goda Akifa.
Alfi Abhi, Tika, Rafka Zarine melihat live drama di depan mata nya.
"Aduhhh drama." Keluh Alfi dengan menepuk kening nya pelan.
'Di mohon untuk semua siswa siswi berkumpul di lapangan, yang masih duduk-duduk manis diam depan UKS itu, ayo ke lapangan.' Panggil Pak Guru BK yang Author lupa nama nya😅.
"Iya Pak OTW!!." Seru Rafka, Abdiel, dan Abhi kompak.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.