
"Tanggal ujian nya kapan sih Bu?." Tanya Abdiel.
"Awal April in syaa allah." Jawab beliau.
"Lumayan lama juga yak." Gumam Alex yang duduk di depan Abdiel sebelah Banu.
"Lo mau nya kapan?." Sugut Abdiel.
"Minggu depan aja lebih cepat lebih baik biar kita juga cepet lulus." Dengan muka sok polos nya Alex menjawab.
"Huuu... bilang lebih cepat lebih baik, giliran di ngadepin soal nanti bilang nya 'ya allah kenapa waktu ujian nya cepet banget!', hahhh." Jengah Akifa mnejawab omongan Alex.
"Hahaha." Tawa lain nya terdengar pelan.
"Sudah! Diam! pelajari itu semua, pelajaran saya sudah selesai, kita lanjut minggu depan, saya permisi dulu, assallammu'allaikum." Bu Diyah pergi.
"Wa'allaikum sallam." Jawab seluruh siswa se kelas.
Setelah kepergian Bu Diyah bel istirahat berbunyi nyaring seantero sekolah.
Para murid bergegas keluar untuk ke kantin mengisi perut mereka yang sudah lapar dan mengisi tenaga yang terkuras akibat bertempur dengan materi mata pelajaran di kelas.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
6 serangkai memilih ada di kelas, mereka lapar tapi mager mau jalan ke kantin.
Dari arah pintu kelas seseorang mengucap salam.
"Assallammu'allaikum."
"Wa'allaikum sallam." Jawab 6 serangkai, hanya mereka saja memang yang tinggal di dalam kelas.
"Masuk aja!." Seru Abdiel pada seseorang di depan pintu.
Pintu terbuka dan menampil kan senyum manis seseorang yang sangat di kenal 6 serangkai.
"Hehehe hai guys?." Sapa nya sambil cengengesan.
"Hai juga Tika." Sapa Zarine, Akifa, dan Alfi.
Para laki-laki cuma tersenyum sekilas menanggapi panggilan Tika.
"Kantin kuy, laper nih Gua, ke sana sendiri an ngga enak ngga ada yang di ajak ngobrol." Ajak Tika, dia berbicara sambil berjalan ke arah bangku 6 serangkai.
"Mager." Zarine, Akifa. dan Alfi kompak menjawab sambil menampil kan wajah malas nya.
"Ayo lah... ." Rengek Tika pada ke tiga sahabat perempuan nya ini.
"Aku ngga mau makan di kantin." Tolak Zarine.
"Kenapa?." Tanya Tika, juga lain nya kompak dengan mengangkat satu alia nya ke atas.
__ADS_1
"Entah lah, mikirin tempat ny aja udah bikin aku ngga nyaman dan kaya mual gitu." Jelas Zarine.
"Kita maka di warung depan sekolah aja deh, ayo! Keburu masuk entar." Ajak Rafka, dia berdiri menggandeng Zarine lalu berjalan dengan lengkah pelan keluar kelas.
5 orang lain nya masih diam tak merespon, dan malah saling tatap satu sama lain, kemudian mereka tersadar dari lamunan dan menyusul Rafka Zarine yang sudah sedikit jauh.
"Oy Rafka Zarine?! Tunggu in kita!." Seru Abdiel.
"Cepetan!." Sahut Rafka cepat.
Mereka berjalan gendengan tangan, hanya Tika di sini yang sendiri an.
"Kaya bodyguard rasa nya Gua, ngawal orang pacaran, wkwkwkwk." Kata Tika pelan sambil tertawa.
6 orang di depan Tika yang mendengar dia tertawa kompak menoleh.
"Tika?! Kamu ngga papa kan?." Tanya Zarine, Akifa, Alfi kompak.
"Ngga papa kok, emang nya Gua kenapa?." Tanya balik Tika masih dengan sisa rawa nya.
"Lo ketawa sendiri barusan, beneran sehat kan Lu?." Tanya Abdiel khawatir.
"Ya iya lah Gua sehat, Gua ketawa karena ngetawain nasib Gua sendiri." Cetus Tika.
"Kenapa nasib Lu?." Tanya Abhi penasaran.
"Udah kaya bodyguard Gua, ngawasin kalian ber 6 kencan, hahaha." Kata Tika di akhiri tawa nya.
"Iya selain itu Lo sendiri an lagi kagak ada teman nya, wkwkwkwk." Tambah Abdiel meledek Tika.
"Asem Lu Diel, andai aja Kak Zaidan masih sekolah, pasti Gua bakal ada teman nya, ngga kek kambing congek gini, huhuhuhu." Tangis merana Tika.
"Sabar yak Tika, sabar... ." Kata Zarine sambil mengelus pundak Tika.
"Orang sabar dompet suami nya tebel." Celutuk Alfi.
"Kalo Bang Idan rajin kerja dompet nya tebel, kalo males ya ngga lah." Sambung Akifa.
"Hahahaha." Tawa 6 serangkai kompak.
Sedang kan Tika yang di jadi kan bahan olok kan hanya diam kecip memasang wajah kecut dan masam.
Mereka sampai di warung depan sekolah, langsung memesan makanan duduk berbicang menunggu yang di pesan datang.
Sebenar nya murid-murid SMA Merdeka tidak di perboleh kan untuk jajan di luar sekolah, karena di dalam gedung sekolah sudah terdapat kantin.
Tapi dasar nya anak-anak pada bandel, meski di larang masih aja jajan di luar, pas di tanya sama satpam alasan nya apa jajan di luar mereka menjawab 'karena kantin penuh, dan males desakan jadi jajan di luar' dan dengan alasan itu lah, akhir nya sekolah memperboleh kan jajan di warung depan sekolah.
Tapi masih ada saja anak-anak murid yang menggunakan aturan itu untuk bolos sekolah.
Mereka memamg lolos dari satpam penjaga gerbang, tapi besok nya mereka tak akan lolos dari guru BK.
Sekolah SMA Merdeka ini sangat ketat dengan penjagaan nya, di setiap suduh sekolah di pasang CCTV, hanya kamar mandi yang tidak di pasang.
Jarang siswa tau jika di jalan dekat gerbang itu ada CCTV nya.
Ok kita kembali ke tempat 7 serangkai.
Mereka makan dengan anteng tanpa berdebat atau bercanda.
Hanya hening yang tercipta.
"Guys?." Panggil Tika sambil melamun.
Semua nya menoleh pada Tika.
"Ada apa Tik?." Tanya Akifa.
__ADS_1
"... ." Tak ada jawaban dari Tika.
"Tika? Kamu mau ngomong apa?." Tanya Zarine.
Yang di panggil celinguk kan melihat ke ada an.
"Menurut kalian, hati seseorang itu bisa berubah ngga sih?." Tanya Tika tiba-tiba.
"Kenapa Lo tanya gitu?." Tanya Akifa heran.
"Udah jawab aja dulu." Sungut Tika.
"Ya tergantung diri sendiri gimana nyikapin nya, tamu ngga akan masuk rumah kalo tuan rumah nya ngga buka in." Singkat Alfi menjelas kan.
"Bang Idan?." Tebak Rafka tepat sasaran.
'Huuuffffh.' Helaan nafas lelah terdengar dari bibir mungil Tika.
"Emang kenapa sama dia?." Tanya Alfi.
"Ngga papa sih, cuma kadang Gua kepikiran aja, pernikahan beda usia ini bikin Gua takut." Kata Tika.
"Takut kalo Bang Idan berpaling cari wanita matang, gitu maksud nya?." Tebak Akifa blak-blak an, Tika mengangguk kan kepala meng iya kan.
"Lo percaya ngga sama cinta nya Bang Idan?." Tanya Alfi.
"Percaya lah, 1000% malah." Jawab cepat Tika.
"Kalo percaya ya udah jangan mikir jauh-jauh, ngga baik mikir negatif." Sambung Abdiel.
Tika diam mencerna segala pembicaraan nya bersama 6 serangkai.
"Kalian bener, Gua ngga boleh berpikiran negatif, Kak Zaidan mencintai Gua tulus, dan Gua pun juga mencintai dia tulus." Semangat Tika berucap.
Mereka kembali memakan makanan di depan nya samai habis tak tersisa.
-
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
Maaf kalo garing😢🙏
Maaf typo di mana-mana🙏😢
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran😢.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1