
Sore yang sangat dingin ini meraka lalui dengan penuh kebahagiaan, dari yang Sari sudah sembuh, hingga Sari yang telah kembali ke rumah.
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
...M A S I H...
...B E R C E R I T A...
...T E N T A N G...
...S A R I & R O Y . . ....
-
-
Ba'da isya' pun tiba, Roy menjemput Sari.
'Ting... tong... ting... tong... .'
"Assallammu'allailkum." Roy membunyikan bel sambil mengucap salam.
"Wa'allaikum sallam." Sahut seseorang dari dalam.
'Ceklek.' Pintu terbuka.
"Silahkan masuk Mas Roy." ART rumah Sari mempersilahkan nya masuk.
Roy masuk dan di tuntun ke ruang keluarga.
Di sana sudah ada Mama Papa sedang duduk dan menonton TV.
"Assallammu'allaikum Ma? Pa?." Sapa Roy sambil mencium punggung tangan Mama Papa Sari bergantian.
"Wa'allaikum sallam." Jawab kedua orang parih baya ini bersamaan.
"Wah wah... rapi banget?, ke pasar malem harus se rapi ini?." Tanya Mama.
__ADS_1
"Kamu ngga akan macem-macemin anak Papa kan Roy?." Selidik Papa Sari.
"Ya engga lah Pa, Roy masih punya naluri kesadaran yang full, ngga mungkin Roy kaya yang Papa bilang, Roy ngga mau ngerusak orang yang Roy cintai." Tegas Roy menjelaskan.
"Ya alhamdulillah kalo kamu sadar dan paham batasan." Sahut Papa cepat.
"Kamu udah makan malam Roy?." Tanya Mama mengalihkan pembicaraan.
"Udah tadi di rumah Ma." Jawabnya.
Roy celingak celinguk, mencari Sari.
"Sari... mana Ma? Pa?." Tanga Roy.
"Bentar lagi siap, kamu tunggu sini aja dengan sabar." Kata Mama.
Roy tersenyum menanggapi perkataan Mama Sari.
5 menit menunggu... .
'Tap... tap... tap... .' Terdengar suara langkah kaki yang terbalut sepatu berbenturan dengan keramik lantai.
"Malam semuanya?." Sapa ceria Sari dari arah tangga.
Penampilan casual dan sederhana nya membuat tampak semakin manis dan cantik menurut mata Roy, Mama dan Papa nya.
"Cantik." Bisik Roy yang masih bisa di dengar Mama Papa di samping nya.
Mereka menahan senyum mendengar pujian calon menantunya pada Sari.
Roy terpana dengan penampilan Sari yang sederhana namun tetap memukau.
"Ehem... ." Papa berdehem guna menyadarkan lamunan Roy yang memandang Sari sampai tak berkedip.
"Oh... malam juga Sar." Se akan tersadar, Roy membalas sapa an Sari.
"Udah dari tadi kah nunggu nya?, maaf lama." Ucap Sari tak enak hati.
"Hehehe, iya ngga papa ngga terlalu lama juga, aku sabar kok nunggin kamu." Kata Roy.
"Uhuy... masa sih?." Goda an dari Mama Sari terdengar di telinga Roy dan Sari.
Roy hanya tersenyum menanggapi perkataan Mama Sari.
"Ayo." Ajak Sari.
__ADS_1
Roy mengangguk, lalu mereka berdua berpamitan mencium punggung tangan Mama dan Papa bergantian.
"Kita berdua berangkat Ma Pa, assallammu'allaikum." Salam Roy dan Sari kompak.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Mama dan Papa bersamaan.
Roy dan Sari keluar rumah dan masuk ke dalam mobil Roy yang terparkir di halaman rumah.
Mobil pun meluncur ke tujuan, yaitu pasar malam.
Suasana mobil hening hanya terdengar suara radio yang di nyalakan.
"Nanti sebelum jam 10 malam kita sudah harus pulang, jadi... puas-puasin deh main nya." Kata Roy dengan pandangan fokus ke jalan.
"Yahhhh... bentar banget?, ngga bisa lebih waktunya?." Keluh Sari sambil cemberut.
"Ini perintah Papa, di ijin in keluar aja suatu keberuntungan buat kita." Jelas Roy panjang.
Sari memanyun kan bibirnya.
"Kita main sepuas nya di sana, dan juga kapan-kapan kita bisa balik lagi kan?." Hibur Roy pada Sari sambil menaik turun kan alis nya.
Sari tersenyum lalu mengangguk kan kepala cepat.
Beberapa menit perjalanan, sampai mereka di pasar malam.
Roy memarkirkan mobil kemudian menghampiri Sari yang sedang berdiri di depan pintu masuk.
"Ini kenapa sepi?." Tanya Sari.
"Itu emamg bukan manusia?." Tunjuk Roy pada orang yang sedang bermain dan mengantri tiket di loket.
"Ya maksudnya kenapa rame nya ngga kaya biasanya?." Jelas Sari.
"Oh itu toh maksudnya... jelas lah Sar rame nya ngga kaya biasanya, sekarang malam senin, kan kalo rame itu malam sabtu sama malam minggu, kalo malam senin gini yaaa beginilah suasananya." Panjang Roy menjawab.
-
-
-
BERSAMBUNG...
Lanjut nanti😂.
__ADS_1