Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus dua belas


__ADS_3

"Pengantin nya mana nih?." Tanya Akifa bingung sambil sibuk menatap pintu masuk ballroom ini.


Zarine, Akifa, dan Alfi duduk di bagian paling depan pelaminan untuk memudah kan mereka melihat pengantin nya.


Lalu, semua tamu di kejut kan oleh salam dari pembawa acara dalam resepsi yang di adakan Roy ini.


"Assallammu'allaikum semua nya!." Salam nya lantang terdengar ke seluruh ballroom.


"Wa'allaikum sallam!." Jawab para tamu kompak.


MC mengucap kan pembukaan yang berisi ucapan syukur kepada Tuhan yang maha esa, lalu penghormatan pada pemilik acara sekeluarga.


Setelah cupa-cuap sang MC, tiba saat nya sang pengantin memasuki area ballroom.


Tampak di ujung karpet merah yang terbentang menuju ke pelaminan, 2 sejoli berdiri dengan sang wanita memeluk lengan pria, sungguh romantis.


Mereka berdua berjalan mendekat ke arah pelaminan sambil melampar senyum pada tamu undangan.


Sari tampak cantik dengan gaun berwarna putih tulang nya, pakaian yang di pakai Sari lebih simple dari pada tadi pagi saat acara Ijab Qobul.


Rambut nya di sanggul rapi dan riasan ntmya juga natural tak seramai pagi tadi.


Di samping nya berdiri Roy sang suami yang mengguna kan tuxedo yang sangat serasi dengan gaun yang di pakai Sari.


"Dipersilah kan untuk ke dua mempelai naik ke pelaminan." Kata MC mempersilah kan.


2 pasangan baru itu menurut dan naik ke pelaminan lalu duduk di kursi yang sudah di persiap kan.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Acara terus berjalan sesuai rencana, lancar dan tanpa kendala.


Semua orang tampak bahagia di aula hotel milik Roy ini.


Senyum sang pengantin juga tak pernah berhenti, mereka dengan bahagia menjabat tangan para tamu yang mengucap kan selamat pada mereka.


Para tamu juga meminta berfoto dengan pengantin.


Di sudut ballroom ini, di salah satu meja bagian pojok belakang, terlihat seorang perempuan dengan pandangan terluka menatap Sari dan Roy di pelaminan.


'Harus nya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harus nya aku yang ku pilih


Bukan dia... .' (Maaf kalo salah lirik nya😂😂😂).


Wanita yang duduk di pojok belakang itu bernyanyi seperti itu.


Dan teman nya yang di sebelah menyahut ikut bernyanyi dengan lagu yang berbeda juga mengganti beberapa kata-kata nya.


'Kau berlari dia terdiam


Kau menangis dia tersenyum


Kau berduka dia bahagia


Kau pergi dia kembali


Kau coba tuk meraih mimpi


Dia coba tuk henti kan mimpi


Me-.' (Maaf kalo salah lirik nya🙏).

__ADS_1


Belum sempat teman nya selesai bernyanyi, si perempuan itu membekap mulut nya agar diam.


"Jangan bikin Gua tambah sakit Dinda!." Keluh perempuan itu, sambil melepas bekapan tangan nya pada sang teman tyang ternyata bernama Dinda.


"Salah Lu sendiri Aulia, ngapain coba nyakitin hati sendiri, eh?! Gua ngomong apa an sih? Kaya kagak nyambung." Kata Dinda bingung dengan ucapan nya sendiri.


"Huuuffffhhh, au ah capek Gua." Cetus Aulia.


Dia Aulia, sekretaris Roy di kantor, dan si Dinda adalah teman satu sekolah Aulia.


Aulia ini sudah menyukai Roy sejak dia pertama menjabat menjadi sekretaris Roy, dia berharap bisa bersanding dengan Roy, tapi ternyata, harapan hanya tinggal harapan.


"Sakit hati Gua Din." Curhat Aulia sambil memegang dada kiri nya.


"Ya mau gimana lagi? Udah sih ikhlasin aja, kaya kagak ada cowok lain aja." Enteng Dinda menyahuti.


Dinda ini ialah satu satu nya orang yang tau bahwa Aulia suka dengan bos nya yaitu Roy, walau mereka bekerja tak satu kantor, tapi Aulia banyak bercerita pada Dinda soal bos nya itu.


"Lo ngga pernah ngerasain jadi Gua Din." Kesal Aulia pada temen nya.


"Jangan lupa Lia! Gua udah sering ada di posisi Lu kaya gini, cinta dalam diam, belum ngungkapin eh malah sana nya udah nikah, ngga sekali, tapi dua kali!." Tegas Dinda memberi tahu.


"Sorry." Ucap tulus Aulia yang merasa tak enak karena telah mengungkit masa lalu Dinda.


"It's ok, sekarang Lo bangun dari duduk, normalin wajah Lo, senyum yang lebar, jalan ke pelamina kasih kado Lo itu ke mereka, salaman bilang selamat dan Samara terus kita pulang!." Suruh Dinda mengajari teman nya yang galau atau bahasa gaul nya ambyar, wkwkwkwk😂 (Maaf ketawa, dasar mulut ngga tau suasana😂 #AuthorGesrek).


"Gua ngga mampu Din." Aulia belum melakukan sudah menyerah.


"Lakuin aja sih, jangan bilang ngga mampu gitu, ngga baik tau!." Seru Dinda, dia menata wajah Aulia yang kusut bak cucian yang belum di setrika menjadi tersenyum lebar.


"Denger Li, cinta itu hanya ada dua jalur, kalo ngga bisa milikin ya ngelepasin." Bijak Dinda berbicara.


"Cinta ngga harus memiliki." Gumam Aulia.


"Cinta itu ngga bisa di paksa in, kalo Lo emang bener-bener mencintai dia, seharus nya Lo ikut seneng kalo dia seneng, resiko mencintai dalam diam adalah... ." Ucapan Dinda menggantung.


"Kaya Gua gini kan? Sakit, terluka, sedih, ambyar." Aulia melanjut kan omongan sahabat nya ini.


"Nah tu Lo dah tau, dia kan ngga tau kalo Lo suka sama dia." Ujar Dinda.


"Kalo waktu kemarin-kemarin Gua ngungkapin perasaan Gua mungkin ngga akan kaya gini." Sesal Aulia.


"Gua rasa Lo bakal di tolak juga." Jujur Dinda menjawab.


"Hehehe sorry." Ucap Dinda sambil tersenyum.


Aulia sangat sakit mengetahui Roy menikah, pasal nya si bos yang notabe nya sedikit dingin, dan minim ekspresi ini, tak pernah membawa wanita ke kantor, sekali pun itu Sari, dia tak pernah ke kantor, Aulia beranggapan bahwa dia punya kesempatan, tapi nyata nya... NIHIL!


Kalau soal desas desus Roy yang punya kekasih, memang Aulia dengar saat di kantor, tapi dia menghirau kan nya menganggap itu hanya bualan belaka.


'Ayo Aulia! Semangat! Cowok ngga cuma Pak Roy doang kok!.' Seperti itu lah batin Aulia bersuara menyemangati diri sendiri.


"Gua ke pelaminan dulu, Lo tunggu sini ngga lama lagi kita bakal pulang." Kata Aulia pada Dinda.


Dinda mengangguk meng iya kan perkataan sang sahabat.


Aulia berdiri dari duduk nya, memasang senyum penuh di wajah nya dan mulai berjalan ke arah pelaminan.


'Cuma beberapa menit, setelah itu aku akan pulang.' Batin Aulia mensugesti.


Sampai di pelaminan, Aulia maju dengan hati yang dag dig dug, dia meremas gaun nya gugup.


Dia ada di belakang tamu yang juga sedang bersalaman mengucap kan selamat pada Sari dan Roy.


Kini tiba saat Aulia.


"Selamat atas pernikahan nya Pak Roy dan Nona Sari, selamat menempuh hidup baru, semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah marahma, dan semoga cepat di beri kan momongan." Ucap Aulia dengan memandam kepedihan hati yang sangat mendalam.


Dia menyerah kan kado pada pasangan ini.


"Makasih atas doa dan kado nya Aulia." Ucap Roy dengam tersenyum tipis.


Aulia hanya mengangguk kan kepala pelan.


"Sari, kenalin nih, dia Aulia sekretaris aku di kantor." Roy memperkenal kan Aulia pada Sari.


"Ouh... hai Mbak Aulia, makasih atas doa dan kado nya, semoga Mbak Aulia juga bisa cepat-cepat menyusul kita ya." Giliran Sari yang mendoa kan sekretaris suami nya itu.


"Aamiin, terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu Pak Roy, Nona Sari." Pamit Aulia, tapi sebelum dia berhasil melangkah untuk turun, lengan Sari menghenti kan pergerak kan lanfkah Aulia.


"Mbak Aulia kan belum foto sama kita, ayo foto dulu." Kata Sari dengan senyum di wajah cantik nya.

__ADS_1


'Duh! Apa dia ngga ngerasa ya kalo aku udah ngga nyaman sama kondisi ini? Aku pengen cepat pulang dan nangis di bawah guyuran shower.' Batin Aulia menjerit.


Aulia tak dapat menghindar, dia pun ikut berfoto dan berdiri tepat di samping Roy dengan memaksa bibir nya tersenyum secerah mentari.


Sari bukan tak menyadari senyum palsu Aulia, dia sudah menyadari sikap Aulia tadi saat mengucap kan kata-kata selamat kepada nya dan Roy.


Dapat di lihat dengan jelas oleh pandangan Sari, bahwa Aulia sedang kecewa dan terluka, dan dia pun bertanya-tanya, 'Ini sekretaris nya Roy kenapa pandangan mata nya gitu banget? Apa mungkin dia terluka dan sedih karena Roy nikah sama aku?' Begitu lah kurang lebih isi hati Sari.


'Apa jangan-jangan mereka pernah punya hubungan, atau si Mbak Aulia ini CDD (cinta dalam diam😂) ke Roy.' Tebak-tebak Sari sambil melamun.


"Mbak Aulia dateng sama siapa ke sini?." Tanya Sari, dia tak mengambil pusing pandangan terluka dan sedih milik Aulia, dia akan bertanya nanti pada Roy.


"Saya dateng ke sini dengan sahabat perempuan saya Nona, dia sedang menunggu saya di meja bagian belakang sebelah sana, jadi saya mohon undur diri dulu karena sudah di tunggu, permisi." Aulia pergi tanpa menanti jawaban Sari mau pun Roy.


Gelagat Aulia yang seperti menghindati sesuatu menurut Sari sangat memcuriga kan.


Dia menatap punggung Aulia yang menjauh pergi dari pelaminan, lalu ke meja bagian pojok menghampiri teman nya, dan Aulia serta teman nya pergi dari ballroom.


"Yang?!." Seru Roy memanggil.


Sari terkejut, spontan menoleh mengalih kan pandangan nya dari Aulia dan teman nya yang sudah tak terlihat lagi.


"Kamu ngapain liatin Aulia sama temen nya sampe segitu nya?." Tanya heran Roy.


"Kita bahas nanti di kamar aja." Sari tak mau menjelas kan.


Tamu semakin ramai yang berdatangan.


Di tengah-tengah acara mau selesai, Rafka Zarine dan lain nya meminta foto bersama, kemudian bergantian dengan para orang tua, mereka memilih berfoto saat-saat terakhir acara tujuan nya agar tak berdesak kan dengan yang lain.


Tak terasa adzan maghrib telah berkumandang, acara selesai tepat jam itu juga.


Semua orang ada yang kembali ke rumah masing-masing, dan ada juga yang menetap di kamar hotel untuk sementara.


Seperti para orang tua Rafka Zarine dan lain nya, juga oara muda-muda (Rafka Zarine serta rekan lain nya).


Mereka memilih pulang ba'da maghrib.


Di kamar Sari dan Roy.


Sari sedang membersih kan wajah nya dari make up, dan juga sedang melepas pernak-pernik perhiasan yang ada di kepala nya.


Roy duduk di ranjang sambil memperhati kan nya.


"Ada apa sih Yang kok liatin nya gitu banget?." Tegur Sari lembut.


"Kamu dapet hadiah apa dari Akifa sama lain nya?." Tanya Roy tiba-tiba.


Sari menegang tak bergerak, dia bungkam.


-


-


-


-


-


Bersambung... .😂😂😂😂


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2