Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Eighty-seven


__ADS_3

"Cuma melihat saja nona, biasanya perempuan yang datang ke sini untuk menemui Pak Rafa pakaian nya sangat tidak normal." Terang Anggi.


"Anggi!." Peringat Ariska.


"Apa?, salah Gua ngomong?, emang bener gitu kok." Kata Anggi dengan polosnya.


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


"Maksud nya ngga normal itu gimana?." Tanya Raina penasaran.


"Maksud nya kurang bahan." Jawab singkat Anggi polos.


Ariska menepuk dahi agak keras dengan memggeleng gelengkan kepala.


"Apa Pak Rafa tergoda?." Tanya lagi Raina.


"Engga, beliau tidak pernah merespon, para perempuan itu selalu pulang dengan keadaan mata sembab habis menangis." Jelas Anggi.


"Hmmm, berarti sifat Pak Rafa itu dingin cuek dan bodo amat?." Tebak Raina.


"Sebenarnya tidak, beliau jauh dari 3 sifat itu, tapi jika di hadap kan pada para perempuan yang datang hanya untuk menggoda, Pak Rafa amat sangat tegas." Jawab Anggi.


Raina manggut-manggut mengerti penjelasab panjang lebar Anggi.


"Emmmm... kalo boleh tau... nona ini siapa nya Pak Rafa?." Tanya Anggi penasaran.

__ADS_1


"Dia istri saya." Jawab seseorang.


Anggi dan Ariska menatap asal suara.


'Allahu akbar!! Habis sudah!.' Batin Anggi.


"Makasih udah temenin istri saya, dan saya harap kalian berdua khusunya kamu jangan ngegosip saat jam kerja." Nasihat Bang Rafa tegas.


Seseorang tadi adalah Bang Rafa, dia sudah sadari tadi ada di belakang saat Anggi membicarakan para wanita yang sering datang menggoda Bang Rafa.


Jarak Bang Rafa dan 3 wanita bergosip itu 4 meter dan Bang Rafa bersembunyi mendengarkan celotehan sang karyawan, suara Anggi yang lumayan besar membuat Bang Rafa mendengar semuanya.


Tapi baik Raina, Ariska dan Anggi sendiri tidak menyadari nya.


"Ma... maaf kan kami berdua Pak, permisi." Pamit Anggi kemudian dia pergi.


Sedangkan sang resepsionis hanya diam menunduk tak berani menatap Bang Rafa.


Bang Rafa hanya menggelangkan kepala melihat ke dua karyawan nya.


Sampai di dalam ruangan kerja Bang Rafa.


Dia duduk di kursi kebesaran nya dan memasang wajah kecut khas Bang Rafa.


Sedangkan Raina, dia tertawa geli melihat raut muka sang suami.


"Dasar Anggi tukang gosip." Sungut Bang Rafa jengkel.


"Udah lah Yang, dia polos banget tau, aku suka sama dia." Kata Raina jujur.


"Kamu ngga marah dia ngomong gitu?." Tanya Bang Rafa.


"Buat apa?, toh dia ngga hina aku juga ngga hina kamu, dia cuma mau ngasih tau aku kebenaran tentang kamu." Ucap Raina.


Bang Rafa tersenyum manis menanggapi Raina.

__ADS_1


"Tapi dia sempet bilang kamu seorang gay loh." Kata Raina.


"Apa?!." Kaget Bang Rafa dengan mata melototnya.


"Buahahaha." Raina tertawa.


"Isss dasar lambe turah." Sungut Bang Rafa.


"Hahaha, udah lah, bukti nya engga kan, dia bilang gitu cuma nebak-nebak aja, soal nya kan kamu juga ngga pernah ngerespon kalo ada cewek goda kamu, wajar kalo dia bilang gitu." Kata Raina.


-


-


-


-


-


Bersambung...


Like & komennya ditunggu


Maaf ngga nyambung😢🙏


Maaf kalo garing😢🙏


Jaga kesehatan selalu readers


Maaf typo di mana-mana🙏😢


Salam sayang dari ViCa😍.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku ngga menarik.

__ADS_1


Saya penulis yang masih pemula.


__ADS_2