
Hari terus berganti.
6 serangkai menjalani hari dengan tenang tanpa gangguan dan masalah serius.
Sepertinya musuh terbesar mereka (Sari) memberi kedamaian, tapi tetep 6 serangkai selalu waspada khususnya Rafka yang selalu waspada pada keselamatan istrinya.
Karena memang yang diancam ketentramannya oleh Sari adalah Zarine. Maka dari itu Rafka dan lainnya akan ketat bersama Zarine bergantian.
Dia bahkan tidak pernah lepas mengekor pada Zarine kemanapun dia pergi kecuali ketoilet😂.
Rafka, Abhi, Abdiel, Akifa, dan Alfi memang menganggap Sari sebagai musuh, sebenarnya mereka tidak mau bermusuhan dengan Sari.
Tapi Sari sendiri yang mengibarkan bendera perang saat bertengkar diparkiran mobil beberapa bulan lalu.
Tak terasa Rafka, Zarine dan seluruh murid SMA Merdeka kelas XI akan melaksanakan ujian kenaikan kelas.
Ujian diadakan bertepatan dengan Ramadhan tepatnya bulan awal Mei.
Ujian terlaksanakan hari senin tanggal 03 Mei.
Dan hari ini adalah hari ke 3 ujian tanggal 05 Mei.
"Guys?!." Panggil Akifa heboh seperti biasa.
"Fa? Lo ngga lesu apa puasa-puasa gini tingkah loh tetep picicilan?." Tanya Abdiel dengan bersandar dikusen jendela disamping tempat duduk ujiannya.
"Ya engga lah, walaupun puasa Gua itu tetep aktif, ngga boleh kaya Lo yang lesu." Kata Akifa dengan melototkan matanya pada Abdiel.
"Ada apa Fa?." Tanya Zarine yang mengalihkan perdebatan mereka berdua.
"Ouh ya ampe lupa, sore nanti ngabuburit kuy, didaerah taman kota ada pasar malem, sekalian bukber disana, mau ngga?." Tanya Akifa.
Semuanya saling pandang.
"Kuylah." Setuju Abdiel.
"Ngikut." Kata Alfi dan Abhi bersamaan.
"Kalian berdua ikut kan? Ikut ya please." Pinta Akifa dengan mengatubkan kedua tangan dan memasang muka memelas.
Abdiel yang melihat ekspresi Akifa merasa lucu dan gemas kemudia kedua tangan Abdiel menoel-noel kedua pipi Akifa agar keras.
"Aduhhhh, dasar Abdiel gila!! Lepasin Diel! Sakit elah!." Seru Akifa dengan memukul-mukul tangan Abdiel.
Zarine dan Alfi tertawa pelan melihat mereka berdua sedangkan Rafka, Abhi hanya geleng kepala pelan.
Setelah puas menoel-noel pipi Akifa, Abdiel pun berhenti.
"Dasar gila!!." Sungut Akifa jengkel.
Kemudian dia menatap Rafka dan Zarine meminta jawaban.
"Aku ikut Rafka aja." Kata Zarine dengan menatap Rafka.
Akifa, serta lainnya pun ikut menatap Rafka.
"Ok, kita berdua ikut." Putus Rafka dengan menatap Zarine, menggenggam tangan Zarine kemudian mengangkatnya dan mencium punggung tangannya seraya tersenyum hangat pada Zarine.
"Yeyyyy, ok deh nanti ba'da ashar kita berangkat, pasar malemnya dibuka jam 5, dan sebelum kepasar malem kita jalan-jalan aja." Kata Akifa dengan mata berbinar.
"Naik apa?." Tanya Alfi.
"Gimana kalo sepeda?." Usul Zarine.
"Oklah." Abdiel menyetujui.
"Gua ngikut aja." Kata Abhi bersuara.
__ADS_1
Setelah pembicaraan rencana negabuburit.
Bel tanda ujian dimulai berbunyi.
Mereka ber 6 duduk dibangku masing-masing.
Setelah guru datang membagikan soal dan berdoa sebelum mengerjakan soal, seluruh murid diruang ujian menggerakkan pensilnya mengerjakan soal.
Pukul 10.00 siang ujian selesai.
Seluruh murid SMA Merdeka bersiap untuk keluar kelas dan pulang kerumah.
Rafka, Zarine, dan lainnya berjalan dikoridor dengan bercanda.
Koridor agak lenggang karena memang mereka ber 6 keluar terakhir dari kelas.
Saat memasuki tempat parkir, tiba-tiba seseorang menyenggol bahu Zarine dengan keras yang hampir membuatnya tersungkur kedepan jika tak ditangkap Rafka.
"Sari!! Lo buta?!!." Tanya Alfi emosi.
Hampir saja Alfi hilang kendali tapi segera dicegah oleh Abhi.
"Ingat Al, kamu puasa, jangan emosi." Bisik Abhi menenangkan.
"Oops, sory Gua ngga liat, sakit ya? Hahaha" Tawa Sari tanpa dosa.
Alfi sudah ingin menghajar Sari, tapi Abhi memeluk Alfi erat.
"Ingat kalian semua, terutama Lo ja**ng!!." Kata Sari dengan menunjuk kearah Zarine.
"Jaga ucapan Lo!!." Marah Rafka.
Rafka ingin maju tapi Zarine mencegahnya.
"Aduhh Sayangku Rafka, kok kamu marah sih? Ingat, ini bulan puasa loh, nanti pahala kamu berkurang kalo marah-marah." Peringat Sari dengan nada manjanya yang membuat Abhi dan Abdiel bergidik jijik.
"Denger ya, kalian semua kecuali Yayang Rafka aku, ngga akan pernah menang ngelawan Gua." Sombong Sari lalu meninggalkan mereka ber 6.
"Dasar cewek gila!! Sadar woy!! Rafka kagak doyan ama cewek cap cabe-cabe an kaya Lo!." Sungut Akifa yang hanya diacungi jari tengah dari jauh oleh Sari.
"Udah, ayo pulang, bentar lagi masuk Dzuhur." Kata Zarine menenangkan situasi yang memanas ini.
Rafka, dan lainnya menurut.
Mereka semua masuk kekendaraan masing-masing lalu menjalankannya dan pulang kerumah.
Didalam mobil Rafka suasana sangat hening.
Rafka masih marah dengan Sari yang mengatai Zarine Ja**ng, alis Rafka bahkan sudah hampir menyatu, dia juga mencengkram kemudi dengan erat.
"Yank?." Panggil Zarine pelan dengan memyentuh lengan Rafka lembut.
Rafka menoleh.
Zarine menunjukkan senyum manis pada Rafka berusaha menenangkan.
Rafka yang melihat senyum itu pun berangsur tenang.
Dia membalas senyum Zarine dengan manis juga.
'Ngga salah memang Mama Papa pilihan kamu jadi istri aku Za, liat wajah kamu yang lagi senyum aja udah mampu bikin hati aku tenang, rasanya semua masalah hilang.' Batin Rafka lalu fokus kembali pada jalan.
Sampai diapart Rafka Zarine mandi bergantian dan melaksanakan kewajiban sholat Dzuhur.
Pukul 5 sore sahabat yang terdiri dari 6 orang itu ada didekat lokasi dipasar malem didaerah taman kota, tepatnya dimasjid depan taman.
"Haaahhhh!! Gua seneng banget sore ini!." Seru Akifa.
__ADS_1
"Seneng kenapa Lo?." Tanya Abdiel panasaran yang duduk tepat sebelah Akifa.
"Yaaa seneng aja, kita bisa main sepeda bareng, ngabuburit bareng, bukber, dan main kepasar males, kyaaaa lengap dah sore hari Gua." Cerocos Akifa panjang lebar.
Abdiel, Abhi, Rafka, Zarine, Akfi menganggukkan kepala tanda setuju.
Adzan maghrib berkumandang.
Rafka, Zarine, dan lainnya wudhu lalu sholat berjamaah dimasjid.
Setelah melakukan kewajiban, mereka keluar masjid dan masuk kesalah satu warung makan didekat taman juga.
6 orang itu makan dengan tawa kecil akibat ulah Akifa Abdiel.
Selesai berbuka puasa, mereka menuju pasar malem.
"Yank? Jangan pernah jauh dari aku, ingat itu." Tegas Rafka pada Zarine dengan menggenggam tangan Zarine erat.
"Iya." Balas singkat Zarine dengan tersenyum kearah suaminya.
Ke 6 sahabat itu memainkan berbagai game yang ada disana.
"Yank? Aku pengen teddy itu." Tunjuk Zarine pada teddy bear berwarna coklat hampir sebesar dirinya.
"Tunggu, biar aku usahain." Kata Rafka dengan mengusap kepala istrinya itu.
"Sweet banget sih kalian." Puji Akifa baper yang dibalas senyuman oleh Zarine.
Rafka memainkan game untuk mendapatkan teddy itu dengan serius, dan hasilnya.... .
"Yeeyy." Seru senang Zarine.
"Nih Mbak bonekanya, Masnya romantis banget sih sama pacarnya." Kata si bapak pemberi boneka.
"Makasih Pak." Balas Zarine dan Rafka bersamaan.
"Gimana senang ngga para ciwi-ciwi nih?." Tanya Abdiel saat berjalan menjauh dari kedai game tadi.
"Ya." Kata Zarine dan Alfi
"Banget!!." Seru Akifa.
"Dah jam setengah 8, ayo pulang." Ajak Abhi.
Semuanya menuju keparkiran lalu meluncur pulang.
Sesampainya diapart, Rafka Zarine mandi.
Walau sudah malam tapi badan keduanya lengket, jadi mereka memutuskan mandi dikamar mandi berbeda.
Setelah mandi, pasangan suami istri ini sholat berjamaah lalu selesai sholat langsung tidur.
Maaf baru up🙏.
Jujur sekarang pikiran lagi buntu😂.
Dan lagi, aku lagi sibuk sama dunia nyata😁.
Maaf sekali lagi ya readers🙏😊.
Yok komen biar rame😉.
Love You readers😘.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1