
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Ya udah cus kita ke rumah Sari sama Roy." Alfi mengalih kan pembicaraan.
Mobil tak bergerak, Rafka tak berniat menggerak kan nya.
"Loh? Kok belum jalan sih Yang?." Tanya Zarine.
"... ." Rafka diam membisu.
"Ya allah mereka ngambek." Bisik Zarine pada 4 wanita di samping nya.
"Ya udah kita minta maaf aja." Kata Akifa.
"Boy's? Kita para istri minta maaf karena terlalu seru belanja dan bergosip di dalam supermarket." Ucap 5 wanita tulus dari hati.
"... ." 5 pria masih bungkam.
"Jangan diem aja dong." Rajuk para wanita itu.
'Huufffhhh.' Helaan nafas pasrah terdengar.
"Jangan di ulangi lagi, kita maafin kalian, sekarang ayo kita ganggu Roy ama Sari." Ujar Rafka semangat.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Hmmm... ayo Raf lajuin mobil nya." Suruh Bang Idan.
Tanpa kata Rafka melaju kan mobil nya dengan kecepatan sedang dan meninggal kan parkiran supermarket itu.
"Kalian tadi ngerumpi apa an sih di dalam? Ngga nggoda in cowak kan?." Tanya Abdiel penuh selidik.
"Ya engga lah, suami kita sendiri udah guanteng banget ngapain goda in cowok lain!." Ketus Akifa menjawab.
"Iya Akifa bener banget." Sahut 4 wanita lain nya.
Para pria mengelum senyum, bahagia di puji ganteng oleh istri mereka.
"Terus ngerumpi in apa?." Tanya Bang Rafa kepo.
"Bang Idan kenapa ngga cerita kalo lagi dapet masalah?." Tanya Zarine tak mengindah kan pertanyaan dari Bang Rafa.
"... ." Bang Idan diam tak bersuara.
"Kamu tau udah tau Yang?." Tanya Rafka pada istri tersayang nya.
"Kita di dalam supermarket mgerumpi in itu tadi." Jawab Zarine jujur.
"Jawab dong Bang Idan!." Sewot Akifa tak sabaran.
"Bang Idan sengaja ngga ngasih tau, takut kalian para cewek sedih." Ungkap Bang Idan.
"Kalo Bang Idan sama Tika tiba-tiba pergi itu malah bikin kita sedih Bang!." Seru Alfi tak terima.
"... ." Bang Idan kembali bungkam tak dapat membalas perkataan Alfi karena Bang Idan membenar kan perkataan istri Abhi ini.
"Penerimaan Ijazah tinggal hitungan hari." Celutuk Zarine lirih tapi masih dapat di dengar oleh semua orang yang ada dalam mobil ini.
"Tenang aja adik ipar, kita bisa kumpul lagi kok, In syaa allah Bang Idan ngga lama di sana, doa in aja semoga kerjaan di sana cepet kelar." Kata Bang Idan menghibur Zarine yang bersedih takut berpisah dengan Tika.
"Kalo bukan Bang Idan yang ke sini, kita bisa ke sana." Timpal Rafka menghibur sang istri.
"Udah gini aja, sebelum nerima ijazah, gimana kalo kita liat Cafe yang kalian minta?." Tawar Bang Rafa.
"Cafe?." Beo Kak Raina.
"Iya Cafe, kalian lupa?." Tanya Abhi.
"Kita pernah minta?." Tanya Alfi yang ikut tak ingat.
"Pernah, bahkan setiap hari tau kalian nanyain tuh bangunan Cafe udah jadi apa belum." Ujar Abdiel mengingat kan.
"... ." Para wanita diam tak berbicara, para wanita ini masih dalam posisi bingung, lupa, dan mengingat-ingat.
3 menit berpikir.
"Ouh... Cafe itu... iya aku inget, udah jadi sekarang?." Tanya Zarine antusias melupakan kesedihan nya tadi.
"Udah dong, tinggal kasih nama, terus pembukaan, dan kalian bisa jalanin tuh Cafe, soal karyawan, kebanyak kan cewek, cowok nya kita tempatin yang bagian berat-berat, ngga ada protes!." Tegas Rafka menjelas kan panjang lebar.
Para wanita pasrah, dalam hati mereka berucap 'Ngga papa lah karyawan mereka yang milih, habis ini kan Cafe cewek yang pegang' begitu lah kurang lebih pikiran mereka.
"Kalian kenapa sampe lupa sih sama permintaan sendiri?." Tanya Abhi heran.
"Kita terlalu sibuk ama ujian, maka nya lupa, bukan nya enak yah kalo kita lupa, kalian jadi ngga pusing kita tanya in mulu, iya kan?." Kata Alfi pada para pria di depan nya ini.
"Yaaaa kurang lebih seperti itu lah." Balas Abhi datar.
"Huuuu... ." Para wanita menyoraki 5 pria itu.
"Hahaha... ." Tawa para pria pecah.
Perjalanan ke rumah Roy dan Sari di isi oleh berbagai candaan baik dari para pria dan wanita di dalam mobil.
Di rumah Sari dan Roy.
"Yang? Kabar Rafka Zarine ama lain nya gimana yah?." Tanya Sari pada Roy.
2 sejoli ini sedang duduk di depan tv, mereka sedang menonton dan memakan camilan.
"Ya pasti mereka baik-baik aja lah Yang, iya yah, mereka udah lama banget ngga ke sini." Ujar Roy sambil mengelus pucuk kepala Sari yang tengah bersandar di dada nya ini.
"Ouh iya, kita belun kasih kabar ke mereka kalo aku juga isi sekarang, iya kan?." Kata Sari, dia bangun dari posisi bersandar nya dan duduk secara benar.
"Ya udah nanti kita video call atau main ke rumah mereka untuk ngasih tau kabar." Ucap Roy lembut sambil tersenyum.
Tiba-tiba... .
'Ting tong ting tong... .' Bel rumah Sari dan Roy berbunyi.
"Siapa tuh siang-siang begini bertamu?." Tanya Roy sambil berdiri dari duduk nya untuk membuka pintu rumah.
Dari arah dapur ART datang seperti nya juga akan membuka pintu.
"Biar saya saja Bi yang buka pintu nya, Bibi silah kan istirahat." Cegah Roy yang di angguki sang ART nya ini, setelah mengangguk kan kepala, sang ART pergi ke belakang lagi.
"Yang? Aku ikut buka pintu!." Seru Sari yang mengekor di belakang Roy.
Di depan pintu.
"Adoyyy... kata Pak Satpam dia ada, kok lama banget buka nya." Keluh Akifa.
"Sabar Mak Ipah." Ujar Tika sambil mengusap punggung Akifa kasar.
'Ceklek!.' Pintu terbuka.
"Assallammu'allaikum!." Seru Rafka Zarine dan lain nya.
"Wah baru aja di omongin kalian langsung ada di depan pintu rumah." Sari berucap dengan menyembul kan kepala nya dari belakang tubuh Roy.
"Hai Sari?." Sapa Zarine antusias, Akifa mengangkat belanjaan di tangannya.
"Wihhh." Ucap Sari sambil bertepuk tangan kecil bak seorang bocah yang senang karena mendapat apa yang ia inginkan.
Para pria menatap para wanita sambil meringis dan memasang wajah konyol.
__ADS_1
'Bakal ngga di anggap goib nih.' Batin para pria sama walau tak bekerja sama.
"Ayo masuk kalian semua." Ajak Roy yang di angguki Rafka Zarine juga lain nya.
12 orang itu kemudian masukke dalam rumah menuju ke ruang santai rumah Roy dan Sari.
Duduk pria dan wanita berpisah.
Sebelum duduk, Sari dan Zarine ke dapur untuk mengambil minum, teman memakan camilan yang di bawa oleh 5 wanita di dalam perjalanan tadi.
"Apa kabar kalian semua?." Tanya Roy pada Rafka dan lain nya.
"Alhamdulillah baik, kita sehat, bini kita juga sehat, Baby kita sehat, dan kantor kita sangat baik." Panjang Abdiel menjawab mewakili 4 lelaki lain nya.
"Lo sendiri gimana Roy?." Tanya Bang Rafa.
"Yang seperti kalian lihat, Gua baik, Sari baik, semua nya baik alhamdulillah." Balas Roy.
"Eh? Ngomong-ngomong, si Sari makin cabby yah, isi kah dia?." Tanya Bang Idan.
"Kelihatan jelas kan kalo bini Gua cabby?." Tanya Roy dengan memandang Sari tang tengah duduk bersenda gurau dengan Zarine juga lain nya.
"Kelihatan lah." Jawab Bang Rafa cepat.
"Hahaha... dia doyan banget makan sekarang, dan Gua juga bakal jadi Bapak kek kalian." Jelas Roy bahagia.
"Alhamdulillah, selamat Bro, udah berapa bulan?." Tanya Abhi.
"Belum bulanan sih, masih 3 minggu an kata dokter." Ujar Roy menjelas kan.
Di tempat para wanita.
"Mumpung kalian di sini, aku mau kasih kabar." Cetus Sari sambil tersenyum senang.
"Kabar? Kabar apa? Baik kan ini?." Tanya Zarine antusias.
"Ini kabar baik, aku mau ngasih kabar, kalo aku hamil, yeyy." Senang Sari dengan tersenyum secerah mentari pagi.
"Wahhhh... alhamdulillah, ih udah berapa bulan?." Tanya Kak Raina antusias.
"Belum belunan sih, masih 3 minggu menginjak 4 bentar lagi." Jelas Sari sambil mengusap perut nya yang masih rata itu.
"Wihhhh, ouh iya ngga kamu aja loh yah punya kabar baik, tapi maaf yah, aku kasoh tau nya terlambat." Ucap Tika tak enak hati.
"Iya ngga papa lagi Tik, jadi apa berita baik nya?." Tanya Sari kepo.
"Aku juga hamil, usia nya 9 OTW 10 minggu, Kak Raina juga hamil usia nya... berapa Kak? Aku lupa maaf, hehe." Cengir Tika bertanya pada Kak Raina istri Bang Rafa ini.
"Usia nya 6 OTW 7 minggu." Jawab Kak Raian dengan tersenyum sambil mengelus perut nya.
"Wah selamat buat kalian berdua." Ucap Sari tulus dari hati nya.
"Em Sar? Kita dateng ke sini bukan cuma mau ngemil dan ngobrol tukar kabar sama kamu." Ujar Akifa yang bermaksud untuk to the point.
"Aku tau, kalian pasti kalo ke sini ada yang mau di sampe in, kalian mau nyampein apa?." Tanya Sari.
"Tadi pagi kita lulusan." Cerita Zarine dengan nada pelan, takut Sari terluka.
"Wah! Lulus semua kan? Selamat yah buat kalian 7 serangkai." Ucap Sari ikut bahagia.
"Makasih ucapan selamat nya, kamu ngga papa kan?." TanyanTika hati-hati.
"Aku ngga papa, kalian jangan takut aku sakit hati kalo bahas sekolah, aku udah ikhlas lagi, ya meski ada setitik iri sih dalam hati aku, tapi aku ikhlas percaya deh sama aku." Ucap Sari dengan mengulas senyum manis nya.
"Maaf Sari." Ucap Zarine dan Tika bersamaan, kemudian Zarine, Akifa, Alfi memeluk Sari.
Kak Raina hanya memperhati kan 5 wanita di depan nya dengan eskpreksi bingung.
"Kalian peluk kan kaya teletubbies aja, aku ngga di ajak pula." Kak Raina iri dia sambil memanyun kan bibir nya merajuk.
"Ulululu, sini ikut peluk." Ajak Zarine dan Kak Raina pun ikut menghambur memeluk 5 wanita ini.
Di kursi para pria.
"Wah wah mereka kenapa tuh kok kaya teletubbies gitu sih?." Tanya Abdiel.
"Eh mereka nangis yah itu?." Tanya Rafka yang melihat air mata di pipi istri nya.
"Udah jangan ikut masalah perempuan, kita penonton aja lah." Ujar Bang Rafa yang menghenti kan obrolan tentang wanita itu.
Kembali ke bagian para wanita.
"Ok ok kit serius emang mau bahas apa sih?." Tanya Sari.
"Gini, kamu sama Roy nanti pergi ke sekolah dong." Pinta Akifa to the point.
"Ngapain?." Tanya Sari sambil mengangkat alis nya ke atas.
"Malam ini pesta lulusan kita." Jelas Alfi pada Sari.
"Semoga aja Kak Roy mau aku ajak ke sana, soal nya susah tau mau bujuk dia." Keluh Sari dengan memanyun kan bibir nya ke depan (Kalo manyun ke belakang bukan manyun nama nya, tapi melipat bibir😂 #AuthorGesrek).
"Dah lah yang penting usaha dulu, masalah nanti gampang, kalo nanti si Roy ngga mau, rayu aja sama rayu an maut yang kamu punya." Akifa memberi solusi nyleneh.
"Ide kamu aneh banget sih Fa, ambigu tau denger nya." Ujar Tika dengan menutup telinga nya dan memasang wajah konyol nya.
"Dih? Kamu aja Tika yang mikir nya aneh." Bela Akifa pada diri nya sendiri.
"Hehehe... sebener nya aku denger nya juga ngerasa kata-kata kamu ambigu Ifah." Zarine terkekeh berucap demikian.
"Masa sih? Udah ah pokok nya rayu aja si Roy, dia pasti bakal mau di ajak ke pesta sekolah kita, alasan aja kamu stres bosen di rumah." Akifa mengajari Sari cara membujuk Roy.
"Setelah ini apa kalian kuliah?." Tanya Sari pada Zarine, Akifa, Alfi, dan Tika.
4 wanita itu saling melempar pandang kemudian tersenyum ke arah Sari, lalu mereka menggeleng cepat menjawab pertanyaan yang di layang kan Sari tadi.
"Kita mau fokus sama tugas kita sebagai Ibu rumah tangga, ngurus suami dan juga anak." Jelas Zarine yang di angguki oleh Alfi, Tika, dan Akifa.
Sari ikut tersenyum menanggapi jawaban Zarine tadi.
"Eh? Kita keluar kuy jalan-jalan, jangan diem dimari doang, suntuk tau liatin tembok mulu." Ajak Akifa pada para wanita di depan nya ini.
"Mau kemana emang?." Tanya Sari.
"Ya kemana gitu, ke taman atau keliling rumah kamu aja deh Sar, kita bosen di sini." Kata Zarine meminta.
"Kita harus ijin sama Tuan besar, kalo tiba-tiba pergi bisa-bisa kita ngga dapet uang belanja lagi." Kata Alfi sambil terkekeh pelan karena perkataan dari Zarine barusan.
6 wanita ini berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah para pria.
Rafka dan Roy mengangkat alis nya bertanya 'Apa?' begitu makaud nya.
"Kita... ijin mau keliling rumah, boleh kan?." Sari berbicara dengan menyenggol tangan Zarine meminta bantu an untuk berbicara.
"I... iya... boleh kan?." Tanya Zarine tergagap.
Para pria saling pandang.
Lalu... .
"Boleh deh, pergi aja sana." Bang Rafa memberi ijin.
Dan kontan saja 6 wanita itu menerbit kan senyum manis nya.
"Makasih Boy's, kita pergi dulu, assallammu'allaikum." Salam Akifa.
"Wa'allaikum sallam, ngga usah lari-lari!!." Teriak Abdiel menggemah.
"Ok!." Balas Akifa.
Para wanita pergi.
"Mereka minta ijin pergi keluar rumah kaya minta ijin ngelamar anak orang, takut-takut gitu, kenapa yah?." Tanya Bang Rafa.
"Mereka takut ngga kita ijinin, maka nya ragu tadi ijin nya." Jelas Rafka yang bisa membaca gelagat gagap Zarine dan Sari tadi.
"Gua ngga tenang, ayo ngikut mereka keluar." Ajak Bang Idan, dia sudah berdiri dari duduk nya dan melangkah menuju pintu rumah Roy dan Sari hendak keluar.
Rafka serta 4 pria lain nya mengikuti langkah Bang Idan.
Di luar rumah, Sari, Zarine, Akifa, Alfi, Tika, dan Kak Raina berkeliling di dekat taman yang ada di depan rumah Sari ini.
"Sari? ini kamu sendiri kah yang tanam?." Tanya Zarine.
"Boro-boro aku yang nanem Za, aku aja ngga suka tangan ku kotor, iuuuhhh deh, ini semua yang tanam ART di sini, aku cuma bantu nyiram aja." Jujur Sari dengan memasang cengiran khas nya.
"Wah! Aku pikir kamu yang tanam, aku tadi mau puji kamu loh, ngga jadi deh, hahaha... ." Tawa Zarine terdengar pelan tapi sampai ke telinga para pria.
"Ketawain apa nih?." Tanya Rafka sambil memeluk perut Zarine yang sudah terlihat buncit.
"Penanam tanaman." Jawab Zarine jujur.
__ADS_1
Pandangan Zarine menelusuri seluruh taman yang ada di depan nya.
Lalu pandangan nya jatuh tepat pada tanaman bunga mawar hitam yang sedikit terpojok tempat nya.
"Wah! Itu mawar hitam!." Pekik Zarine senang sambil tangan nya menuding ke arah bunga yang ia maksud itu.
Semua mata tertuju pada telunjuk Zarine yang menunjuk bunga itu.
"Ayo ke sana!." Seru Zarine sambil menarik tangan Rafka untuk mengikuti langkah nya yang senang itu.
Tapi Rafka tak bergerak se inci pun.
"Ayo Yang." Manja Zarine dengan memasang wajah memelas nya.
"Jangan lari, kalo kamu lari mending ngga usah ke sana." Ketus Rafka dengan memalingkan wajah nya dari Zarine sang istri tercinta nya ini.
"Iya engga! Ayo!." Ajak Zarine dan Rafka pun meng iya kan.
Sampai di tempat bunga mawar hitam.
"Di belakang rumah kita ini juga ada Yang, kamu sendiri bahkan yang merawat nya." Ujar Rafka dengan tangan nya menyentuh kelopak bunga mawar hitam itu.
'Plak!.'
"Uhhs! Kenapa di pukul sih Yang?." Sekarang Rafka yang memasang wajah memelas sambil mengelus punggung tangan nya yang di pukul Zarine.
Sebenar nya pukulan Zarine hanya seperti sentuhan lembut di tangan Rafka, tapi Rafka hanya terkejut saja tadi, Rafka sengaja mengadu untuk mendapat simpati Zarine.
Tapi bukan nya mendapat simpati Rafka malah mendapat pelototan mata taham dari dang istri tercinta nya ini.
"Jangan di sentuh kelopak nya." Beri tahu Zarine.
"Kenapa?." Tanya Sari heran sambil menaik kan satu alis nya ke atas.
Zarine hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Sari tak berniat menjawab.
Merasa Zarine tak akan menjawab, maka Akifa yang menjawab sambil berbisik lirih.
"Dia ngga suka." Bisik Akifa tepat telinga Sari.
Sari menanggapi dengan dengan hanya membulat bibir nya membentuk huruf O.
'Allahu akbar... allahu akbar... .' Adzan ashar terdnegar menggemah.
ke dalem dulu kuy, sholat habis itu kalian para cewek nya bisa main lagi." Ajak Roy.
12 orang yang berbeda gender itu berjalan masuk ke dalam rumah Roy dan Sari.
Melangkah menuju mushollah yang terletak di belakang rumah utama Roy Sari ini.
Tak menunggu waktu lama untuk menyelasai kan waktu sholat, 6 pasang suami istri ini sekarang telah duduk di tepi kolam dengan mencelup kan kaki ke dalam kolam renang.
"Sari? Mending kamu minta sama Kak Roy sekarang aja." Bisik Zarine pada Sari yang duduk di sebelah nya ini.
"Aku takut." Jawab Sari dengan memasang wajah memelas nya.
"Kita mau mau hadir di pesta kita loh, masa ngga mau sih." Tika menimpali, dia juga memasang wajah memelas.
"Gih ngomong Sar." Suruh Alfi mendesak Sari sahabat nya ini.
"Ayo Sar." Gertak Kak Raina tak sabaran karena Sari malah melipat bibir nya tak mau bicara.
"Aku takut." Ujar Sari lagi.
"Kalo kamu ngga coba ya takut terus, ayo coba, urusan dia mau atau ngga kita pikirin nanti." Seru Alfi tak sabaran.
Zarine dan Akifa yang duduk di sebelah kanan kiri Sari menyenggol lengan Sari untuk mulai berbicara.
Para pria melihat adegan di seberang mereka merasa aneh dan mengernyit kan kening masing-masing, lalu 6 pria itu saling pandang yang bertanya 'Itu mereka kenapa? Berantem kah?.' Seperti itu lah kira-kira.
Lalu suami Kak Raina yaitu Bang Rafa memberani kan diri bertanya.
"Oy? Girl's? Kalian kenapa senggol-senggolan?." Tanya Bang Rafa.
Kontan saja 6 wanita itu berhenti saling menyenggol dan malah mengganti nya dengan cengiran khas mereka.
"Ngga papa kok Bang." Jawab Zarine kemudian.
Tapi para pria tak percaya, mereka mengangkat sebeleh alis nya tinggi-tinggi.
'Huuuhhh.' Sari menghela nafas pelan.
"Ok, aku bakal minta ijin." Kata Sari.
"Ya udah sana cepet!." Perintah Tika.
"Roy?." Panggil Sari.
"Ada apa Yang?." Tanya Roy.
"Nanti malem, ikut yuk nonton pesta perpisahan nya 7 serangkai." Ajak Sari dengan menuduk kan kepala dalam tak menatap Roy.
"... ." Diam. Tak ada suara setelah Sari mengatakan apa yang ia ingin kan.
Lalu... .
"Hahahaha... apa hal ini yang sedari tadi kalian runding kan sampai senggol-senggolan ngga jelas?." Tanya Roy dengan tertawa sedikit keras.
"Apa aku menakut kan sampai membuat kalian takut begitu?." Tanya Roy menatap 6 wanita di depan nya.
"Bukan takut yah!." Sanggah Alfi keras.
"Terus apa?." Tanya Roy dengan sisa tawa nya.
"... ." 6 wanita diam tak bersuara.
"Kan ngga bisa jawab, hahaha... aku ngga gigit orang, jadi ngga usah takut, untuk masalah ke acara pesta perpisahan 7 serangkai, nanti kita pergi." Ujar Roy yang langsung membaut 6 wanita itu mendongak kan kepala nya senang.
"Yeayyy!!." Seru mereka sangat senang, lalu 6 wanita itu berpeluk kan erat.
Para pria yang melihat para istri mereka saling berpeluk kan seperti itu membuat hati dan senyum di bibir mereka terbit begitu indah nya.
"Gua juga mau dong di peluk." Ujar Abdiel dengan merentang kan ke dua tangan nya.
Pria-pria di samping nya melihat Abdiel dengan tatapan horor nya masing-masing.
"Ih ngga suka Gelay." Kompak 5 pria di samping Abdiel berucap alay lalu mendorong Abdiel kekolam.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1