Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Nine


__ADS_3

Pukul 7.00 waktu London.


Lantai 2 rumah Bang Idan rusuh oleh perbuatan heboh Abdiel dan Akifa yang berebut barang belanjaan milik mereka yang tertukar.


"Yang Lo pegang itu punya Gua Diel." Kata Akifa.


"Masa sih? Terus punya Gua mana? Gua kan kemarin juga beli." Tanya Abdiel.


"Ya mana Gua tau, cari aja sono dikamar, dan balikin itu punya Gua." Sambung Akifa dengan memgadahkam tangan meminta barangnya pada Abdiel.


"Nih, Gua mau nyari puna Gua dulu." Kata Abdiel menyerahkan barang Akifa dengan nada kesal.


"Hmmm, dah sana." Kata Akifa.


"Udah rusuhnya?." Tanya Bang Idan yang dihadiahi cengiran konyol oleh Akifa.


"Pesawat jam berapa Bang?." Tanya Rafka.


"Jam 8, ini udah mau setengah 8 buru turun sarapn terus Gua anter kebandaranya." Kata Bang Idan.


Lalu semuanya turun sarapan.


Setelah sarapan Bang Idan dengan Hans sebagai sopir memgantarkan mereka ber 6 kebandara.


Sesampainya dibandara.


Hans diutus Bang Idan untuk mengecek tiket pesawat Rafka, Zarine, & lainnya.


Sembari menunggu mereka ber 6 berbincang dengan Bang Idan.


"Kalian semua kalo udah sampe sana kabarin Gua, sering-sering dateng kesini, dan untuk Adik Ipar Gua cepet-cepet dah isinya, Gua tunggu kabar baiknya." Kata Bang Idan.


"Iya Bang In syaa allah." Balas Zarine.


"Abang aja yang gantian pulang." Kata Rafka.


"Iya Gua pulang kalo Gua lenggang, masalahnya Mama Papa nyuruh Gua pulang kalo udah bawa calon." Kata Bang Idan lesu.


"Padahal Gua udah kangen sama beliau." Sambung Bang Idan.


"Hehehe, sabar Bang, kita doa in biar cepet dapet deh." Kata Akifa dan diamini semuanya.


"Khemm, Tuan? Semuanya sudah siap, Nona dan Tuan muda silahkan naik kepesawat." Kata Hans memberitau.


"Dah, naik gih, baca doa minta perlindungan Allah." Kata Bang Idan.


Lalu semuanya berpamitan dan berpelukan untuk Cowoknya, sedang Ceweknya hanya menagkupkan tangannya.


"Thanks, untuk semunaya Bang, maaf kalo banyak mgerepotin." Kata Rafka mewakili lainnya.


"Sama-sama, Gua ngga merasa direpoti, malah Gua seneng malah kalo kalian kesini, dah sana." Kata Bang Idan.


Mereka juga melakukan hal yang sama pada Hans.


Kemudian mereka naik kepesawat dan tepat pukul 8.00 waktu London, pesawat meninggalkan landasan.


Sama seperti keberangkatan, mereka ber 6 menempuh perjalanan selama 16 jam.


Mereka telah sampai di Indonesia pukul 07.00, dan dipintu keluar bandara para orang tua menyambut dengan suka cita.

__ADS_1


"Berasa kaya pulang dari perang Gua." Kata Abdiel.


"Hahaha, udahlah biarin aja, Gua mau cepet sampe rumah, pegel bat punggung pengen tidur." Kata Alfi dengan tawa pelannya.


Sampai mereka dipintu keluar para orang tua memeluk anaknya masing-masing.


"Uh anak Mama, kangen banget rasanya Mamamu ini." Kata Mamanya Abdiel heboh.


"Udah kita pulang aja dulu, mereka capek butuh istirahat." Kata Papanya Abhi.


"Kerumahku aja, kita ngumpul disana, pada banyak kerjaan kah?." Tanya Papa Rafka.


"Boleh tuh, aku ikut." Setuju Papa Abdiel yang di iya kan semuanya.


Setelah percakapan itu mereka semua berkumpul dirumah Orang tua Rafka dan para anak-anaknya tidur dikamar tamu yang sudah ada dirumah Rafka.


Pukul 10.00 Rafka dan lainnya bangun, mandi, kemudian keluar kamar.


"Makan dulu gih kalian semua." Suruh Mamanya Rafka yang melihat mereka ber 6 keluar kamar dan turun dari lantai 2.


"Iya Ma." Kata Rafka.


Setelah mereka ber 6 selesai makan, mereka kembali kekamar tamu yang ditempati tadi untuk mengambil oleh-oleh yang mereka beli di London.


Diruang keluarga rumah orang tua Rafka.


"Kalian kemana aja disana kemarin." Tanya Maminya Alfi.


"Kebanyak tempat, namanya lupa, kalo diliat kaya taman gitu." Terang Akifa.


"Kita jalan-jalannya hanya 3 hari Mi, 2 hari diam dirumah, terus sabtunya belanja oleh-oleh." Terang Alfi.


"Banyak banget belinya kalian?." Tanya Bunda Zarine.


"Ouh, iya nanti Bunda berikan." Kata Bunda.


Zarine, Rafka, dan lainnya pun mulai membagikan oleh-oleh yang mereka beli.


Pukul 13.00 setelah sholat Dzuhur dan makan siang bersama, para orang tua dan anaknya pulang.


Rafka dan Zarine pun ikut pulang keapart mereka.


Sampainya mereka dikamar, Zarine memindahkan pakaian yang bersih kedalam lemari, dan pakaian kotor diletakkan keranjang, untuk dicuci.


Setelah itu Zarine duduk diatas kasur dari arah belakang Rafka memeluk pinggangnya.


"Bentar lagi kita kelas 3, kamu...." Perkataan Rafka menggantung.


"Siap berbadan dua maksudnya?." Lanjut Zarine yang diangguki Rafka.


"Kalo aku selalu siap Yank, karena emang itu kewajiban aku dan hak kamu." Sambung Zarine kemudian.


"Aku akan lakukan kalo kita udah pertengahan kelas 3, atau selesai kita ujian." Kata Rafka.


"Aku ikut kamu aja." Balas Zarine.


Malam hari pukul 19.30.


Rafka dan Zarine baring diatas kasur dengan saling berpelukan.

__ADS_1


"Yank, kita belum kasih kabar, Bang Idan kalo udah sampai." Kata Zarine memberi tau.


"Hmm kamu bener, bentar aku telepon." Balas Rafka.


Rafka mengambil ponselnya dilaci lalu menghubungi Abangnya.


'Tut tut tut tut.'


"Hallo assallammu'allaikum, Gua dah tau kalian sampai dnegan selamat, tadi Mama Papa telfon buat ngabarin." Kata Bang Idan diseberang sana.


"Wa'allaikum sallam, ya udah syukur kalo Lo udah tau. Lo dimana?." Tanya Rafka.


"Gua ada dikantor, bentar lagi Gua ada rapat ama client sorry ngga bisa lama telfonnya, Lo jaga deh adik ipar Gua, awas sampek bikin nangis." Kata Bang Idan.


"Ngga bakal terjadi, dah kalo gitu, Gua tidur dulu, assallammu'allaikum." Pamit Rafka.


"Iya, wa'allaikum sallam." Jawab Bang Idan lalu telepon pun putus.


"Bang Idan udah tau kalo kita udah sampai, katanya tau dari Mama Papa." Kata Rafka memberi penjelasan pada Zarine.


Pukul 20.30 mereka tidur untuk menyambut hari esok yang semoga saja cerah tanpa ada badai.


Pagi hari dimeja makan apart Rafka Zarine.


Zarine sedang memasak untuk sarapan.


Tiba-tiba dari arah belakang.


'Grep.'


"Allahu Akbar." Kata Zarine terkejut.


"Yank, kalo dateng jangan ngagetin dong." Tegur Zarine.


"Hehehe maaf." Kata Rafka.


"Kamu belum mandi ya?." Tanya Zarine.


"Hmmm." Rafka menjawab dengan deheman sembari mengusap-usapkan wajahnya ditengkuk Zarine yang tak memakai kerudung.


"Geli Yank, mending kamu mandi dulu deh." Kata Zarine dengan menggeliatkan tubuhnya geli.


"Huuuu iya deh iya aku mandi, sun dulu." Pinta Rafka manja.


'Cup.'


"Dah sana mandi." Suruh Zarine


"Ngga mau nanti aja." Tolak Rafka manja.


"Hei, itu namanya kamu curang, udah sana ah mandi dulu, kamu tumben sih manja Yank?." Tanya Zarine heran.


"Emang ngga boleh ya kalo manja sama istri?." Tanya balik Rafka.


"Boleh kok tapi, ya heran aja gitu." Jawab Zarine dengan diakhiri kekehan pelan.


Setelah acara memasak yang diganggu oleh Rafka tadi.


Mereka berdua mandi dengan bergantian dan sarapan bersama.

__ADS_1


Hari ini rencana Rafka dan Zarine adalah hanya diam dirumah dengan santai dan tenang.



__ADS_2