
Hari-hari berganti dengan indah dan bahagia.
Hari ini tanggal 25 November, SMA Merdeka mengadakan pertandingan persahabatan dengan SMA Widya Jaya untuk memper erat tali persaudaraan, dan tuan rumahnya adalah SMA Merdeka.
Tribun basket indoor ramai dengan siswa siswi SMA Merdeka dan SMA Widya Jaya.
Dibagian tribun urutan pertama dari bawah dihuni oleh yang menyemangati club yang sadang bertanding.
Ketua tim basket SMA Merdeka dipimpin oleh sang Ketua Osis yaitu, Bintang Mahesa kekasih Kania si siswi baru.
Di tribun bagian atas ditempati tak banyak murid.
6 serangkai berada disana sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Akifa dan Abdiel sibuk dengan mainan rubiknya.
Abhi Alfi sibuk dengan video lucu di ponsel Abhi, mereka menggunakan headset untuk mendengarnya karena suasana sedang riuh.
Kalau Rafka Zarine? Mereka berdua sedang asyik menggenggam tangan masing-masing dan tertawa bercanda.
Saat Akifa Abdiel selesai dengan rubiknya, mereka menoleh ke arah, Abhi Alfi & Rafka Zarine.
"Oy pertandingannya dimulai!!." Seru Akifa.
Mereka ber 4 menoleh ke arah lapangan.
"Biarin aja, pertandingan itu ngga seru." Celutuk Alfi dan kembali fokus pada ponselnya.
"Terus kita ngapain disini kalo ngga nonton?." Tanya Akifa.
"Kita duduk aja." Jawab enteng Zarine dengan nyengir kuda.
"Pergi aja kuy kalau gitu." Ajak Akifa.
"Mau lewat mana Yang? Jalannya full ngga bisa keluar." Beritahu Abdiel dengan fokus pada rubiknya.
Akifa melihat sekelilingnya.
'Huufffh.' Akifa menghela nafas kasar, kemudian dia menyandarkan kepalanya pada pundak Abdiel dengan agak keras.
"Aku laper." Keluh Akifa manja pada Abdiel.
"Aku juga pengen jajan." Kata Zarine pada Rafka.
"Ayo kita pergi." Ajak Alfi.
"Para ciwi-ciwi, disekitar kita ini full orang, ngga bisa keluar ok, jadi sabar aja yaaa." Kata Abdiel yang melihat kearah Zarine, Akifa, dan Alfi.
"Tau gitu ngga usah kesini kita tadi." Sungut Akifa.
"Tadi siapa yang ngajak?." Tanya Abdiel.
"Ya mana tau kalo bakal seramai ini." Elak Akifa.
Istri Abdiel si Akifa tadi menyeret-nyeret sang suami untuk melihat pertandiangan ini.
Kalau Alfi dan Zarine, mereka niatnya tidak ikut melihat, tapi mereka kepo dengan pertandingan itu akhirnya ikut melihat.
Karena kelas free, Akifa berpikir untuk menghilangkan jenuh maka melihat pertandingan.
Ternyata acaranya biasa saja, bahkan tidak ada yang menarik, untung saja melihat pertandingan tidak diwajibkan.
"Ayolah kita keluar lewat pinggir." Keukeuh Alfi.
"Iya tuh, aku setuju ama Alfi." Jawab Akifa yang diangguki Zarine.
Rafka, Abdiel, dan Abhi saling pandang.
'Huuffffh.' Mereke bertiga menghela nafas lelah.
"Ayo." Jawab ketiga lelaki itu.
Zarine, Alfi, dan Akifa berbinar terang karena senang.
"Duh bikin gemes deh." Celutuk Abdiel yang hampir saja mencubit pipi Akifa namun segera ditepis Akifa.
"Ngga usah cubit-cubit, sakit tau!." Seru Akifa.
Abdiel hanya nyengir kuda saat mendegar seruan sang istri.
"Ya udah ayo!." Ajak Zarine.
Mereka ber 6 menuruni tribun satu persatu dengan bergandeng tangan memanjang kebelakang.
Setelah melewati kerumunan, mereka pun bisa pergi dengan selemat dan segera menuju kantin.
"Alhamdulillah kita bisa keluar." Ucap syukur Zarine.
__ADS_1
"Iya, alhamdulillah Gua ngga kelamaan nahan lapernya, hahaha." Tawa Akifa pelan.
"Tunggu bentar biar Gua yang pesenin, mau apa nih?." Tanya Rafka.
"Kaya biasanya aja deh." Jawab Alfi yang diangguki semuanya.
Rafka mengangguk lalu berlalu pergi memesan makanan.
15 menit menunggu, yang di tunggu pun tiba.
"Nih." Kata Rafka dengan menaruh nampan didepan Zarine dan lainnya.
6 serangkai makan dengan lahap makanan itu sampai habis.
Setelah makanan habis mereka masih menetap di kantin.
"Kita pulang aja kuy." Ajak Akifa.
"Sama dengan bolos dong kita?." Kata Zarine.
"Ya dari pada di sini kita ngga ngapa-ngapa in." Kata Alfi.
"Tapi kalo pulang, kemana?." Tanya Abhi.
"Ke Mall?." Tanya Akifa.
"Big no!." Seru Alfi dan Abhi.
"Dasar penyuka kesepian." Celutuk Akifa.
"Kita ngga mau kalo ke Mall, ke lain tempat aja, kalo bisa tempatnya yang sepi, sunyi, dan damai." Panjang lebar Abhi.
"Ouh tempat kaya gitu, bener nih Lo mau kesana?." Tanya Abdiel.
"Hmm." Jawab Abhi.
"Noh kuburan, disana sama kaya permintaan Lo, damai, sunyi, sepi mamrih, cocok dah." Jawab Abdiel yang disambut kekehan kecil dari Akifa, Zarine, Rafka.
"Lo nyumpahin Gua jadi janda muda?." Tanya Alfi dengan alis terangkat sebelah.
"Ya kagak Al, laki Lo noh minta tempat aneh banget, yang damailah, sepilah, sunyi, tempat mana lagi coba yang kek gitu selain kuburan?." Jawab Abdiel.
"Bukan gitu maksud Gua Abdiel, maksud Gua tuh pantai kek, taman bunga terpencil, atau danau terpencil gitu, Gua belum punya baby, belum bahagia in istri dan orang tua jadi ngga mau mati muda." Jelas Abhi.
"Hehehe, kirain Lo minat masuk surga duluan." Kekeh Akifa.
"Sama aja maksudnya?." Tanya Akifa.
"Sama-sama konyol maksudnya." Jawab Abhi.
'Hahahaha.' 6 serangkai tertawa bersama.
-
-
-
"Meeting selesai." Ucap seorang pria berusia 21 tahun.
"Baik Pa." Jawab peserta rapat.
Lelaki pemimpin rapat meninggalkan ruangan rapat dan pergi keluar kantor.
"Pak Rafa?." Panggil Danish asisten Bang Rafa.
"Ada apa Pak Danish?." Tanya Bang Rafa.
"Anda mau kemana? Maaf Pak saya hanya mengingatkan bahwa pekerjaan dimeja Anda belum selesai." Kata asisten Danish.
"Saya ke Cafe depan dulu Pak, nanti saya seleaikan semuanya." Jawab Bang Rafa sopan.
"Baiklah Pak." Kata asisten Danish.
Bang Rafa tadi sedang rapat bulanan dengan para staf kantor.
Karena rasa lelahnya, Bang Rafa pergi ke Cafe depan kantornya, lebih tepatnya tempat kerja Raina, gadis yang bertengkar dengannya dipintu Cafe.
Bang Rafa masuk kedalam Cafe.
Dia duduk dibangku pojok Cafe.
"Mbak?." Panggil Bang Rafa pada salah satu pelayan Cafe.
"Iya Pak? Ada yang bisa saya bantu?." Tanya Pelayan.
"Tolong panggilkan Raina." Pinta Bang Rafa.
__ADS_1
"Baik, tunggu sebentar Pak." Jawab Pelayan.
Pelayan pun pergi.
5 menit menunggu, Raina tiba di hadapan Bang Rafa.
"Mau pesan apa Pak?." Tanya Raina ramah.
"Duduk!." Pinta Bang Rafa ramah.
"Pak maaf ngga bisa, saya sedang kerja, bisa di amuk manager saya kalau duduk sama pelanggan." Tolak Raina halus.
"Udah sini duduk." Pinta Bang Rafa yang menarik Raina untuk duduk disampingnya.
Raina pun kemudian duduk.
Dia duduk dengan gelisah dan celingak celinguk takut dimarahi oleh manager kalo ketahuan.
"Pak, saya pergi dulu, maaf tidak bisa menemani duduk disini." Kata Raina yang sudah berdiri dan hendak berjalan.
"Biar aku yang ijinin nanti ke managermu." Kata Bang Rafa.
"Memang apa yang akan anda bicarakan pada saya?." Tanya Raina.
"Duduk." Pinta Bang Rafa kembali menarik Raina duduk disampingnya.
"Denger, aku belum terlalu tua jadi jangan panggil aku Bapak." Tekan Bang Rafa.
"Kamu kan udah tau namaku, Rafa, panggil aku Rafa." Pinta Bang Rafa.
"Ok, Rafa, kamu mau apa?." Tanya Raina.
"Ngga mau apa-apa, cuma pengen duduk aja sama kamu." Jawab Bang Rafa tulus dan jujur.
Raina memutar bola matanya malas.
"Raf? Stop keluarin kata-kata kaya gitu, jengah aku dengernya." Kata Raina.
"Hehehe." Kekeh Bang Rafa.
Inilah kegiatan baru Bang Rafa setelah bertemu dengan Raina.
Mengunjungi Raina dikala dia merasa lelah atau butuh hiburan.
Bagi Bang Rafa, melihat wajah Raina adalah obat rasa lelahnya.
Kalau ditanya mereka ngapain aja setelah bertemu, jawabannya adalah mengobrol dan menceritakan segala kegiatan yang mereka jalani.
Mereka memang belum pernah jalan berdua atau bahasa gaulnya adalah kencan.
Mereka belum mencapai tahap itu.
Dalam hati, Bang Rafa menyimpan rasa suka pada Raina sejak pertama kali mereka bertemu.
Bagi Bang Rafa, Raina itu sosok unik yang sangat langkah untuk ditemui.
Dimana biasanya para gadis terpukau dengan Bang Rafa karena ketampanannya dan kekayaannya.
Tapi berbeda dengan Raina.
Dia gadis pertama yang mengabaikan pesona Bang Rafa.
Bang Rafa memang belum tau perasaan Raina.
Lagi pula Bang Rafa tidak mau tau karena jika hasilnya tak sesuai dengan harapannya dia akan sakit nanti.
Dari pada sakit, Bang Rafa memilih diam dan memendam perasaannya.
Di Cafe, Bang Rafa dan Raina mengobrol hingga telepon asisten Danish menghentikan kegiatan mereka, dan dengan enggan Bang Rafa pergi meninggalkan Raina untuk kembali kekantor mengerjakan berkas yang butuh perhatiannya.
-
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
Jaga kesehatan selalu readers
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.