Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus delapan


__ADS_3

"Ya siapa tau aja pernah." Tanpa rasa bersalah Akifa berbicara sambil mengedik kan bahu nya acuh.


'Aku jailin ngga papa kan?.' Batin Abdiel menyusun rencana jail.


Saat hendak membuka mulut nya ingin berbicara Abdiel mengurung kan nya.


'Hati ibu hamil sangat sensitif, salah ngomong walau pun cuma satu kata aja, bisa-bisa habis di makan Akifa mentah-mentah Gua, kagak jadi jailin dah, Gua masih sayang nyawa.' Batin Abdiel lebay.


"Ngga ada Yang aku kaya gitu, aku cinta sama kamu sejak kita sama-sama masih kecil." Jelas Abdiel me yakin kan Akifa.


"Masa?." Tak percaya Akifa.


"Yeeee di bilangin juga, ngga ada guna nya aku boongin kamu." Perkataan Abdiel membuat Akifa sadar.


"Iya juga sih, aku aja mikir nya terlalu jauh, sampe yang ngga penting aku pikirin juga." Kata Akifa sambil tersenyum ke arah Abdiel.


Yang di beri senyum membalas sambil menoleh sebentar lalu fokus pada kemudi lagi.


Beberapa menit perjalanan, 11 mobil telah sampai di halaman rumah Sari yang sudah cukup padat oleh mobil dan motor-motor yang terparkir rapi di sana.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


"Waaaahhh udah rame aja." Kata Zarine makin menampil kan binar bahagia di mata nya.


"Mungkin kerabat nya yang dateng ke sini lebih dulu." Rafka menerka-nerka.


"Bisa jadi." Timpal Zarine mengangguk kan kepala paham.


Semua orang kekuar dari mobil masing-masing, ouh iya kalo tanya Bunda di mobil siapa? Jawaban nya beliau ada di mobil Mama Papa Rafka.


Beliau tak mau satu mobil dengan Rafka Zarine, atau Bang Rafa Kak Rain karena Bunda tak mau mengganggu mereka.


Padahal 2 pasangan muda itu tak merasa terganggu, tapi Bunda tetap tak mau satu mobil dengan salah satu di antara mereka.


Mereka semua keluar mobil secara bersamaan.


"Woww! Asli rumah Sari indah banget." Puji Zarine manatap dekorasi penuh bunga.


"Ini cuma depan nya doang, gimana nanti dalem nya." Takjub Tika tak kalah heboh dari Zarine.


"Heleh! Nanti pas resepsi, aku bikinin lebih heboh dari ini, kamu tenang aja." Kata Bang Idan me yakin kan.


"Ngga mau, aku mau nya beda dari yang lain." Sahut cepat Tika.


"Lah?." Heran Bang Idan.

__ADS_1


"Udah jangan kebanyak kan lah loh lah loh, ayo masuk." Ajak Alfi.


"Buru-buru banget sih Yang? Kaya kamu aja yang mau nikah." Sungut Abhi.


"Aku ngga sabar mau liat pengantin nya." Antusias Alfi.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, di pintu depan Mama Papa Sari.


"Assallammu'allaikum." Salam semua orang bersamaan.


"Wa'allaikum sallam, wah! Makasih udah mau dateng buat kalian semua, aku masuk, ouh iya untuk kalian ber empat, di tunggu Saridi kamar nya." Pesan Mama Sari.


"Kamar nya di mana Te?." Tanya Zarine.


"Di lantai 2 kalian naik aja, nanti ada kamar pintu nya terbuka di sana dia lagi di rias." Jelas Mama Sari terperinci.


"Ya udah kita ber empat mau ke Sari dulu Te, permisi." Pamit Zarine.


Tika, Zarine, Akifa, dan Alfi berlari ke arah dalam.


"Yang?! Jangan lari-lari! Ingat janji kalian pada kami, atau kita pulang aja sekarang!." Seru Rafka, Abhi, Abdiel dengan suara keras, yang membuat mereka dalam pandangan heran orang-orang di dalam.


Sontak saja 3 wanita yang berlari pelan itu berhenti mendadak, lalu menunduk tak enak menatap sekitar.


"Iya-iya ini ngga lari lagi." Alfi ikut berteriak.


Dan 4 wanita itu naik ke tangga dengan berjalan perlahan dan hati-hati.


Di depan pintu.


"Maaf Te berteriak keras banget." Ucap Abdiel tak enak hati.


3 pria yang berteriak tadi menunduk kan kepala meminta maaf.


"Zarine, Akifa, sama Alfi lagi hamil muda Te." Jelas Abhi blak-blak an.


Orang tua Sari sudah tau kalo 6 serangkai telah menikah, beliau juga tau kalo Bang Idan, Bang Rafa, Tika sudab menikah.


"Alhamdulillah... selamat yah buat kalian bertiga, Tika sama istri nya Bang Rafa sabar yah... bentar lagi pasti nyusul." Doa Mama Sari.


"Aamiin." Sahut semua orang kompak.


"Ayo silah kan masuk, asik ngobrol sampe lupa di suruh masuk tamu nya, ayo semua nya." Papa Sari mengajak tamu nya masuk ke dalam rumah.


Rafka dan lain nya masuk dan duduk di karpet yang sudah di sedia kan.


Acara Ijab Qobul nya memang di ada kan lesehan duduk di atas karpet.


Untuk resepsi Sari dan Roy merencana kan untuk di ada kan nanti sore di hotel, in syaa allah.


Acara untuk Ijab Qobul ini tidak mengundang, hanya mungkin 100 undangan jika di perkira kan.


Rafka dan lain nya duduk di karpet sambil berbicang-bincang dengan keluarga juga tamu-tamu Mama Papa Sari.


Di kamar pengantin.


4 Wanita itu masih sibuk mencari-cari kamar Sari.


"Ini yang mana kamar nya sih?." Tanya Akifa bingung.


Pasal nya di lantai dua ini banyak kamar, mereka sudah melalui 3 kamar dan belum menemukan kamar yang pintu nya terbuka.

__ADS_1


"Apa kita salah arah?." Tanya Tika.


"Kamu kan temen nya Sari, masa ikut lupa sih kamar nya di mana?." Sungut Akifa tak menanggapi pertanyaan Tika.


"Aku memang ke sering ke sini, tapi ngga pernah naik ke lantai dua, Sari ngga pernah ajak aku ke sini, boro-boro ke kamar nya, naik ke lantai dua aja ngga pernah." Kata Tika menjelas kan.


"Dia menjaga privasi nya rapat-rapat yak." Cetus Alfi.


"Yaaa gitu deh." Jawab Tika pelan.


"Kita ke bagian kanan aja yuk, capek tau jajahin yang kiri, ngga ketemu-ketemu kamar nya." Ajak Zarine sambil berbalik hendak ke arah kanan.


Lantai dua rumah Sari ini memang di bagi 2 bagian.


4 wanita ini sedang menjelajah di bagian kiri, dan sekarang sudah ke bagian kanan.


"Kenapa tadi ngga tanya Tante sih kita?." Jengkel Tika.


"Kita terlalu antusias tadi sampe lupa nanya in, beliau juga terlalu asik ngobrol tadi sampe ngasih kita tanda hanya pintu terbuka." Jelas Zarine.


Sampai mereka di pintu kamar yang sedikit terbuka dan bisa di bilang pintu kamar itu terletak agak jauh dari pandangan.


Dari jauh kelihatan nya pintu kamar itu tertutup, jadi tidak terlalu terlihat.


"Kita tadi kaya nya udah liat pintu ini deh dari tangga." Kata Tika.


"Dari jauh kelihatan tertutup, jadi kita kaya di boongin gitu yak, hahaha." Zarine berbicara sambil tertawa.


Lalu kemudian... .


-


-


-


-


-


Bersambung... .😂😂😂


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2