Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus empatpuluh delapan


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU


MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Ini Zarine, Akifa, Alfi mana?." Tanya Wali kelas 12 IPS 1.


"Ini juga Tika mana?." Tanya Bu Lulu wali kelas 12 IPS 5.


"Anu Bu mereka ber 4 duduk di atas tribun noh, lagi kurang enak badan soal nya, hehehe... ." Abdiel memberi tahu sambil cengngesan.


"Adoyyy.... ya deh kalo gitu." Jawab Bu Lulu yang langsung oergi memghampiri 4 wanita di tribun itu.


Setelah pembagian, Wali kelas itu kembali ke tempat berdiri tadi.


"Ouh iya sebelum membuka surat kelulusan itu... saya ucap kan selamat untuk siswa-siswi yang di terima di universitas dengan beasiswa atau tanpa tes atau ujian, saya harap kalian makin giat belajar dan bisa menjadi generasi penurus bangsa yang hebat." Doa Pak kepala sekolah untuk anak murid nya.


"Aamiin." Kompak para murid menjawab.


"Ok tanpa basa basi lagi, sekarang, buka amplop itu!!!." Seru Pak kepala sekolah keras memerintah.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


'Srek! Srek! Srek!.' (Anggap suara kertas di sobek) Suara kertas di robek tidak sabaran kompak terdengar di lapangan basket yang luas nya segaban itu.


"Kyaaaa!!!." Pekik suara senang para murid yang di dominasi siswi itu.


"Alhamdulillah ya allah!!!." Seru mereka kompak mengucap kan kata syukur untuk Allah SWT.


"Luluss!!!." Teriak semua murid di lapangan ini.


"Wuwwwwhhh!!!." Seru mereka sekali lagi dengan sangat bahagia.


Di lapangan semua siswa siswi saling berpeluk kan ada juga yang menangis haru sampai wajah nya merah padam.


Di atas podium Pak kelapa sekolah ikut tersenyum bahagia walau tak dapat beliau pungkiri bahwa jauh di lubuk hati nya beliau sedih karena akan berpisah dengan anak murid nya ini.


Para dewan guru dan juga staf pekerja di sekolah SMA Merdeka ikut terharu dengan suasana ini. Bahkan ada juga yang menangis sampai tersedu-sedu.


"Anak-anak?!." Panggil Pak Kepala sekolah lantang.


Semua murid kelas 12 ah salah maksud nya alumni SMA Merdeka itu menghenti kan pembicaraan nya masing-masing dan memilih mendengar kan Pak Kepala sekolah.


"Kami para guru SMA Merdeka mengucap kan selamat untuk kalian yang telah lulus dari sekolah ini, kami berharap kedepan nya kalian menjadi murid yang semakin berprestasi dan membangga kan bangsa negara dan juga orang tua," Doa Pak Kepala sekolah yang di aamiin kompak oleh semua murid.


"Dan yah... saya... mewakili semua dewan guru juga staf pekerja di SMA Merdeka ini mengucap kan banyak maaf, mungkin selama mengajar ada kata dari kita yang menyakiti hati kalian, atau mungkin perbuatan tindak laku kita sebagai guru keterlaluan terhadap kalian, kami minta maaf, tapi percayalah anak didik ku, kami melakukan semua itu bukan karena benci atau lain nya, kami melakukan nya karena mengingin kan yanh terbaik untuk kalian." Panjang Pak Kepala sekolah berceramah.


"Kita semua udah maafin Bapak sama Ibu guru dan semua pekerja di sekolah ini kok, bener ngga temen-temen?." Teriak mantan ketua Osis itu bertanya pada temen-temen nya.


"Iya bener itu Pak." Sahut para murid kompak.


"Kami semua juga sebagai murid meminta maaf karena sudah terlalu merepot kan dan menyusah kan Bapak Ibu Guru!." Seru Mantan ketua Osis itu lagi dengan lantang.


Pak kepala sekolah (maaf ngga nyebutin nama, lupa nama nya soal nya😣) yang mendengar perkataan mantan ketua Osis itu menitih kan air mata tapi buru-buru beliau menyeka nya.


"Kami juga sudah memaaf kan kalian semua." Jawab Pak Kepala sekolah sembari tersenyum.


"Sekarang... saya meminta ijin untuk menyanyi kan lagu kepada Bapak Ibu guru juga pekerja di SMA Merdeka ini." Pinta Mantan Osis itu.


"Iya silah kan saya memberi ijin." Jawab Pak Kepala sekolah.


Mantan ketua Osis itu di beri mic oleh wali kelas nya.


"Kalian pasti tau lagu ini dan hafal banget, Gua minta ikutin yah." Ujar Mantan Osis yang mendapat jawaban iya dari seluruh teman nya ini.


🎶T'rima... kasih ku...


Kuucap kan....


Pada.... guru ku....


Yang tulus...


Ilmu... yang berguna...


S'lalu dilimpah kan...


Untuk... bekal ku.... nanti...


Setiap... hari ku... di bimbing nya...


Agar... tumbuh lah... bakat ku...


Kan ku... ingat s'lalu...

__ADS_1


Nasihat guru ku...


T'rima... kasih ku... ucap kan...


T'rima... kasih ku... ucap kan... .🎶 (Kalo salah lagu nya maaf, agak lupa soal nya dah lama banget😂).


Mereka menyanyi kan lagu Himne Guru itu dengan suara yang pas, padahal tak latihan, semua murid khusus nya siswi sampai menangis menyanyi kan lagu itu, tak terkecuali Zarine, Akifa, Alfi, Tika yang tengah duduk di tribun, para murid laki-laki tak menangis tapi hanya mengalami mata yang merah, sangat merah.


Para guru dan pekerja di SMA Merdeka juga andil dalam moment haru ini, mereka menangis dalam diam untuk yang pria, tapi kalo para wanita sampai sesengguk kan.


"Kami bangga menjadi lulusan SMA Merdeka!." Menggemah kata-kata itu terucap dari bibir para alumni ini.


"Terima kasih untuk segala kerja keras dari dewan guru untuk kami, in syaa allah! Kami tidak akan mengecewa kan Bapak dan Ibu guru sekalian." Seru mereka kembali terdengar.


"SMA Merdeka!."


"Jaya selalu, kami mencintai mu!!!." Sahut anak alumni itu menyahuti teriak kan Pak Kepala sekolah.


"Ok anak-anak sudah cukup melow nya, sekarang saat nya pesta! Kalian bebas mencoret-coret seragam kalian, setelah hitungan 10 dan berbunyi suara bel sekolah pesta di mulai." Instruksi Pak Kepala sekolah.


Semua siswa sudah siap dengan pilox dan spidol di tangan masing-masing.


'10... .' Pak kepala sekolah mulai menghitung.


'9... .'


'8... .'


'7... .'


'6... .'


'5... .'


'4... .'


'3... .'


'2... .'


'1... .'


'Tring...... .' Suara Bel menggemah ke seluruh SMA Merdeka.


Dan beberapa guru dari lantai 4 kelas 12 menyiram kan warna pada alumni murid-murid SMA Merdeka itu.


"Wuuuhhhh!!!!." Teriak alumni SMA Merdeka ini.


7 orang di lapangan ini tak menyentuh warna sama sekali, siapa lagi kalo bukan Rafka Zarine, Akifa Abdiel, Abhi Alfi, dan juga Tika.


"Selamat buat kita semua." Ucap Zarine sambil berpeluk kan dengan Rafka juga lain nya.


"Yey.... ." Senang Alfi ikut berpeluk kan.


"Akhir nya masa SMA telah usai!." Ujar Akifa.


"Guru sini ngg akan mau celakain murid nya sendiri Fi." Ujar Rafka menjelas kan pada sahabatnya.


"Kita ngga ikut main nih?." Tanya Zarine.


"Engga!." Tegas Rafka menjawab ucapan istri nya itu.


"Kita ngga usah main di sini aja." Ujar Abhi.


Dari 7 serangkai hanya ada 6 senyum yang terpampang jelas di sini.


Tika tak ikut tersenyum sama sekali, dia hanya diam memandang lurus ke depan.


6 Serangkai di belakang nya mengetahui kalau Tika tengah bersedih, dia sedih karena tak bisa seperti 6 serangkai yang lulusan bareng suami masing-masing.


"Bang Idan kemana sih? Kagak kasian banget sama Tika, liat tuh dia sedih." Sungut Akifa.


"Hmmm... sedari tadi tuh dia nunggu Bang Idan." Imbuh Alfi.


"Dia bilang mau dateng kah tadi?." Tanya Abhi.


"Kata Tika In syaa allah, dia tadi bilang ke kita kalo udah minta Bang Idan dateng, tapi udah dari tadi kita tunggu in kagak muncul-muncul batang idung nya." Jelas Akifa panjang lebar.


"Dia sibuk kali, atau ada rapat yang bisa di tinggal, atau bisa juga dia lagi perjalanan ke sini tapi ada masalah di jalan, positif thinking aja." Abdiel menenang kan suasana yang tegang ini.


6 serangkai dan Tika duduk jarak nya agak jauh, 7 meteran, setelah peluk kan selamat tadi Tika memilih menjauh dari 6 serangkai agar dia tak merasa bersedih hati.


"Telepon gih Bang Idan, kagak tega aku tuh liat Tika pasang wajah kaya gitu, aku juga ngerasain loh gimana sedih nya." Kata Zarine.


"Cepet telepon Yang." Pinta Zarine pada Rafka.


"Iya sab-." Ucapan Rafka terpotong oleh Abhi.


"Kagak usah!." Larang Abhi pada teman nya ini.


"Why? Kamu ngga kasian Yang?." Tanga Alfi heran.


"Liat dekat podium itu." Tunjul Abhi menunjuk sebelah kanan dekat podium.


"Lah? Bukan nya nyamperin bini, malah asik di sana ngobrol ama KepSek." Ketus Alfi.


"Mungkin basa-basi aja kali Yang." Bela Abhi pada Bang Idan.


"Eh dia kemari, liat tangan nya bawa bunga tuh." Kata Akifa.


"Tau juga dia rupa nya sama cara bujuk bini ngambek." Cetus Abhi menertawa kan Bang Idan.


Saat sudah sampai tribun Bang Idan hanya menyapa 6 serangkai dengan senyuman nya dan di angguki oleh mereka.


Lalu langkah Bang Idan kembali fokus pada Tika yang sedang menunduk menyembunyi kan wajah nya di lipatan kedua tangan nya.


"Duh liat drama live nih aing." Ujar Akifa spontan.

__ADS_1


"Seru nih." Timpal Alfi.


Zarine tak berbicara dan fokus melihat gerak gerik Bang Idan di depan nya.


"Moment sweet kaya gini ngga boleh diewatin." Tutur Akifa yang langsung mengambil ponsel nya dan merekam 2 sejoli di depannya.


"Buat apa di rekam Yang?." Tanya Abdiel heran melihat tingkah sang istri.


"Siapa tau mereka melaku kan tinju gratis? Kan lumayan tuh buat tontonan di puter berkali-kali." Polos Akifa berucap.


"Wah bener juga kamu Yang, rekam yang, zoom kalo perlu." Abdiel menyetujui ide gila istri tercinta nya ini.


"Laki bini sama aja, sama-sama ngga bener." Cetus Abhi sambil menggeleng kan kepala nya heran.


Di jarak 7 meter dari 6 serangkai.


'Kak Zaidan jahat banget ngga dateng di hari kelulusan ku, padahal aku meminta nya dan sudah menunggu nya.' Batin Tika berucap dengan nada sedih dan siap untuk menangis.


Posisi dia saat ini adalah tengah menenggelam kan wajah nya ke lipatan kedua tangan nya di lutut.


Jadi dia tak melihat ada Bang Idan di depan nta tengah berdiri membawa sebuket bunga mawar di tangan kanan nya.


"Hiks! Jahat banget sih!." Terdengar suara sesengguk kan menangis dari arah Tika.


Dan reflek Bang Idan berjongkok di depan Tika lalu menarik nya ke dalam peluk kan hangat nya.


"Maaf aku telat yah? Maaf, tolong maaf kan aku, aku mohon jangan nangis." Ujar Bang Idan dengan mengusap kepala Tika lembut.


"Kamu kemana aja? Kenapa ngga dateng? Aku nunggu in tau!." Seru Tika masih dengan sesengguk kan, benar dugaan Akifa, di samping menangis Tika juga melayang kan pukulan di punggung Bang Idan tapi tak keras.


"Sana pergi aja, aku ngga mau kamu!." Usir Tika tapi bukan nya mendorong, malah mengerat kan peluk kan.


"Aduh... ngusir bukan nya di lepas malah makin erat, ada-ada aja sih, masa perkataan ngga sinkron ama tubuh? Aneh-aneh aja istri Bang Idan." Heran Akifa berkomentar.


"Emang kamu kalo di posisi Tika milih lepasin?." Tanya Abdiel.


"Hehehe... ya engga lah, bodoh banget aku kalo sampe lepasin." Ujar Akifa bersungut-sungut.


"Nah kan, ngga sinkron." Cetus Abdiel sambil tersenyum jahil.


Kembali ke Bang Idan dan Tika.


"Udah kamu ngga marah lagi kan? Maafi aku karena telat, tadi aku ada meeting yang ngga bisa aku tinggal penting banget soal nya Yang, maaf yah." Ujar Bang Idan selembut mungkin yang di angguki Tika.


"Iya aku tau kok kamu sibuk, maaf ngga ngerti in kamu." Ucap Tika merasa bersalah pada suami tercinta nya ini.


"Aku maklumi kok Yang, wajar sih kalo kamu minta aku dateng ke sini, sekarang kan kamu tanggung jawab aku, jadi aku harus dateng." Balas Bang Idan sambil melepas peluk kan erat nya pada Tika sang istri yang sangat disayanginya.


Tika lalu mengalih kan tatapan nya pada buket bunga mawar di sebelah tempat nya duduk.


"Ini... buat aku kah?." Tanya Tika sambil menunjuk bunga itu.


"Ouh iya aku sampe lupa." Seru Bang Idan, dia mengambil bunga mawar itu dan mempersembah kan nya pada Ibu Ratu nya.


"Selamat untuk istri ku yang telah lulus dari SMA." Ucap Bang Idan sambil memberi kan bunga nya ke tangan Tika.


"Makasih suami tampan ku." Ujar Tika tulus.


"Sama-sama istri tersayang ku." Balas Bang Idan.


"Tapi ngomong-ngomong tuh buket ngga gratis loh." Ujar Bang Idan sambil menunjuk kan senyum penuh makna di bibirnya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


__ADS_2