Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seven


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tak terasa hari ini adalah hari pengambilan raport, tepatnya pada hari Jum'at tanggal 18 Desember.


Semua wali murid SMA Merdeka sudah berkumpul sejak pukul 08.00 pagi tadi dan sekarang waktunya para wali murid untuk pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 10.30 siang.


Hanya wali murid yang hadir, sedangkan para murid diliburkan. Pengumuman liburan telah disampaikan pada hari kamis kemarin.


---Kediaman keluarga Fathan.---


"Assallammu'allaikum." Salam Mama.


"Wa'allaikum sallam. Gimana penggambilan rapotnya Ma?." Tanya Papa yang melihat sang Istri memasuki ruang keluarga.


"Alhamdulillah lancar." Jawab Mama.


"Anak-anak mana Pa?." Tanya Mama dengan duduk disamping Papa.


"Ada diatas, baru aja datang." Jawab Papa.


"Ma? Gimana?." Tanya Rafka yang turun dari lantai 2 kamarnya dengan diikuti Zarine dibelakangnya.


"Alhamdulillah nilai kalian berdua ngga ada yang turun, dan raportnya ngga dibawa pulang, Mama udah tanda tangan disana." Jelas Mama.


"Bunda tadi datang ngga Ma?." Tanya Zarine.


"Dateng kok sayang, duduk disebelah Mama malah, ouh ya kata beliau, kemarin kalian kesana ya?." Tanya Mama.


"Iya Ma, kalo ngga salah hari minggu, kita kesana mau minta ijin buat liburan ke London itu, dan alhamdulillah Ayah Bunda ijinin." Terang Rafka dengan duduk disebelah Papanya dan Zarine duduk disebelah Mama.


"Kalian beneran mau ke London?." Tanya Mama khawatir sambil menatap Zarine.


"Mama ngga usah khawatir, kita disana juga ngga cuma ber 6, Bang Idan kan ada." Kata Rafka menenangkan.


Setelah perbincangan itu, Papa dan Rafka siap-siap menuju masjid untuk sholat Jum'at.


Pukul 12.30 mereka pulang lalu makan siang bersama.


Hari keberangkatan ke London tiba.


Sekarang mereka berkumpul dikediaman Fathan, semua orang tua juga berkumpul.


"Za, kamu disana jangan jauh-jauh dari Rafka ya, dan Rafka tolong jagain-."


"Kamu tenang aja Ez, Rafka pasti jagainlah, orang istri tercinta." Kata Mama Rafka memotong perkataan Bundanya Zarine.


Zarine tersenyum malu mendengar kata-kata Ibu mertuanya.


"Ya udah ini udah waktunya kebandara, ayo kita berangkat." Kata Papa Rafka.


"Ehh tunggu!." Seru Rafka mencegah Papanya berjalan.


"Ada apa Raf?." Tanya Mamanya.


"Kita akan berangkat diantar sopir, dan para orang tua jangan ada yang ikut." Kata Rafka.


"Loh? Kenapa ngga boleh ikut?." Tanya Maminya Alfi.


"Ngga lucu Mi, kita mau ke London bukan mau kemedan perang, ngapain pake acara anter-anterin? Belum nanti disana pasti ada drama nangis-nangisan." Terang Alfi menjelaskan.


"Tapi kan-."


"Mama ngga usah khawatir, begitu kita sampe ditujuan kita akan kabarin." Kata Abhi memotong perkataan Mamanya.


'Huffhh.' Helaan nafas para Orang tua. Lalu semuanya saling pandang.


"Ok deh, kita ngga akan ikut ke bandara." Kata Papinya Alfi.


Setelah itu terjadilah drama saling berpelukan. Kemudian semuanya masuk kemobil dan berangkat ke bandara.


Pukul 08.00 mereka semua berangkat.


Setelah 16 jam perjalanan sampailah mereka di London, mereka dijemput oleh sopir Bang Idan.


Sesampianya di kediaman Bang Idan.


"Assallammu'allaikum!!." Salam Abdiel heboh.

__ADS_1


"Wa'allaikum sallam." Jawab Bang Idan.


Rafka, Abhi, & Abdiel bersalaman dan berpelukan dengan Bang Idan. Sedangkan para Ceweknya hanya mengatupkan tangan.


"Istirahat dulu aja, mandi terus sholat deh setelah itu kita makan malam bareng, kamar kalian semua ada diatas." Beri tahu Bang Idan.


"Ok, thanks Bang, kita naik dulu ya, bye Bang." Pamit Akifa mewakili semuanya dan dijawab anggukan kepala oleh Bang Idan.


Pukul 6.25 malam waktu Landon semua yang ada dilantai 2 turun untuk makan malam.


Dimeja makan.


"Gimana perjalanannya kesini?." Tanya Bang Idan.


"Pegel!." Jawab Alfi yang diangguki lainnya. Dan dihadiahi tawa kecil dari Bang Idan.


"Besok kalian jalan-jalan atau gimana nih?." Tanya Bang Idan.


"Jalan-jalan." Jawab Rafka.


"Lo ikut dong Bang." Pinta Abdiel


"Ngga bisa Gua ada meeting besok pagi dikantor, lagipula Gua udah hafal sama London, bosen malah liatnya." Terang Bang Idan.


"Ouh gitu, kalo bosen kenapa Abang ngga pulang aja ke Indo?." Tanya Akifa.


"Terus perusahaan Gua disini siapa yang ngatur?." Tanya Bang Idan.


"Pindah kantor kan bisa." Jawab Abhi.


"Males, ribet soalnya." Jawab Bang Idan.


"Bang?." Panggil Abdiel.


"Hmm?." Jawab Bang Idan.


"Lo... Tinggal sendiri disini?." Tanya Abdiel kepo.


"Iya, kenapa emang?." Tanya balik Bang Idan.


"Kenapa ngga nikah aja Bang biar rumah ngga sepi?." Tanya Alfi.


"Emang siapa yang mau ama dia? Dia kan jomblo akut, ahahaha, uhuk uhuk." Ledek Abdiel sampai dia tersedak makanannya.


"Bengek bengek Lo, makanya jangan ledekin orang tua, kualat kan? Nih minum." Kata Bang Idan dengan menyodorkan air putih.


Setelah pembiacaraan yang membuat seisi meja makan tertawa, mereka bertujuh kekamar masing-masing.


Pukul 6.36 Malam waktu London Rafka dan Zarine serta lainnya berjamaah dimushollah yang ada dirumah.


Kemudian setelah menunaikan sholat isya' mereka semua kekamar masing-masing lalu tidur.


Pukul 1.10 waktu London. Rafka dan Zarine bangun untuk sholat malam berjamaah.


Setelah sholat mereka menyempatkan membaca Al-Qur'an lalu kemudian mereka selesai dan sedang duduk di atas ranjang.


"Yank, kita telfon orang rumah sekarang, pasti mereka semua khawatir." Kata Rafka yang mendapat anggukan dari Zarine.


Rafka memegang ponselnya, mencari contact orang tau Rafka dan Orang tua mertuanya alias Orang tua Zarine.


'Tut tut tut tut.' "Assallammu'allaikum, Rafka Zarine?" Salam Mama Papa dan Bunda Ayah.


"Wa'allaikum sallam semuanya." Jawab Rafka dan Zarine.


"Kalian udah nyampek?." Tanya Ayah.


"Alhamdulillah sudah Yah." Jawab Zarine.


"Disana bukannya masih pukul 1 ya Sayang?." Tanya Mama.


"Iya Ma, kita baru selasai sholat malam, terus keinget sama Mama Papa Bunda dan Ayah, jadi telfon deh." Jawab Zarine.


"Abang kamu gimana kabarnya Raf?." Tanya Ayah.


"Alhamdulillah Bang Idan sehat Yah." Jawab Rafka.

__ADS_1


Mereka semua berbincang hingga masuk waktu subuh di London. Lalu Orang tua Zarine dan Rafka mengakhiri panggilan dan Rafka juga Zarine wudhu lalu sholat subuh jamaah sendiri dikamar.


Pukul 7.10 penghuni lantai atas turun lalu menuju meja makan untuk sarapan.


Sesampainya dimeja makan mereka duduk dibangku saling berhadapan.


"Gimana? Udah kabarin orang rumah belum?." Tanya Bang Idan.


"Udah tadi bang." Jawab Rafka dan lainnya kompak.


Tiba-tiba.


"Selamat pagi tuan Zaidan." Sapa seseorang.


"Kalian semua kenalin, dia ini asisten pribadi Gua, panggil aja Hans, jangan panggil Pak, dia ngga suka dipanggil itu, dia yang akan dampingi kalian buat jelajahi London, kalo butuh apa-apa kedia aja." Terang Bang Idan.


"Selamat pagi nona dan tuan muda." Sapa Hans.


"Pagi." Jawab Rafka dan lainnya.


"Waduh, bisa ngga terlalu formal? Jatuhnya kaya kita semua tua gitu." Pinta Abdiel.


"Iya Kak Hans, jangan terlalu formal." Tambah Zarine.


"Hans, Kamu ngga usah kaget sama mereka semua, emang kelakuannya agak absurd." Terang Bang Idan.


"Sa ae Lo kutil unta." Kata Abdiel dengan melempar buah Anggur pada Bang Idan.


"Dah Gua mau kerja dulu, noh kalian semua gangguin aja si Hans, ganggu in aja ampek Lo capek." Suruh Bang Idan.


"Oklah, thanks Bang." Ucap Akifa.


"Hans, tolong jaga." Pinta Bang Idan.


"Siap tuan." Balas Hans.


"Gua berangkat, assallammu'allaikum." Salam Bang Idan.


"Wa'allaikum sallam." Jawab Rafka dan lainnya kompak diikuti oleh Hans.


"Kak Hans, ayo sarapan bareng kita." Pinta Zarine.


"Saya sudah sarapan tadi dirumah Nona." Jawab Hans dengan senyumnya.


"Kalo ngga sarapan ngga papa deh, asal Kak Hans duduk gih, pegel tau liat situ berdiri aja." Pinta Akifa.


"Baik terima kasih Nona." Jawab Hans.


"Ouh ya kita belum kenalan, Kak Hans kenalin aku Abdiel, Sebelah Aku Abhi, Sebelah lagi Rafka, depan Rafka Zarine istrinya, sebelahnya Alfi, dan depan Aku itu Akifa." Terang Abdiel.


"Salam kenal Kak." Kata Para Cewek.


"Salam kenal juga Nona, panggil saya Hans saja, saya lebih suka dipanggil nama." Pinta Hans.


"Tapi itukan namanya ngga sopan." Kata Akifa.


"Tidak masalah Nona." Jawab Hans.


"Ok kalo gitu." Kata Abdiel dan lainnya.


Setelah sarapan yang dibarengi perkenalan itu selesai mereka semua pergi untuk jalan-jalan.


Tujuan pertama adalah Taman Hyde, Mereka ber 6 berfoto disana yang manjadi photographernya adalah Hans, dan Hans sama sekali tak kebaratan.


Mereka berjalan-jalan sampai pukul 4.00 sore waktu London kemudian Rafka dan lainnya pulang, setelah sampai mereka langsung menuju kamar masing-masing, membersihkan diri serta melaksanakan kewajiban.


Rafka dan lainnya hanya turun kelantai satu untuk makan malam setelah itu mereka masuk kamar lagi menidurkan tubuh yang lelah agar esok tubuh kembali segar jika sedang jalan-jalan menjelajahi London.



Maaf jika ada kesalahan waktu🙏.


Author hanya memperkirakannya.


Mohon jangan dibully🙏.

__ADS_1


Komen ngga papa, silahkan, asal bahasanya jangan nylekit😁.


__ADS_2