
"Dah, sedih-sedihan nya di tunda dulu, lanjut nanti, adzan maghrib tuh, ayo kita sholat dulu, ayo Roy dan sari ikut sholat juga." Ajak Papa.
"Mukena nya pinjem punya aku aja Sari." Kata Zarine.
Semua nya bersiap untuk sholat.
30 menit kemudian mereka selesai sholat di mushollah rumah Rafka Zarine.
Selesai sholat Sari dan Roy di paksa untuk makan malam di sana.
Pukul 18.45 mereka kembali berkumpul di ruang santai.
"Ouh iya kalian ada apa sateng ke sini? Ngga mungkin dong dateng tanpa alasan?." Tanya Mama Akifa.
Sari tanpa bicara mengeluar kan sesuatu dari dalam tas selempang nya dan meletak kan nya di atas meja.
Mama Rafka mengambil dan memperhati kan benda yang di pegang nya.
"Widih! Minggu ini." Kata Alfi bersuara setelah ikut membaca benda di tangan Mama Rafka.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Kata nya belum jadi? Kok udah di sebarin ke kita aja?." Tanya Alfi.
"Hehehehe... aku yang desak tukang cetak undangan nya buat cepet ngerjain nya." Jelas Sari sambil terkekeh pelan.
"Ini kalian beneran mau nikah?." Tanya Mama Akifa tak percaya.
"Iya Te, minggu ini tanggal 27 Februari." Terang Roy bahagia.
"Alhamdulillah, tenang nanti kita semua dateng." Kata Papi Alfi menyahut ikut senang.
"Harus itu!." Seru Sari tegas.
Semua orang membicara kan tentang undangan yang di vawa Sari dan Roy.
Yaaaa, Sari dan Roy sedang mengedar kan undangan untuk acara nikahan mereka yang terlaksana oada tanggal 27 Februari di kediaman kelaurga Sari.
__ADS_1
Rencana nya meraka akan mengadakan nya di hotel atau gedung gitu, tapi Sari menolak dan memilih mengadakan di rumah secara tak megah tapi mewah (Eh?! Bener ngga sih? Iya in dah😂 #AuthorGesrek).
Yang di bawa oleh Sari dan Roy itu adalah undangan pernikahan mereka, para pembuat undangan mengatakan bahwa undangan baru siap hari Kamis.
Tapi Sari mendesak nya memohon untuk menyiap kan hari selasa malam, yang berarti hari ini, malam ini.
"Teman SMA pada dateng kah Sar?." Tanya Akifa.
"Emmm... ngga semua sih yang aku undang cuma ada beberapa yang akrab, ouh tentu nanti ada Anika." Jawab Sari.
"Kalo kamu Roy? Ngundang siapa aja?." Tanya Mami Alfi.
"Hanya rekan bisnis, temen paling yang dateng daru clup motor waktu jaman dulu." Kata Roy sambil tersenyum.
"Apa ada di antara kalian yang ngundang masa lalu?." Tanya Abdiel.
Hening sesaat.
Suasana sedikit berubah.
Roy dan Sari saling pandang kemudian mereka tersenyum.
"Yaa, kita berdua ngundang masa lalu juga, tapu entah lah mereka bakal dateng atau engga." Jawab Roy menjelas kan.
"Kalo ada mantan yang belum bisa move on pasti ngga akan dateng tuh, hahahaha." Cetus Abdiel sambil di ikuti tawa renyah nya.
"Udah jan bahas masa lalu, ngga guna juga." Putus Abhi mengalih kan pembicaraan.
Sari dan Roy bertamu ke rumah Rafka Zarine sampai jam menunjuk kan angka 19.30 malam.
Keluarga besar Rafka Zarine menunai kan sholat isya' berjamaah, setelah itu masuk ke kamar masing-masing untuk mengistirahat kan badan mereka yang lelah karena kegiatan hari ini banyak menguras tenaga.
Di kamar Tika Bang Idan.
Tika belum tidur dan sedang merenung di jendela kamar sambil menghadap ke arah langit.
Bang Idan datang sambil memeluk nya dari belakang.
"Hei? Lagi apa? Kok melamun?." Tanya Bang Idan lembut.
Dia menyandar kan kepala nya ke ceruk leher Tika sang istri.
Menghirup aroma tubuh Tika dalam-dalam, bagi Bang Idan wangi tubuh Tika adalah aroma menenang kan yang tak ada dua nya.
Tika menikmati saat-saat seperti ini, dia menyandar kan kepala nya ke dada bidang Bang Idan melepas semua kepenatan sehari an ini.
"Kamu ok kan Yang?." Tanya Bang Idan.
"Kak Zaidan? Berjanji lah kamu akan selalu ada di samping hingga kita tua nanti, hingga Allah sendiri yang memisah kan kita." Kata Tika tak menanggapi pertanyaan Suami tercinta nya.
"Kamu kenapa sih Yang?." Tanya Bang Idan heran, dia sampai membalik kan tubuh Tika mengahadap ke arah nya sambil memegang pundak nya.
Tika memandang mata Bang Idan dalam dan lekat se akan-akan menyelami mata hitam itu.
__ADS_1
"Jawab aja pertanyaan aku, ngga perlu banyak tanya." Gumam Tika terdengar jelas di telinga Bang Idan.
"Aku ngga tau masa depan kita bakal kayak gimana nanti nya, tapi dengerin aku ngomong, aku udah memilih kamu sebagai pendamping hidup aku, dalam hati aku saat meminang kamu sebagai istri ku beberapa bulan lalu di rumah kamu, aku udah janji buat selalu menghujani kamu dengan kebahagiaan, dan selalu bersama kamu dalam suka dan duka hingga maut memisah kan kita." Panjang lebar Bang Idan menjelas kan.
Tika sudah berkaca-kaca mendengar perkataan Bang Idan.
"Kamu harus percaya sama aku Tika, ngga ada wanita di hati aku selain kamu dan Mama ku." Bang Idan berusaha meyakin kan Tika.
'Hiks... hiks... .' Tika menangis tersedu.
Bang Idan langsung merengkuh nya ke dalam pelukan nya.
"Aku ngga akan ninggalin kamu kalo kamu ngga ninggalin aku, karena, sekali ku kejar tak kan ku lepas, tapi jika sudah ke lepas tak kan pernah ku kejar lagi." Tegas Bang Idan memberi penjelasan.
"Ak... a... aku ngga akan ninggalin Kakak, aku mencintai Ka... Kakak dan aku ngga mau kehilangan Kakak." Sesengguk kan Tika berbicara.
Bang Idan makin mengerat kan pelukan nya.
10 menit kemudian tangisan Tika sudah berhenti dan Bang Idan melepas kan pelukan nya.
Menyatu kan kening kedua nya dan saling memejam kan mata nya pelan.
Bang Idan menuntun sang istri untuk berjalan ke arah ranjang dan merebah kan nya secara perlahan.
Laki-laki berusia belum genap 23 tahun itu mengungkung Tika di bawah nya.
Mendekat kan bibir nya ke bibir Tika, awal nya hanya menempel kan bibir saja, tapi Tika yang memejam kan mata nya membuat Bang Idan tak hanya menempel kan tapi ******* nya dengan lembut.
Dan.... .
Bersambung... .😂😂😂
Like & komennya ditunggu.
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf cuma 1000 kata, biasa... Author lagi buntu ngga nemu ide😕.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.