Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 210


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Mas Angkasa mau apa to?." Tanya Agnez berbisik.


"Sttt!!! Tenang aja Sayang, aku ngga bakal buat hal yang ngerugiin kamu, percaya deh sama aku, ok?." Kata Angkasa lembut penuh kasih sayang dan cinta.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Agnez lagi-lagi terkesiap dengan panggilan Sayang dari Angkasa.


'Haduhhh jantung ku kenapa sih?!.' Pekik Agnez kesal pada jantung nya sendiri, dia memegang dada kiri nya yang bedebar sangat kencang tak karuan.


"Bisa tolong tunjuk kan tempat duduk Agnez?." Tanya Angasa datar tanpa senyuman.


Semua siswa siswi di kelas 10 IPS 1 ini saling pandang kemudian Lolita menunjuk bangku yang ada Rio di sana.


"Di sana Kak tempat Agnez." Ucap Lolita yang bingung. Angkasa mengikuti arah telunjuk Lolita.


Pandangan nya makin tajam di kala dia tau Agnez duduk bersama cowok, Rio.


Setelah menatap Rio sebentar dengan tatapan dingin nya, Angkasa menatap Agnez tajam.


Di bangku nya, Rio merinding di tatap seperti itu, sedang kan Agnez dia yang di tatap tajam menatap Angkasa dengan mata polos dan lugu nya, karena memang Agnez tak tau maksud tatapan Angkasa.


Tapi memang Agnez takut akan tatapan Angkasa yang seperti Singa hendak memangsa hewan lain nya.


Tatapan polos dan lugu Agnez membuat Angkasa menghela nafas pelan, dalam hati ia berucap... 'Kalo kaya gini jadi kagak tega buat marahin, dia juga takut tuh kaya nya, gemes asli pengen cium tuh pipi, haduh pikiran Gua!.' Begitu lah pikiran ngawur Angkasa.


Dia sampai mengusap kasar wajah nya lalu... .


"Bisa di tukar ngga tempat duduk nya?." Tanya Angkasa yang lebih seperti perintah di telinga anak kelas 10 junior nya ini.


Lolita sebagai ketua kelas kaku di tempat, pasal nya semua irang tengan menatap nya sekarang.


"Bi... bisa kok Kak, bi... biar aku yang duduk di meja Agnez dan Agnez duduk di tempat ku sebeleh Citra sini." Ujar Lolita dengan gugup.

__ADS_1


Angkasa meneliti tempat duduk Lolita, depan nya, belakang nya, bahkan sampai samping nya. Angkasa sampai berputar-putar di di sekeliling nya untuk melihat kondisi tempat duduk Lolita.


'Ok lah! Kaya nya aman kalo Agnez duduk di sini.' Batin Angkasa berbicara.


"Duduk di sana Nez." Lembut Angkasa meyuruh Agnez tanpa menatap sang empu nama.


Agnez tak menjawab dan masih bersidi di tempat nya. Agnez menatap Angkasa dengan melipat ke dua tangan nya di dada.


Merasa tak di respon Angkasa menoleh ke arah gadis kecil nya.


"Ayo." Kata Angkasa lagi.


"Ndak mau! Aku mau duduk sama Rio aja." Tolak Agnez mentah-mentah.


Bukan nya marah Angkasa malah terkekeh geli. Kemudian tanpa banyak cakap, Angkasa berjalan menghadap Agnez, memegang pundak nya lembut yang kontan saja membuat Agnez menatap tangan lebar dan kokoh milik Angasa itu.


Agnez terpana menatap Angkasa, bahkan dia tak sadar bahwa sekarang dia melangkah mengikuti tuntanan Angkasa yang menduduk kan nya di bangku Lolita.


"Ah duduk di sini, jangan coba-coba pindah ya, kalo kamu ketahuan pindah, kamu bakal aku hukum, anak nakal harus di hukum kan?." Kata Angkasa dengan nada mengancam nya meski di balut nada lembut.


Mendengar hukuman, membuat mata bulat Agnez makin melebar dan dengan reflek dia mengangguk kan kepala meng iya kan.


"Gadis pintar, jaga diri baik-baik, nanti istirahat aku ke sini lagi, aku mau ke kelas dulu, assallammu'allaikum." Salam Angkasa sambil mengacak rambut Agnez pelan kemudian dia pun beranjak pergi.


"Wa'allaikum sallam." Jawab satu kelas kompak.


Sepeninggalan Angkasa.


"Itu... tadi... Kak Angkasa kan?." Tanya Vega sambil masih memasang wajah cengo nya.


"Ngga nyangka Kak Angkasa bisa sweet juga." Puji Lolita.


Semua mata menatap Agnez yang masih terbengong bak orang bodoh.


Mendapati kelas sepi dia sadar dan menatap kelas nya, dia terkesiap saat semua mata tertuju pada nya.


"A... a... ada apa ini to? Aku buat salah kah?." Tanya Agnez polos.


"Nez? Kamu udah berapa lama kenal sama Kak Angkasa sih? Perasaan dari kemarin liatin kamu terus, malah sekarang Kak Angkasa kaya bucin gitu." Tanya Veve teman sebangku Vega.


"Aku kenal sama Mas Angkasa baru 3 hari, ouh 2 hari maksud ku." Ucap Agnez menjelas kan.


"Tapi kok kalian udah kaya kenal lama sih?." Tanya Lolita kepo.


"Aku juga ndak tau, apa gara-gara aku negur Mas Angkasa di Taman Kota dia jadi tau aku?." Cicit Agnez lirih.


"Hah?! Taman Kota?!." Pekik perempuan satu kelas Agnez.


Agnez mengangguk, dia pun mencerita kan awal mula bertemu dengan Angkasa, satu kelas Agnez menyahuti dengan antusias, entah lah, dalam hati mereka masing-masing mengatakan kalau Agnez harus dengan Angkasa apa pun cara nya.


Mereka se akan bahagia tau Agnez bersama Angkasa.


Selesai Agnez bercerita.


"Wahhh Agnez, aku bangga sama kamu, tanpa kamu sadari, pesona kamu telah menjerat seorang Angkasa, cowok yang dingin nya udah kek Kutup Utara berubah menjadi hangat, sweet lagi." Ujar Veve senang.


"Pesona Agnez memang top lah." Puji Lolita bahagia.


"Aduh! Udah ah! Aku mau duduk di tempat duduk ku sendiri, ndak mau ngurusin Mas Angkasa!." Seru Agnez menghenti kan obrolan tentang Angkasa.

__ADS_1


Saat Agnez hendak berdiri dari duduk nya, Lolita menghenti kan gerak kan nya dan mengatakan... "Udah jangan pindah! Kamu mau di hukum sama Kak Angkasa?." Tanya Lolita.


Agnez dengan reflek menggeleng kan kepala sambil membulat kan mata nya lebar.


Lolita membalas dengan senyuman lebar nya.


"Lolita? Maaf ngerepotin." Ucap Agnez tak enak hati pada Lolita.


"Aku ikhlas ganti in kamu duduk di samping Rio yang penting kamu ngga di hukum sama Kak Angkasa." Jawab Lolita tulus.


"Ini semua gara-gara Mas Angkasa si tukang ngatur hidup orang itu! Kalo aja aku ndak takut di hukum udah aku lawan dia!." Ketus Agnez berucap.


Dia jengkel dengan sifat Angkasa yang pengatur itu, dia hendak melawan tapi tubuh dan hati nya malah tak sinkron, haduhh memang nya jatuh cinta membuat orang gila, karena memang definisi cinta sendiri adalah gila, dan terkadang juga bisa menyesat kan seseorang ke jalan yang tidak benar.


Untuk Angkasa dan Agnez tak seperti itu.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2