
Halaman belakang rumah Rafka Zarine ramai malam ini.
6 keluarga senior dengan 3 keluarga junior, dan juga Bang Rafa, Bang Idan berkumpul disana.
"Ngga kerasa ya udah November mau ninggalin kita, dan bentar lagi waktunya tahun baru lagi." Kata Abdiel.
"Ouh iya, bentar lagi liburan akhir tahun, kita ngga liburan nih?." Tanya Akifa.
"Mau kemana emang kalo liburan?." Tanya Alfi.
"Gua ngga bakal ikut kalo ke luar negeri." Rafka menyela Akifa yang ingin bicara.
"Terus mau kemana?." Tanya Abhi.
"Kemana aja asal masih dalam negeri." Kata Rafka.
"Gampang dah entar kita cari spot liburan cantik di Indo selain Bali, Lombok, dan sekitarnya." Ucap Abdiel.
"Kenapa bukan disana saja?." Tanya Ayah Zarine.
"Terlalu banyak orang disana Om." Kata Abdiel, Ayah Zarine hanya membulatkan mukutnya membentuk huruf 'O' tanpa bersuara.
"Para orang tua mau ikut?." Tanya Akifa.
"Ayo ikut aja." Kata Zarine.
"Ngga usah, kita para orang tua duduk di rumah aja nunggu oleh-oleh dari kalian." Jawab Mama Akifa diakhiri kekehan pelan.
"Emmmm, kalo Gua bawa seseorang ikut kita liburan boleh ngga?." Tanya Bang Rafa.
Semua orang diam menatap Bang Rafa dengan pandangan sulit terbaca.
"Siapa yang mau Lo bawa Bang?." Tanya Alfi.
"Cewek apa cowok?." Tanya Akifa.
"Hehehe, Gua ngga mau cerita sekarang, tapi diwaktu dekat-dekat ini, bakal Rafa tunjukin siapa orangnya." Kata Rafka penuh misteri.
"Cewek ya Bang?." Tanya Bunda Zarine.
"Iya Bun." Jawab tegas Bang Rafa.
"Wah.. wah.. Bang Rafa udah punya gebetan ternyata, itu sebelahkanya Bang Rafa yang makan kacang kapan punya?." Sindir Akifa.
Bang Idan yang merasa tersindir hanya memutar bola mata malasnya.
"Nanti! Kalo Gua nemu yang pas." Balasnya cuek.
"Kasihan, jones, hahaha." Ejek Abdiel dengan tertawa terbahak-bahak.
"Bakal beneran jadi bujang lapuk ini mah." Sambung Alfi.
'Ahahahaha.' Semua orang tertawa terbahak mendengar ocehan 6 srrangkai yang mengejek Bang Idan.
"Siapa nama perempuan itu Bang?." Tanya Zarine pada Abangnya setelah tawanya berhenti.
"Raina, Raina Anggaraini." Jawab Bang Rafa.
"Anak mana Bang?." Tanya Ayah.
"Asalnya dari Jawa Timur Kota Lumajang Yah." Ucap Bang Rafa.
"Kerja apa?." Tanya Bang Idan.
Bang Rafa diam menatap semua orang.
"Dia seorang pelayan Cafe di depan kantor Rafa Bun, Yah." Jawab Bang Rafa takut-takut.
Semua orang diam menatap Bang Rafa.
Bang Rafa ikut diam.
"Kalo Bang Rafa punya pikiran Ayah Bunda bakal marah, Abang salah." Kata Ayah.
"Kalo emang Abang suka dan yakin mau sama dia, segera tunjukin ke Ayah Bunda lalu lamar ke orang tuanya." Kata Bund.
"Dia yatim piatu Bun." Beri tahu Bang Rafa sedih.
"Innalillah." Ucap semua orang.
"Kamu tau banyak info ini dari mana Bang?." Tanya Mama Akifa.
"Rafa tanya sendiri ke dia Te, hehehe." Kekeh Bang Rafa.
"Kenal ama dia berapa bulan Lo ama dia?." Tanga Bang Idan.
"Belum lama sih, sekitar 2 bulanan ini." Jawab Bang Rafa.
"Dia punya siapa aja di kota kelahirannya Bang?." Tanya Bunda.
"Cuma satu sepupu perempuan Bun." Jawab Bang Rafa.
"Usianya berapa Bang?." Tanya Zarine.
"20 tahun." Jawab Bang Rafa.
Setelah membicarakan tentang gadis yang di sukai Bang Rafa, semua orang diam menatap Bang Rafa dengan bahagia, karena akhirnya Bang Rafa menyukai seorang gadis.
"Lumajang." Ucap Abdiel.
Semua orang menatap Abdiel heran.
"Kenapa Diel? Kamu tau kota itu?." Tanya Mama Akifa.
"Ngga tau banyak sih Ma, cuma pernah denger aja nama kotanya." Jawab Abdiel.
"Apa yang Lo tau soal kota itu?." Tanya Bang Idan.
"Kalo ngga salah, kota itu ada wisata Negeri Di atas Awan Bang, namanya B... , aduh B apa gitu, Abdiel lupa." Kata Abdiel.
__ADS_1
"B29?." Tebak Bang Rafa.
"Nah!, iya, B29." Jawab Abdiel.
"Kita wisata kesana aja liburan tahun ini." Kata Akifa.
"Iya deh kita kesana aja, ajak juga itu Kak Raina." Kata Zarine.
"Bang Idan, dari pada Lo sendiri an mending bawa temen cewek SMA yang dulu pernah Lo suka." Usul Abhi.
"Ogah dan nggak punya, temen cewek SMA Gua pada mata duitan semua." Sahut Bang Idan cepat.
"Sebenarnya 2 bulan yang lalu juga ketemu sama seorang gadis." Bari tahu Bang Idan.
"Gadis?." Beo Rafka, Abhi, dan Abdiel bersamaan.
"Iya, namanya Tika." Jawab Bang Idan.
"Nama lengkapnya?." Tanya Akif.
"Ngga tau, tapi yang Gua liat di nametagnya Tika A . B ." Jawab Bang Idan.
"Kyaaaaa!!, itu beneran Tika temen SMA kita." Teriak heboh Akifa.
"Dia bawa motor matic warna coklat putih, iya kan?." Tebak Alfi.
"Iya, Lo bener." Jawab Bang Idan.
"Dia lagi ngapain pas ketemu Lo?." Tanya Alfi.
"Dia bantu anterin Gua ke kantor, pagi itu mobil Gua kehabisan bensin dan dia lewat terus nawarin bantuan." Jelas Bang Idan.
"Lo ajak dia ikut liburan sekalian aja." Kata Abhi.
"Gua cuma sekali doang ketemu dia, setelah itu ngga pernah ketemu, nomer ponselnya aja Gua kagak ada." Kata Bang Idan.
"Gau punya, tunggu Gua kirim ke Lo bentar." Kata Alfi.
Alfi mengirim nomer ponsel Tika pada Bang Idan.
"Wah, bakal ada yang nikah ama daun muda nih." Goda Bang Rafa.
"Doa in aja, hahahaha." Tawa Bang Idan.
'Hahahaha.' Semua orang ikut tertawa mendengar omongan Bang Rafa dan Bang Idan.
Hari sudah semakin larut malam.
6 keluarga senior dan 3 keluarga junior serta Bang Rafa, Bang Idan memutus untuk pulang kerumah untuk tidur mengistirahatkan tubuh, hati, dan pikiran yang lelah.
-
-
-
-
Bang Rafa keluar dari rumah dengan pakai kerjanya lengkap.
Dia mengendarai roda 4 nya menuju kantor.
Sebelum masuk ke kantor, Bang Rafa seperti biasa pergi ke Cafe depan kantornya.
"Raina?." Panggil Bang Rafa pada Raina yang sedang mengelap meja.
"Rafa? Cafe nya belum buka, baru buka 30 menit lagi." Kata Raina.
"Aku ngga mau pesen kopi, aku mau ngajak kamu nanti sore kerumah ku." Ucap Bang Rafa.
"Ngapain?." Tanya Raina heran.
"Gini, kamu kan orang Lumajang, aku, Adek aku dan teman-temannya liburan akhir tahun ini mau ke sana tepatnya wisata B29 jadi kita mau kamu jadi pemandu kita." Jelas Bang Rafa.
Bang Rafa takut ditolak jika mengatakan alasannya yang sesungguhnya mengajak Raina kerumahnya.
Bang Rafa ngga berbohong juga sebenarnya, hanya... sedikit menutupi.
"Emmmm, kebetulan aku juga mau pulang ke kampung aku libur akhir tahun ini, ok lah aku mau ikut kerumah kamu? Nanti sore kan?." Tanya Raina.
"Iya nanti sore." Jawab Bang Rafa.
"Nanti setelah selesainya kerjaan kantorku, aku tunggu disini." Sambung Bang Rafa.
"Kamu pulang duluan aja ngga papa Raf, nanti kamu shareloc aja, kamu ka udah punya nomerku." Kata Raina usul.
"Ngga, aku mau berangkat bareng biar ngga tunggu-tungguan di rumahku, lagi pula kalo sore angkutan umum penuh, kamu mau terjebak macet?." Panjang lebar Bang Rafa.
"Iya deh terserah, aku kerja dulu, kamu juga balik gih ke kantor!." Suruh Raina.
Bang Rafa tersenyum lembut ke arah Raina kemudian dia berjalan keluar kantor untuk kembali bekerja dan menyelesaikan secepatnya.
Di bagianan lain yang masih wilayah Indonesia.
Tepatnya kantor Bang Idan.
Bang Idan sedang gunda gulana sekarang.
"Gua chat ngga yah?." Tanyanya pada dirinya sendiri.
"Gua chat aja lah." Putus Bang Idan.
Room Chat Bang Idan dan Tika.
Bang Idan : 'Assallammu'allaikum.'
Tika yang ada di kelas membaca buku mengecek ponselnya.
081232xxxxxx : 'Assallammu'allaikum.'
__ADS_1
"Siapa nih? Jawab ngga yah? Kalo orang jahat gimana?." Tanya Tika pada dirinya sendiri.
"Jawab deh." Putus Tika.
Room Chat Tika dan 081232xxxxxx.
Tika : 'Siapa?.' Tanya Tika.
Bang Idan di kantornya terlonjak kegirangan.
"Allahu Akbar, alhamdulillah." (Cuma dibalas 'Siapa?' Bang Idan girangnya kek dapet lotre 1 Miliyar😂 ~Author~).
Bang Idan sebenarnya tertarik dengan Tika sejak boncengan berdua dengannya.
Tika tidak sengaja memeluknya lantaran Bang Idan mengegas motornya tiba-tiba, karena terkejut reflek Tika memeluk.
Jantung Bang Idan tak berdetak tak biasanya saat tangan lembut Tika menyentuk perutnya.
Tapi Bang Idan terlalu pintar menyembunyikan segalanya, makanya dia tidak terlalu gugup (hahaha dasar cowok😂).
Kembali ke Tika dan Bang Idan.
Bang Idan : 'Apa benar ini nomer Tika Ajeng Bram?.'
Tika : 'Iya, ini siapa?.'
Bang Idan : 'Aku Zaidan, orang yang kamu beri tumpangan 2 bulan lalu.'
Tika : 'Oh, hai Kak? Apa kabar?.'
Bang Idan : 'Alhamdulillah sehat, kamu gimana?.'
Tika : 'Alhamdulillah sehat juga Kak, dapet dari mana nomerku?.'
"Aduh jawab apa an nih Gua?." Kalang kabut Bang Idan.
Bang Idan : 'Dari temennya Adek aku, dia juga sekolah di SMA yang sama kaya kamu.'
"Huuuuuh untung nemu alasan." Kata Bang Idan.
"Gua deg-deg an *****, nih kenapa jantung disko an sih." Umpat Bang Idan.
di tempat Tika.
Dia terheran-heran.
"Temennya Adeknya? Satu sekolah sama Gua? Siapa?." Tanya Tika pada dirinya sendiri.
Kembali ke room chat.
Tika : 'Kakak ada apa chat aku?.'
Bang Idan : 'Bisa ikut aku ke suatu tempatkan nanti sore?.'
"Aduhhhh!, kok kayanya Gua agresif gini sih?." Rutuk Bang Idan.
Sedangkan Tika di kelas terkejut.
"Suatu tempat? Tempat apa? Bisa di percaya ngga yah ni Om-om?." Kata Tika.
Tika : 'Memangnya Kakak mau bawa aku kemana?.'
Bang Idan : 'Kamu sudah bantu aku numpang motor kamu, aku kasih uang kamu nolak, jadi sebagai gantinya aku mau traktir kamu.'
"Semoga berhasil ya allah." Doa Bang Idan di tempatnya.
Bang Idan berbohong karena kalo Bang Idan jujur takut di yolak😂.
"Traktir? Boleh percaya ngga sih Gua?." Tanya Tika ragu.
Tika lama membalas.
"Dia ragu pasti ragu, takut Gua apa-apa in, jawabnya lama banget, apalagi Gua baru dia kenal." Monolog Bang Idan.
Bang Idan : 'Tenang aja Tika, aku bukan cowok yang kamu pikirin, aku menghormati cewek, kalau aku sakiti kamu, sama aja aku sakitin Mama aku sendiri.'
Tika membaca dan menghela nafas lega.
"Gua juga ngga liat dia jahat sih sebenarnya, ok lah kalo gitu." Putus Tika.
Tika : 'Ok deh Kak aku mau.'
Bang Idan : 'Aku jemput kamu nanti sore di sekolah, jangan lupa pamit sama orang tua Tika.'
Tika : 'Ok Kak, ouh iya, Kakak beneran tau sekolahku?.'
Bang Idan : 'Iya tau, Adek aku juga sekolah ditempat kamu.'
Ditempat Tika bel masuk berbunyi.
Tika : 'Kak obrolannya aku akhiri dulu, bel sekolahku udah bunyi, sampai jumpa nanti sore.'
Tanpa menunggu jawaban dari Bang Idan, Tika Off.
"Alhamdulillah, yes!!." Seru Bang Idan senang.
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers
Salam sayang dari ViCa😍.