Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus duapuluh dua


__ADS_3

"Saya panggil saja yah Mas." Kata Pak Satpam.


"Ngga usah Pak, kita sendiri aja, bentar lagi kalo ngga dibuka tinggal bakar rumah nya aja, hahaha... ." Kelakar Akifa.


"Saya permisi dulu kalo gitu Mas, Mbak nya kalo butuh saya, langsung ke pos aja." Pesan Pak Satpam yang diangguki lain nya.


'Ceklek!.' Selisih 1 menit dari kepergian Pak Satpam, tuan rumah membuka pintu rumah nya.


"Assallammu'allaikum! Selamat sore pengantin baluuuu!." Teriak para perempuan kompak.


"Wah!! Wa'allaikum sallam! Ihh!! Kok ngga ngasih kabar kalo mau ke sini?." Sari antusias menyambut 7 serangkai khusus nya para wanita nya.


"Ayo silah kan masuk, kita ngobrol di dalam." Ajak Sari semangat.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Setelah mendapat ijin masuk, sontak saja Zarine, Akifa, Alfi, dan Tika masuk ke dalam rumah Roy dan Sari.


Para pria yang di lupakan hanya bisa melongo dengan mulut terbuka sedikit.


Roy yang tadi ada di tengah pintu tersenggol keluar karena ulah 4 wanita itu.


Setelah mereka masuk rumah, para pria saling pandang kemudian menghembus kan nafas lelah.


"Di lupa in kita." Ucap Abdiel sambil menatap nanar ke arah pintu rumah


"Udah! Jan merana gitu, ayo kita ikutan masuk." Ajak Roy.


Ke lima pria itu masuk dan menghampiri para wanita di ruang santai rumah Roy Sari.


"Kalian ada maksud apa ke sini?." Tanya Roy setelah menduduk kan bokong nya di sofa.


"Bini Gua pengen ketemu sama Sari mau tanya sesuatu tentang jaring ikan kemarin." Jawab jujur Abdiel.


"Jaring ikan?." Beo Roy yang belum ngeh.


"Masa Lo kagak paham juga sih Roy!." Dengus Rafka.


Roy berpikir keras, lalu... .


"Ouh... benda itu, tau Gua tau." Ucap Roy kemudian sambil tertawa pelan.


"Di pake sama bini Lo?." Tanya Abhi.


"Hoho iyo dong, tapi harus paksa dulu baru mau pake." Terang Roy.


"Hahaha... selagi mau pakai ya udah sih syukirin aja." Cetus Abdiel.


"Bini Lo kok bisa punya pikiran beli gitu an sih Diel?." Roy bertanya-tanya.


"Entah, Gua aja ngga tau kalo di beli gitu an, dia ngga bilang ama Gua soal nya." Jelas Abdiel.

__ADS_1


Posisi duduk para pria dan wanita memiliki jarak sekitar 4 meter an, agak jauh karena ruang santai rumah Roy Sari ini luas.


Di seberang mereka para wanita juga berbicara tapi berbisik, mungkin agar tak terdengar oleh para pria.


"Mereka lagi ngomongin apa yak? Kok pada bisik-bisik gitu." Kepo Roy.


"Entah lah, jangan kan mereka, kita juga ngomong nya pelan gini, kenapa coba?." Tanya balik Abdiel.


"Biar 5 wanita itu ngga denger tentu nya." Jawab cepat Rafka.


"Ya udah lah, jangan kepo sama urusan cewek." Abhi berbicara.


Lalu, 5 pria itu mengganti topik pembicaraan dengan membahas pekerjaan.


Di lain sisi, Zarine dan lain nya sedang membahas tentang jaring ikan.


"Akifa? Kamu punya ide dari mana kasih aku hadiah gitu an?." Tanya Sari sambil mengerucut kan bibir nya kesal.


"Hahaha... Gua kepikiran aja, cocok buat pengantin balu." Kata Akifa dengan tawa pelan nya.


"Udah lah, bahas lain nya jangan bahas itu." Putus Zarine mengalih kan pembicaraan.


"Ouh iya, kalian mau minum apa? Biar aku siapin." Ujar Sari bertanya.


"Kita ikut ke dapur kamu boleh ngga?." Pinta Zarine.


"Ok ayo." Ajak Sari.


Para wanita itu bangun dari duduk dan melangkah menuju dapur.


"Mau kemana kalian?." Tanya Rafka.


"Mau ke dapur." Jawab Zarine yang kemudian di angguki Rafka.


7 serangkai berada di rumah Roy Sari sampai pukul 17.00.


Sampai di rumah masing-masing, mereka langsung mandi dan menunggu adzan maghrib berkumandang.


Di rumah Tika Bang Idan.


"Tadi sekolah pulang jam berapa?." Tanya Bang Idan, dia sedang mengintrogasi Tika rupa nya.


"Pulang jam setengah 4 sore." Jawab Tika.


Posisi mereka saat ini sedang duduk di tepi ranjang dan saling menatap.


"Mulai jam berapa di rumah Sari Roti itu?." Tanya Bang Idan.


"Dari jam 4 sore." Singkat Tika.


"Sebelum ke rumah Sari Roti kemana dulu?." Tanya lagi Bang Idan.


"Jangan bilang Sari Roti, nama suami nya itu Kak Roy, bukan Roti." Ralat Tika.


"Iya deh iya, Roy, jawab pertanyaan ku." Kata Bang Idan.


"Nemenin para bumil makan batagor di depan sekolah." Terang Tika.


"Terus-." Sebelum bertanya lagi, Tika memotong pembicaraan Bang Idan dengan mengecup bibir nya pelan.


"Aku ngga akan berbuat hal konyol yang akan membuat kamu marah sama aku, kena marah tuh ngga enak soal nya." Jelas Tika sambil mengulas senyum manis nya.


"Aku cuma tanya aja, aku percaya sama kamu kok." Dengan tenang Bang Idan ber ucap.


Lalu mereka beroeluk kan.


Adzan maghrib pun berkumandang, seluruh umat islam menjalan kan kewajiban nya pada sang pencipta, ada yang ke masjid, ada juga yang sholat di dalam rumah masing-masing.

__ADS_1


Di rumah Bang Rafa Raina.


Mereka berjamaah di dalam rumah tepat nya di dalam kamar.


Selesai sholat 2 sejoli ini duduk di tepi ranjang dengan Raina sedang melipat mukena nya.


"Kamu mau makan apa malam ini Yang?." Tanya Raina.


"Makan kamu aja kalo boleh mah." Kata Bang Rafa sambil terkekeh pelan.


"Huuuu... mau nyaa." Sorak Raina dengan pipi nya bersemu merah malu.


"Hahaha... terserah kamu deh mau makan apa, aku ikut aja." Pasrah Bang Rafa.


Raina yang selesai melipat mukenah dia keluar kamar dan menuju dapur, Bang Rafa mengekor di belakang sang istri.


Lalu setelag sampai Raina pun berkutat dengan kompor, sayur dan lain nya.


"Yang?." Panggil Bang Rafa.


"Hmmm... ada apa?." Tanya Raina.


"Kabar Shita gimana? Lama loh kita ngga dapet kabar dari dia." Bang Rafa menanyakan kabar sepupu Raina.


"Kabar Shita? Entah lah, aku juga ngga tau gimana kabar dia, kita kabari dia nanti deh." Kata Raina.


"Shita sama Rendra jadi nikah kah?." Kepo Bang Rafa.


"Kalo ngga jadi, biar aku sendiri yang hajar si Rendra karena udah kecewain Shita." Emosi Raina.


"Ya... aku juga bakal bantu kamu." Sahut Bang Rafa.


Beberapa menit kemudian, Raina pun selesai masak, 2 sejoli ini makan malam berdua dengan tenang dan tanpa suara.


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2